SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Pengumuman karya baru


__ADS_3

Lestari Putri Yasmin seorang gadis belia yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum. Gadis ini terlahir dari keluarga kaya raya. Ayahnya mempunyai beberapa perusahaan textile yang sudah tersebar di setiap penjuru negeri.


Andriano Yasmin dan Ibunya Nuri Fatmala adalah kedua orang tua Yasmin. Ia juga memiliki seorang kakak laki laki yang juga ikut mengelola perusahaan milik orang tuanya itu.


Yasmin adalah gadis periang dan mudah bergaul tetapi ia sangat ceroboh dalam melakukan segala hal. Ia memliki banyak teman dan juga Ia sama seperti gadis remaja pada umumnya yang suka jalan jalan, ngemall, shopping  atau pun menonton bioskop saat weekend tiba.


Seperti sekarang ini saat malam minggu tiba ia pun sibuk dengan teman temannya. Saat ini mereka sedang berada disalah satu Mall terbesar di kota itu.


"Kak, aku mau nonton bareng teman temanku. Transfer aku uang 5 juta saja." Yasmin berbicara dengan sang kakak melalui sambungan telponnya.


"Baiklah akan kakak transfer tapi janji ya jangan pulang terlalu malam nanti ayah akan marah padaku," ucap sang kakak.


"Iya kak, aku janji."


Hanya butuh beberapa detik saja dengan mudahnya Yasmin mendapatkan uang dari sang kakak.


Bastian Fathoni Yasmin adalah kakak dari Yasmin yang telah berusia 27 tahun. Memiliki sifat yang penyayang dan juga punya rasa tanggung jawab yang begitu tinggi pada perusahaan sang ayah. Lelaki itu sangat menyayangi adik perempuan satu satunya yang masih berusia remaja itu. Ia selalu mengabulkan permintaan sang adik asalkan itu  tidak melebihi batas wajar seorang pelajar.


"Thank you kak, transferan sudah masuk!"  pesan singkat yang dikirim Yasmin pada sang kakak.


"Oke, dan ingat pesan kakak. Jangan pernah menyalahgunakan kepercayaan kakak dengan berbuat hal yang tidak tidak yang akan merugikan hidupmu nantinya!" balas sang kakak memberi peringatan pada adiknya.


"Siap kak, laksanakan." Yasmin menjawab pesan sang kakak seraya berjalan ke ATM Center yang ada di Mall tersebut.


Sebagai seorang kakak yang juga pernah mengalami masa remaja. Membuat Bastian tidak pernah mengekang kebebasan terhadap adik perempuannya itu, dengan catatan masih dibatas wajar. Selama yang diminta itu hanya sekedar untuk mengusir kebosanan dan berbelanja atau sekedar jalan jalan di mall Bastian akan selalu menurutinya dan memberikan uang kepada adiknya.


"Bastian," panggil sang mama.


"Ya ma," sahutnya lembut.


"Jangan terlalu memanjakan adikmu." Nuri berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi di depannya.


"Tidak apa apa ma, aku hanya memberinya sedikit uang untuknya bersenang bersenang di Mall bersama teman temannya, tidak ada yang berlebihan. Biarkan Yasmin menikmati masa remajanya, masa yang  tidak  akan pernah bisa di ulang kembali  ma. Aku percaya Yasmin bisa menjaga diri dengan membedakan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan."


"Papa serahkan tanggung jawab menjaga Yasmin padamu Bas," sela sang ayah yang juga sedang  duduk di samping mamanya.


"Papa dan Mama tenang saja, aku akan menjaga Yasmin dengan caraku sendiri. Aku yakin aku bisa melakukan semua itu tanpa mengekang kebebasan dan kebahagiannya," ucapnya dengan penuh keyakinan.


"God boy," sahut sang ayah sembari menepuk pundak anak lelakinya itu.


Hari mulai gelap. Yasmin sudah berpisah dengan para sahabatnya untuk segera pulang kerumah.


"Assalamualaikum!" seru Yasmin saat memasuki pintu rumahnya.


"Wa'alaikumsalam."

__ADS_1


"Sesuai janji kan aku tidak pulang terlalu malam."


"Ya, kakak percaya padamu." Bastian berkata sambil terus menatap layar ponselnya.


Kemudian Yasmin menunjukkan sepasang baju couple pada sang kakak yang baru saja ia beli dari sebuah outlet di Mall itu.


