SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 14.Teman Lama


__ADS_3

"Maaf Risya untuk masalah itu aku gak bisa bantu apa apa. Karna Hanzen sudah bahagia dengan pilihannya!".


Sirna sudah harapannya untuk mendekati Hanzen kembali satu satunya orang yang bisa mendekatkannya kembali tak lagi bisa membantunya.


Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan mainson dengan perasaan marah, kesal dan juga sakit hati. melihat Hanzen begitu menyayangi wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Aku tidak akan menyerah. Hanzen harus kembali padaku !!" seraya melangkah pergi tanpa berpamitan pada penghuni rumah karna terlalu kesal.


*


*


*


*


*


Sementara dikamar Hanzen dan Hanum sedang bersiap akan pergi ke kantor.


"Mas gimana penampilanku sudah pantes belum disebut nyonya Hanzen?"Tanya Hanum seraya menaik turunkan alisnya.


"Sayang kamu itu udah cantik walau tanpa makeup. Kamu udah sangat pantes jadi Nyonya Hanzen"


"Kamu gak malu kan mas dengan penampilanku yang seperti ini?"


"Kenapa harus malu sayang. Justru karna penampilan kamu yang sederhana ini memberi kesan tersendiri buat aku . Inget ya kamu sederhana bukan kampungan!". Hanzen menekankan kata sederhana


"Baiklah aku udah siap untuk ikut kekantor suamiku yang tercinta".


"Let's go my wife". Hanzen merangkul pinggang Hanum


Mereka berlalu pergi meninggalkan rumah.


Setelah memakan waktu sekitar 45 menit mereka telah tiba dikantor.


Para karyawan dan staf yang bekerja disana menyambut kedatangan Presdirnya dengan sapaan


"Selamat pagi Pak Presdir".


"Pagi semua".


Hanzen yang memang terkenal sebagai atasan yang baik dan ramah pada para karyawannya membuat mereka juga bersikap sangat baik dan sopan.


"Mas kantor kamu besar sekali ya . Dulu aku pernah bermimpi bisa bekerja diperusahaan ternama setelah lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana. Tapi sekarang aku bukan hanya bermimpi tapi aku menjadi istri dari presdir perusahaan ternama itu".


"Kamu senang sayang ?".


"Tentu saja mas".


Mereka menuju keruangan presdir yang disana ternyata sudah ada Boy yang sedang menunggunya.


"Selamat pagi Pak!".


"Pagi juga Boy".


Lalu Boy menganggukan kepalanya sopan kepada Hanum istri atasannya tersebut .


Hanzen duduk dikursi kebesarannya dan ia menarik tubuh istrinya tersebut agar duduk dipangkuannya.


"Bagaimana masalah pendaftaran kuliah yang aku minta kemarin Boy?"


"Semuanya sudah beres Pak Hanzen tinggal menunggu informasi kapan bisa mulai kuliahnya. Nanti pihak kampus akan memberi kabar".


"Baiklah ! Terimakasih Boy".


"Sama sama pak!". Kemudian Boy berlalu pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Hanzen adalah orang tidak pernah lupa mengucapkan kata terimakasih setelah meminta seseorang untuk melakukan sesuatu.


"O'Ya sayang Boy sudah mendaftarkan kamu kuliah dan tinggal nunggu informasi kapan kamu bisa mulai masuk kampus". Ucapnya pada Hanum seraya mencium tangan Hanum.


"Jadi Kamu mendaftarkan aku kuliah Mas?". Ucap Hanum menatap tak percaya dengan ucapan suaminya.


"Iya sayang. Aku tau kamu ingin sekali menjadi seorang sarjana dan itu juga termasuk keinginan ayah untuk menyekolahkan anaknya hingga mendapat gelar sarjana".


Hanum terkejut dan juga terharu atas apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Ia tak menyangka jika Hanzen akan mendaftarkannya kuliah untuk meraih impiannya .


"Darimana kamu tau itu semua mas?" Hanum melupakan jika suaminya adalah keluarga Bramasta yang bisa dengan mudah mendapatkan informasi apapun yang ia inginkan.


"Dari Hazel!". Ucap Hanzen dusta.


Padahal Hanzen menyuruh Boy untuk menyelediki semua tentang istrinya.


"Terima kasih Mas. Aku akan giat belajar agar cepat lulus".


"Sama sama sayang, tapi berjanjilah padaku dikampus nanti kamu tidak akan tergoda sama lelaki lain". Mengelus pipi Hanum.


"Iya Mas. Tidak akan ada lelaki lain yang bisa meluluhkan hatiku selain kamu mas. Aku sudah sangat bersyukur dan bahagia bisa jadi istri orang hebat sepertimu Mas" Lalu Hanum mengecup pipi suaminya.


"Good sayang. Dan ini untukmu!" Hanzen menyodorkan black card pada Hanum.


"Ini kartu untuk apa mas?" tanya Hanum karna memang mengetahui fungsi kartu tersebut.


