SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 11.Buka Matamu


__ADS_3

Malam harinya Hanum dan Hanzen sudah kembali ke mainson. Hanum yang masih saja terlihat canggung walaupun sekarang sudah resmi menjadi istri Hanzen.


Ia masih tetap melakukan pekerjaannya seperti biasa melayani Hanzen.


Ia membuatkan jus mangga kesukaan Hanzen lalu memberikannya pada Hanzen yang tengah duduk sambil menikmati siaran televisi yang sedang menayangkan berita seputaran bisnis mancanegara.


"Ini jusnya". Ucap Hanum lalu meletakannya diatas meja kecil depan sofa.


"Mulai sekarang kamu gak perlu membuatkan jus untukku sayang biar saja pelayan yang mengerjakan semuanya"tutur hansen pada istrinya.


"Nggak apa apa mas, lagian aku senang kok bisa melayani suamiku sendiri"sahut Hanum


"Tapi aku gak mau terlalu capek sayang"ucapnya sambil menarik istrinya itu kedalam pangkuannya


"Tapi tugas seorang istri itu memang melayani suaminya"jawab Hanum sembari berusaha untuk bangun dari pangkuan suaminya karna meras enak enak jika harus bermesraan didepan para penghuni mainson


"Jadi kamu udah siap melayani suamimu ini?" tanya Hanzen seraya menaik turunkan kedua alisnya.


"Apa sih mas maksud aku itu melayani kebutuhan dan keperluan suami gitu! mesum aja  deh pikirannya"sahut Hanum yang mengerti arti ucapan dari  suaminya itu .


"Bu Tin tolong kemasi barang barang Hanum dari kamarnya sekarang juga!"


"Baik Den" ucap Bu Tin yang mengerti akan maksud majikannya itu untuk segera memindahkan barang barang istrinya ke kamar Hanzen yang sekarang telah menjadi kamar Hanum juga.


Hanum hanya berdiri menatap bingung pada Hanzen dan Bu Tin secara bergantian


Ia sama sekali tidak mengerti dengan perintah Hanzen yang menyuruh Bu Tin untuk mengemasi barangnya.


" Tidak usah Bu Tin, biar saya saja yang mengemasinya".


"Nyonya Hanzen Bramasta" seru Hanzen lalu menarik tangan Hanum. Mulai sekarang kamu adalah istriku bukan lagi pelayanku , tugasmu sekarang adalah melayaniku diatas tempat tidur" bisiknya didekat telinga Hanum.


Seketika tubuh Hanum meremang. Ia tak bisa berkata kata karna lidahnya terasa kelu.


Semburat warna merah terlihat jelas dipipi mulusnya.


Melihat ekspresi Hanum yang cukup menggemaskan menurutnya. Membuat Hanzen ingin melahap bibir mungilnya sekarang juga.


Tapi ia menahannya, karna ia tak ingin membuat Hanum merasa semakin malu .


Hanzen kemudian meneguk jusnya hingga setengahnya lalu menyodorkan sisa jusnya kepada Hanum.


"Habiskan sayang"


Hanum menerima cangkir jus yang disodorkan suaminya itu dengan masih sedikit malu malu. ya mungkin karna belum terbiasa Lalu menenggak habis sisa jus tersebut.


"Mulai sekarang kamu gak perlu membuatkan jus untukku. Ada banyak pelayan disini kamu tinggal suruh aja salah satu dari mereka".

__ADS_1


"Ya baiklah ".


"Ayo kita naik aku mau istirahat dikamar!".


Sesampainya dikamar Hanzen langsung menuju kekamar mandi mencuci kaki tangan dan juga muka.


Hanum memasukan pakaiannya ke dalam lemari . Namun ia terkejut saat melihat lemari yang ia buka ternyata telah terisi baju baju wanit yang ia tidak ketahui punya siapa.


"Ini baju gantinya aku taruh disini ya!" ucap Hanum yang baru saja melihat suaminya itu keluar dari kamar mandi.


"Ok sayang!"


"Oya mas baju baju wanita yang ada dilemari itu milik siapa?" tanya Hanum penasaran.


"Oh itu baju baju untukmu sayang, kemarin boy memesannya dari butik.langganan mommy kalo pas disini".


