SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 15.Teman Lama 2


__ADS_3

"Aku mau kekamar mandi Hanz " ucap Helga.


Hanzen dan Hanum menatap bingung ia tidak tau harus bagaimana dan berbuat apa pikirannya seketika blank mendengar permintaan tolong dari Helga.


"Maaf maksud aku tolong panggilin perawat untuk membantuku" ucap Helga yang mengerti akan kebingungan Hanzen dan menyadari ada Hanum yang statusnya adalah istrinya.


"Ohh iya baiklah "


Dengan segera Hanzen memencet tombol yang tertempel didinding tak jauh dari sofa tempatnya duduk.


Tak lama perawatpun datang dan membantu Helga ke kamar mandi.


"Sayang kamu mau ikut nemenin aku jaga Helga disini apa mau pulang kerumah dulu?".


"Pulang dulu aja kayaknya Mas. Aku mau mandi mas gerah seharian ".


"Ya udah kalau gitu aku antar pulang dulu ya. Aku juga mau ganti baju dulu".


"Iya Mas".


Kemudian berjalan menuju area parkir dan segera melajukan mobilnya ke mainson..


Didalam mobil Hanum terlihat murung ia memikirkan suaminya yang akan kembali kerumah sakit dan hanya berdua saja disana bersama Helga.


Tapi lagi lagi Hanum menepis pikiran pikiran negatif yang bermunculan dalam otaknya.


Suamiku memang orang baik jadi udah pasti dia mau membantu orang yang kesusahan apalagi Helga adalah teman lamanya begitulah Hanum menyimpulkannya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Hanzen .saat menangkap kegelisahan diraut muka istrinya.


"Tidak apa apa Mas. Aku hanya kepikiran soal Helga yang gak ada keluarganya disini !".


Hanum berbohong, karna tidak mungkin kan ia mengutarakan apa yang dipikirannya saat ini . Ia takut Hanzen menjadi marah karna ia tak mempercayai suaminya.


"Kamu tenang aja sayang. Suamimu ini tidak akan macam macam disana saat bersama Helga " . Ucap Hanzen yang seolah mengerti dengan apa yang ada dipikiran istrinya.


"Bukan gitu mas maksud aku ". Hanum merasa salah tingkah sendiri dengan omongan suaminya itu.


"Iya sayang aku tau" seraya menggenggam tangan istrinya lalu menciumnya.


Sesampainya di mainson mereka disambut oleh Nenek kesayangannya.


"Hanz Nenek dengar Helga kecelakaan apa benar?".


"Iya Nek kami baru saja pulang dari rumah sakit".


"Kamu sudah kasih tau keluarganya?"


"Tadi udah aku hubungi Nek tante dan om Doni baru bisa kesini minggu depan . Karna mereka sedang dalam perjalanan bisnis keluar negeri "

__ADS_1


"Jangan bilang mereka memintamu menjaga Helga selama seminggu!". Ucap nenek dengan nada gusar.


"Iya nek".


"Hanz kamu sekarang sudah menikah tidak mungkin bisa menemani Helga disana berhari hari dan membiarkan istrimu dirumah sendirian !".


"Tidak apa apa Nek " sahut Hanum.


"Apa kamu yakin Hanum . Membiarkan suamimu merawat wanita lain ?". tanya yang sudah nenek sangat tau dengan sikap Helga yang sudah mengikuti tradisi barat dengan melakukan pergaulan bebas . Tapi tidak mungkin ia memberi tahu Hanum.


Hanum menatap suaminya .


"Dia mengalami cedera dikakinya dan butuh waktu lama untuk pemulihan . Sejujurnya aku sendiri juga berat untuk melakukannya. Tapi Tante dan Om Doni sudah menitipkannya padaku Nek".


Nenek Bramasta menatap Hanzen dan Hanum.


"Lalu apa harus kamu yang melakukannya ? Kamu bisa saja meminta salah satu anak buahmu untuk membantu merawatnya Hanz! Kalian baru aja menikah Nenek tidak mau terjadi selisih paham didalam pernikahan kalian!".


"Tidak apa apa Nek . Aku percaya sama Suamiku dia adalah suami yang baik dan sangat mencintaiku dia pasti bisa mengatasi semuanya tanpa harus membuat kecewa aku ataupun Mbak Helga dan orang tuanya !".


Hanzen menatap istrinya lalu memegang tangannya dan menciumnya.


"Terimakasih sayang aku janji tidak akan terjadi apa apa sama hubungan kita semua akan baik baik saja. Aku tidak sendirian. Aku hanya siang hari ada disana dan malamnya aku akan minta salah satu staf wanita di kantorku untuk menemaninya".


