SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 16. Kekecewaan Hanum


__ADS_3

Hanzen yang baru saja tiba di mainsonnya dan langsung menuju kamarnya. Lalu melihat sang istri yang sudah terlelap tanpa selimut yang menutupi tubuhnya.


Ia menghampiri istrinya ditatapnya wajah yang terlelap. Hatinya terenyuh kala melihat sisa airmata disudut mata istrinya.


" Maafkan aku Hanum aku tidak bermaksud membuatmu kecewa. Bahkan dalam keadaan terlelap kamu masih mengeluarkan air matamu" lalu dihapusnya sisa sisa airmata dan dikecupnya kening istrinya itu cukup lama . Lalu menarik selimut untuk melindungi tubuh istrinya hingga batas bahu.


Ia segera membersihkan dirinya kemudian berbaring sambil memeluk istrinya dan ikut terlelap mengarungi mimpi.


Saat pagi menjelang Hanum sudah siap dengan setelan rapinya yang akan mulai masuk kuliah.


"Sayang kamu sudah rapi gini mau kemana pagi pagi ?"


"Mau ke kampus hari ini mulai kuliah". Menjawab tanpa menatap muka suaminya karna ia masih merasa sangat kecewa. Namun ia masih tetap melakukan kewajiban sebagai istri. Ia menyiapkan baju dan keperluan suaminya yang akan pergi kekantor .


Setelahnya ia turun kebawah untuk sarapan.


Tak berselang lama Hanzen menyusul istrinya ke meja makan untuk sarapan.


Hanum menyiapkan roti dan juga segelas susu vanila hangat lalu meletakan rotinya diatas piring yang berada didepan suaminya tanpa mengatakan apapun.


Hanzen yang merasa telah mengecewakan istrinya hanya menatap tanpa bicara apapun kemudian memakan roti yang sudah diolesi selai oleh istrinya.


Nenek yang baru saja bergabung dimeja makan tersebut melihat ada yang aneh dari sikap sepasang suami istri itu. Ia berpikir akan segera mengambil tindakan.


Selesai sarapan Hanum segera berpamitan pada suami dan neneknya tersebut.


"Nek aku berangkat ke kampus dulu ya" mencium punggung tangan neneknya tersebut kemudian beralih ke suaminya.


"Sayang biar aku antar sekalian aku berangkat kekantor".


"Aku udah pesen Taksi online" ucap Hanum seraya melangkah pergi meninggalkan meja makan.


"Tapi sayang !" seru Hanzen .


.Namun Hanum Terus saja melangkah meninggalkan suaminya dan juga neneknya.


"Apa kalian bertengkar?!" tanya nenek pada Hanzen.


Namun Hanzen hanya menunduk lesu tanpa mengeluarkan suaranya.


"Sudah ku katakan sejak awal tapi kamu tetap saja keras kepala. Kamu bilang akan mengatur semuanya dengan baik tapi nyatanya istrimu sekarang sedang marah kan!".


"Semua salahku Nek. Kemarin aku udah berjanji untuk mengajaknya makan malam tapi saat aku akan pulang dari rumah sakit Helga mengancam akan mengakhiri hidupnya jika aku meninggalkannya sendirian dirumah sakit".

__ADS_1


"Kamu terlalu lemah menghadapi Helga dan lihat sekarang dia ngelunjak kan! Sejak kapan seorang Hanz menjadi lelaki yang begitu lemah hanya karna seorang wanita yang sudah tidak ada hubungan apa apa denganmu!".


"Hari ini aku memutuskan untuk tidak mengunjunginya aku sudah menyerahkannya pada Boy dan Shila".


"Kenapa harus membuat istrimu kecewa dulu baru bertindak!".


"Aku sama sekali tidak bermaksud membuatnya kecewa nek. Aku hanya ingin menepati janji pada Tante dan Om Donny untuk menjaga anaknya sementara waktu. Aku tidak menyangka sampai sekarang mereka belum juga datang kesini".


"Karna mereka pikir disini ada kamu yang bisa mereka andalkan tapi keadaannya sekarang sudah berbeda . Kamu sudah beristri dan mereka tidak mengetahui semua itu. Kamu harus secepatnya mengadakan resepsi biar seluruh dunia tahu kalau kamu sudah menikah".


"Iya Nek aku akan segera mengurusnya. Yang terpenting saat ini adalah meminta maaf pada Istriku terlebih dahulu !".


"Baguslah . Sekarang pergilah kekantor! Aku akan bicarakan pada Hanum setelah dia pulang kuliah".


