SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 24. Memeriksa CCTV


__ADS_3

"Ada apa Hanz!" tanya Farell yang baru saja tiba dirumah sakit.


"Tolong suruh salah satu anak buah untuk mencari pelaku tabrak lari terhadap ibu mertuaku !"


"Baiklah share lokasi kejadiannya ! Aku akan menghubungi Davin!".


Farel merogoh kantong jaznya mengambil ponsel lalu segera menghubungi Davin.


Setelah berhasil menghubungi Davin dan menyampaikan maksudnya ia kembali pada Hanzen .


"Apa pernikahanmu baik baik saja ! Aku lihat di Instagram foto foto dan videomu dimasa lalu bersama Helga beredar luas Hanz. Siapa yang melakukan semua itu ! Apa itu Helga ?!".


"Ada yang membayar seseorang untuk melakukan itu tapi aku belum menemukannya ! Pasalnya pria yang disuruhnya sama sekali tidak menyebut siapapun dan memilih mendekam sendiri dipenjara!".


Tak lama kemudian dokter yang menangani Ibunya Hanum itu keluar.


Dengan cepat Hanum mendekati dokter dan menanyakan kondisi ibunya.


"Dok ! Bagaimana keadaan ibu saya?" tanyanya dengan suara yang bergetar karna begitu khawatir.


"Dengan berat hati saya sampaikan bahwa ibu Ine tidak tertolong lagi!" ucap dokter itu seraya menghela nafas panjang" pendarahan diotaknya begitu hebat dan tidak bisa dihentikan lagi!" saya minta maaf karna tidak bisa menyelamatkan ibu Ine !"


"Tidak ! Itu boleh terjadi ! Dokter tolong selamatkan ibuku dok tolong . Aku sudah kehilangan ayahku aku tidak mau kehilangan ibuku. Tolong dok . Lakukan sekali lagi lagi dok. Aku yakin ibu akan kembali pada kami!!" ucap Hanum seraya tubuhnya merosot dan hampir saja terjatuh jika Hanzen tidak dengan cepat menahannya.


"Sabar sayang! Kuatkan hatimu!" Hanzen mendekap erat tubuh istrinya yang hampir luruh kelantai.


"Ibu mas . Kenapa meninggalkanku secepat ini . Aku belum sempat membalas semua kebaikannya kasih sayang yang diberikannya padaku walaupun aku bukanlah anak kandungnya tapi ibu selalu menumpahkan kasih sayangnya buatku. Ibu tidak pernah membeda bedakan aku dengan Hazel anak kandungnya. Aku udah kehilangan ayah kenapa harus kehilangan ibu juga mas!" Hanum menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya.


"Semua udah takdir sayang . Mungkin allah lebih sayang sama ibu sehingga tidak dibiarkan merasakan sakit dalam waktu yang lama. Percayalah itu yang terbaik buat ibu sayang. Ayo sekarang kita masuk kedalam dan lihat ibu " ajakny kemudian.


Kemudian mereka semua pun masuk keruangan UGD melihat jasad ibu ine.


"Ibu jangan tinggalkan aku sendirian bu!" Hazel bersandar lemah diranjang tempat jasad ibunya berada dan menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya seraya menangis sesenggukan.


Farel mendekati Hazel lalu menyentuh sebelah pundaknya"Sabar Haz mungkin itu yang terbaik buat ibumu agar tidak lagi merasakan sakit ! Kuatkan hatimu. Aku tau ditinggalkan selamanya oleh ibu kita itu sangatlah menyakitkan apalagi sebelumnya beliau sehat sehat saja! Aku ikut berduka cita!" dengan terus menepuk nepuk pundak Hazel dengan lembut.


"Kamu tidak sendirian Haz. Masih ada abang dan kakakmu Hanum. Kamu gak kan sendirian. Kami akan selalu bersamamu !" ucap Hanzen pada adik iparnya itu.


Kemudian merekam membawa jasad ibu ine untuk pulang kerumah .karna hari sudah malam mau tak mau proses pemakaman baru akn dilakukan esok hari.


Keesokan harinya.


Sepulang dari pemakaman Hanum kembali kerumah ibunya yang disana sudah ada keluarga dari suaminya yang baru saja datang.


Mereka tidak bisa melewati jalur udara dikarenakan kondisi cuaca yang sangat buruk.


Karna terjadi hujan badai yang sangat dahsyat dikotanya sehingga semua penerbangan ditunda pada hari itu.


"Nenek"! Hanum menghambur kepelukan Nenek dari suminya itu sudah dianggap seperti nenek kandungnya sendiri lalu kembali menangisi kepergian ibunya.


"Kamu yang sabar sayang . Semua yang terbaik buat ibumu!".

__ADS_1


"Iya Nek".


Hanum beralih ke ibu mertuanya .


"Momm" memeluk ibu mertuanya.


"Sabar ya sayang ,maaf mommy datang terlambat jadi tidak bisa melihat ibumu untuk yang terakhir kali. Bahkan mommy belum sempat bertemu dan kenalan dengannya saat masih ada!".


