
Setelah menerima ponsel dari Mutia Farel bergegas kekamar mandi dan berniat mengecek ponsel seraya membuang air dan membersihkan dirinya.
Betapa terkejutnya saat ia membuka pesan dan melihat foto yang dikirimkan oleh Davin padanya.
"Apa! Jadi tante Mutma ini kenal dengan ibu Ine ! Siapa sebenarnya dia. Foto saat muda dan diusianya yang sekarang udah kepala 4 sama sekali tidak ada perubahan masih tetap cantik dan seksi. aku harus selidiki tentang dirinya !"
Farel kemudian menghubungi Hanzen setelah melihat banyaknya panggilan masuk darinya.
"Masih Hidup juga rupanya! Aku kira udah mati seperti ponselmu yang tak bisa dihubungi ! Jangan bilang kamu sedang bersenang senang diluar sana!". Ucap Hanz dari sebrang telpon
"Sesekali gak papa lah aku senang senang iya kan! Hahaha !".
"Aku serius Rel ,kamu kemana aja banyak cerita yang harus kamu tau!"
"Ya aku akan menelponmu satu jam lagi aku mandi dulu".
Tut tut tut
Panggilan terputus sebelah pihak. Padahal Hanzen masih sedang berbicara.
Saat hendak melangkahkan kaki dan keluar dari kamar mandi Farel mendengar Mutia sedang menghubungi seseorang.
"Kamu tenang saja Risya ! Dia sudah masuk dalam perangkapku . Sebentar lagi perusahaannya pasti akan hancur kita bisa mengadu domba mereka! Dengan begitu keluarga itu akan hancur dengan sendirinya. Sudah lama aku menantikan semua ini ! Dan untukmu kamu bisa mendapatkan kembali cintamu itu! manfaatkan masa lalunya bersama Helga untuk terus melanjutkan permainan ini hahaha!".
Mendengar semua itu membuat Farel tersenyum semrik.
"Jadi dia bekerja sama dengan Risya untuk menghancurkan keluargaku! Itu tidak akan terjadi ! Kamu pikir kamu yang yang akan menang banyak disini dengan mendapat pelayanan dariku seraya kamu mencapai tujuanmu kamu salah besar Mutma disini hanya aku yang akan menang !". Gumam Farel dalam hati.
Setelah diingat ingat lagi kemudian Farel menyamakan postur tubuh sosok wanita yang berdebat dengan bu Ine sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Tidak salah lagi dialah orang itu!" gumamnya lagi dalam hati.
kemudian Farel berpura pura tidak mendengar apapun dia berjalan kearah mutia sambil bersiul siul seolah olah tidak ada apapun yang terjadi.
"Ah sayang kamu bahagia banget sih pagi ini!" ucap mutia seraya menghampiri dan memeluk Farel dari belakang.
__ADS_1
"Tentu sayang siang ini aku sangat senang lihat aku! tubuhku sangat bugar bukan ? karna beberapa hari ini kamu telah membuatku sangat senang dan aku sangat puas dengan caramu bercinta tante Mutma!" ucap Farel
"Kamu begitu membuatku ketagihan Farel dan rasanya tidak rela untuk lepas dari benda ini!" mutia menyentuh bagian sensitif Farel . Mutia kembali ******* bibir Farel dengan lahapnya sementara Farel membiarkan Mutia terus memainkan lidahnya bersama dengan tangannya yang sudah menggelirya kemana kemana.
Setelah merasa lawannya berada diujung tanduk dan kabut gairah yang membara Farel melepaskannya lalu berbisik ditelinga Mutia.
"Kita ketemu lagi nanti malam tante sayang" hari ini aku ada meeting penting dikantor maaf aku harus meninggalkanmu hari ini !" meremas dua gunung kembarnya
Kemudian berlalu pergi meninggalkan Mutia dengan Kabut gairahnya yang telah memburu mangsa tapi ternyata menggantung begitu saja diudara . Ia merasa kepalanya kembali pusing karna hasrat yang tidak tertuntaskan itu.
"Sialan ! kamu telah membangkitkan gairahku tapi pergi begitu saja! Ah sudahlah ! Lakukan saja apa yang masih bisa kamu lakukan sekarang selagi kamu masih bisa melakukannya krna sebentar lagi perusahaanmu akan hancur tak tersisa Farel Bramasta! Dan keluarga Bramasta akan hancur!". Ucapnya dengan sorot mata dan wajah yang penuh dendam.
Sesampainya dikantor Davin sudah menunggu Farel sejak tadi.
"Ck ! Sejak kapan kamu rela meninggalkan kantor berhari hari gini sih Rel ! Sepertinya kamu sudah kepincut dengan tante tante girang ya yang berhasil membuatmu melayang layang sampai lupa pulang !" ucap Davin asal.
