
Hanum segera berlari mendekati Hanzen yang tak sadarkan diri itu.
"Hanzen ! Hanzen ! Bangun Hanzen hiks !" Hanum membangunkan Hanzen.
Namun tiba tiba Haris menyeret lengan Hanum untuk segera keluar dan membawanya pulang kerumahnya untuk segera menikah.
"Urus lelaki itu" ucap Haris pada anak buahnya.
"Haris tolong jangan sakiti dia , dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah kita!".
"Jika kamu nurut ,dia dan adikmu akan selamat"
"Aku janji Har tapi tolong jangan kamu sakiti mereka !"
"Ya baiklah itu bisa diatur !"
Mereka masuk kedalam mobil menuju ke kediaman Hanum yang disana sudah ada MUA yang telah disiapkan oleh anak buah Haris.
"Hanum kamu gak papa? maafkan ibu Num ibu menyesal. Kenapa Haris sekarang sekarang jadi begitu jahat pada keluarga kita" ucap ibu yang langsung menyambut Hanum turun dari mobil itu.
"Aku baik baik saja Bu. Tapi aku mencemaskan keadaan Hazel, sampai sekarang aku belum juga melihatnya. Haris bilang aku harus menikah dulu baru bisa bertemu Hazel Bu !"
"Maafkan Ibu Num, ini semua salah ibu !" ucap ibunya dengan penuh penyesalan.
"Tidak ada yang harus dipersalahkan Bu, mungkin inilah satu satunya jalan untuk aku membalas kebaikan keluarga Ibu karna sudah membesarkanku dengan penuh kasih".
"Tidak seperti itu Hanum"
Sedikit penyesalan terbersit dalam benak ibu Ine karna telah melanggar janjinya terhadap suaminya bahwa apapun yang terjadi ia tidak akan mengatakan bahwa Hanum bukanlah anak kandungnya sampai waktunya tiba .
Saat ini Hanum hanya bisa pasrah dan berdoa pada Tuhan. Jika memang hanya dengan cara ini ia bisa menyelamatkan Hazel maka ia ikhlas, ditambah lagi Hanzen yang tidak ada keterkaitannya dengan masalah ini yang sekarang juga berada ditangan Tommy.
Duduk dikursi depan meja rias sambil memandang dirinya dalam pantulan cermin. Ia telah selesai dimakeUp dan mengenakan kebaya pengantin oleh seorang MUA atas perintah Haris
Sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya jika ia harus menikah secara paksa dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai seperti ini. Bahkan selama ini telah ia anggap seperti keluarga sendiri.
"Sudah selesai mbak Hanum". ucap MUA tersebut.
Wajah cantik yang biasa berpenampilan sederhana itu terlihat makin cantik dengan balutan kebaya dan MakeUp diwajahnya
Sesekali ia menarik nafas lalu menghembuskannya .
Apakah ini akhir dari impiannya harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai dalam waktu yang juga tidak ia inginkan.
Bulir bening mengalir tanpa permisi dipipi cantiknya.
__ADS_1
Seorang MUA ikut merasa lalu membantu menghapuskan air matanya menggunakan tissu dan berkata" apa sudah siap untuk keluar?".
Hanum menganggukkan kepala lalu segera keluar dari kamar dengan didampingi oleh MUA yang sama.
Lalu ia duduk disamping Haris yang beberapa saat lagi itu akan menjadi suaminya .
Saat pak penghulu hendak menjabat tangan Haris . Tiba tiba saja beberapa anggota dari kepolisian itu datang dan langsung meringkus Haris dan beberapa anak buahnya yang juga sedang berjaga disekitar rumah Hanum.
"Kami membawa surat perintah penangkapan untuk anda atas kasus penculikan dan penganiayaan terhadap saudara Hazel ".
Haris tak bisa lagi berkutik sedikitpun. Lalu menatap Hanum dengan sinis.
"Perempuan licik" serunya pada Hanum.
Karna dia pikir Hanum telah diam diam menghubungi polisi padahal Hanum pun sama sekali tidak tau menau soal polisi yang datang kerumah tepat disaat akan berlangsungnya akad nikah tersebut.
Hanum merasa lega telah bebas dari Haris Namun ia bingung dan terus menerka nerka siapa orang yang berada dibalik penangkapan Haris.
Lalu dari arah jalan datang beberapa mobil dan rombongan orang dan muncul seorang lelaki menggunakan tuxedo yang ternyata senada dengan kebaya yang dikenakan Hanum.
Seorang pria dengan perawakan tinggi putih dan terlihat sangat gagah dan sempurna nyaris tak ada cela segera memasuki rumah Hanum dan berjalan kearah Hanum.
"Hanzen!!" seru Hanum yang terkejut bahwa ternyata sosok sempurna itu adalah Hanzen.
Lalu disusul masuk oleh Nenek dan juga seorang pria yang tak kalah sempurnanya . Ia adalah Farel sepupu dari Hanzen sendiri.
