
Ya ternyata diam diam seorang wanita telah membuntutinya dari sejak ia melihat Hanum yang ternyata mempunyai tujuan yang sama yaitu kerumah Farel.
Setelah dipastikan mereka pergi ia pun segera pergi dari yang ia anggap kekasih itu . Ia sudah berjanji akan menunggunya dirumah jadi ia tidak ingin Farel mengetahui bahwa dirinya membuntuti Hanum dan juga Hazel sejak tadi.
"Siapa sebenarnya gadis itu dan apa habungannya dengan Ferel kenapa mereka datang kesini. Aku harus mencari tau tentang gadis itu" .gumamnya sendiri didalam mobil.
Sesampainya dirumah wanita kembali mengingat pertemuannya dengan Hanum. Setiap kali mengingatnya membuat hatinya berdenyut nyeri ia mengingat peristiwa 19 tahun yang lalu. Dimana dia harus kehilangan bayi perempuannya .
Rasa sakit kehilangan seorang suami masih belum kering tapi ia harus kembali merasakan kehilangan seorang bayi perempuannya. Kondisi jiwanya yang terganggu membuat ia harus kehilangan bayi yang baru saja ia lahirkan. Sejak saat itulah hatinya dipenuhi dendam yang membara.
Tiba tiba saja terdengar sura ketuk pintu yang tak lain adalah kekasih brondongnya.
Mereka bertemu lewat jalur media sosial yaitu instagram.
Postingannya yang selau membuat gairah seorang lelaki terpancing tak terkecuali Farel Bramasta.
Ia selalu mengomentari postingan akun instagram milik "MutMa Hot" hingga akhirnya saling bertukar nomor ponsel dan kemudian bertemu.
Walaupun umurnya sudah menginjak kepala 4 namun body dan penampilannya mengalahkan para gadis gadi muda . Hal itulah yang membuat seorang Farel jatuh kedalam pelukannya . Apalagi setiap hari disuguhkan dengan sajian yang begitu nikmat diatas kasur. Lelaki normal mana yang sanggup menolaknya.
Setiap kali mereka bertemu hanya ada kabut gairah yang terpancar dalam mata kedua insan berbeda usia itu.
"Sayang aku sudah menunggumu sejak tadi kenapa kamu lama sekali !". Ucapnya pada Farel yang baru saja dirumahnya.
"Iya sayang maaf tadi ada sepupuku bersama istrinya. Oya mulai hari ini kamu jangan datang kerumahku lagi ya , disana ada adik iparnya sepupu aku . Di tinggal sementara dirumahku sampai sekolahnya selesai . Ibunya baru saja meninggal.
"Baiklah aku tidak akan datang kerumahmu tapi kamu harus janji satu hal"
"Apa itu?".
"Jangan pernah membuatku menunggumu dan kesepian seperti semalam sayang !". Ucapnya seraya memainkan area sensitif milik Farel.
"Baiklah tante Mutma sayang ! Permintaan dikabulkan".
Lalu mereka saling ******* dan beradu lidah dengan sangat licah . Saling menyesap dan saling meraba disetiap inci tubuhnya. Memainkan area sensitifnya .Saling melenguh dan saling menikmati peraduannya hingga sama sama mengalami puncak orgasme dan pelepasan entah untuk yang keberapa kalinya .
......................
Hanum dan Hanzen yang baru saja tiba di mainson nya langsung menuju kamarnya dan segera membersihkan diri. Mereka masuk kedalam kamar mandi.
"Mas aku dulu yang mandi !".
"Mandi bareng aja sayang! Kita belum pernah kan mandi bersama?".
"Tapi janji ya mandi aja!".
"Janji sayang !". Ucap Hanzen seraya membuka seluruh pakaiannya lalu mendekati Hanum dan berinisiatif membukakan pakaian Hanum.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri mas awas!".
"Tapi aku pengin bukainnya sayang diam aja lah!".
"Mas jangan dipegang itu geli mas".
Melihat tubuh istrinya tanpa pakaian membuat Hanzen melupakan tujuannya yaitu hanya mandi.
Ia terus menyentuh bagian bagian senstif istrinya dan akhinya berhasil memancing gairah istrinya. hingga terjadilah ritual mandi yang sangat panjang.
Setelah itu mereka turun menuju meja makan dan menikmati makan malamnya bersama keluarga yaitu mommy daddy dan juga nenek.
"Bagiamana dengan adikmu Num, kenapa tidak kamu ajak saja tinggal disini bersama kita?". Ucap nenek.
"Dia tidak mau nek katanya tanggung sekolahnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Dia memilih menyelesaikan sekolahnya disana baru dia akan kesini nanti".