Farel yang merasa ucapan Davin ada benarnya hanya tersenyum . Tapi kemudian ia menceritakan apa yang ia temukan hari ini.
Davin begitu terkejut mendengarnya.
"Serius kamu Rel ! Jadi dalang dibalik semua ini adalah Risya !" tanya Davin yang tak percaya.
"Tapi jangan sampai Hanum dan Hanzen tau dulu tentang masalah ini ! karna ini menyangkut aku! Aku yang akan membereskan semua ini dengan caraku sendiri. Kamu cukup awasi saja jangan sampai terjadi apa apa sama Hanum dan semua keluargaku!".
"Tapi apa kamu sudah tau kalo Mutma yang kamu kencani itu adalah Mutia Mahendra saudara perempuan dari Zennet Mahendra?!"
"Apa kamu bilang! "
"Ya dan lebih mengejutkannya lagi dia adalah ibu kandung Hanum istrinya Hanz!".
"Ya Tuhan jadi aku berkencan dengan adik dari tanteku sendiri! OMG !!! Dunia benar benar sempit Vin!".Farel menjambak rambutnya Frustasi.
Kemudian Davin mulai menceritakan dengan apa yang dia dengar dari Hanz mengenai Mutia dan semua masa lalu yang pernah terjadi.
Disitulah Farel mulai paham dan mengerti maksud dan tujuan Mutia adalah membalas dendam karna sebuah kesalah pahaman yang tidak terselesaikan dengan baik.
__ADS_1
......................
Hari ini adalah hari libur Hanzen juga Hanum akan menghabiskan waktunya untuk beristirahat dirumah saja.
Setelah beberapa hari semenjak terungkapnya siapa dirinya. Hanum selalu murung dan tidak banyak bicara ia jadi sangat pendiam.
Hanzen dan keluarganya selalu berusaha mengembalikan kebahagian Hanum . Tapi tetap saja Hanum nasih saja terlihat murung .
Tiba tiba saja terlintas dalam pikiran Hanzen untuk membawanya pergi ziarah ke makam kedua mertuanya itu.
"Sayang !" panggilnya dengan lembut "Gimana kalo hari ini kita ziarah ke makam ibu dan ayah ? " ucap Hanzen kemudian.
"Serius Mas !" Seketika wajah Hanum kembali ceria .
"Ya serius sayang! mommy dan daddy juga mau ikut mengunjungi makam ibu dan ayah ! Mommy sangat merindukan sahabatnya itu !".
"Iya mas, aku juga sangat merindukan ayah dan ibu! Kamu benar saat seperti ini aku butuh ayah dan ibu aku mau cerita sama ayah!". Matanya kembali berkaca kaca.
"Aku mau berterimakasih sekali lagi kepada ibu dan ayah yang telah merawat dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang seperti anak kandungnya sendiri. Sampai sampai aku tidak pernah merasa bahwa aku ternyata hanyalah anak angkat. Saking tulusnya hati mereka !". Air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Mas apa kamu tidak malu punya istri seperti aku dan apa kamu merasa jijik denganku! Aku adalah anak yang tidak jelas siapa ayahnya! Karna ibu yang melahirkanku telah disentuh oleh banyak pria muda yang dipeliharanya!" ucap Hanum dengan tangisan yang kembali pecah.
"Udah donk sayang jangan nangis lagi?" ucap suaminya seraya menghapus air mata Hanum.
"Aku tidak akan pernah malu apalagi merasa jijik denganmu sayang . Jangan pernah berpikir seperti itu sayang! Aku mencintai dan menyayangimu dengan seluruh kekurangan dan kelebihanmu !". Hanzen mengecup kening istrinya.
"Ada mommy daddy dan nenek yang juga sangat menyayangi kamu dengan sepenuh hati, apalagi setelah mommy tahu ternyata kamu adalah anak saudara perempuan sekaligus sahabatnya pasti mommy akan tambah sayang sama kamu" ucapnya seraya memeluk istrinya.
" Terimakasih mas, aku siap siap dulu ya !" ucapnya seraya mengurai pelukannya.
"Sama sama sayang! Ya bersiaplah I love you!".
"I love you to !".
Hari ini mereka dalam perjalanan akan berziarah ke makam Ine dan Sanjaya. Mereka memilih menggunakan jalur darat karna mereka pikir itu akan bisa mengobati kesedihan Hanum dengan melihat pemandangan indah disepanjang jalan sedikitnya Hati Hanum merasa tenang dan damai .
__ADS_1
Hanum tak lagi semurung pagi tadi kini senyuman mulai terukir dibibir mungilnya. Dengan nenek yang terus saja bercerita tentang masa mudanya yang sangat bar bar membuat Hanum tertawa lepas.
Hanzen merasa lega satu masalah kini sudah teratasi yaitu mengembalikan senyum manis istrinya.