SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 13.Kedatangan Mantan


__ADS_3

"Maaf Den. Saya sudah melarangnya untuk masuk tapi nona Risya memaksa". Ucap Kepala pelayan dan scurity yang juga ada di deket Risya.


"Hanz kamu keterlaluan sekali sama aku ,kenapa melarangku datang kesini sampai berpesan pada scurity segala. Dulu kamu bilang mainson ini juga mainsonku kan dan aku bebas keluar masuk disini"


" Itu semua hanya masa lalu Sya. Termasuk kamu juga sekarang hanyalah masa laluku yang tidak seharusnya ada disini!"


"Apa dia adalah mantan kekasihmu sayang?" tanya Hanum yang sengaja memanggil suaminya itu dengan kata sayang.


"Iya sayang maafkan aku ya karna dia masuk kesini tanpa ijin". Hanzen mengecup kening istrinya.


"Gapapa sayang malah aku jadi tau siapa mantan dari suamiku tercinta iya kan!".


"Suami ! Sejak kapan kamu menikah Hanz?" tanya Risya tak percaya .


Ditatap penampilan Hanum dari ujung rambut hingga ujung kaki yang memang sama sekali bukan wanita idaman seorang Hanzen presdir muda yang tampan dan kaya raya itu.


"Beberapa hari yang lalu kita emang belum mengadakan resepsi tapi kita udah menikah kok ini buktinya". Ucap Hanum yang memperlihatkan cincin yang melingkar dijarinya dan juga Hanzen.


"Itu tidak mungkin kalian pasti hanya berpura pura untuk membuatku cemburu kan? Aku tau Hanzen sangat mencintaiku itu sebabnya dia membayar orang untuk berpura pura jadi istrinya supaya aku cemburu iya kan Hanz?". Ucap Risya yang masih saja bersikap layaknya kekasih yang sangat dicintai Hanzen.


"Hentikan sikap sok manja mu itu Risya karna sekarang aku sudah tidak peduli lagi. Aku sudah menikah tolong mengerti lah !".


"Ada apa Hanzen kenapa pagi pagi begini sudah ribut?!" tanya sang nenek yang baru saja keluar dari kamarnya hendak sarapan.


"Nenek....." ucap Risya dengan begitu manjanya.


Ia berpikir bahwa nenek Bramasta masih sangat menyukai dan menyayanginya.


"Ada apa kamu datang ke mainson ini dan membuat keributan?".


"Aku merindukan Nenek dan Manson ini "


Melihat semua itu membuat Hanum terdiam seketika. Ia berpikir bahwa ternyata Nenek menyayangi Risya.


"Risya Hanzen sekarang sudah menikah dengan wanita pilihannya jadi kamu tidak bisa lagi seenaknya masuk kedalam mainson ini" Nenek melihat ke arah Hanum dan seketika Hanum merasa energi baru telah masuk dalam tubuhnya .

__ADS_1


"Ayo sayang kita sarapan!" ajak Hanzen pada sang istri.


Seperti biasa Hanum mengolesi roti tawar dengan selai kacang kesukaan Hanzen .


"Hanzen tidak menyukai selai kacang!" Risya merebut roti yang berada ditangan Hanum" ternyata kamu tidak tau apa apa tentang Hanzen!". menatap sinis.


Hanum bingung pasalnya Hanzen selalu suka memakan roti dengan olesan selai kacang yang ia buatkan.


"Aku nyonya Hanzen disini jadi aku yang tau dengan selera suamiku yang telah berubah ! Apa kamu tidak tau malu mengurusi suami orang !" Ucap Hanum dengan tak kalah sinis.


"Cih baru berapa hari jadi nyonya Hanzen saja sudah sombong! kamu pikir Hanzen mencintaimu dia pasti menikahimu karna ingin membalas sakit hatinya padaku karna aku dulu selingkuh.!" dengan bangganya.


"Pernah selingkuh kok dibanggain , kalo aku sih malu!".


"Aku hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang lebih baik selain Hanzen"


"Hahaha!!"Hanum tertawa seraya mengejek" wanita bodoh ! mana bisa begitu ! selingkuh ya tetep aja selingkuh. Itu hanya alasan saja mencari mana yang lebih baik. Kamu pikir setelah pasanganmu tau kamu selingkuh masih bisa diterima disisinya ! Dasar oneng !".


"Kamu !! Berani sekali mengatai aku bodoh!!".


Hanzen hanya melihat perdebatan antara kedua wanita tersebut tanpa berniat membela siapapun. Ia juga ingin tau seberapa besar rasa cinta Hanum terhadapnya. Begitu juga dengan Nenek.


Melihat Hanum menunjukan rasa cemburunya membuat Hanzen merasa sangat senang dia berpikir dalam hatinya bahwa ternyata kedatangan Risya membawa keuntungan baginya. Ia jadi tau bahwa Hanum benar benar cemburu jika ada wanita lain yang memperhatikannya.


