SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 40.Kenapa Kau berubah


__ADS_3

"Brian" lirih Hanum.


Siska yang sedang membaca buku menu pun mengikuti arah arah pandang Hanum.


"Brian !"Siska berteriak dan membuat Brian menatap kearahnya lalu mendekat.


"Hai Sis, Num kalian disini juga rupanya".


"Kau disini sama siapa?" tanya Siska.


"Oh, aku bersama teman temanku!".


"Num ! Boleh aku duduk sini?" ucap Brian seraya menatap Hanum dengan intens.


"Boleh Bri , silahkan !".


"Yakin ya gak ada yang salah paham nantinya!".


"Ada apa denganmu Bri?" tanya Hanum seraya tersenyum.


"Aku bisa pinjam buku untuk mata kuliah pertama? Aku tadi terlambat datang jadi gak bisa mengikutinya!".


"Oh boleh nih" ucap Hanum seraya menyodorkan sebuah buku pada Brian.


"Brian !" panggil Hanum kemudian.


"Ya say ! Eh keceplosan maaf!". Ucap Brian dengan menutup mulutnya sendiri.


"Is apaan sih Bri, biasa aja kenapa sih !" keluh Hanum.


"Ada apa denganmu Bri, kenapa kau seolah olah menjaga jarak denganku. Apa aku punya salah hingga membuatmu menjauhiku? Kalo begitu katakan apa salahku padamu Bri. Aku hanya ingin kita tetap berteman seperti biasa Bri !".


"Aku melakukan semua itu hanya karna aku menghargai pernikahanmu Num, tidak ada masalah denganmu ".


Tapi tiba tiba saja Brian mendekat dengan posisi yang sangat intim lalu berbisik ditelinganya .


"Aku takut kena hajar lagi karna terlalu dekat denganmu Hanum!".


Setelah berucap Brian kembali berdiri lalu berjalan meninggalkan meja Hanum dan kembali bersama teman temannya.


Hanum yang tak mengerti dari kata kata Brian hanya menatap bingung pada Brian yang telah mulai menjauh dari mejanya.


Apa maksud Brian berkata seperti itu. Ada apa dengan dia. Apa dia pernah dihajar oleh Boy karna dekat denganku. Jadi itu sebabnya kenapa kau berubah padaku Bri. Hanum berkata dalam hati.


"Sempurna !" ucap Brian seraya menatap layar ponsel yang baru saja diberikan oleh salah satu temannya.


Brian sengaja pura pura berbisik pada Hanum karna ia meminta salah satu temannya untuk mengambil foto mereka berdua dalam posisi cukup intim.


Lalu ia menjadikan foto itu sebagai wallpaper di layar ponselnya. Kemudian tersenyum seraya terus menyentuh layar ponsel yang terdapat foto dirinya bersama Hanum .


"Entah kenapa sejak aku mengenalnya dikampus aku langsung menaruh hati padanya. Kesederhanaan yang dimilikinya benar benar membuatku jatuh cinta!".


"Bro kalo suka gebet aja ! Kenapa harus curi curi mengambil foto seperti itu?!" tanya salah satu temannya.


"Yang jadi masalahnya dia udah menikah Bro!".

__ADS_1


"Ya elah hari gini masih mikirin soal itu ! Mau dia istri orang kek bukan kek, yang penting kita buktiin kalo kita lebih baik dari suaminya pasti wanita itu akan berpaling bro ! Kasih dia perhatian lebih segala sesuatunya kita jamin apa yang tidak dia dapatkan dari suaminya kita kasih otomatis akan berpindah ke lain hati. Wanita zaman sekarang itu lihatnya materi bro!".


"Suaminya itu bukan orang sembarangan yang kekurangan harta! Jangan kalian lihat dari cara dia berpenampilan! Cara pakaian dia sangat sederhana dan simple tapi mempunyai daya tarik tersendiri!".


"Maksudnya kau kalah materi dengan suaminya gitu!".


"Gak gitu juga hanya saja suaminya mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan perusahaanku bro! Karna semenjak aku menjalin kerja sama dengannya perusahaanku berkembang pesat !".


"Rumit bro kalo seperti itu!".


"Itulah sebabnya aku hanya bisa mencintai dalam sepi dan sendiri ! Sakit bro, tapi aku bisa apa selain menepi!". Ucapan Brian terdengar begitu sedih .


"Aku mengerti dengan posisimu saat ini! Sabar aja bro! Jodoh tidak akan kemana!".


Sementara Hanum masih menikmati makan siangnya dengan santai bersama Siska . Tanpa ia tau sepasang mata sendu sedang memperhatikan semua hal yang dilakukannya.


