SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 36. Mencari Bukti


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke 6 Hanum dirumah sakit dan hari ini juga Hanum diperbolehkan pulang kerumah.


Suami dan semua keluarganya juga berada dirumah sakit kecuali Rania dan Hazel.


Jika Rania telah kembali kekotanya namun Hazel? Entah kemana gerangan.


Hanum bertanda tanya besar pada Hazel selama beberapa hari ia dirumah sakit tak sekalipun Hazel datang menjenguk dengan alasan sedang banyak kegiatan di sekolahnya. Ya memang ini adalah akhir semester sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional jadi semua siswa yang merupakan klas 12 itu harus mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ujian kelulusan.


"Udah siap sayang kita pulang kerumah hari ini !" ucap Hanzen seraya menciumi tangan istrinya itu.


"Ya mas. Makasih udah menjagaku dengan baik!" ucap Hanum seraya bergelayut manja.


"Apa masih sakit sayang ?" Hanzen bertanya seraya mengusap punggung Hanum yang terkena tembakan.


"Sedikit ngilu mas kalo dipake gerak!".


"Gak usah banyak gerak duduk sini biar aku dorong sampai mobil!" ucap Hanz seraya mendekatkan kursi roda ke arah Hanum.


Lalu mendudukan Hanum diatas kursi roda.


kemudian mendorong keluar ruangan.


Setelah menempuh waktu sekitar 45 menit mereka telah sampai di rumah Farel.


"Farel!" seru Hanum kala melihat Farel berjalan kearah dapur.


"Ya Num, ada yang bisa kubantu?" tanyanya kemudian.


"Gak, aku cuma mau nanya soal Hazel !".


"Ohh Hazel baik baik saja dan baru saja dia keluar katanya ada kegiatan eskul sama teman temannya!".


"Ohh begitu ya! Ok makasih Farel!"


"Sama sama".


Lalu Farel melenggang pergi kedapur dan mengambil sesuatu lalu kembali lagi kekamarnya.


Bahkan menyambutku pulang saja tidak ! Ada apa dengan Hazel ? Kenapa dia seakan akan menghindariku padahal dia tau kalo hari ini aku akan pulang.


"Sayang kenapa melamun?".tanya Hanzen


"Aku memikirkan Hazel mas! Selama aku dirumah sakit dia sama sekali tidak datang menjengukku dan setelah aku pulang dia juga tidak ada dirumah. Kenapa aku merasa Hazel menghindariku ya mas ". Keluh Hanum pada suaminya


"Mungkin karna dia sedang sibuk jadi tidak sempat menunggumu pulang sayang. Udah jangan terlalu dipikirin kamu kan masih sakit sayang jangan terlalu banyak pikiran. O'ya sayang malam ini kita harus kembali karna pagi pagi sakali aku ada meeting penting gak apa apakan?"


"Ya gak apa apa mas! Aku juga udah kangen sama nenek! Nenek gak dikasih tau kan tentang kejadian ini mas?"


"Enggak sayang, kita sengaja gak kasih tau nenek takut kesehatan jantungnya terganggu!".


"Syukurlah mas kalo memang nenek gak tau!".


"Ya udah kita ke kamar yuk istirahat dulu!". Ajak Hanz kemudian dan diangguki oleh Hanum.


Sesampainya dikamar Hanum mencoba menghubungi Hazel tapi nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


"Ck! Hazel kenapa sih ponselnya gak aktif ! Aku dirumah sakit gak datang , pulang kerumah juga gak ketemu! Kenapa dia menjauh dariku!" gumam Hanum seraya menatap layar pada ponselnya.


"Kamu masih gelisah mikirin Hazel ya?".


"Iya Mas, tidak biasanya dia seperti ini padaku".


"Ya udah nanti aku coba cari tau lewat Farel ya ". Ucap Hanz menenangkan istrinya.


Malam pun tiba menggantikan siang. Saatnya Hanum dan juga keluarga yang lain akan kembali ke kotanya.


Dengan terpaksa ia meninggalkan tempat ini dalam keadaan yang masih gelisah sebab tingkah adiknya yang belum juga datang menemuinya.


Mobil melaju meninggalkan rumah mewah milik Farel menuju bandara karna mereka memutuskan kembali menggunakan jalur udara pada malam itu.


......................


Ditempat lain Mutia sedang bersama Risya .


"Risya apa rencana selanjutnya yang akan kau lakukan pada keluarga mantan kekasihmu itu !".


"Aku akan mencelakai wanita yang bernama Hanum itu, tapi orang yang akan aku suruh belum juga bisa dihubungi!" Risya berucap dengan sangat kesal.


"Jadi kau baru akan mencelakainya?"