Hanzen melanjutkan sarapannya hingga selesai.


"Sudah hentikan debat kalian berdua. Aku rasa istriku benar bahwa semua seleraku sudah berubah sejak lama bukan krna aku tidak bisa melupakanmu lantas mengubah seleraku tapi karna aku sangat membencimu karna pengkhianatan itu!".


"Hanzen beri aku kesempatan untuk berada sisimu sekali lagi. Karna aku sangat tahu wanita dengan penampilan seperti dia sama sekali bukan wanita idamanmu. Kamu hanya ingin membalas sakit hatimu dulu kan ? Sekarang aku sudah merasakan sakit hati seperti yang dulu aku lakukan kepadamu jadi aku mohon kembalilah kepadaku Hanz !" ucap Risya dengan begitu percaya dirinya .


"Cih kamu terlalu percaya diri nona Risya . Suamiku sangat mencintaiku. Apa kamu tau kalo semalam saja kami bisa melakukan hubungan suami istri sebanyak 8x . Menurutmu apa itu bukan cinta namanya?". Ucap Hanum dusta padahal mereka sama sekali belum melakukannya karna tamu bulanan Hanum mendadak datang sore itu.


Dan sebenarnya kata kata Risya berhasil menusuk kedalam hatinya . Ia memang wanita dengan penampilan yang sangat sederhana dan jauh dari kata modis apalagi jika dibandingkan dengan Risya mantan pacar suaminya itu sama sekali bukan apa apanya.


Kemudian menatap suaminya seorang pria yang sangat tampan .Tubuhnya yang tinggi tegap berotot seorang Presdir muda ternama sempurna tak bercela.

__ADS_1


Seketika ia merasa minder dan tidak percaya diri. Tapi ia segera menepis perasaan itu dan kembali fokus . Menghadapi orang seperti Risya dan entah berapa banyak lagi wanita yang seperti Risya membutuhkan rasa percaya diri yang tinggi.


Ucapan Hanum yang spontan membuat Risya dilanda cemburu dan marah. Bahkan semua orang yang disana begitu terkejut dan terpelongo terutama Nenek


Nenek menatap tak percaya pada cucunya Hanzen yang begitu perkasa menurutnya.


Ingin rasanya Hanzen tertawa dengan kelakuan Hanum yang begitu polos sampai sampai tidak bisa mengendalikan katanya katanya sendiri.


Namun ia kemudian mengimbangi permainan istrinya.


"Sayang jangan ceritakan perihal kita ditempat tidur. Lihat semua orang bahkan melihatku aku malu tau!".


"Kalo begitu ayo kita naik kekamar saja aku sudah tidak selera buat sarapan !" ucap Hanum seraya menarik tangan suaminya itu menaiki anak tangga.


" Apa masih mau nambah pagi ini ?". Tanya Hanzen yang sengaja menggoda istrinya. Dan iya memang sengaja menunjukan kebahagiannya pada Risya bahwa dia memang sudah tidak memliki kesempatan untuk kembali lagi pada Hanzen.


Risya sangat kesal dan marah apalagi membayangkan Hanzen melakukan itu pada istrinya sampai 8 x dalam semalam membuat ia semakin marah ia berpikir berarti Hanzen begitu menikmati tubuh istrinya, dan tidak mungkin semua itu dilakukan tanpa ada rasa cinta.


Ia menatap kepergian Hanzen lalu menangis sejadi jadinya sambil duduk .


"Nenek bantu aku mendapatkan Hanzen kembali, aku sangat mencintainya Nek, aku tau aku salah tapi aku janji tidak akan mengulanginya Nek, aku mau menjadi nyonya Hanzen Bramasta seperti yang Nenek tawarkan padaku dulu".


"Sudah terlambat Risya Hanzen sudah menikah dan sangat mencintainya istrinya terimalah kenyataan itu!".


"Nenek juga sudah tidak mendukungku sekarang?". Tanya Risya.


"Gimana Nenek mau mendukungmu kalo Hanzen saja sudah bahagia bersama wanita yang dicintainya".


"Nek aku tau Nenek masih sayang sama aku dan juga Mama. Nenek tau betapa aku sangat mencintai Hanzen !".


" Semua itu salahmu Risya. Aku dulu sangat menyayangimu dan Mamamu tapi kamu mengecewakanku dengan berselingkuh dari Hanzen!"


"Maafkan aku Nek, aku tau salah tapi aku udah meninggalkan lelaki itu dan aku ingin kembali sama Hanzen hiks hiks!" masih terisak.


Nenek Bramasta yang memang berhati lembut dan penyayang itupun tak tega melihat Risya menangis . Lalu memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2