SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 46. Semakin Rumit


__ADS_3

Mereka akan segera membawa Jasad Nenek untuk pulang kerumah dan akan segera dimakamkan.


Dengan airmata yang terus mengalir mengiringi kepergiannya. Semua anggota keluarga nya kini telah berkumpul di pemakaman . Termasuk Farel dan Mutia yang juga sudah berada disana .


Mereka sudah selesai memakamkannya dan tidak lupa berdoa bersama sebelum meninggalkan pemakaman.


" Nenek adalah orang baik bahkan sangat baik dengan siapapun beliau tidak pernah melihat orang dari status sosialnya siapapun itu beliau menghargainya. Semoga nenek selalu bahagia disana dan mendapatkan tempat terindah disisi Allah" ucap Hanum seraya terisak.


"Aamiin ya robal 'alamin" seru Hanzen dan semua yang sedang berada disana.


"Kak, aku pergi dulu aku ada urusan sebentar" ucap Hazel seraya menjauh dari makam nenek.


"Haz kamu mau kemana?"


"Ada urusan sebentar kak sama teman, sebentar saja sebelum sore aku pasti sudah di rumah"


"Tapi Haz...!" Hanum berusaha mencegah sang adik namun adiknya sudah berjalan semakin menjauh darinya .


"Biarkan saja sayang, kita lihat apa dia bisa menepati janjinya atau tidak ! Karna disitulah kita bisa menilai perubahan Hazel yang selama ini jadi beban dipikiranmu!". Lirih Hanzen pada sang istri.


"Udah mulai panas ayo kita pulang !" ucap Hariawan kepada anak dan istrinya itu .


"Aku belum sempat meminta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan pada nyonya Bram tapi beliau sudah lebih dulu menghadap pada sang illahi ! Semoga saja beliau sudah memaafkan semua kesalahan kesalahan yang dulu pernah aku lakukan kepada keluarganya". Gumam Mutia dalam hati.


"Nenek , belum sempat aku meminta pendapat tentang perasaan cintaku ini tapi nenek sudah pergi meninggalkanku. Menurut nenek apa harus aku lanjutkan perasaan ini untuk mutia? aku sangat bingung saat ini dan aku butuh nasihat dari nenek". Gumam Farel seraya mengelus tanah makam sang nenek yang masih basah itu.


Kini mereka telah sampai di rumah dan berkumpul dalam kedukaan yang mendalam tak ada lagi sosok nenek yang selama ini menjadi penguat mereka kala sedang mengalami masalah yang ringan hingga berat nenek lah yang selalu dengan sabar memberikan petuah petuah dan nasihat kepada semuanya. Sosok nenek yang bijaksana itu sangat berpengaruh didalam keluarga mereka.


"Hanz aku mau bicara!" ucap Farel .


"Kita ke ruanganku saja". Seraya berjalan menuju ruang kerjanya.


"Bicara soal apa Rel?"


"Mutia"


"Ada apa dengannya?"


"Ada cinta Hanz"

__ADS_1


"Maksudnya apa Rel aku gak paham?".


"Aku jatuh cinta pada Mutia Hanz jadi gimana menurutmu"


"Hah!!"


"Aku jatuh cinta sama Mutia Hanz kau tidak tuli kan?!"


" Aku dengar itu , aku terkejut aja!".


"Jadi gimana menurutmu?"


"Gila kau Rel emang gada yang lain apa!".


"Aku gak tau Hanz, semakin aku berusaha coba untuk lupain, rasa ini malah semakin dalam ".


"Gila Rel kau benar benar sudah gila!".


"Ayolah Hanz, aku ni minta solusi bukan celaan darimu!".


"Solusi yang bagaimana , ini sama sekali gada solusi kecuali lupakan perasaanmu padanya cari orang lain Rel!".


"Tapi itu sangat sulit Hanz, dan aku yakin aku gak kan bisa !".


"Tapi bukannya antara tante Zennet dan Mutia tidak ada ikatan darah ya Rel?"


