
"Kamu puas dengan jawaban aku mas!".
Hanzen hanya diam
"Rasa cinta itu tidak selalu harus diucapkan dengan kata kata mas!".
Tetap diam
Jujur ia terkejut sekaligus bahagia akan perlakuan istrinya barusan yang menurutnya lain dari biasanya . Sekarang ia tak lagi malu malu mengekspresikan rasa cintanya itu.
"Kamu marah ya mas?".
"Kita lanjutin dirumah ya sayang !". Ucap Hanzen kemudian.
"Lanjutin apanya mas?".
"Yang barusan sayang".
"Gak mau!".
"Tapi aku pengen itu" ucapnya seraya matanya menatap kearah dada Hanum.
Sontak Hanum lansung menutup dadanya menggunakan kedua tangannya.
"Gak boleh!".
"Boleh!"
"Enggak!".
"Bolehlah sayang!".
"Enggak!".
"Tanggung jawab sayang ! Kamu telah mengusik junior yang sedang terlelap !".
Mendengar kata junior membuat Hanum terdiam seketika. Ia kembali mengingat foto foto panas suaminya bersama Helga .
Membayangkan semua itu membuat hati Hanum berdenyut nyeri . Ia tidak rela membayangkan suaminya menyentuh dan disentuh wanita lain. Ia akan berusaha agar suaminya tidak lagi tersentuh lagi oleh wanita manapun selain dirinya.
Hingga akhirnya Hanum berpikir untuk memenuhi keinginan suaminya. Ditatapnya sekeliling tempat mobilnya menepi .
"Emm gimana kalau kita melanjutkannya ditempat itu mas!" Hanum menunjuk sebuah gedung yang menjulang tinggi.
Seketika Hanzen mengikuti arah yang ditunjuk istrinya yang ternyata itu adalah sebuah bangunan gedung tinggi yang disebut Hotel. Ia langsung tersenyum cerah dan begitu bersemangat.
"Dengan senang hati aku akan mengabulkan permintaanmu istriku !".
Tanpa ba bi bu ia langsung mengarahkan mobilnya untuk segera masuk dipelataran hotel tersebut.
Dan disanalah dua insan yang saling mencintai itu kembali menyatukan dan menumpahkan hasratnya untuk kesekian kalinya ditempat yang berbeda.
Ya Hanum akan membuktikan kekuatan cinta dan hubungan pernikahan mereka . Bahwa sebasar apapun orang berusaha menghancurkan hubungannya justru mereka semakin mempererat hubungan dalam rumah tangganya.
Hanum tidak akan memberi celah pada wanita manapun untuk masuk dan menjadi orang ketiga dalam pernikahannya.
Selama Hanzen setia saat menjadi suaminya . Hanum tidak akan termakan dengan kisah kisah masa lalu yang sedang berusaha di munculkan kembali oleh para mantan wanita dari suaminya yang mungkin tak terhitung itu.
__ADS_1
Siapapun dia dan apapun yang dilakukan untuk membuat rumah tangganya hancur Hanum tidak ada akan memberinya ruang.
...****************...
Seminggu telah berlalu dan kejadian menimpa Hanzen sudah berangsur menghilang dari kehebohan jagat maya. Hanzen kembali melakukan akitivitas seperti biasanya.
Seseorang yang jadi pelaku utama pun sudah mendekam dipenjara walaupun tetap tidak mau mengakui untuk siapa dia bekerja. Tapi Boy masih terus menyelidikinya.
Sepasang suami istri itu sedang berada didalam mobil yang sama karna Hanum hari ini sedikit kurang enak badan jadi ia memutuskan untuk tidak menyetir sendiri.
Ia diantar suaminya dengan pak Ujang yang menyetir mobilnya.
Saat sedang asik berdebat tiba tiba saja ponsel Hanum berdering.
"Hazel"
ternyata yang menelpon adalah adik lelakinya.
"Halo Haz!".
"Kak hiks hiks" Hazel terisak"Ibu kak!".
"Ibu kenapa Haz kenapa kamu menangis ! Ada apa dengan ibu?!" ucap Hanum dengan sangat khawatir.
"Ibu mengalami tabrak lari kak, kondisinya sangat kritis . Dan sekarang ada diruang UGD hiks hiks" Hazel terus saja menangis .
Deg
Seketika jantung Hanum seperti berhenti berdetak. Ia menjatuhkan ponselnya. Tatapan matanya nanar. Ia begitu sok mendengar kabar tentang ibunya. Tubuhnya terasa lemas dan mulutnya terasa terkunci tak bisa berkata apa apa.
Melihat istrinya begitu syok Hanzen meminta pak Ujang untuk segera menepikan mobilnya. Dan segera menanyakan tentang apa yang terjadi .
"Hei sayang ! Sadarlah ! Apa yang terjadi ?" Hanzen meraih muka istrinya dengan kedua tangannya. Lalu mengelap lelehan keringat sebesar biji jagung yang terus mengalir dimukanya.