Berarti dalang penembakan pada Hanum bukanlah Risya. Lalu siapa lagi yang menginginkan kematian Hanum. Apa itu mantan pacar Hanz yang lain?.


"Apa maksud tante dengan bertanya seperti itu?".


"Ya ga ada maksud apa apa , aku kan hanya bertanya. Bukankah itu rencana yang sudah lama ingin kau lakukan . Itulah sebabnya aku bertanya !".


"Apa kau juga yang telah melakukan itu pada ibunya Hanum?".


Mutia mulai berpikir.


"Tante !kok melamun seh!"


"Ah tidak tante hanya sedikit kurang enak badan" ucap Mutia seraya meraba tengkuk lehernya sendiri.


"Ah tante itu kebanyakan perang sama Farel kali!"


Mendengar ucapan Risya seketika Mutia mengingat Farel . Ia harus segera bertemu dengannya.


"Gak begitu, sudah beberapa hari ini aku belum ketemu dengannya. Dia bilang sangat sibuk akhir akhir ini ".


"Tante gak curiga apa dia sibuk dengan wanita lain diluar sana!".ucapannya cukup memprofokasi Mutia.


"Memangnya kenapa ! Gak jadi soal buatku, lagian aku dekatin dia kan hanya untuk menghancurkan keluarganya tidak lebih!".


"Benar juga kata tante , aku hampir melupakan tujuan tante ! Hahaha".


"Baiklah aku ada urusan lain Risya! Jika semua rencanamu sudah matang segera hubungi aku!". Ucap mutia seraya berlalu pergi dari hadapan Risya.


"Siap tan!".


Setelah dirasa telah jauh dari Risya Mutia mencoba menghubungi Farel dan memintanya untuk menemuinya.

__ADS_1


"Kita perlu bertemu sekarang aku tunggu ditempat biasa"


Pesan terkirim.


"Baiklah tunggu aku 30 menit lagi"


Pesan diterima


Setelah lama menunggu akhirnya Farel datang juga.


"Ada hal penting Mutma sayang" Ucap Farel seraya tersenyum menggoda.


"Berhenti lah berbasa basi ! Kau pasti sudah tau semuanya bukan ?".


"Tau tentang apa Mutma"


"Tau siapa aku dan apa tujuanku"


" Kau benar Mutma , lalu apa rencanamu selanjutnya? Apa kau akan tetap melanjutkan rencanamu atau akan berhenti sampai disini dan mengakhiri hubungan kita begitu saja?!"


"Apa maksudmu Rel ! Aku sama sekali tidak mengerti !".


"Tante hubungan kita sudah sangat jauh dan aku sudah merasa nyaman denganmu. Dan aku tidak mau mengakhiri semua ini begitu saja!".


"Farel apa kau sadar dengan ucapanmu itu. Aku tidak pantas buatmu, aku hanya wanita jahat dan kotor. Diluar sana banyak gadis yang bisa kau jadikan kekasih!".


"Tapi aku tidak mau gadis diluar sana ! Aku mau kamu sayang" ucap Farel seraya bibirnya bergetar.


Farel memegang dagu Mutia dan menatap bibir mungil itu. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi tapi wajah nya masih terlihat sangat muda dan cantik tak ada sedikitpun kerut diwajahnya . Bibir mungil dan ranum itu sangat membuat Farel tergila gila.


Setiap kali melihatnya membuat gairah Farel tak bisa menahannya.


Farel mengecup bibir itu sekilas dan membuat Mutia terkejut akan tingkah Farel yang dengan tidak tahu malunya telah mencium bibir seorang wanita sepertinya ditempat umum.


Mutia merasa risih diperlakukan seperti itu oleh Farel ditempat umum.


"Jangan bikin dirimu malu Farel aku tidak pantas untukmu".


"Apa maksudmu Mutma! Apa sedikitpun kamu tidak punya perasaan apapun saat kita melakukan semua itu? Apa kamu hanya merasakan nafsu dan kepuasaan semata! Tanpa ada sedikitpun rasa nyaman untukmu!"


Mutia terdiam lalu menatap lekat kedua mata Farel.


"Bukan seperti itu Rel!"


"Lalu seperti apa Mutma!" Farel berteriak" Apa karna kau sudah biasa melakukan semua itu dengan banyak pria pria muda sehingga kamu hanya menggunakan logika bukan hatimu?".


PLAKKKK


Mutia menampar Farel hingga membekas merah dipipinya yang putih mulus itu.


"Jika menurutmu aku seperti itu ,maka lupakan dan tinggalkan aku mulai detik ini.!". Ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan Farel yang masih duduk mematung dikursinya .


"Kau pikir bisa semudah itu lepas dariku Mutma" lirih Farel lalu tersenyum semrik.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG ✍️


__ADS_2