SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 52.kembali ke Kampus.


__ADS_3

Satu bulan sudah Hanzen terbaring diranjang rumah sakit tapi belum juga ada perubahan apapun pada kondisinya.


Sementara Hanum masih dengan setia menemani suaminya dirumah sakit.


Setelah sebulan ia meninggalkan kuliahnya hari ini ia memutuskan untuk pergi ke kampus dan meninggalkan suaminya itu bersama mommy dan Daddynya.


Ya semenjak hari kecelakaan yang menimpa suaminya itu Hanum memutuskan untuk memaafkan dan menerima Hariawan sebagai ayahnya.


"Mom...! Hanum berangkat ke kampus dulu ya dan aku nitip mas Hanzen kalo ada apa apa cepat kabari aku ya mom!". Pamit Hanum pada mertuanya itu.


"Iya sayang..! Kamu pergi bareng daddy bukan?".


"Iya mom!".


"Ya sudah hati hati dijalan sayang ,dan kamu Har bawa mobilnya jangan ngebut ngebut!". Zennet mengingatkan suaminya itu.


"Ya Zen, aku pergi dulu ya!". Pamit Hariawan.


"Ya Har!".


Merekapun pergi meninggalkan gedung rumah sakit.


"Apa kau masih saja merasa mual mual sayang ?".


"Masih dad !"


"Obat dan vitaminnya masih kamu minum kan?".


"Ya.."


"Hanum apa kamu masih marah sama daddy?"


"Tidak dad!" kenapa daddy terus bertanya seperti itu?".


"Daddy hanya takut kamu masih marah sama Daddy sayang.!".


"Tidak dadd, ah ternyata sudah sampai kampus kalo begitu aku turun sekarang ya dadd... Daddy hati hati bawa mobilnya !".


"Iya sayang... Nanti pulang mau daddy jemput atau gimana?".


"Gak usah dad, aku pulang sendiri aja nanti!".


"Ya udah semangat belajarnya ya?"


"Ya dad, bye daddy!"


"Bye sayang daddy" ucap Hariawan seraya mengecup keningnya .


Hanum turun lalu memasuki kampus.

__ADS_1


"Hai manisku!". Sapa Brian seraya tersenyum hangat pada Hanum.


"Brian....! Apaan sih buat aku jadi malu dech.." . Ucap Hanum dengan wajah bersemu merah karna malu.


"Hai Num...!". Ucap Siska .


"Hai Sis..!"


"Bagaiman keadaan suamimu Num?".


"Masih belum ada perubahan Sis!" ucap Hanum seraya menghembuskan napas berat.


"Sabar ya Num!"


Hanum hanya menganggukan kepalanya


"Jika aku boleh egois bolehkah aku meminta agar suamimu tidak lagi terbangun untuk selamanya Num! Sungguh rasa cintaku ini semakin besar saja sama kamu Num! Rasanya aku tidak bisa lagi mengendalikan semua ini!". Gumam Brian dalam hati lalu menghela napas panjang.


"Jangan bengong pagi pagi Bri entar kesurupan!" celetuk Siska kala melihat Brian yang sedang melamun.


"Ah Sis kau mengangetkan saja!".Seru Brian yang terkejut karna Siska menyenggol lengannya.


"Lagian melamun aja , mikirin apaan sih Hanum kan ada didepanmu sekarang!" seloroh Siska kemudian dan membuat Brian sedikit salah tingkah.


Hanum Hanya tertawa mendengar penuturan Siska pada Brian.


"Bubur kacang ijo 3 porsi mbak!" Seru Brian pada pelayan kantin tersebut.


"Kenapa 3 Bri. Untuk siapa aja?" tanya Hanum


"Kita bertiga lah emang siapa lagi!". Jawab Brian tegas.


"Ish aku gak mau Bri...! Aku lagi malas makan apapun!" protes Hanum pada Brian.


"Tapi kamu sedang hamil muda Num, tidak baik membiarkan perutmu kosong. Kasian babynya didalam perut nanti tidak terpenuhi nutrisinya, kau harus makan !" Tegas Brian yang tak terbantahkan.


Kini bubur kacang ijo pesanan Brian telah tersaji dimeja dan mau tak mau Hanum harus memakannya.


"Makan atau aku yang aku menyuapimu!" Seru Brian yang melihat Hanum hanya mengaduk aduk makanan didepannya tersebut.


