
Mereka berdua kini berada di mall . Dan sebelumnya Hanum telah mengirimi pesan pada suaminya . Ia mengatakan akan mampir ke mall dan pulang telat dengan alasan tidak enak karna terus menolak ajakan Siska yang entah untuk keberapa kalinya mengajaknya jalan ke mall .
Dan ternyata suaminya mengijinkan dan memberi waktu hanya 1 jam saja tidak lebih.
Di sebuah outlet ia melihat sepasang baju couple yang sangat menarik perhatiannya. Ia segera mendekati dan melihat label harga yang tertempel dibaju tersebut.
Ia terkejut kala melihat harga sepasang baju couple itu dengan harga 4,8 juta padahal menurutnya itu hanya sepasang baju kaos lelaki dan perempuan yang seperti kaos kaos pada umumnya yang paling paling harganya hanya berkisar sekitar 3ratus ribuan saja.
Tapi ia berpikir selama jadi istrinya Hanzen ia belum pernah membelikan hadiah untuknya.
Ia kemudian mengeluarkan Kartu yang dikasih suaminya seraya menimbang nimbang haruskah ia menggunakannya.
Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk menggunakannya.
"Mbak aku mau baju couple ini ya !"
Pelayan outlet itu menatap tak percaya ia terus menatap Hanum dari ujung rambut sampe ujung kaki pasalnya penampilannya yang sederhana membuat orang tidak percaya ia mampu membayar baju couple yang harganya cukup mahal.
"Yakin mbak !". Ucap pelayan outlet itu.
"Iya Mbak !"
"Num kamu beli apa ?" tanya Siska yang baru saja mendekat pada Hanum setelah melihat lihat acecoris yang berada disebelah outlet tersebut.
"Aku beli baju couple itu bagus gak?" jawab Hanum seraya menunjuk baju yang sedang diambil oleh pelayan tersebut.
"Seleramu cukup bagus Num ! Tapi ngomong ngomong couple an sama siapa sih?". Tanyanya penasaran.
"Ada lah mau tau aja kamu deh ah!" jawabnya menggoda Siska.
"Mbak bayarnya disana ya! Mari ikut saya !".
"Ah ya mbak!".
Hanum dan juga Siska mengikuti pelayan menuju kasir.
"Totalnya 4juta 8ratus 8puluh 9ribu mbak!" ucap seorang kasir .
"Ah iya pakai kartu ini bisa kan?" ucap Hanum seraya menyodorkan Black Card miliknya pada kasir tersebut.
Siska membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya . Hanum yang penampilannya sangat sederhana itu ternyata memiliki kartu tanpa limit. Begitu juga mbak pelayan tadi yang sempat meragukan pilihannya hanya karna penampilan Hanum yang biasa saja itu .
"Num kamu dapat kartu itu dari mana ! ". Tanya Siska dengan ekspresi bingung.
" Oh aku dapat dari seseorang! Emang kenapa sih kok matamu kaya mau lompat gitu hahaha ! Ops sorry canda !" jawab Hanum dengan santainya.
"Aku serius Num kamu dapat kartu itu !".
__ADS_1
"Udah ku bilang dari seseorang!".
"Apa itu cowok kamu !"
" Ya bisa dibilang begitu!". Hanum nyengir tanpa menghiraukan kebingungan Siska.
Siska kembali tak percaya mendengar jawaban dari Temannya itu.
"Kalo begitu boleh donk minta ditraktir makan ?!" ucap Siska seraya menaik turunkan alisnya.
"Tentu saja boleh ! Ayok mau dimana kita !".
"Di food court aja gimana ?".
"Ayok!".
"Asik makan gratis!" ucap Siska penuh semangat.
Lalu mereka berdua menuju food court yang berada di lantai paling atas di mall tersebut.
Sesampainya disana mereka kemudian memesan makanan sesuai seleranya masing masing.
Saat mereka sedang menikmati makanannya .Tanpa sengaja ia bertemu dengan Risya mantan kekasih suaminya itu.
"Hallo Hanum Pradipta ! setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya kita bertemu disini.
"Apa dia sudah memberimu black card sehingga kamu sekarang bisa bersenang senang di Mall ini !" ucapnya mengejek.
