SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 41. Mobil Hanum meledak


__ADS_3

Tiba tiba saja.


JEDARRRRR !!!!


Suara ledakan yang sangat nyaring dari dalam mobil Hanum.Hanum yang belum terlalu jauh dari posisi mobilnya pun terpental . Lalu api berkobar kobar melahap habis mobil itu.


Semua orang yang ada didalam Resto itupun berbondong bondong keluar kala mendengar bunyi ledakan dari area parkir gedung tersebut.


Termasuk Rania dan juga Brian yang juga masih berada didalam resto.


Rania terus mengamati lalu penglihatannya bertumpu pada seseorang yang sedang terduduk lemas.


"Kaka ipar!" ucap Rania dengan cemas lalu mendekat pada Hanum.


Begitu pula dengan Brian yang langsung berlari dan juga menghampiri Hanum.


"Hanum! Kau tidak apa apa ?" tanyanya dengan begitu cemas.


Hanum mematung dalam posisi terduduk dengan begitu syok wajahnya pucat pasi. Dan tidak ada satu katapun yang berhasil keluar dari mulutnya ia terus menatap mobilnya dalam keadaan tubuh bergetar pantatnya terasa melekat ditanah tanpa bisa bergerak sedikitpun.


Melihat kaka iparnya begitu syok . Rania bergegas menghubungi Hanzen.


"Hallo Ran!".


"Kak cepat ke resto dekat kampus . Mobik kaka ipar meledak !". Ucap Rania dengan suara paniknya saat memberi tahu sang kakak.


"Apa maksudmu Rania!". ucap Hanzen dengan keterkejutannya itu.


"Kaka kesini saja cepat!"


Hanzen yang mendapat kabar mengejutkan langsung bergegas bangun dari duduknya dan segera meraih kunci mobil. Pikirannya kacau saat ia mengingat beberapa menit yang lalu ia tahu Hanum berada didalam mobil dan hendak melaju menuju kampus .


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah tanpa menghiraukan bunyi klakson dan semua pengendara lain yang juga memakinya . Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Hanum .


Jika mobil itu meledak lalu bagaimana dengan istrinya yang tadi berada didalam mobil saat menghubunginya beberapa menit.


Dadanya mendadak sesak dan bergemuruh . Rasa panik khawatir takut kehilangan bercampur menjadi satu. Hatinya bergejolak membayangkan istrinya ada didalam mobil yang kini meledak.


"Tidak ! Itu tidak mungkin!".


Hanzen menambah kecepatan mobilnya hingga ia telah berada parkiran resto tersebut.


Dan benar saja api masih berkobar melahap mobil istrinya. Ia segera turun tanpa menghiraukan panggilan Rania .


Ia ambruk dan terduduk dilantai menggunakan kedua lututnya sebagai tumpuan.


"hiks hiks tidak itu tidak mungkin istriku tidak boleh meninggalkanku begitu saja! haaaaaaaa!" ia menangis dengan begitu kencang.


"Hanum jangan tinggalkan aku Hanum!"


ia beteriak dengan derai air mata yang begitu derasnya mengalir.


"Kakak!" Rania berteriak" Kaka ipar ada disini !"


Seketika Hanzen terbangun dan berlari menghampirinya.

__ADS_1


"Sayang! Kamu tidak papa sayang!" ucap hanzen dengan panik lalu mendekap dengan erat seraya terus menciumi kepala istrinya. Ia mendekap dengan penuh rasa haru dan bersyukur karana ternyata istrinya baik baik saja.


"Syukurlah sayang ! Syukurlah kamu baik baik saja" ia mengeratkan dekapannya.


Ia mengurai pelukannya lalu menatap wajah istrinya yang masih sangat syok dan terlihat begitu trauma dan ketakutan.


Tak sepatah katapun keluar dari mulut Hanum.


Hanzen mencoba menyadarkan Hanum yang masih saja dalam kondisi mematung karna keterkejutannya dengan cara terus mencium dan menggoyang goyangkan kan tubuhnya.


"Sayang! sadarlah sayang aku disini dan kamu aman sayang !". Ia terus mencium istrinya tanpa memperdulikan tatapan orang yang sedang berkumpul itu .


"Mas Hanzen!" Lalu memeluknya dengan erat dan menumpahkan air matanya didalam pelukan sang suami.


"Ayo kita kemobilku sayang!" ajak Hanzen dan hendak membawanya ke rumah sakit.


Hanzen memapah istrinya dan membawanya masuk kedalam mobil.


"Rania!".


"Ya kak".


"Ikut kaka , tinggalkan mobilmu disini !".


