Sang Gitaris

Sang Gitaris
Mencari Keberadaan Rani


__ADS_3

Tut tut..


"Come on.."


Entah sudah berapa kali Artur mendengar suara menyebalkan itu dari Handphone nya. Dia semakin takut sesuatu yang buruk menimpa Rani.


Piim piim!


"Hei! Cepetan dong jalan nya!" Artur menekan klakson mobilnya dengan kasar. Segera dia ngebut menyalip mobil di depannya karena tak sabar, mengacuhkan pengendara yang ngomel karena ulah nya.


Beberapa menit kemudian dia sampai di apotek yang telah di shareloc Rani sebelumnya.


"Selamat dat..ang.." si apoteker yang kebetulan cewek langsung saja terperangah melihat sosok ganteng yang berdiri di hadapannya.


"Mbak tadi ada cewek kesini gak?"


"Banyak sih mas. Kebetulan hari ini lagi rame. Emang ciri-cirinya gimana mas?"


"Cantik." jawab Artur yang langsung membuat apoteker itu memanyunkan bibirnya.


(Yaelah mas..kalau petunjuk nya itu doang ya mana gue tahu cewek yang mana)


Artur bingung bagaimana menjelaskan nya karena otaknya sudah tak bisa berpikir jernih. Dia pun mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto Rani yang diambilnya secara diam-diam saat gadis itu duduk diam menunggu pesawat di bandara.


"Oh.. iya tadi mbak ini ke sini. Tapi udah pergi dari tadi." jawab apoteker itu setelah melihat foto Rani dengan seksama.


"Pergi nya ke arah mana?" Artur semakin mendekatkan tubuh nya ke si apoteker, membuat pipi cewek jones itu merona seketika.

__ADS_1


(Rezeki anak sholehah..)


Namun sayangnya si apoteker menggeleng dan segera saja Artur keluar meninggalkan tempat itu.


"Kamu dimana Ran.." Artur berlari mencari cewek itu. Dia bahkan tidak memakai payung atau jas hujan di tengah hujan deras yang tengah mengguyur tanah tempatnya berpijak.


**


Hendy mondar mandir di sekitar tempat Rani bersembunyi. Entah kenapa insting nya mengatakan cewek itu adalah seseorang yang dikenalnya.


Rani yang mengintip dari balik dedaunan hanya bisa pasrah. Sebenarnya dia sangat merindukan Hendy, tapi situasi saat ini tidak memungkinkan mereka untuk kembali bersatu.


"Woi Hen!"


Terdengar suara teriakan laki-laki dari kejauhan yang ternyata adalah Aris.


"Lo ngapain main hujan-hujanan kayak gini? Lagian katanya mau cari angin di sekitar kantor. Kok malah sampai sini sih?"


Bletak!


Aris tanpa sungkan langsung menjitak Hendy.


"Gundul mu.. Ini jaraknya 3 kilo dari kantor!" Aris memarahi Hendy dengan logat Jawa nya yang kental.


Langsung saja Hendy menoleh ke kanan dan kiri. Benar saja, dia tidak menyadari sudah berada jauh dari kantornya.


Aris ikut celingukan. Sejauh mata memandang tidak ada yang aneh disekitar tempat itu. Hanya deretan perumahan yang berjejer rapi. Lalu apa yang dicari cowok ini?

__ADS_1


"Udah ah, ayo balik!"


Hendy mengikuti seniornya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari mereka. Sesekali dia menoleh ke belakang berharap cewek tadi muncul.


"Fiuh.. akhirnya pergi juga.." Rani melongok memastikan Hendy sudah pergi dari tempat itu.


"Neng."


"Astaghfirullah hal adzim!" Rani kaget ada tangan dingin menepuk bahunya.


Pria tua yang melakukan itupun turut kaget sampai sedikit meloncat beberapa senti ke belakang.


"Eneng ngapain nyungsep disini.." ucap pria itu sambil mengelus dadanya. Rani memang tampak berantakan dengan beberapa dedaunan yang menempel di rambut panjang nya. Pria itu mengira Rani kepleset atau sejenisnya.


"Saya lagi nyari.. minum kang. Ahaha.. saya pergi dulu." ucap Rani segera pergi meninggalkan pria yang keheranan itu.


"Cantik-cantik kok minumnya air hujan."


**


Artur berkeliling beberapa kali di sekitar apotek itu, tapi tetap saja dia tak menemukan keberadaan Rani. Seluruh tubuhnya basah oleh air hujan dan pikirannya kacau.


"Rani ada mbok?" dia menelpon rumah Rani yang ternyata diangkat si mbok.


"Non Rani gak ada di rumah den, katanya mau beli vitamin. Ada pesan den?"


"Enggak mbok. Ya udah makasih." Atur pun menutup telepon itu dan tak menjelaskan lebih lanjut pada si mbok agar tidak kuatir.

__ADS_1


Tubuhnya mulai menggigil. Dengan tekat yang kuat dia tetap berusaha mencari Rani sampai hari mulai gelap dan masih tetap belum ketemu. Akhirnya dengan putus asa dia pulang ke apartemen nya.


"Kamu dimana.."


__ADS_2