"Baiklah Nek kalo begitu aku berangkat dulu".


"Hmm. Hati hati dijalan".


Ia berlalu pergi meninggalkan mainson.


Saat dalam perjalanan ia terus berpikir bagaimana caranya ia akan meminta maaf pada istrinya nanti.


Ia tidak mau lagi berjanji seperti kemarin karna ia yakin istrinya pasti tidak akan percaya lagi.


Sesaat kemudian ia terpikir pada temannya yaitu Tammy. Dengan segera ia mencari tau informasi mengenai Tammy lewat anak buahnya yang jadi andalannya.


Setelah mendapatkannya ia kemudian menghubunginya.


Saat jam makan siang Hanzen mendatangi kampus istrinya. Ia sengaja datang untuk mengajak istrinya makan siang bersama.


Sesampainya dikampus terlihat Hanum yang sedang mengobrol dengan beberapa mahasiswa yang ada disana .


Tentu saja kedatangannya menjadi pusat perhatian para penghuni kampus. Siapa sih yang gak kenal dengan pangeran tampan nan kaya raya itu. Pasal nya Hanzen Bramasta adalah seorang pemilik perusahaan yang setiap tahunnya merekrut mahasiswa lulusan terbaik dikampus ternama itu untuk ikut bergabung bekerja diperusahaannya .


" Hei lihat itu kan Hanzen Bramasta . Aduuhhh ganteng banget sih!". Ucap salah seorang mahasiswi .


"Wah ada angin apa pangeran tampan itu datang kesini. Ahh boleh gak sih halu jadi pacarnya". Ucap yang lainnya lagi


Dan masih banyak lagi ucapan kekaguman dari para mahasiswi dan juga para dosen kampus tersebut.


Melihat suaminya menjadi pusat perhatian para mahasiswi yang ada dikampusnya membuat Kadar kemarahan dan juga kecemburuan seorang Hanum kian bertambah saja.


Hanum kemudian mendekati Hanzen lalu menarik tangannya dan membawa pergi menuju area parkir.

__ADS_1


"Mas ngapain datang kesini? Mau tebar pesona ya dikampus ini.!" ucap Hanum dengan nada yang sangat kesal .


"Siapa juga yang mau tebar pesona. Aku kesini hanya mau mengajak istriku makan siang apa itu salah?!"


"Kamu kan bisa nelpon aku dulu Mas ! Kamu gak lihat apa tadi semua wanita yang ada disini pada ileran tau ! Sebel deh!".


"Kamu cemburu hmm?" Hanzen tersenyum lalu menaik turunkan alisnya.


"Siapa bilang aku cemburu, aku gak mau aja nantinya jadi bahan gosip dikampus ini!".


"Bukankah lebih bagus ! Kamu bisa memanfaatkan nama suamimu ini !".


"Tapi aku tidak mau mas orang mengenalku hanya karna aku istri seorang Tuan Muda dari keluarga Bramasta. Aku mau dikenal karna prestasiku dan apa yang aku capai itu murni atas hasilku sendiri.!".


"Jadi kamu tidak mau orang tau kalo kamu itu istriku?".


"Bukan gitu juga Mas ".


"Iya sayang aku ngerti kok maksud kamu". Ucap Hanzen yang tak mau lagi berdebat. Memegang tangan Hanum lalu menciumnya" Maafkan aku istriku, aku janji mulai hari ini aku akan selalu menomor satukan kamu!". Ucap Hanzen kemudian.


"Kemarin juga bilangnya seperti itu tapi nyatanya?".


"Iya sayang . Aku tau aku sangat salah kemarin . Kamu mau kan maafin aku?!".


"Tergantung". Ucap Hanum lalu melepaskan tangannya dari genggaman suaminya itu.


"Tergantung apanya sayang?".


"Ya tergantung kalo Mas masih saja mengulangnya aku tidak akan memaafkannya !".


"Iya aku janji sayang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama !".


"Janji ya . Awas aja gak ditepati!".


"Aku berjanji Hanum Paradipta Bramasta".


"Baiklah aku memaafkanmu Hanzen Bramasta!".


Lalu mereka kemudian memasuki mobil dan berjalan menuju sebuah restoran untuk makan siang.


Setelah memakan waktu kurang lebih 15 menit mereka telah sampai disebuah restoran bintang lima yang tak begitu jauh dari kampus Hanum.


Mereka pun masuk kemudian duduk ditempat yang telah direservasi sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2