Siska yang melihat semua itu berpikir Brian kini semakin terang terangan saja menunjukan rasa pedulinya terhadap Hanum . Dan entah Brian sendiri itu sadar atau tidak dengan semua yang dilakukannya.


"Aku bisa makan sendiri !" ucap Hanum yang mulai kesal pada sikap Brian yang akhir akhir selalu menyebalkan menurutnya.


Semua sikap yang ditunjukan Brian semakin mengingatkannya pada suaminya yang kini masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit karna koma.


Tiba tiba saja Hanum meneteskan air dari sudut matanya hingga membuat Brian kelabakan.


"Hanum kau kenapa , apa aku menyakiti perasaanmu !" Brian mengambil tissue lalu memberikannya pada Hanum dengan perasaan bersalahnya.

__ADS_1


"Bukan begitu ! Hanya saja sikapmu mengingatku pada suamiku?" sahut hanum seraya mengusap air matanya menggunakan tissue yang diberikan oleh Brian.


"Maafkan aku Hanum, aku hanya tidak mau kau dan calon bayimu sakit krna tidak makan dengan benar!". Ucap Brian sambil menatap Hanum yang masih saja meneteskan airmata dipipi mulusnya itu.


Ingin rasanya Brian menghapus air mata itu tapi tidak ia lakukan karna tidak mau membuat Hanum jadi merasa tidak nyaman saat berada didekatnya.


"Sudah ,jangan menangis lagi maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk ,..." Brian tidak sempat meneruskan kata katanya.


"Aku tau Bri! Aku hanya sedih aja mengingat kondisi suamiku saat ini!". Sela Hanum pada Brian.


"Kalo gitu habiskan makananmu biar suamimu juga senang jika kau bisa menjaga dirimu sendiri saat dia sedang tidak berdaya seperti sekarang ini?" kali ini Siska yang menyela.


Hanum menatap Siska dan Brian secara bergantian.


"Terima kasih , aku bangga punya tan seperti kalian !".


"Tapi aku ingin kau menganggap aku lebih dari sekedar teman Num, entah kenapa perasaanku semakin besar saja ! Apalagi sekarang kamu harus melewati masa masa kehamilan yang sedang sangat membutuhkan seorang suami yang harus selalu ada disampingmu. Sedangkan suamimu saat ini sedang terbaring lemah di sana "Gumam Brian dalam hati.


Setelah menghabiskan sarapannya mereka lalu masuk kedalam kelas yang akan segera diisi mata kuliah dijam pertamanya.


Saat sedang menyimak penjelas demi pejelasan yang diucapkan oleh dosen Hanum kembali ingin muntah dan mengeluarkan semua makanan yang telah masuk kedalam perutnya iapun langsung saja berlari menuju toilet kampus


Semua itu sontak membuat Siska juga seketika ikut berdiri hendak menyusul Hanum, namun ia urungkan saat melihat Brian telah berlari lebih dulu menyusul Hanum.


"Hanum ! Kau tidak apa apa!" ucap Brian dengan penuh rasa khawatir.


"Brian ! Kenapa kau kesini , ini toilet wanita! " Ucap Hanum yang masih sempat sempatnya melayangkan protes pada Brian saat mulutnya terus mengeluarkan cairan dari dalam perutnya itu.


"Aku khawatir denganmu itu sebabnya aku langsung menyusulmu kemari!".


"Tapi ini toilet wanita Bri ! Tolong keluarlah ! Aku tidak mau nanti yang salah paham melihat kita berduaan didalam toilet!".


"Aku tidak peduli dengan semua itu. Aku hanya ingin memastikan kalo kamu baik baik saja !".


"Aku baik baik saja Bri, tolong kau panggil Siska saja suruh kesini!"


"Baiklah Num aku akan memanggil Siska!". Ucap Brian kemudian sambil berlari untuk memanggil Siska.


"Siska cepatlah ketoilet lihat keadaan Hanum, dia tidak mau aku temani, dia masih terus muntah muntah didalam toilet !" Ucap Brian pada Siska yang dengan begitu khawatir.


"Baiklah Bria aku akan kesana ".


Siska kemudian berlari ke toilet setelah meminta ijin pada dosen yang tengah mengajarnya itu.


"Hanum kau tidak apa apa?". Tanya Siska yang tak kalah khawatir.


Hanum menggelengkan kepalanya seraya membersihkan mulut dan mukanya menggunakan air.


Setelahnya Siska membawa Hanum untuk duduk sebentar dikantin kampus dan mengambilkan air hangat untuknya.

__ADS_1


__ADS_2