SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 57.Rumah Yang Penuh Kenangan.


__ADS_3

Setibanya di rumah yang penuh kenangan itu Hanum memasuki  kamarnya . Kamar yang dulu ia jadikan sebagai tempat ternyamannya sepulang dari menjalankan aktifitasnya. Ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sederhana miliknya. menatap langit langit kamar dengan sesekali ia mengingat kenangan indah tentang ayah dan ibunya saat masih hidup . Hidup yang  penuh kebahagiaan dan kesederhanaan sungguh membuatnya sangat bahagia saat itu . Tapi kini semuanya hanya tinggal kenangan, tanpa tersa air matanya menetes dengan sendirinya.


"Satu persatu orang yang aku sayangi kini pergi meninggalkanku! Ayah, ibu dan juga suamiku kini telah meninggalkanku dan calon bayinya yang masih ada didalam perutku"Hanum menghapus air matanya yang terus meleleh membasahi pipinya"semoga kalian semua bahagia disana" ucapnya seraya beranjak dari rebahannya.


Satu satunya yang bisa membuatnya kuat untuk terus bertahan adalah anak yang kini masih berada didalam perutnya


Kemudian ia berjalan menuju kursi kecil yang terletak disudut ruangan dan merogoh ponselnya dari dalam tasnya lalu menghubungi seseorang.


"Hallo tam, gimana kabarmu?"tanya Hanum pada teman kuliahnya dulu.


"Kabarku baik Num!  bagaimana denganmu?" jawabnya dari seberang telpon


"Syukurlah kalo begitu.aku kangen kamu Tamtam!"


"Kalo begitu kapan kiita bisa bertemu ?"


"Aku sekarang sedang dirumah ayah dan ibu tdai dari ziarah makam lalu aku mampir kesini!'


"Sungguh? baiklah aku akan datang kesana!"


"  Aku akan menunggumu ya !" jawab Hanum  dengan begitu antusias.


Setelah mengakhiri percakapan dengan Tammy ia kemudian keluar kamar lalu menghampiri  Hariawan dan Zennet yang sekarang menjadi kedua orang tuanyadan sedang berada diruang tamu.


"Mom, dad kalo mau istirahat dikamar  ayah dan ibu aja kamarnya bersih kok karna selama ini aku setiap hari menyuruh orang untuk membersihkan seluruh ruangan dirumah ini".


"Ya sayang nanti kita masuk kalo udah mau tidur"


"Tapi maaf ya kamarnya tidak seluas kamar di mainsion kita !" tuturnya.


"Gak apa apa sayang buat daddy itu yang penting bersih itu udah bisa buat nyaman saat ditempati!"


Munculah sosok Tammy dari balik pintu  dengan wajah yang begitu bahagia karna stelah sekian lama baru kali ini ia bertemu kembali dengan sosok Hanum pradipta yang selama ini ia begitu rindukan.


"Tamtam...! serunya seraya berlari memeluk temannya itu.


Mereka berpelukan dan saling mencurahkan rasa rindu yang telah lama terpendam


Sebenarnya mereka sering sekali saling mengabari lewat ponsel namu itu tidak bisa membuat mereka mngobati rasa rindu meski untuk sekedar bercerita dan berbagi kisah hidup masing masing.


"Lalu bagaimana kabar calon keponakan aunt ini?"tanya Tammy seraya mengusap perut Hanum yang masih terlihat rata itu.


"Aku baik baik saja aunt" jawab Hanum dengan suara yang dibuat layaknya anak kecil yang sedang berbicara.


Lalu tertawa bersama.


"Tante , om apa kabar?" tanyanya pada Hariawan dan Zennet yang sedang duduk diruang tamu.

__ADS_1


"Kabar baik sayang!" ucap Zennet seraya tersenyum manis.


"Mom, dad aku bawa Tammy ke kamar dulu ya!".


Kemudian Hanum membawa Tammy masuk ke dalam kamarnya agar mereka bisa leluasa untuk saling bercerita tentang kisah masing masing.


"Mom, dad..! serunRania tiba tiba yang barusja muncul dari kamar yang dulu biasanya ditempati Hazel.


"Ya sayang !" sahut Hariawan


"Rania mau pulang sekarang juga pesankan tiketnya!". pintanya pada kedua orang tuanya.


"Baiklah akan daddy pesankan"


Hariawan yang telah tau watak putrinya itupun memilih menurutinya daripada harus berdebat. karna saat ini hati Rania benar benar sedang sangat sensitif .


.


Ditempat lain


Haris sedang mengunjungi Hazel di sel tahanan.


"Haz bagaimana kabarmu?" tanya Haris saat melihat Hazel sudah terduduk dihadapannya .


"Gak perlu basa basi ! Mau apa kau mengunjungiku?"


"Dan sekarang kau sudah melihatnya bukan bagaimana keadaanku sekarang!"