"Itu sama sekali bukan urusanmu mbak Risya !" ucap Hanum seraya pergi dan menarik tangan Siska.
Siska yang merasa bingung hanya mengikuti langkah Hanum dengan bingung dan sedikit kesal karna makanan yang ia pesan itu baru saja beberapa suap ia memakannya.
"Padahal makananku masih banyak Num ! kenapa sih buru buru pergi! Emang siapa sih perempuan itu ! Biarkan saja dia mengoceh ria sendiri nanti klo capek juga pasti diam sendiri !". Tanya Siska penasaran.
"Yang jadi masalahnya dia itu tidak akan pernah capek Sis ! Jangan marah ya ! Aku janji lain kali aku akan traktir kamu makan direstoran mewah gimana?!" bujuk Hanum.
"Janji ya Num! Tapi ngomong ngomong siapa sih perempuan itu?" Tanyanya lagi.
"Nanti kamu juga bakal tau ! Udah ah pulang yuk udah capek aku!".
Lalu mereka berjalan menuju parkiran malk tersebut menuju mobilnya masing masing.
Dan sejak saat itu juga Siska mulai bertanya tanya tentang siapa sebenarnya Hanum yang sekarang menjadi temannya itu.
......................
Dikantor Hanzen baru selesai mengadakan meeting bersama para staff dan karyawan yang berperan penting dalam posisinya.
__ADS_1
Saat ia sedang sibuk membubuhkan tanda tangan disetiap berkas tiba tiba Davin menelponnya.
"Bro apa Farel menghubungimu akhir akhir ini?!" tanya Davin dengan nada sedikit khawatir.
"Sudah beberapa hari semenjak aku kembali ke sini dia belum menghubungiku lagi ! Ada apa Vin !".
"Sudah beberapa hari ini tidak masuk kantor dan ponselnya juga tidak bisa dihubungi Hanz ! tidak biasanya dia seperti ini !".
"Apa kamu sudah mendatangi rumahnya?"
"Sudah Hanz , Hazel bilang sudah beberapa hari gak pulang kerumah !".
"Kemana dia ! Tidak biasanya dia menghilang tanpa kabar seperti ini !".
"Aku sedikit khawatir Hanz !".
"Lu tenang aja gak akan terjadi apa apa dengannya ! bagaimana mengenai penyelidikan mobil rental itu Vin ?".
"Ah ya aku hampir lupa aku menemukan sebuah foto yang tertinggal dimobil kalo aku gak salah mengenali kayaknya ini foto ibu mertua kamu dengan seorang perempuan yang aku gak kenal ! Tapi bila dilihat dengan seksama wanita ini mirip sekali dengan istrimu Hanz!".
"Kirim fotonya sekarang !".
"Oke bro !".
Tutu tut tut...
kemudian
Ting
Bunyi pesan masuk.
Dengan segera Hanzen membuka foto tersebut dan benar saja itu adalah Ibunya Hanum bersama seorang wanita yang sangat mirip dengan istrinya. Ia terus memperhatikan seraya membandingkan foto didalam ponsel sesekali ia melihat foto yang berada dimeja ruangannya tersebut.
"Foto aslinya akan ku kirim 2 jam lagi".
"Oke kirim ke alamat rumah saja karna aku sudah akan kembali kerumah !".
"Oke !"
Dalam perjalanan menuju mainson ia terus mengingat sosok wanita yang ada difoto itu.
"Siapa perempuan itu ! Wajahnya sangat mirip dengan Hanum ! Apa mungkin itu ibunya Hanum ? Mengingat Hanum bukanlah anak kandung dari Ibu Ine !". Ucapnya dengan penuh teka teki
Disaat yang bersamaan ia teringat akan ucapan Davin yang mengatakan bahwa Farel sudah beberapa hari ini menghilang.
Kemudian ia mencoba menghubungi kembali ponsel Farel tapi tak juga tersambung nomornya belum aktif. Semakin gusar saja pikirannya karna tidak pernah sepupunya menghilang seperti ini.
__ADS_1
" Ck ! Kemana kamu Rel ! Aku harap kamu baik baik saja !". Hanzen berdecak seraya mengacak rambutnya Frustasi karna mulai mengkhawatirkan keadaan sepupunya itu.
BERSAMBUNG...