"Iya mas" Hanum tersenyum .


"Baiklah jika itu memang udah jadi kesepakatan kalian Nenek hanya tak mau kalian nantinya ribut ".


Nenek mengusap lembut puncak kepala cucu menantunya itu.


"Masuk dan istirahatlah kalian pasti capek".


"Baik Nek , kami naik ya Nek".


Hanzen dan Hanum kemudian naik kelantai atas menuju kamarnya.


Hanum menyiapkan pakaian ganti untuk Hanzen yang sedang membersihkan diri dikamar mandi.


Ia menunggu Hanzen sambil membaringkan tubuhnya diatas sofa. Lalu kemudian ia tertidur .


Hanzen yang baru saja keluar dari kamar mandi mencoba mendekati Hanum dengan pelan ia membangunkannya tapi Hanum yang terlihat begitu kelelahan tak kunjung terbangun. Akhirnya Hanzen mengangkat tubuh Hanum dan memindahkannya keatas tempat tidur.


"Maafkan aku sayang. Aku tau jauh dari lubuk hati kamu yang paling dalam kamu gak rela jika aku harus menemani Helga dirumah sakit. Tapi aku berjanji akan slalu mengutamakan kamu !".


Hanzen mencium kening istrinya tak berselang lama ia ikut terlelap disampingnya.


...****************...


Hari ini genap seminggu Helga dirumah sakit. Namun belum ada tanda tanda kedatangan dari orang tuanya.

__ADS_1


Sepulang dari kantor Hanzen seperti biasanya mampir dulu melihat Helga dirumah sakit.


"Gimana keadaanmu sudah lebih baik?" tanyanya pada Helga.


"Seperti yang kamu lihat Hanz !".


"Hel mungkin mulai hari ini aku tidak bisa lagi menjagamu disini . Aku Mau fokus dengan rumah tanggaku tapi kamu tidak usah khawatir aku akan meminta Shila untuk terus menjaga dan menemanimu disini".


"Tapi aku gak mau Hanz ,aku mau kamu yang menemaniku disini . Apa kamu tidak peduli lagi sama aku ".


"Itu gak mungkin Hel . Aku sekarang sudah menikah dan istriku menungguku dirumah. Aku gak mau dia salah paham karna aku selalu ada disini tolong mengertilah !". Suara Hanzen meninggi.


"Kamu tega membentaku Hanz ! Kamu jahat sama aku Hanz hiks hiks" serunya sambil terisak lalu memukul mukul pahanya sendiri.


"Helga stop! Kamu menyakiti diri kamu sendiri!".


"Aku akan lakukan yang lebih dari ini jika kamu tidak mau menemaniku disini, biar saja aku mati hanz! Kamu juga tidak peduli kan!".


Lalu Hanzen terduduk disofa dan mengacak rambutnya frustasi. Padahal ia sudah berjanji hari ini sama hanum akan pulang cepat dan mengajaknya keluar.


Lalu tiba tiba ponselnya berdering " My wife " itulah nama yang muncul dalam layar ponselnya. Hanzen segera menjawab panggilan video tersebut.


"Hallo sayang!".


"Hallo Mas kamu udah dimana?".


"Maaf sayang aku masih dirumah sakit".


"Kamu gak jadi ya ngajak aku makan malam, aku udah siap loh mas !". Terlihat raut muka istrinya yang memancarkan kekecewaan.


"Maaf sayang disini tidak ada orang. Shila gak tau kemana aku hubungi gak bisa".


"Lagi lagi kamu seperti ini mas, aku sejak tadi menunggumu mas ! Aku kecewa sama kamu mas !".


Seketika hanum memutuskan panggilan telponnya tanpa menunggu jawaban dari suaminya disebrang sana.


" Aku kurang mengerti apa lagi mas sama kamu. Seminggu sudah kamu mengabaikanku. Kamu pulang saat aku sudah tidur. Kamu pergi saat aku masih tertidur". Gumam Hanum dengan linangan air matanya" hari ini kamu bilang akan mengajakku makan malam setelah aku udah siap seperti ini bahkan kamu masih saja dirumah sakit !".


Hanum melempar ponselnya kesembarang arah, ia kecewa pada suaminya yang menurutnya tak menepati janji untuk selalu memprioritaskan dirinya.


Ia menangis sambil terduduk diatas tempat tidurnya.


Sampai akhirnya ia terlelap dengan sendirinya.


*


*


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG


__ADS_2