"Aku hanya tidak menyangka , kamu mampu berbuat seperti terhadap kakakmu sendiri, dan apa kau sudah mengetahui jika kaka iparmu sekarang telah tiada?"


"Aku tak pernah meminta pendapat siapapun mengenai diriku!, dan terimakasih informasinya karena tidak ada yang mau memberitahuku tentang hal itu!"


"Oke baiklah, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karana kau telah membantuku untuk mendapatkan cintaku kembali!".


"Apa maksudmu?!".


"Ya.. Karna kau telah membunuh suaminya ,aku rasa ini adalah kesempatan bagus untuk aku berusaha mendekatinya kembali?"


"Jangan pernah bermimipi untuk mendapatkan cintamu kembali setelah apa yang kau lakukan dulu terhadap keluarganya! karana aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi!" seru Farel yang tiba tiaba muncul dari arah pintu.


"Kau pikir kau siapa bisa menghalangiku kembali mendekati Hanum!"


"Kau tak perlu tahu siapa aku! yang pasti aku tidak akan membiarkan Hanum hidup bersama seorang pria sepertimu!"


"Yang aku tahu kau hanya sepupu dari suaminya Hanum yang sudah meninggal dan tidak ada urusan apapun lagi dengan kehidupan Hanum!"


"Jelas ada karna tanggung jawab sekarang berada ditanganku ! jika kau ingin mendekati Hanum kembali hadapi dulu aku !"ucap Farel dengan geramnya.

__ADS_1


"Aku tak peduli dengan semua ancamanmu!" ucap Haris seraya beranjak pergi meninggalkan ruangan sel tersebut.


"Untuk apa dia datang kesini?"tanyanya pada Hazel


"Aku tidak tahu! kau sendiri mau apa datang kesini?"tanya Hazel dengan raut muka yang selalu datar tanpa ekspresi.


Ya semenjak Haze terlibat dalam penjualan obat obatan terlarang beberapa bulan lalu setelah kematian ibunya ia memang sangat berubah drastis dari pria muda yang selalu hangat pada semua orang kini berubah menjadi pria yang sangat dingin dan arogan.  Bahkan bisa dikatakan tidak pernah tersenyum .


"Aku datang mengantar Rania yang mengunjungimu! Ran aku akan menunggumu diluar " ucap Farel lalu berjalan meninggalkan Rania dan Hazel


Hazel melirik Rania sekilas


"Ada  perlu apa? apa kau ingin mengatakan jika sekarang kau bahagia karna aku telah mendekam disel tahanan?"tanyanya masih dengan wajah  datar dan dingin nyaris tanpa ekspresi.


"Emmm. entahlah Haz tiba tiba saja aku ingin mengunjungimu dan ingin tahu keadaanmu , akhir akhir ini aku selalu memikirkanmu! percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya!"ungkap Rania jujur pada Hazel


Sedangkan Hazel hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Rania


"Haz...., aku sangat merindukanmu!' tiba tiba saja Rania memeluk Hazel dengan begitu erat seakan tidak mau lagi terpisahkan


Hazel sempat terkejut dengan tingkah Rania yang tiba tiba saja berubah karana pasalnya Rania yang dulu selalu ketus padanya kini tiba tiba mengatakan kalo ia merindukan dirinya  yang kini hanyalah seorang narapidana yang belum jelas entah sampai kapan ia harus mendekam dipenjara .


"Apa yang telah kau rencanakan padaku gadis manja!"ucap Hazel dengan penuh selidik


"Aku sungguh tidak ada maksud apa apa Haz, aku hanya merindukanmu ! tolong biarkan aku seperti ini sebentar saja!" pintanya pada Hazel dengan masih terus memeluk tubuh Hazel.


Hazelpun membiarkan Rania untuk melakukan apa dia mau


Dan entah kenapa dipeluk seperti itu membuat hati Hazel berdesir, dan jantung terpacu dengan begitu cepatnya.


"Perasaan apa ini ! kenapa rasanya begitu aneh seperti ini!" gumamnya dalam hati.


"Haz.... apa kau merasakan degup jantungku yang sangat begitu cepat? apa aku telah jatuh cinta padamu?"tanyanya pada Hazel


Menyadari kata Rania tentang cinta membuat Hazelmemejamkan matanya sejenak lalu merasakan menyelami kembali perasaannya saat ini.Ya mungkin benar apa diakatakan Rania bahwa itu adalah perasaan cinta.


"Maaf Rania ! aku sudah terlalu lama disini ! aku harus kembali masuk!" ucap Hazel tanpa membalas kata kata Rania  seraya melepaskan tangan Rania dari tubuhnya


"Hazel ! Aku mencintaimu, aku tidak peduli kau mencintaiiku atau tidak tapi aku tidak akan menyerah untuk berjuang dan mendapatkan hatimu!"


Rania terus berteriak sampai Hazel menghilang dari pandangan matanya karna memasuki telah ruang sel tahanan


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2