Tiba tiba saja ia dikejutkan lagi oleh suara seorang perempuan yang baru saja masuk kedalam resto suara itu sangat Familiar memekik telinga.


"Rania ! Kok bisa dia ada disini!".


Hanum hanya menatap dari tempatnya duduk .


Karna ia sama sekali tidak mau mencampuri urusan Rania.


"Oh kau disini juga rupanya!" ucap Rania tiba tiba dan mendekat arah Hanum.


"Hei Lisa kita pindah sini aja yok, ada kaka iparku yang akan mentraktir kita siang ini!". Ucap Rania tiba tiba.


"Apa maksudmu Rania aku tidak pernah bilang seperti itu!".


"Hentikan Rania ! Oke baiklah makanlah sepuasmu aku yang akan bayar!".


"Nah gitu dong kaka ipar ! Yang seperti ini baru Rania like!".


"Cepatlah pesan karna aku akan segera kembali kekampus aku masih ada mata kuliah!". Hanum melihat jam yang melingkar ditangannya.


"Tinggalkan saja uangmu gak usah ribet kenapa seh!".


" Aku gak bawa uang tunai sebanyak itu Rania".


"Lalu bagaimana kau akan bayar makanan kami!".


" Makanya cepetlah pesan !!" Hanum mulai kesal dengan tingkah Rania yang menurutnya sangat kekanak kanakan.


Hanum melihat pelayan yang tak henti hentinya membawakan makanan yang dipesan oleh Rania dan kawannya itu.


Rania tersenyum sinis saat melihat ekspresi Hanum dengan banyaknya makanan yang ia pesan itu.


"Selfi dulu yok!". Ucap hanum seraya mengarahkan kamera depan pada ponselnya bersama Rania dan temannya itu.


"Is apaan seh siapa juga yang mau selfi dengan makanan sebanyak ini!".


"Biar nanti kalo kakakmu nanya soal tagihan itu aku tinggal kasih liat aja foto ini sebagai jawaban!".


Tentu saja itu hanya alasan Hanum. Karna Hanum sangat tau jika suaminya tidak akan menanyakan soal tagihannya yang tidak seberapa itu.

__ADS_1


"Kau pikir kakaku kekurangan uang apa sampai sampai tagihan yang tidak seberapa ini dipermasalahkan!".


Hanum hanya tersenyum manis melihat Rania.


"Udah semua kan! kaka bayar dulu ya adik iparku tersayang!". Ucap Hanum seraya berjalan menuju kasir dan diikuti oleh Siska.


Rania menatap Hanum lalu tersenyum sinis dan Hanum hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah adik iparnya itu .


"Gila adik iparmu Num pesan makanan sebanyak itu hanya berdua, dia sengaja ngerjain kamu kayaknya!". Ucap Siska mengingat harga 1porsi makanan di Resto tersebut itu bukanlah murah. Sedangkan yang dipesan Rania itu adalah menu andalan di resto tersebut yang harganya cukup fantastis per porsinya.


"Ya aku tau itu Sis biarkan saja!". Ucap Hanum seraya menyodorkan black card nya kepada kasir Restoran itu.


Setelahnya ia berjalan ke mobil dan menelpon suaminya.


"Hallo sayang!".


"Mas aku ketemu Rania di Resto bersama temannya!".


"Apa dia buat masalah?".


Hanzen sangat tau dengan Rania yang suka seenaknya.


"Gak sih mas! Dia hanya minta traktir saja. Ya udah mas aku kembali ke kampus ya !".


"Ok sayang , hati hati bawa mobilnya ya!"


"Ya mas".


Hanum meletakan ponselnya lalu segera menghidupkan mobilnya. Tapi saat akan melaju tiba tiba saja Siska melihat sesuatu yang berkedip kedip merah di dalam mobilnya.


"Tunggu Num !" teriak Siska.


Seketika Hanum mengurungkan menginjak gas mobilnya.


"Ada apa Sis!".


"Ada benda aneh di dalam mobilmu! Setahuku pas pergi kesini tadi ga ada benda itu!".


"Lalu Siska mendekati dan mengambil benda itu lalu melemparnya kembali!".


"Hanum cepat kita keluar dari mobil! " Siska berteriak dalam kepanikannya sambil berlari dengan sangat cepat.


"Ada apa Siska!". Ucap Hanum seraya keluar dari mobil menuruti perintah Siska.


Dan tiba tiba saja .


.


.


.


.


BERSAMBUNG✍️

__ADS_1


__ADS_2