
"Sayang biar aku bantu . Kamu masih kesakitan!".
"Apa kamu juga mendapatkan yang pertama dari perempuan itu mas!"
"Tidak ! Dan saat itulah aku merasa sangat kecewa!".
Hanzen langsung mengangkat tubuh Hanum dan membawanya ke kamar mandi lalu mendudukannya di dalam bathup. Ia mulai menyalakan air hangat mulai menyirami tubuh Hanum.
"Maafkan aku sayang. Percayalah jauh sebelum kita menikah aku tidak lagi melakukannya dengan siapapun sampai akhirnya aku menikahimu". Ucap Hanzen seraya terus mengecupi tangan istrinya.
"Aku tau itu hanya masa lalu kamu mas tapi entah kenapa rasanya aku tidak rela kamu pernah disentuh dan menyentuh orang lain mas. Sakit sekali hati aku membayangkan semua itu!".
"Maaf sayang aku sendiri juga sangat menyesal. Dan andai saja waktu bisa diputar kembali aku tidak akan pernah melakukan semua itu ! Apalagi setelah sekarang aku tau aku jadi orang yang pertama buatmu rasanya tidak adil sekali . Sekali lagi aku minta maaf sayang !".mengecup kening istrinya.
Hanum terdiam namun tak lagi menolak perlakuan suaminya yang berusaha membantunya untuk membersihkan tubuhnya hingga selesai dan Hanzen kembali mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar mandi.
Kemudian terdengar ketukan pintu.
Bu Tin dengan membawakan makan malam untuk mereka.
"Den Nyonya meminta membawakan makan malam untuk Nona Hanum beliau bilang Nona sedang sakit kaki".
Hanum yang mendengar semua itu hanya berdehem lalu melirik suaminya .
"Taruh disitu aja Bu Tin!". Ucap Hanzen
Setelahnya Bu Tin segera pergi dari kamar tersebut.
"Semua gara gara kamu mas ! Kenapa juga kamu harus bilang aku sakit kaki segala sama nenek sore tadi lihat jadi begini kan!". Ucap Hanum.
"Emang kamu mau keluar dalam keadaan seperti ini ?" Hanzen tersenyum seraya mengecup pipi Hanum.
"Iya juga sih, ya udah mandi sana gih. Udah itu kita makan sama sama!" titah Hanum pada suaminya.
"Ya sayang " Hanzen berlalu kekamar mandi .
Sambil menunggu Hanzen yang sedang mandi Hanum mengeluarkan ponselnya lalu menelpon adik kesayangannya itu.
"Hallo kak Num" suara dari sebrang telponnya
"Hallo Hazel gimana kabarmu dan ibu ?".
"Kami disini baik dan sehat sehat saja ! Kaka apa kabar?".
"Kaka baik juga Haz . Apa keluarga Tommy masih suka menganggumu dan ibu?"
"Gak kak, dia udah keluar dari penjara tapi dia gak lagi mengganggu keluarga kita kak!".
"Syukurlah kalo begitu kaka lega dengernya. Gimana sekolahmu Haz?".
"Semua lancar kak, suami kaka sangat baik semua biaya sekolahku sampai lulus udah dibayar kak".
"Sekolah yang rajin ya Haz . Lanjutkan cita citamu sampai tercapai!".
"Iya kak Num . Apa kaka udah mulai masuk kuliah?".
"Udah mulai hari ini. Udah dulu ya Haz kaka mau makan malam . Kamu jangan lupa makan ya. Salam buat ibu!"
"Ya kak Num !"
Panggilan terputus , tak lama pun Hanzen keluar dari kamar mandi .
Saat sedang menikmati makan malam ponsel Hanum kembali bersuara tapi kali ini adalah suara chat dari group.
Mendengar bunyi chat masuk berkali kali membuat rasa kepo seorang Hanzen muncul .
"Boleh lihat sayang?" ucap Hanzen .
"Lihat aja mas, paling group kampus ,aku kan baru aja gabung siang tadi!"
Sekilas Hanzen melihat ternyata memang group kampus yang sedang membahas seputar mata kuliah siang tadi.
Lalu Hanzen meletakan kembali ponsel istrinya kemudian melanjutkan makannya.
__ADS_1
*
*
*
*
*
Ditempat lain Helga yang merasa Hanzen sudah benar benar tak mempedulikan ancamannya masih berusaha mencari cara untuk membuat Hanzen merasa kasihan dan menemuinya kerumah sakit.
"Hei cowo kulkas!" ucapnya pada Boy sekretaris Hanzen
"Ya mbak Helga . Apa mbak butuh sesuatu?".
"Apa kamu tau apa yang aku butuhkan sekarang?!" Helga melotot.
"Saya gak punya kemampuan untuk mendengar suara hati seseorang mbak, jadi mana saya tau apa yang mbak Helga mau!". Ucap Boy datar.
Boy sekretaris sekaligus asisten pribadinya Hanzen itu memang dikenal sebagai pria yang sangat dingin dan sangat tegas dalam segala hal . Dia juga adalah orang kepercayaan Hanzen yang selalu bisa diandalkan.