"Cukup aku Rel yang sudah terlanjur mencintai dan menikahi Hanum! Seandainya aku lebih dulu tau sebelum menikah mungkin semua hubungan ini gakan pernah terjadi. Hanum itu anak daddy Hariawan dan tante Mutia Rel ".


"Hah, apa kau bilang?!"


"Ya mereka dulu menjalin hubungan dibelakang mommy dan juga dibelakang suami tante Mutia!"


"Itu Gila Hanz ! Jadi yang kau nikahi adalah adikmu sendiri!".


"Ya tapi bukan adik kandung karna aku dan Rania ternyata bukan anak kandung dari Daddy Hariawan. Mommy menikah dengan Daddy sudah berstatus single parent dengan 2 anak , ayahku meninggal karna suatu penyakit saat aku dan Rania masih Balita!".


"Oh my god ! Aku bener bener gak nyangka Hanz ternyata serumit itu cerita keluargamu!".


" Itu sebabnya aku harap kau bisa melupakan perasaan cintamu itu jangan menambah semuanya jadi semakin rumit lagi Rel". Keluh Hanzen.

__ADS_1


"Huffft..." Farel hanya menghela napas panjang.


"Semoga saja aku bisa melawan perasaan ini, jujur ini sangat sulit Hanz".


"Aku percaya Rel kau pasti bisa" ucap Hanz lalu menepuk pundak sepupunya dan beranjak pergi dari ruangannya.


Lagi lagi Farel menghela nafas panjang. Ia mulai menimbang nimbang saran Hanz, meski ia tau bahwa melupakan perasaan cintanya pada Mutia itu adalah hal yang sangat sulit.


Tapi ia juga tau semuanya itu akan menjadi lebih rumit jika ia terus dan memaksakan melanjutkan hubungan itu.


Ia keluar ruangan dengan begitu lesunya . Sesampainya diruang tamu ia melihat Mutia yang sedang terduduk sambil bercengkrama bersama Zennet dan Hariawan seolah tidak pernah terjadi masalah apapun diantara mereka. Sungguh siapapun yang melihatnya tidak akan pernah menyangka jika diantara mereka pernah terjadi masalah .


Farel merasa salut dengan istri dari omnya itu benar benar wanita yang sangat baik dan hatinya selalu bersih. tak pernah marah apalagi dendam .


Zennet tidak pernah sekalipun terlihat marah. Ia selalu menanggapi dan menghadapi semua masalah dengan begitu tenangnya.


Mungkin jika ada penghargaan sebagai wanita dan istri tersabar di dunia ini. Hanya dialah satu satunya wanita yang berhak mendapatkan julukan itu.


Sementara seorang gadis muda sedang menatap dengan sinisnya kearah ruang tamu.


"Bisa bisanya sih mommy bersikap dengan begitu santainya terhadap perempuan yang telah tega menggoda suaminya! Sebenarnya mommy itu terlalu baik atau bego sih, aku beneran gak ngerti ya dengan cara berpikirnya mommy!". Rania terus ngedumel memainkan ponselnya.


"Kanapa sih Ran, aku perhatiin dari tadi ngedumel terus kayaknya kecut bener tu mukanya!". Tanya sang sepupu yang lain adalah Farel.


"Gedek aja aku liat mereka, apalagi mommy kayaknya jadi orang itu sama sekali gak punya perasaan apa gimana sih ya? Kox bisa gituloh bercakap cakap dengan santainya dengan seseorang yang dulu pernah berbuat sangat jahat kepadanya".


"Jadi itu yang bikin mulutmu seperti ikan lohan monyong monyong sambil ngedumel gak jelas begitu ! Hahahaha !"


"Haish ..! Malah ketawa kaka pikir aku lagi stand up komedi apa!".


"Rania rania! Jika orang yang merasa disakiti aja terlihat santai santai dan biasa saja , kenapa kamu sewot . Yang disakiti itu tante, yang rasain sakit atau tidaknya itu hanya Tante, jadi sudahlah kamu gak usah buat semua yang udah terlihat tenang dan baik baik saja itu menjadi runyam, mengerti?!".


Farel meninggalkan Rania sambil menggeleng gelengkan kepalanya"Heran dech sama tu anak !".


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG✍️.


__ADS_2