SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 54.Mengunjungi Hazel.


__ADS_3

Setelah beberapa hari kejadian yang dialami Hazel kini Hanum sudah mengetahui semuanya.


Hariawan dan Farel telah menceritakan semuanya pada Hanum tentang adiknya lah selama ini telah menjadi dalang dibalik kejadian yang menimpa Hanum dan Hanzen yang sekarang ini masih betah dari tidur panjangnya.


Awalnya Hanum merasa sangat shok karna ternyata adiknya yang selama ini ia sayangi ternyata menyimpan dendam begitu dalam terhadapnya. Ditambah lagi dengan dirinya yang mengkonsumsi obat obatan terlarang itu yang membuat pikirannya menjadi semakin jahat dan kotor.


Hanum menghela nafas berat dan kini ia hanya ingin fokus pada kesembuhan suaminya dan pada kehamilannya. Ia menyerahkan semua urusan Hazel kepada ayahnya dan juga Farel yang saat ini sedang menggantikan posisi suaminya di kantor.


"Mas apa kau pernah menyangka jika yang melakukan semua ini adalah Hazel , adik laki laki kita yang sangat kita sayangi itu". Kata Hanum sambil terus membelai lembut wajah suaminya yang masih saja memejamkan matanya.


"Aku merasa gagal menjadi seorang kakak mas, aku telah gagal menjaga adikku sendiri, aku sangat menyesalkan kelakuan Hazel yang sudah sangat jauh melangkah kejalan yang salah , cepat sadar mas bantu aku menghadapi kehidupan yang rumit ini !". Hanum terus mengajak suaminya itu berkomunikasi meski ia tau suaminya itu tidak mungkin akan menjawab semua ucapannya itu.


Kemudian Hanum duduk dikursi yang berada disisi ranjang suaminya ia membaringkan setengah tubuhnya pada tubuh suaminya sambil menggenggam tangannya erat .


"Aku akan menemui Hazel sebentar saja mas, walaupun aku begitu menyayanginya tapi hukum tetaplah hukum, ia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang dilakukannya!" pamitnya pada sang suami walaupun ia tau suaminya yang masih saja terbaring itu idak akan bisa menjawabnya.


Setibanya dikantor polisi Hanum lansung diantar oleh salah satu petugas kepolisian yang sedang berjaga untuk menemui adiknya didalam sel tahanan.


Hazel yang berada dibalik jeruji besi itu segera dikeluarkan oleh petugas kepolisian tersebut.


"Haz...!" lirih Hanum saat melihat adiknya sedang meringkuk dalam posisi duduknya.


Ada perasaan sedih yang sangat mendalam kala melihat adik yang begitu ia sayangi ternyata telah melakukan hal nekad yang hampir saja menghilangkan nyawa kakaknya sendiri . Sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Bahkan suaminya pun kini sedang berjuang antara hidup dan mati yang juga karena perbuatannya.


Ia sama sekali tidak menyangka kenapa adiknya bisa melakukan hal keji seperti itu. Apakah hati dan pikirannya itu hanya dikuasai oleh amarah dan dendam sehingga ia sampai menjadi gelap mata seperti itu.


"Haz..! Gimana keadaanmu?"


Hazel hanya menatap penuh kebencian pada Hanum yang kini telah duduk didepannya.


"Sebegitu besarkah rasa bencimu itu terhadap ku! kakakmu sendiri Haz?!"


"Kau bukan kakakku, aku tidak mempunyai kakak sepertimu, karana gara gara kaulah ibuku meninggal oleh musuhmu! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah terima semua itu begitu saja. Aku tidak akan pernah berhenti membuatmu menderita hingga kau tau betapa sakitnya ditinggalkan orang kau sayangi!".

__ADS_1


"Kenapa kau bicara seperti itu Haz? Bukankah ibumu juga ibuku kita sama sama menyayangi ibu. Sejak kecil kita hidup bersama dari kasih sayang ibu dan ayah, kenapa kau merasa seolah olah hanya kau saja yang merasa sangat kehilangan atas meninggalnya ibu! Apa kamu pikir aku juga tidak merasakan apa yang kamu rasakan saat kehilangan íbu. Aku menyayangi ayah dan ibu lebih dari apapun Haz. Bahkan andai saja harus bertukar posisi supaya aku saja yang meninggal waktu itu pasti akan aku lakukan Haz! Tolong jangan pernah berpikir bahwa hanya kau menderita karna kehilangan ibu!". Dengan deraian airmata yang begitu deras Hanum terus memberi pengertian pada adiknya.