Tiba tiba saja Hansen langsung membuka handuk yang melilit tubuhnya didepan Hanum. Namun ia memakai celana boxernya. Mungkin menurut Hanzen itu hal biasa. Tapi tidak bagi Hanum


Seketika Hanum mengangkat kedua tangannya untuk menutupi matanya.


"Buka matamu Hanum Pradipta. Bukankah kamu selama ini suka berkhayal berada dipelukanku?"ucap Hanzen sambil mengedipkan matanya walaupun tak dilihat oleh hanum.


"Tapi aku malu"


"Kenapa harus malu"  Hanzen mendekati Hanum dan menurunkan kedua tangan Hanum yang masih setia menutupi matanya.


Wajahnya yang merona merah membuat Hanzen menyimpulkan senyuman. Hanzen kembali menciumnya, kali ini Hanzen mencium kedua pipinya secara bergantian terakhir menempelkan bibirnya dikening Hanum lalu berbisik didekat telinganya


."Aku mencintaimu Hanum". Kemudian memeluknya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu Mas !". Ucap Hanum dengan wajah yang begitu merahnya.


"Terimakasih sayang aku suka panggilan itu!" ucap Hanzen yang merasa panggilan Hanum begitu unik menurutnya.


Hanum segera berlari memasuki kamar mandi melihat cermin lalu memegang wajahnya yang terlihat memerah dari pantulan cermin kamar mandi.


Ia merasa seperti sedang bermimpi. Lalu ia pun mencubit pipinya sendiri .


"Aoww, sakit ! Ternyata ini nyata ,kirain mimpi" bergumam sendiri.


Kemudian mulai mencuci mukanya dan membersihkan seluruh tubuhnya.


Setalah selesai membersihkannya ia baru tersadar kalo ternyata ia tidak membawa Handuk saat memasuki kamar mandi.


Cukup lama ia menimbang nimbang apakah harus minta tolong sama Hanzen atau tidak karna rasanya sangat malu.


"Sayang udah belum? Kamu baik baik aja kan, sayang!!". Seru Hanzen yang merasa Istrinya sudah terlalu lama didalam kamar mandi.

__ADS_1


Lalu Hanum membuka sedikit pintu kamar mandi dan menyembulkan hanya bagian kepalanya.


"Mas aku lupa bawa handuk " ucapnya dengan malu malu.


"Ohh, aku ambilin ya sayang" lalu Hanzen mengambil handuk dan memberikannya pada Hanum.


"Makasih Mas" ucap Hanum.


"Sama sama sayang".


Setelah selesai berpakaian Hanum berjalan menuju meja rias kemudian menggunakan skin care malamnya.


Tiba tiba saja Hanzen mendekat lalu mendekapnya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya dicengkaruk leher Hanum.


"Geli Mas" ucap Hanum dengan begitu manjanya


"Tapi aku suka sayang". Ucap Hanzen yang tak berniat mengakhirinya.


Dan tiba tiba saja tubuh Hanum terasa melayang ke udara karna Hanzen tiba tiba saja mengangkat Hanum dari kursi tempatnya duduk lalu membawanya ke atas kasur.


Seraya terus mengecupi seluruh muka Hanum hingga terasa basah karna tingkah suaminya tersebut.


Kemudian Hanzen menatap kembali wajah istrinya dengan nafas yang memburu dan begitu menuntut ..


"Boleh sekarang ?"berkata dengan suara yang sudah sangat parau.


"Maaf Mas tamu bulananku sedang berkunjung " ucap Hanum yang merasa tak enak dan juga kasihan kepada suaminya itu.


"Kapan dia akan pergi?" tanya Hanzen seraya membelai lembut pipi Hanum.


"Seminggu lagi Mas, baru sore ini dia datangnya".


"Yahhh, masih lama ternyata, tapi gapapa sayang, aku akan menunggunya sampai dia pergi. Sekarang kita tidur aja yuk".


"Maafkan aku mas, aku gak tau kenapa tamunya tiba tiba saja datang !"


"Iya sayang gak apa,kenapa harus minta maaf, itukn sama sekali bukan kesalahanmu!" Sahut Hanzen pda istrinya itu.


Dikecupnya kembali kening sang istri dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.


Hanzen tak melepaskan sedikitpun pelukannya kepada Hanum hingga mereka tertidur dengan begitu pulasnya.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2