"Beli baju lagi?" tanya Bastian.


"Ya kak, biasalah free sale. Bagus kan?"


"Ya," sahut kakaknya sambil manggut manggut.


Yasmin memberikan paper bag itu kepada ART nya


"Tolong besok ini dicuci mbak mau aku pakai."


"Baik non."


Yasmin kembali menyodorkan sebuah bungkusan yang berisi cemilan yang dia beli saat perjalanan pulang tadi kepada mbak Ijah.


Mbak Ijah menerimanya dengan senyum yang merekah. Dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada nona mudanya yang sangat baik hati itu.


Mbak ijah adalah salah satu ART yang sudah bekerja di rumah milik keluarga Yasmin sejak Yasmin masih balita.


Apalagi membedakan makanan yang mereka makan. Apapun yang dimakan oleh keluarga Yasmin seperti itulah makanan yang juga dimakan oleh para pekerjanya.


Mereka selalu memuliakan para pekerjanya di rumah itu. Dan sikap mulia kedua orang tuanya itu pun menurun pada anak perempuannya itu.


"Kak, aku ke kamar dulu ya," pamitnya pada sang kakak tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel.


Hening


"Kak."


Masih hening


"Kak!"


Masih saja hening


"Bastiaaaaaaaaaannnnnn!" jeritnya kemudian dengan suara yang begitu menggema di ruang keluarga itu.


"Apaan sih Yas, gak usah teriak teriak juga kali."


"Makanya dipamiti itu jawab. Teriak kan jadinya!".

__ADS_1


"Pamit mau kemana emangnya?"


"Tuh kan ngeselin!" Yasmin berkata sambil memanyunkan bibirnya kesal.


Lalu pergi meninggalkan sang kaka di ruang keluarga yang sedang asik main game di IPadnya.


Beberapa menit kemudian Yasmin kembali keluar dari kamar seraya terus menggerutu.


"Kenapa lagi dek?" tanya Bastian pada sang adik.


"Kalo pacarnya nelpon itu diangkat!" sahutnya seraya menjewer telinga sang kakak.


"Aow sakit deeeeek," Bastian mengusap daun telinga nya yang terlihat memerah karna ulah Yasmin.


"Biarin, biar tahu rasa. Makanya jawab dulu telpon dari kak Luna."


"Ck, lagian ngapain sih tadi udah nelpon juga!" Bastian berdecak kesal.


"Mana aku tahu? tanya aja sendiri ke orangnya."


Yasmin kembali masuk kedalam kamarnya. Sementara Bastian menghentikan aktivitasnya dan mulai membalas pesan dari kekasihnya tersebut.


"Bastian!" seru sang ayah tiba tiba dan mengejutkannya.


"Ada apa pah?"


"Pergi ke kantor cari tau data lengkap mengenai PT JPS milik Jason!" ucap sang papah dengan suara yang sedikit gemetar.


"Kenapa pah, apa ada masalah mengenai data om Jason?"


"Dia telah menipu kita nak. Investasi yang dia kelola adalah investasi yang selama ini telah menjadi target penyelidikan polisi!".


"Bagaimana bisa pah, itu kan Perusahaan resmi, aku sudah mengeceknya sebelum papah menyerahkan semuanya."


"Ya itu memang resmi tapi, menurut informasi dari seseorang, PT itu sudah bukan lagi miliknya. Perusahaan tersebut sudah pindah tangan beberapa bulan yang lalu. Kita sudah ditipu mentah mentah oleh Jason wiliam!" sang papa berucap sambil mengepalkan tangannya geram.


Mendengar penuturan sang papa Bastian langsung menyambar kunci mobil lalu bergegas pergi ke perusahaan miliknya demi menyelidiki kembali data data yang ia terima dari seorang Jason William beberapa bulan lalu.


Ia memasuki gedung perusahaannya dengan perasaan yang tidak bisa diartikan dengan kata - kata.


Sikapnya yang biasa ramah terhadap scurity itu tak lagi ia pedulikan. Ia hanya fokus pada tujuannya yaitu mencari tahu tentang data perusahaan yang telah digunakan oleh Jason untuk menipu dirinya dan sang ayah.


"Kurang ajar kau Jason. Berani sekali kau menipu aku dan papa. Aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang diluar sana." gumam Bastian seraya meremas map yang berada ditangannya.


__ADS_1


__ADS_2