Tapi Hazel tetap pada pemikirannya , bahwa ibunya meninggal karna Hanum.


"Tapi jika saja kau tidak hadir didalam keluarga kami , Pasti sampai sekarang ibu masih ada bersamaku saat ini!". Tatapan Hazel masih penuh dengan dendam dan kebencian.


"Baiklah jika pemikiranmu tetap seperti itu, lalu apa yang harus aku lakukan agar kau merasa puas ! Penderitaan seperti apalagi yang akan kau berikan kepadaku hah! Apa masih belum cukup dengan kau membuat suamiku tidak berdaya seperti sekarang ini!".


"Aku tidak akan pernah merasa puas sebelum aku membunuhmu!"


Hazel mendekat dan hendak mencekik leher Hanum tapi untungnya anggota yang sedang berjaga disana segera menolongnya dan memasukan kembali Hazel kedalam sel tahanan.


"Kamu keterlaluan Hazel ! Mata hatimu sudah dibutakan oleh dendam sehingga kau tidak bisa lagi mengontrol dirimu!".


"Ya aku memang sudah gila dan selalu menginginkan kematianmu! Tunggu saja saatnya tiba kau tidak akan lagi bisa menghindar dari kematian yang akan aku berikan!". Teriak Hazel dari dalam sel tahanan.


"Istighfar Haz, ingat tuhan !"


Hanum luruh dalam tangisnya, adik yang selama ini ia kenal begitu lembut dan penuh kasih sayang kenapa sekarang begitu arogan pemarah dan pendendam seperti ini , Ia tak lagi menemukan sisi baik dari adiknya yang ia kenal dulu. Ia tidak bisa beekata apapun lagi .


Hazel benar benar telah berubah hatinya sudah menjadi sekeras batu karang dilautan lepas .


" Ayah... Ibu... Maafkan aku yang sudah gagal menjaga adikku, aku bukan kaka yang baik ! Aku tidak bisa menjalankan amanahmu untuk menjadikan Hazel orang yang berhasil dan membuatmu bangga memiliki kami!" lirih Hanum disela isak tangisnya sambil berlalu pergi meninggalkan Hazel didalam tahanan.


Saat ia hendak menyetop taksi tiba tiba saja sebuah mobil sedan telah berhenti tepat didepannya.


"Hanum! Kau baik baik saja?" Hazel keluar dari mobilnya.


"Aku ... Aku..." Hanum tidak bisa untuk sekedar melanjutkan kata katanya Hatinya saat ini begitu rapuh.


Bagaimana tidak disaat suaminya sedang terbaring lemah tidak berdaya kini ia harus menelan kenyataan pahit jika adiknya yang sangat ia sayangi kini juga mendekam dipenjara karna perbuatannya yang sangat jahat itu .


Selain menjadi tersangka penyalahgunaan obat obatan terlarang ia juga menjadi tersangka sabotase mobil suaminya yang tak lain adalah kaka iparnya sendiri.

__ADS_1


Brian membawa Hanum masuk kedalam mobilnya.


"Apa yang terjadi?".tanyanya kemudian.


Lagi lagi Hanum hanya menggeleng sambil mengusap air matanya yang terus manganak sungai dan membanjiri pipinya.


"Minumlah ! Mungkin itu bisa membuatmu sedikit lebih tenang!".


Brian menyodorkan sebuah botol mungil yang berisi air mineral.


Hanum meraih botol tersebut dan meneguk airnya hingga tandas tak tersisa.


"Terimakasih Brian"


"Is oke! Apa kau kesini menjenguk Hazel? Ya aku kemarin sempat melihat berita di TV.


"Ya ! Darimana kau tahu aku ada disini?"


"Tadi aku kerumah sakit tapi tante Zennet bilang kau sedang pergi kekantor polisi menggunakan taksi jadi aku pikir akan menjemputmu kesini!".


"Terima kasih sekali lagi !"


"Oke sama sama! Kerumah sakit lagi nih?"


Hanum hanya menganguk lalu Brianpun melajukan kembali mobilnya .


.


.


.


BERSAMBUNG ✍️.

__ADS_1


__ADS_2