
Didalam mainson Zennet dan Rania sedang berada diruang keluarga. Zennet mendengarkan Rania yang sedang menceritakan kejadian di resto yang menimpa kaka iparnya.
"Rania tidak tau pasti Mom tentang apa yang membuat mobil kaka ipar itu meledak . Yang Rania tau saat kaka ipar keluar dari resto dan pamit untuk kembali ke kampusnya lalu selang beberapa menit dari situ tiba tiba terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat . Lalu Rania keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata bunyi ledakan itu berasal dari mobil kaka ipar yang masih terparkir disitu. Saat itu Rania sangat panik karna Rania pikir kaka ipar ada didalam mobilnya dengan api yang berkobar melahapnya, tapi setelah Rania cari cari ternyata kaka ipar sedang terduduk dengan syok , bengong seperti orang bodoh hahaha!". Rania tertawa kala mengingat kondisi Hanum saat itu.
"Rania ! Kau pikir itu lelucon yang patut kau tertawakan apa!" ucap Zennet kala mendengar tawa diakhir cerita Rania.
"Ya bukan gitu habisnya lucu liat reaksi kaka ipar yang hanya bengong liatin mobilnya dilahap sijago merah !"
"Orang kena musibah malah kau tertawakan begitu!".
"Tapi kan Rania juga membantu menghubungi kaka mom, sejahat jahat Rania masih punya hati mom. Walaupun Rania gak suka dengan kaka ipar tapi Rania masih mau membantu saat dia dalam kesulitan !" ucap Rania yang secara blak blakan mengatakan tidak menyukai Hanum.
"Apa sih yang membuatmu tidak menyukai kaka iparmu itu hm?"
"Karna dia adalah anak hasil dari perselingkuhan Daddy Hariawan dan tante Mutia yang telah Mommy anggap sebagai saudara tapi dia malah mengkhianati mommy . Rania benci perselingkuhan Mom !".
"Rania semua yang terjadi tidak seperti yang ada dipikiranmu! Jadi jangan membenci seseorang yang tidak bersalah sama sekali. Hanum sudah cukup menderita sejak dari dalam perut ibunya jadi tolong jangan lagi kau membencinya!" Zennet berucap sambil matanya berkaca kaca seraya memegang tangan anak gadisnya.
"Rania tau Mom jika kaka ipar memang tidak bersalah tapi Rania kesal, hati Rania sakit saat melihat wajah kaka ipar . Rania jadi teringat betapa sakitnya hati mommy yang sudah dibohongi daddy dan tante mutia!".
"Tidak Rania ! Tidak seperti itu, kelak saat Rania sudah menikah mommy akan ceritakan semuanya! Dan sekarang mommy minta berhentilah membenci kaka iparmu itu!" .
"Hemm". Hanya kata itu yang menjadi jawaban terakhir Rania .
Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga dan sang mommy yang masih asik dengan televisinya.
"Siapa yang sedang mengincar nyawa Hanum! Jika Risya dipenjara dan Mutia sudah menyadari kesalahannya". Gumam Zennet kemudian.
"Apa musuh dari Hanzen? Tapi kenapa Hanum yang menjadi targetnya?"
Tidak mungkin kan mobil itu tiba tiba meledak karna kondisi mesinnya. Mobil itu baru dan semua mesinnya masih tersegel jadi gak mungkin karna kesalahan dari mesin mobilnya pasti ada seseorang yang sengaja memasukan bahan peledak kedalam mobil itu.
Hal itulah yang selalu jadi pikiran buat Zennet.
Saat yang bersamaan Hanzen keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga .
"Hanz! Bagaimana kondisi Hanum sekarang?"
"Masih sangat syok dan ketakutan mom!".
__ADS_1
"Apa Boy dan juga petugas kepolisian sudah menemukan bukti ?".
"Polisi telah menemukan adanya bahan peledak dimobil Hanum mom, tapi belum menemukan bukti siapa pelakunya. Karna menurut informasi dari Boy pelaku merusak jaringan CCTV resto dan sekitar lokasi sehingga tidak bisa ditemukan bukti apapun !".
"Mommy yakin pelakunya bukan orang sembarangan. Hati hati Hanz pasti orang itu juga yang telah melakukan penembakan pada Hanum beberapa waktu lalu!".
"Ya mom ! Aku pikir setelah Risya dipenjara semua masalah sudah selesai tapi ternyata masih ada pelaku lain yang mengincar nyawa istriku!".