"Dasar cowok kulkas! Aku mau kamu telpon Hanzen sekarang suruh dia datang kesini!".
"Maaf mbak . Pak Hanzen sedang bersama istrinya saat ini beliau tidak bisa diganggu.!".
"Dicoba aja dulu siapa tau dia berubah pikiran!" serunya dengan sangat kesal.
"Maaf mbak Helga saya gak berani!".
" Dasar kulkas!!".
Lalu ia kembali menghubungi ponsel Hanzel namun lagi lagi tak dapat tersambung.
"Iss ini nomerku diblock apa gimana sih kok gak tersambung terus dari tadi! Ngeselin banget deh!".
Boy hanya melirik lalu kembali sibuk dengan laptopnya.
"Ada apa lagi mbak. Saya lagi kerja ini!". Jawab Boy yang tak kalah kesalnya.
"Pinjam ponselmu cepet!". Seraya mengulurkan tangannya.
"Maaf mbak gak bisa!".
"Sebentar aja nanti aku ganti pulsanya 10 x lipat!".
"Bukan masalah pulsanya mbak tapi saya gak bisa kasih pinjam ponsel kesiapapun!".
"Iss Dasar kulkas berjalan. Aku harap kamu jomblo seumur hidup!".
Boy hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Helga.
Setelah berbagai cara di lakukan untuk merayu Boy agar menghubungi Hanzen tapi tak ada satupun cara yang berhasil dengan usaha yang dilakukannya membuat Helga kemudian tertidur dangan sendirinya.
Tak berselang lama seorang dokter datang dan memberitahu tentang kondisi Helga yang sudah mulai membaik dan diijinkan untuk kembali kerumah dengan menjalani perawatan dirumah kontrol secara rutin.
Kemudian boy segera mengirimi pesan pada Hanzen.
"Pak Hanzen mulai besok mbak Helga sudah diperbolehkan pulang dan perawatan dirumah lalu kontrol secara rutin". Pesan dikirim.
"Baiklah tolong segera diurus semuanya Boy ! 2 hari lagi orang tuanya akan datang kamu akan segera bebas dari tugas!".
"Baik Pak akan segera saya urus!".
"Terimakasih Boy".
"Sama sama pak Hanzen"
Pesan pun berakhir
Tiba tiba saja Hanum muncul dibalik pintu kamar mandi lalu menatap suaminya yang terlihat sedikit gugup.
"Ada apa Mas! Kox gugup gitu kelihatannya".
__ADS_1
"Gapapa sayang Boy tadi barusan mengirim pesan !".
"Ohh ada pekerjaan penting kah?". Tanya Hanum seraya mengambil skin care diatas meja rias lalu mengoleskannya pada wajah.
Hanzen mulai berpikir untuk menjawab dengan kata yang pas sehingga tak membuat istrinya marah .
"Tidak ada sayang hanya mengabari masalah perkembangan Helga ".
"Ohh !" ucap Hanum lalu ia membaringkan tubuhnya.
Alhamdulillah dia gak marah lagi mendengar nama Helga.
Hanzen bersorak dalam hati sebab jika sampai istrinya marah maka habislah dia . Baru saja hari ini melakukan malam pertama ia tak mau terjadi keributan lagi dalam rumah tangganya.
Kemudian ia mengikuti jejak istrinya dengan membaringkan tubuhnya dengan posisi memeluk istrinya dan menarik selimut untuk melindungi tubuhnya dari suhu pendingin ruangan.
"Sayang besok kuliah jam berapa ?" tanya Hanzen seraya menciumi rambut istrinya
"Jam 8 pagi Mas! Kenapa?".
"Aku anterin ya!".
"Ya terserah kamu aja mas".
"Pulang dari kampus aku mau ngajak kamu ke showroom mobil "
"Ngapain?"
"Beli mobil buat kamu sayang!"
"Mobil digarasi kan udah banyak buat apa beli lagi".
"Aku gak mau kasih istriku barang bekas yang digarasi itu kan udah pernah dipake semua sama orang rumah disini!"
" Terserah kamu deh mas"
"Nah gitu donk baru namanya Nyonya Hanzen Bramasta"
" Percuma saja aku dibeliin mobil ".
"Kok percuma kenapa emang?" .
"Kan kamu yang antar jemput aku mas".
" Ya itu kan hanya sesekali aja , jadwal kuliah kamu kan gak tentu sayang jadi kamu bisa bawa mobil sendiri saat aku udah berada dikantor !"
"Iya juga sih Mas! Makasih ya suamiku!".
" Ya sama sama sayang terus hadiah buat aku apa?"
"Jangan dianggap hadiah mas, karna aku sangat ikhlas melakukan kewajibanku sebagai seorang istri" jawab Hanum yang mengerti akan arah pembicaraan suaminya.
"Jadi boleh lagi nih?" ucap Hanzen dengan begitu bahagia.
"Ya boleh lah mas. Lakukanlah kapan kamu mau. Aku milikmu mas".
"Terimakasih sayang. I love you my wife
"I love you to my husband!".
Dan terjadilah malam panjang selanjutnya.
*
*
*
*
*
BERSAMBUNG* * *
__ADS_1