"Apa dia bisa tinggal sendiri disana?". Hariawan menyela .
"Aku udah menitipkannya pada Farel dad ! Untuk sementara dia tinggal dirumah Farel.!".jawab Hanzen kemudian.
"Oo syukurlah daddy lega mendengarnya".
"lalu bagaimana tentang penyelidikan pelaku tabrak lari itu?!" tanya Hariawan kemudian.
"Seseorang menggunakan mobil rental dadd, identitasnya masih diselidiki lebih lanjut oleh tim Davin!"
"Amiin!" sahut Hanum dengan mata yang sudah berkaca kaca .
Setiap kali orang membicarakan kematian ibunya hatinya kembali merasakan kerinduan . Apalagi saat saat terakhirnya ia tidak bisa mengatakan apapun walau hanya sekedar mengucap kata maaf pada sang ibu sama sekali tidak bisa ia ucapakan . Tak ada percakapan apapun dengan ibunya. Sebab setelah kecelakaan menimpanya ibunya sama sekali tidak tersadar .
Hanum kemudian menunduk berusaha menyembunyikan air matanya namun bahunya yang bergetar tak dapat disembunyikan dari semua orang.
"Sabar sayang ! Aku janji akan segera menemukan pelakunya!" ucap Hanzen seraya menarik bahu istrinya dan menyandarkannya kepala Hanum pada bahunya lalu mengusap airmata istrinya itu.
Hanum hanya mengangguk lesu.
"Ayo makanlah nanti terlambat masuk kampus!".
Hariawan dan Zennet menatap sendu pada menantunya itu.
Mereka juga merasakan kesedihan yang sangat besar. Karna sungguh sangat disayangkan besan mereka yang belum sempat ditemuinya itu ternyata sudah pergi untuk selamanya bahkan mereka tidak bisa melihat wajahnya untuk yang terakhir kali karna terjadi masalah waktu penerbangan mereka yang mengharuskan mereka menggunakan jalur darat yang memakan waktu cukup lama sehingga tidak bisa melihat jenazah besannya tersebut.
Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah mendoakan yang terbaik. Menyayangi anak perempuannya yang kini jadi menantunya itu.
Setelah menghabiskan sarapannya Hanum pamit pada semua orang untuk segera pergi kekampus.
Begitu pula dengan Hanzen yang juga hendak pergi kekantor.
__ADS_1
Mereka pergi mengendarai mobilnya masing masing.
Sesampainya dikampus Hanum disambut antusias oleh kedua temannya yang setia itu.
"Hanum!" seru Siska seraya berlari kearahnya.
"Kamu kemana aja sih kox seminggu ini gak ngampus?".
"Maaf aku mengunjungi ibuku yang mengalami kecelakaan dan sekarang sudah pergi untuk selamanya !" ucap Hanum sambil kembali menangis entah untuk yang keberapa kali.
"Innalillahi, aku turut berduka ya Num. Kenapa kamu gak ajak aku ! Aku kan mau ikut kekotamu" ucap Siska dengan sedihnya.
"Maaf saat itu gak kepikiran apapun selain segera kembali kesana untuk melihat ibuku!".
Bagaimana aku akan ajak kalian berdua jika aku saja pergi sama suamiku. Maaf bukan bermaksud untuk menyembunyikan pernikahanku tapi memang blm saatnya kalian tau. Aku tidak mau disegani atau dikenal banyak orang hanya karna aku istri dari presdir HB Group . Aku mau dikenal dikampus ini sebagai orang biasa.
Gumam Hanum dalam hati.
"Ia Hanum kita mengerti aku juga ikut berduka ya !". Sela Brian kemudian.
Kemudian kedua temannya itu memeluk Hanum.
Lalu mereka bertiga berjalan menuju kelas mereka dan untuk segera mengikuti mata kuliah yang sebentar lagi akan segera dimulai.
...****************...
Saat sedang sibuk dengan tumpukan berkas yang menggunung karna selama 7 hari ditinggalkan pergi. Hanzen sedang melakukan tanda tangan pada setiap berkas tersebut .
Ting
Suara pesan masuk diponsel Hanzen.
Dengan segera ia membuka dan betapa terkejutnya kala melihat foto yang masuk dalam pesan yang diterimanya itu.
Ia membelalakan matanya. Dan jangan lupakan ekspresi wajahnya yang begitu merah padam karna emosi marah dan cemburu bercampur menjadi satu.
"BRAAAKKK"
Ia melayangkan kepalan tangannya pada meja kaca didepannya.
"Beran beraninya !".
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG