SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 12. Sabar Ya Junior


__ADS_3

Pagi itu sepasang suami itu terbangun dengan wajah yang berseri seri, meskipun belum bisa melakukan malam pertama tapi mereka merasa bahagia karna saat terbangun kini ada aeaeorang yang menemaninya.


Hanum menyibakan selimut yang menutupi tubuh mereka dan akan segera turun dari tempat tidurnya. Tapi tiba tiba suaminya itu menarik kembali tubuh hanum kedalam pelukannya dan membenahi kembali selimutnya.


"Mas ini udah siang loh, aku mau bangun!". keluh Hanum pada suaminya.


"Mau ngapain sayang ini masih terlalu pagi!"


"Aku harus siapin keperluan kamu kekantor mas!".


"Tetaplah seperti ini sayang sebentar saja lagi!" ucap Hanzen seraya mengeratkan pelukannya pada sang istri lalu kembali terpejam dengan begitu nyamannya.


Hanum pun terpaksa menuruti keinginan suaminya yang masih betah dalam posisinya diatas tempat tidur.


Ditatapnya wajah tampan sang suami dari jarak yang begitu dekat. Wajah yang begitu tampan rahangnya yang tegas kulitnya begitu putih dan mulus bibir merah ranum dan bulu bulu halus yang tumbuh beraturan membuat ketampanan semakin sempurna


Sungguh sama sekali tak pernah menyangka jika dirinya kini menjadi seorang istri dari sosok Hanzen Bramasta.


"Sudah selesai mengagumi ketampananku?". Seloroh Hanzen yang langsung membuat Hanum menjadi salah tingkah karna ketauan telah diam diam mengagumi ketampanannya itu.


"Ish percaya diri sekali kamu ini mas, siapa juga yang mengangumimu!" kelah Hanum lalu mencium bibir suaminya sekilas kemudian langsung berlari kekamar mandi.


Menjadi seorang istri yang baru saja ia mulai memerankannya ia belajar untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya. Ia akan berusaha menjadi istri yang hangat walau hanya untuk hal hal kecil.


Setelah Hanum masuk kedalam kamar mandi tiba tiba ponselnya berdering. Hanzen penasaran lalu sedikit mengintip siapa gerangan yang menelpon istrinya.


"TamTam, siapa dia" gumam Hanzen saat melihat nama penelpon dilayar ponsel istrinya itu namun Hanzen meletakan kembali ponsel tersebut tanpa mau menjawab panggilan tersebut.


Beberapa saat kemudian Hanum telah selesai melakukan ritual mandinya . Keluar dari kamar mandi dengan rambut yang setengah basah terurai.


Hanzen menatap istrinya tanpa berkedip.


"Sayang, kamu sedang menggoda suamimu hemm?" ucap Hanzen seraya mendekati Hanum lalu memeluknya.


"Astaga mas ,aku sama sekali tidak sedang menggodamu, aku kan tidak keluar dari kamar mandi dengan keadaan telanjang !" ucap Hanum karna memang sama sekali tidak menggoda suami itu.


" Kamu terlihat begitu menggoda dengan rambut basahmu itu sayang, liat junior saja sampai terbangun !".


"Junior, siapa dia mas? dikamar ini kan cuma ada kita berdua saja"ucap Hanum yang tak mengerti dengan yang dimaksud Hanzen.


"Ini Namanya Junior sayang!"Hanzen menarik tangan Hanum lalu menempelkannya ke bagian bawah miliknya.


Sontak saja hal itu membuat Hanum terkejut namun juga merasa malu .


Namun ia berusaha tidak membuat suaminya itu kecewa karna ia menyadari saat ini dirinya belum bisa disentuh oleh suaminya karna sedang menstruasi.


Mau gimana lagi , habisnya tamunya dak ngomong dulu jadi gak bisa dicegah deh hihihi...


"Sabar ya junior, 6 hari lagi !" ucap Hanum dengan malu malu.


"Iya sayang aku akan sabar. Ya udah aku mau mandi dulu ya. Tapi yang ini boleh kan?"

__ADS_1


Aku bersyukur tak lagi seperti dulu aku jadi bisa menahannya . Ucapnya dalam Hati


Lalu menempelkan bibirnya pada bibir Hanum. Disesapnya bibir ranum istrinya, kemudian turun kearea leher dan melakukan gigitan kecil disana dan meninggalkan tanda kepemilikannya.


Merasa juniornya semakin mengeras Hanzen segera menghentikan aktivitasnya tersebut mengakhiri ciuman itu dikening istrinya.


"I love you sayang. Aku mandi dulu ya!".


"Iya mas".


Hanzen segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Hanum mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer lalu mengoleskan sedikit makeup diwajahnya.


" Aku lupa gak kasih tau Tamy tentang pernikahanku. Apa aku telpon aja ya" Hanum bergumam sendiri.


Kemudian mengambil ponselnya lalu membukanya.


Dan ternyata nama TamTam yang baru saja ia sebut muncul dilayar ponselnya .


"Hallo Tamy.!!" seru Hanum .


"Hanum ! Tau ah aku marah sama kamu, kenapa kamu nikah gak ngomong ngomong sama aku. Jahat banget si lupa sama aku Num !" ucap Tamy pura pura merajuk pada temannya itu.


"Ihh maaf ceritanya panjang dan begitu mendadak jadi gak sempet nelpon dan kasih tau siapapun ".


"Tapi kan bisa sesudah itu kasih tau aku, bahkan nomormu aja gak diaktifkan , ngeselin deh NumNum"


"Iya iya. Aku kemarin kerumahmu dan Ibumu sudah menceritakan semuanya".


"Syukurlah kalo kamu udah tau ceritanya".


"Iya Num aku sama sekali gak nyangka jika Haris sampe senekad itu loh, padahal dulu dia sangat menghargai kamu" ungkap Tami dengan sendunya.


"Kalo aku pikir pikir sekarang itu bukan cinta namanya tapi ambisi !".


"Tadi juga aku udah jenguk Haris di sel, dia bilang sangat menyesali perbuatannya Num dan dia memintaku untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu dia juga bilang sebentar lagi keluar karna bayar denda yang cukup tinggi dan menyewa pengacara yang cukup hebat".


"Aku sudah memaafkannya sebelum dia meminta maaf karna biar bagaimanapun dia sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri mudah mudahan dia tulus meminta maafnya!".


" Aku berharap juga begitu! Oya anak anak kampus banyak yang nanyain kamu tau, kamu juga ditanyain sama Pak Anwar !".


Menjadi bintang kampus membuat Hanum cukup banyak dikenal orang dan wajar saja cukup lama tak terlihat dikampus pasti ada saja yang mencarinya.


Mendengar kata kampus membuat Hanum merasa sesak, dan sedih. keinginannya untuk mencapai gelar sarjana sepertinya harus terkubur dalam dalam lalu ia menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya kembali.


"NumNum kamu masih disana kan?" tanya Tamy yang tak mendengar lagi suara Hanum.


"Iya TamTam aku masih disini. Mendengar kata kampus aku jadi sedih tau. Padahal aku pengin banget meneruskan kuliah hingga mendapat gelar sarjana seperti yang aku impikan selama ini". Ia menghapus cairan bening yang mulai mengalir disudut matanya.


"Jangan sedih NumNum . Lagian suami kamu kan orang kaya yang udah pasti akan memenuhi semua kebutuhan kamu tanpa harus capek capek kerja ,iya kan?".

__ADS_1


Melihat istrinya menangis Hanzen yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berlari mendekatinya.


"Sayang kamu kenapa menangis?" Hanzen mengusap air mata istrinya


"Gak papa Mas !" .


Kemudian Hanum menyudahi percakapannya dengan Tamy .


"TamTam udah dulu ya. Suamiku udah selesai mandi dan kami mau sarapan dulu bye".


"Baiklah NumNum selamat menempuh hidup baru ya. aku doakan segera punya anak yang lucu dan imut !".


"Amiin makasih doanya TamTam".


"Sama sama".


panggilan terputus.


"Ayo mas kita turun".


"Katakan dulu".


"Katakan apa Mas?".


"Kenapa kamu nangis ?".


"Gak papa mas. Aku hanya merindukan temanku saja. Dan kebetulan dia nelpon jadi ya biasalah bercerita cerita gitu!".


"Benarkah? Bukan karena menyesal menikah denganku?".


"Astaga Mas, kenapa harus nyesel, justru aku sangat bersyukur udah menjadi istrimu. Kamu perhatian penyayang dan juga......


"Dan juga apa? kenapa gak dilanjutin !".


"Udah ihh ,ayo turun aku udah lapar Mas!" ucap Hanum yang memang sudah terasa lapar.


"Baiklah karna aku suami yang baik jadi kita makan dulu. Tapi nanti harus kamu lanjutin oke !".


Lalu mereka segera turun. Dan ternyata dimeja makan sudah ada seorang wanita yang sedang menunggu Hanzen sambil memainkan ponselnya.


"Itu siapa Mas?" bisik Hanum kepada suaminya karna memang baru pertama kali melihatnya ada di mainson .


"Mana?"


"Itu Mas perempuan cantik dan modis juga anggun yang duduk didepan meja makan".


Seketika Hanzen meradang melihat sosok wanita yang sudah berani masuk ke mainsonnya tanpa ijin darinya.


"Siapa yang memberinya ijin masuk ke mainson ini !!!" Hanzen berteriak.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2