"Iya kak"Rania berjalan mengekori kakaknya yang sedang memapah Hanum.


"Siska!".


" Ya !".


"Aku ikut Brian saja !".


"Ya sudah" ucap Hanz seraya menatap Brian.


Brian juga tak kalah khawatirnya dengan kondisi Hanum yang masih sangat syok itu.


"Sis bagaimana bisa terjadi " tanya Brian kepada Siska.


"Gak tau Bri padahal saat aku pergi kesini benda itu tidak di dalam mobil. Entah dari mana datangnya tiba tiba saja sudah ada didalam mobil!"


"Siapa kira kira yang sudah dengan sengaja memasukan kedalam mobil!".


Sementara Hanz didalam mobil yang dikemudikan oleh Rania terus berusaha menenangkan istrinya.


Lalu menelpon Boy. Ia menceritakan kejadian yang dialami Hanum dan menyuruh Boy untuk datang dan memeriksa rekaman CCTV direstoran tersebut.


Boy yang cekatan dengan segera melakukan perintah presdirnya.


Boy menuju ke tempat kejadian dengan membawa beberapa petugas kepolisian untuk memeriksa TKP.


Sesampainya direstoran Boy beserta petugas kepolisian segera memeriksa rekamana CCTV area Restoran namun ternyata CCTV nya tidak bisa dihidupkan.


Lalu boy memanggil Meneger Restoran tersebut untuk menanyakan masalah CCTV yang mati.


"Maaf pak Boy itu semua diluar kendali kami karena saat kami melihat beberapa menit sebelum kejadian CCTV kami masih dalam keadaan menyala".

__ADS_1


"Saya yakin Pak mereka sengaja merusak jaringan CCTV untuk menghilangkan bukti!".


"Ya itu sangat benar! Karena setelah kami periksa ternyata bukan hanya di Restoran saja yang mengalami kerusakan CCTV tapi juga semua CCTV dikokasi sekitar kejadian!". Ucap seorang teknisi yang bertugas memeriksa jaringan CCTV.


"Apa sekarang sudah diperbaiki semuanya?".


"Sudah pak Boy"


"Baiklah terus pantau keamanannya ! Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi aku atau pihak kepolisian!".


"Siap Pak Boy".


"Baiklah terimakasih atas kerjasamanya dan selamat siang!".


Boy keluar dari restoran itu dan menuju kemobil lalu segara menghubungi atasannya dan menceritakan tentang maslah CCTV yang sengaja dirusak jaringannya oleh pelaku agar tidak ada bukti yang bisa ditemukan olehnya maupun pihak kepolisian.


......................


Sementara ditempat lain seorang pria berbadan tidak terlalu tinggi dengan mengenakan topeng yang terbuat dari kulit sintetis itu sedang begitu kesal dan marah karna rencananya menghilangkan nyawa Hanum selalu gagal dan gagal lagi.


"Sialan! Ada berapa sih sebenarnya nyawa wanita itu selalu saja selamat dari maut yang telah aku siapkan!".


"Apa sudah kalian pastikan CCTV Restoran itu dalam keadaan mati ! Aku tidak mau sampai ada sedikitpun bukti yang tertinggal disana!".


"Aman bos Semua CCTV diarea restoran dan sekitarnya sudah kami matikan terlebih dahulu sebelum melakukan semua itu!".


"Bagus jangan sampai polisi atau siapapun menemukan bukti !".


"Siap bos!".


"Ambil bonus kalian sesuai perjanjian jika target kita masih selamat kalian hanya dapat setengahnya!".


"Ok boss".


"Pergilah ! Aku akan menghubungi kalian kembali jika semuanya sudah aman!".


"Hanum pradipta! Kau tidak akan aku biarkan hidup bahagia diatas penderitaanku! Sekarang kau masih bisa lolos dari kematian tapi masih ada kematian yang selalu menantimu!".


"HAHAHAHAHHAHAHAHAH" . Tawanya begitu menggelegar disebuah ruangan dalam gedung yang biasa ia gunakan untuk malakukan transaksi jual beli barang haram dan juga berbagai barang barang ilegal.


Kemudian ia berjalan dengan begitu gagahnya.


lalu melepaskan topeng yang menutupi wajah tampannya.


"Sejak awal semuanya sudah salah jadi biarkan saja selamanya menjadi sebuah kesalahan. Kesalahan yang tak pernah ada kebenarannya!".


Pria itu kembali menaiki mobilnya dan melajukannya ketempat yang seharusnya.


.


.


.


BERSAMBUNG✍️

__ADS_1


__ADS_2