"Pakailah untuk semua keperluan kamu sayang, apapun yang kamu mau kamu bisa membelinya menggunakan kartu itu".


"Baiklah Mas terimakasih".


Setelah beberapa jam berlalu Hanzen dan Hanum keluar dari kantor dan menuju kesebuah restoran untuk makan siang.


Tiba tiba jalanan macet .


"Ada apa ini kenapa macet sekali ". Tanya Hanzen kepada pengguna jalan lain yang sedang melintas itu.


"Ada kecelakaan didepan bang seorang perempuan terluka cukup parah!".


Saat melihat sekilas wajah sang korban dari sela sela kerumunan orang ia merasa tidak asing.


Kemudian ia menerobos kerumunan orang tersebut demi memastikan rasa penasarannya.


"Helga !" Hanzen terkejut ternyata yang mengalami kecelakaan itu adalah Helga teman lamanya.


"Tolong bantu saya mengangkat kedalam mobil saya, perempuan ini teman saya!" Hanzen meminta bantuan pada orang yang berada dilokasi tersebut.


"Mas! Siapa dia?"tanya Hanum


"Dia Helga sayang teman lamaku, gak papa kan aku menolongnya?". Menatap Hanum.


"Ya gapapalah Mas, ayo cepat kita bawa kerumah sakit!".


Tidak makan waktu lama mereka telah sampai di Rumah sakit terdekat.


Beberapa perawat langsung membawa pasien yang tidak sadarkan diri itu memasuki ruangan UGD.


Tiba tiba saja Hanum merasa kepalanya pusing dan hampir saja terjatuh namun Hanzen dengan cepat menangkap tubuh istrinya itu.


"Sayang! Kamu gapapa?".


"Gapapa Mas, hanya saja kepalaku sedikit terasa pusing".


"Astaga sayang! Kamu belum makan siang ,ayo kita kekantin rumah sakit aja dulu ya gapapa kan?".


"Iya gapapa Mas".


"Ayo sayang ! Maafkan aku ya aku tidak bermaksud mengabaikanmu". Ucap Hanzen dengan rasa bersalahnya karna telah melupakan tujuan mereka keluar dari kantor tadi.

__ADS_1


"Iya gapapa mas".


Kemudian mereka kekantin lalu mengisi perutnya disana.


"Mas kamu gak hubungi keluarga dari teman kamu itu?". Tanya Hanum kemudian.


"Helga disini gak ada keluarga sayang, dia tinggal sendiri di apartemen".


"Emang keluarganya dimana mas?".


"Ada di Austria sayang".


"Ohh, kasian sekali ya".


Lalu Hanzen tersenyum dan mengusap pipi cantik istrinya itu.


"Udah makanannya dimakan dulu sayang?" ucap Hanzen .


"Udah Mas, ayo kita ke UGD lagi lihat temen kamu!".


"Entar ya aku bayar dulu kesana".


Setelah itu mereka segera kembali menuju tempat dimana Helga berada.


Sesampainya disana dokter sudah menunggunya.


"Maaf apa anda keluarga dari pasien yang kecelakaan itu?"


"Saya temannya Helga, bagaimana kondisinya dok?"


"Keadaannya sudah lebih baik tapi kaki kanannya mengalami keretakan yang cukup parah ditulang pahanya jadi harus mendapat perawatan khusus!"


"Lakukan yang terbaik dok saya yang bertanggung jawab masalah biayanya".


"Baik ! suster akan segera memindahkan keruang perawatan".


Disebuah ruangan VVIP seorang wanita dengan bertubuh tinggi rambut pirang bergelombang berkulit putih dan wajah khas keturunan bule baru saja membuka bola matanya yang berwarna keabu abuan.


"Aku dimana ini?" ucapnya dengan suara lemahnya dan mengedarkan pandangan kesetiap sudut ruangan


"Helga kamu sudah sadar? Kamu mengalami kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit". Ucap Hanzen seraya bangun dari duduknya disofa bersama Hanum saat mendengar suara Helga lalu mendekat ke ranjang


"Hanz kenapa kamu juga ada disini apa kamu yang menolongku?".


"Tadi gak sengaja lewat sana saat hendak makan siang bersama Hanum".


"Siapa Hanum?".


"Dia istriku Hel !". Ucap Hanzen seraya memegang tangan Hanum


"Jadi kamu udah menikah?" Helga menatap Hanum


Hanum menganggukan kepala kemudian tersenyum.


"Hai mbak, aku Hanum".


Cantik sekali perempuan ini. Matanya sangat indah dengan berwarna keabu abuan. Apa benar hanya sekedar teman lama suamiku. Jika dibanding denganku , aku merasa tidak ada apa apanya.


"Hai juga" Helga tersenyum lemah.


Beruntung sekali wanita ini menikah dengan Hanzen sedangkan aku yang sejak lama menyukainya pun diabaikan olehnya. tapi kalo dilihat lihat sepertinya usianya lebih muda dari Hanzen .


Masih adakah kesempatan untuk merebut hati Hanzen .


*


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG***


__ADS_2