Hanum hanya menatap bingung pada Hanzen dan juga Nenek yang tiba tiba saja ada disini. Tapi sesaat ia teringat bahwa mereka adalah keluarga Bramasta orang terkaya nomor 1 mereka bisa melakukan apapun dengan uang yang mereka miliki.
"Pak penghulu bisa dimulai sekarang?".tanya Hanzen tanpa mempedulikan kebingungan Hanum yang masih melanda pikirannya.
"Den Hanzen , kenapa Anda melakukan ini padaku?" tanya Hanum bingung.
"Karna aku mau menikah denganmu Hanum!".
"Tapi kenapa Aden tidak bertanya dulu padaku?"
"Emang kenapa apa karna kau tidak mencintaiku! Tapi aku tidak masalah biar aku saja yang mencintaimu i.".
"Bukan gitu maksud saya!".
" Sudahlah Hanum jika Haris bisa memaksamu dengan caranya kenapa aku tidak ? ini caraku untuk memaksamu".
Kenapa orang kaya selalu punya cara untuk mendapatkan keinginannya. Begitulah pikir Hanum.
Dan lagi lagi ia tidak bisa menolaknya.
__ADS_1
Karna Hanzen sudah mengetahui bahwa Hanum bukanlah anak kandung dari almh pak Sanjaya ia pun menyerahkan pada hakim menjadi wali nikahnya.
Akad nikah itupun diucapkan dengan lancar oleh Hanzen dan diakhiri dengan doa. Kini Hanum sudah resmi menjadi nyonya Hanzen Bramasta.
Hanzen merasa sangat senang, kini ia bisa melakukan apapun terhadap gadis pujaannya itu.
Karna selain karna dia mencintainya ia juga ingin melindungi Hanum dari bahaya yang mungkin saja akan datang lagi.
Tapi beda halnya dengan Hanum ia masih saja merasa bingung. Kenapa lagi lagi ia tak bisa menolak pernikahan ini. Seharusnya ia tadi mengatakan tidak mau. Tapi entah kenapa mulutnya terasa terkunci rapat dan sama sekali tak bisa membukanya walau hanya untuk berkata tidak.
Tapi setidaknya ia merasa lega karna yang menjadi suaminya sekarang bukanlah Haris yang menututnya sangat jahat itu. Tapi ia menjadi istri dari keluarga Bramasta.
Semoga ia bisa menjadi istri yang baik dan bisa segera menyesuaikan diri dengan keluarga barunya.
Mungkin inilah cara tuhan menentukan takdir hidupnya.
Mudah mudahan ia diterima dengan tangan terbuka oleh seluruh keluarga Bramasta.
"Hanum!" seru Nenek yang tak kalah bahagianya dengan Hanzen, karna keinginannya menjadikan Hanum sebagai cucu menantunya kini telah terwujud.
Hanum tersenyum ramah, kemudian mendekat kearahnya dan mencium punggung tangan.
Kemudian Nenek memeluknya dan juga mencium keningnya.
"Maafkan Nenek karna menikahkanmu dengan Hanzen tanpa meminta persetujuanmu terlebih dahulu. Nenek tau kamu belum siap menjadi seorang istri . Tapi nenek yakin kamu adalah wanita yang baik kamu pasti bisa menghargai Hanzen sebagai suamimu".
"Iya Nek Hanum akan berusaha . Terimakasih juga karna nenek sudah menganggap Hanum sebagai orang baik. Hanum akan belajar menerima dan mencintai Hanzen".
"Ayo peluk aku , karna sekarang kamu tidak perlu berkhayal lagi untuk berada dalam pelukanku" seloroh Hanzen yang berhasil membuat Hanum tertunduk malu dan wajahnya bersemu merah beruntung riasan tebal diwajahnya dapat menyamarkannya.
Kedatangan seseorang dari arah pintu masuk berhasil mengalihkan perhatiannya.
"Kak Hanum" seru Hazel yang baru saja tiba, karna tadi Hanzen menyuruh anak buahnya untuk membawanya pergi kerumah sakit mengobati luka memar ditubuhnya.
"Hazel kamu tidak apa apa ?".
Hanum langsung memeluk adik kesayangannya itu.
"Maaf kak gara gara aku kaka harus menikah seperti ini. Tadi Bang Farel dan polisi cepat datang menolong kami " lalu menatap Hanum dan Hanzen secara bergantian.
Ya tepat sebelum memasuki rumah kosong tempat penyekapan Hazel . Hanzen mengirimkan lokasi pada Farel dan menyuruh segera melapor pada pihak kepolisian untuk segera datang. Sehingga saat Tommy dan beberapa anak buahnya membawa Hanum pergi tak berselang lama polisi itu datang bersama Farel dan Daren menyelamatkan Hazel dan juga Hanzen.
"Lalu dimana ibu mertuaku ?!" seru Hanzen tiba tiba yang sejak selesai mengucapkan ijab kobul itu tidak lagi melihatnya.
Kemudian Hanum dan juga Hazel mengedarkan pandangannya mencari ibunya namun tidak menemukannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.