Seketika Hanum tersadar dari keterkejutannya dan menatap suaminya
"Antar aku ketempat ibu dan Hazel sekarang juga mas ! Ibu mengalami tabrak lari dan kondisinya sekarang kritis ! Ayo mas cepetan sekarang juga harus pergi!".ucap Hanum seraya mulut dan tubuhnya bergetar.
"Apa ! Aku akan pesan tiket tunggu sebentar sayang!" ucap Hanzen dengan nada yang tak kalah paniknya mendengar kabar tentang ibu mertuanya tersebut.
Setelah mendapatkan tiket dengan segera ia melajukan mobilnya menuju bandara untuk segera terbang kekota tempat dimana ibu dan adik Hanum itu tinggal.
Setelah memakan waktu kurang lebih 2 jam mereka telah sampai di rumah sakit tempat ibunya dirawat.
Dengan muka khawatirnya Hanum terus berjalan menyusuri rumah sakit hingga sampailah ia didepan ruang UGD yang disana sudah ada Hazel yang sedang menunggunya.
"Haz!" Hanum segera memeluk adik satu satunya.
"Kenapa semua ini bisa terjadi Haz?!".
"Aku tidak tau kak tadi ibu bilang padaku dia hanya akan pergi ke minimarket dekat rumah dengan menggunakan motor kaka. Tapi tiba tiba saja seseorang memberitahu kalo ibu ditabrak sebuah mobil dan mobil langsung pergi begitu saja!". Mereka menangis berpelukan.
*
*
Kejadian 2 jam yang lalu.
__ADS_1
Seseorang tiba tiba saja menghampiri ibu Ine yang sedang mencari cari sesuatu didalam sebuah mini market.
"Marine Munaf " seseorang menyebut namanya dengan nada pelan tapi menekan."prok prok prok" lalu bertepuk tangan.
Seketika ine menoleh pada sumber suara. lalu melihat seseorang yang sangat familiar berusia tak jauh dari dirinya . Walaupun menggunakan masker untuk menutupi sebagian mukanya tapi Ine tau betul siapa yang kini sedang berhadapan dengannya.
Ia sedikit terkejut melihatnya. Namun berusaha menyamarkan ekspresi wajahnya dan tetap tenang.
"Apa maumu dan untuk apa kamu kembali!". Tanyanya dengan tatapan tajam dan begitu membenci.
"Kamu nanya apa mauku dan untuk apa aku kembali? Apa kamu melupakan sesuatu sahabatku?!" ucapnya dengan nada mengejek.
"Tutup mulutmu ! Aku tidak pernah punya sahabat yang tak punya hati sepertimu!". Kata katanya begitu menusuk didengar telinga .
"Jangan bicara soal hati disini bukan aku yang tak punya hati. Tapi orang orang itu dengan sengaja telah membunuh orang yang sangat aku cintai dan menjadikanku seorang single parent!". Nada suaranya pelan tapi menekan tatapan matanya nyalang menerawang dan penuh dendam.
"Sudah berapa kali aku katakan dia meninggal karna kecelakaan yang menimpanya bukan karna dibunuh ! Apa semua kata kata dan bukti yang aku berikan dulu kurang jelas !!" ucap ine dengan begitu frustasinya karna dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ada dipikiran mantan sahabatnya itu.
"Apa kamu pikir aku bodoh dan percaya begitu saja dengan persekongkolan kalian semua. Kalian semua bersekongkol menipuku dengan memberikan bukti palsu tentang kecelakaan itu ine !!".
"Terserah kamu dasar keras kepala!".
Merasa percuma berdebat dengan orang yang sama sekali tak mau mendengarkan kata katanya Ine pun berlalu pergi dan melupakan barang yang ia cari didalam minimarket tersebut.
"Tunggu Ine, aku belum selesai bicara!". Seseorang itu mengekorinya.
"Bicara apa lagi ! Aku rasa sudah cukup tidak ada lagi yang perlu dibicarakan! Maaf aku buru buru!".
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah bertahun tahun aku mencarimu dan akhirnya aku menemukanmu disini Ine!" ia menghadang motor yang hendak dilajukan oleh Inne
"Untuk apa kamu mencariku!". Tanyanya dengan kesal.
"Dimana anak itu sekarang?!".
"Aku tidak tau dan kalaupun aku tahu ,aku tidak akan pernah memberitahumu!".
Lalu ia melajukan motornya dan segera menjauh dari mantan sahabatnya itu.
Namun tiba tiba saja sebuah mobil dari arah yang berlawanan melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kemudian..
BRAAAAKKKK
Ia jatuh dan terpental helm yang dikenakan pecah terburai dan kepalanya menghantam aspal .
Kemudian mobil yang telah manabraknya itu kembali melaju dan pergi meninggalkannya dengan kecepatan yang masih sangat tinggi dan menghilang dari lokasi kejadian.
Ine terbaring dijalanan beraspal dengan bersimbah darah.
...****************...
Hanum terus saja menangis sambil memeluk adiknya menunggu dokter yang tak kunjung keluar .
Hanzen dengan setia menemani dan tak henti hentinya memberi semangat untuk istri dan adiknya itu.
kemudian ia memutuskan untuk menghubungi Farel dan memintanya segera datang kerumah sakit.
*
__ADS_1
*
Bersambung