"Apa mommy sudah menghubungi tante Mutia tentang kejadian ini?!"
"Belum Hanz, mommy hampir lupa!"
"Hubungi dia Mom, beritahu keadaan Hanum saat ini! Siapa tahu dengan kehadiran tante Mutia kondisinya akan lebih baik!".
"Baiklah mommy akan menghubunginya !".
"Hanz ! Apa yang terjadi , bagaimana kondisi Hanum sekarang?" Tanya Hariawan yang baru saja muncul dari arah pintu.
"Seseorang menaruh bahan peledak di mobil Hanum dad ! Hanum masih sangat syok dan belum bisa mengatakan apapun!".
"Siapa sebenarnya yang mengincar nyawa Hanum! Apa aku bisa menemui Hanum?".
Hariawan berjalan menuju kamar Hanum lalu masuk dan memeluk putrinya itu.
"Sayang! Anak daddy kamu baik baik saja !"
Hanum hanya mengangguk pelan tanpa menatap orang yang sedang berbicara didepannya.
Tatapan Hanum masih kosong dan menerawang jauh entah kemana.
"Hanum ! Ini nenek sayang !" lagi lagi Hanum hanya mengangguk dengan tatapan kosongnya.
Nenek begitu sedih dengan keadaan Hanum.
"Dimana Hazel? Tanya Nenek kemudian.
"Belum pulang Nek!" ucap Hanz.
Hanzen mulai memikirkan Hazel dan membenarkan kecurigaan Hanum jika Hazel mulai berubah pada Hanum. Padahal Hazel duku sangat menyayangi dan mengkhawatirkan Hanum jika Hanum sedang mengalami kejadian buruk yang menimpanya.
__ADS_1
Tapi kini sama sekali tidak peduli, bahkan setelah diberi tau bahwa mobil Hanum baru saja meledak dan kondisi Hanum sangat syok sekarang ini.
"Bagaimana keadaan teman yang bersama Hanum didalam mobilnya?" tanya nenek kemudian.
"Siska, tidak apa apa dia baik baik saja ! Dia juga sudah ku telpon suruh datang kesini siapa tau dengan adanya dia Hanum akan lebih meresponnya karna sebelum kejadian itu hanya dia yang berkomunikasi dengannya".
"Kasian Hanum! sejak dari dalam kandungan ia sudah sangat menderita. Ini semua karna kesalahanku yang terlalu pengecut untuk mengakui semuanya. Aku sangat egois ! Aku brengsek aku ayah tidak berguna!" Haariawan berteriak dalam isak tangisnya penyesalan dan penyesalan yang selalu muncul dari dalam hatinya.
"Dad tolong berhentilah menyalahkan diri daddy!".
"Har! Semua sudah menjadi suratan takdir hidup seseorang. Yang tidak mungkin bisa dilawan. Lupakan semua yang telah berlalu dan perbaiki yang masih terlihat salah didiri kita. Percayalah semuanya akan baik baik saja!".
"Ya Bu, maafkan semua kesalahan Hariawan !" Hariawan terduduk lesu dengan menyandarkan kepalanya pada pangkuan ibunya.
"Assalamualaikum".
"Walaikumsalam , masuk Sis!" titah Hanzen setelah tahu yang datang adalah Siska.
"Masuklah Nak dan lihat Hanum masih saja begitu kondisinya !" ucap Naneknya dengan begitu sendu.
Semua orang keluar dari kamar Hanum kecuali Hanzen yang masih tetap disana.
Hanzen kembali mendekati Hanum dan memberitahu jika Siska datang berkunjung .Tapi lagi lagi jawaban Hanum hanya mengangguk .
Lalu Siska mulai mengajak Hanum bicara tapi tetap saja Hanum tidak meresponnya.
"Bagiamana kejadiannya yang sebenarnya Sis?" tanya Hanzen.
Lalu Siska mulai menceritakan dari setelahnya Hanum menutup panggilan telponnya hingga akhirnya Siska melihat sebuah benda berkedap kedip disela sela jok belakang kemudi. Lalu mengambil demi memastikan tapi sayang benda itu terikat erat lalu dilemparkannya kembali dan mengajak Hanum berlari dan menjauhi mobil.
Dan tiba tiba saja...
"Hanum ! Awas Num! " Teriak Siska tiba tiba dengan begitu panik.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG ✍️