"Iya Momm gak papa. Salahkan saja anak mommy yang tidak memberitahu pernikahan kami sama mommy dan daddy" ucapnya dalam sela sela tangisnya yang masih saja bisa terpikir dan puny jawaban seperti itu


"Aaaaaaaahhhhh !!" teriakan yang begitu nyaring dari arah gerbang


Sontak saja semua orang langsung berhambur keluar dari ruang tamu demi melihat apa yang terjadi disana.


Nampak sepasang pria dan wanita yang terbaring dilantai dengan posisi pria menindih wanita.


" Tammy ! Farell !!" teriak Hanum yang terkejut melihatnya.


"Bangun kamu! Sakit tau! Berat lagi !". ucap Tammy diiringi rintihan .


Farell yang malah hanya diam tak berkutik seraya menatap kagum pada wajah cantik Tammy.


Seketika Farel tersadar dan langsung tegak berdiri.


"Semua itu salahmu jalan gak lihat lihat ! Handphone mulu sih yang dilihatin! Jalan tu liatin !!" Ucap Farel seraya memalingkan mukanya ke arah lain.


"Iss udah salah ngotot lagi!" Tammy mendengus kesal seraya terbangun.


"Udah jelas jelas yang salah kamu kenapa jadi salahin aku! Cewek Aneh!".


"Apa!" Farel pun tak kalah melotot.


"Udah udah Tam tam, Farel jangan tengkar terus nanti berjodoh loh !".ucap Hanum meledek teman dan sepupu suaminya itu.


"Ah Num num mah suka gitu !" seraya mendekat " Aku ikut sedih ya maaf baru bisa datang sekarang" ucapnya seraya memeluk Hanum.


"Gak apa apa Tam tam ! Ayo masuk!".ajaknya kemudian.


"Iya Tam gak papa, makasih udah datang!" Hanum kembali terisak dipelukan temannya itu.


"Sabar ya Numnum oiya Haris titip salam bela sungkawanya dan minta maaf gak bisa hadir hari ini dia lagi pergi ke luar negeri sama orang tuannya.


"Iya Tam tam!". Ayo kita masuk


Dan mereka semua juga kembali masuk kedalam.


Farel terus menatap pada Tammy begitu juga dengan tammy. Mereka saling melirik satu sama lain.


"Hanz siapa gadis itu?!" tanya Farel kemudian.


"Ohh itu temannya Hanum! kenapa kamu tertarik ya ? Gebet aja masih single dia !" ucap Hanz seraya tersenyum menggoda sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Ah memangnya kamu sekali lihat langsung embat!"


"Hahaha !" tertawa bersama


Tiba tiba ponsel Farel berdering.


"Hallo bro aku udah cek CCTV dilokasi kecelakaan bu Ine. Pelakunya menggunakan mobil alphat berwarna hitam bernomor kendaraan x 1356 hE. Setelah ku cek ternyata itu mobil rental jadi aku masih mencari data orang yang merentalnya ".


"Oke segera cari data pelakunya!".


"Satu lagi bro. Aku melihat sebelum mengalami tabrak lari bu ine terlihat berdebat didepan minimarket dengan seorang wanita yang usia nya tak beda jauh dengan beliau tapi wanita itu menutupi wajahnya menggunakan masker jadi tidak begitu jelas bro!".


"Apa berdebat dengan seorang wanita!"


"Iya bro!".


"Oke tunggu disana aku mau melihatnya!".


"Tak perlu bro! Akan aku kirim salinan videonya!".


"Oke bro aku tunggu !".


Tut tut tut.


Panggilan terputus


"Hanz Davin bilang sebelum terjadi kecelakaan Bu Ine sempat berdebat dengan seorang wanita yang usianya tak jauh beda dari usia beliau!".


"Seorang wanita?".


"Ya Hanz . Coba kamu tanya istrimu apa selama ini bu Ine memiliki musuh?".


"Sayang!" panggil Hanzen kala melihat Hanum .


"Ya mas !".


"Apa selama ini Ibu memiliki musuh atau pernah mengalami suatu masalah yang cukup serius?"


"Setau aku Ibu tidak pernah memiliki musuh mas, apalagi ibu sangat jarang keluar rumah dan tidak pernah ada seseorang datang bertamu selain keluarga Ibu dari kampungnya ! Kenapa emangnya mas?" tanya Hanum penuh selidik.


"Menurut informasi yang didapat dari rekaman CCTV sebelum ibu mengalami kecelakaan. Beliau sempat berdebat dengan seorang wanita di depan sebuah mini market ! ".


"Apa aku bisa lihat video nya mas!"


"Ya sayang ! Kita tunggu Davin kirim salinan videonya ya ".


"Heem" ucap Hanum seraya duduk dan ikut bergabung bersama suami dan sepupunya itu.


Ting ting ting


Bunyi pesan masuk berulang kali di ponsel Farell.

__ADS_1


Semua langsung fokus tertuju pada Farell.


BERSAMBUNG****


__ADS_2