SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 38. Acara Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Hanzen & Hanum . Setelah berbagai bujuk rayu Hanz pada Hanum akhirnya Hanum menyetujui untuk segera mengadakan acara resepsi pernikahan mereka.


Hanum berpikir jika ia terus menyembunyikan status pernikahannya dengan Hanzen akan banyak manusia manusia seperti Risya selanjutnya.


Duduk dipelaminan dengan didampingi seorang adik dan mama kandung yang baru beberapa bulan ia ketahui itu.


Ia menyambut para tamu undangan yang tidak ada habisnya dari sejak pagi hingga menjelang sore dan semua itu cukup melelahkan bagi Hanum dan juga Hanzen.


Dari sudut ruangan seorang wanita memandang dengan sorot mata yang begitu tajam penuh amarah.


"Bersenang senanglah Hanum ! Semua keluargaku memang menyayangimu tapi tidak denganku. Kita lihat saja siapa yang akan bertahan dikeluarga ini aku atau kau? Hahaha!"


Sementara seorang pria yang berdiri tak jauh dari Hanum juga dengan rasa bencinya yang mulai tak terkendali itu melirik dengan sinisnya.


"Gara gara kau ibuku meninggalkanku untuk selama lamanya. Kau harus membayar semua ini wanita sialan!" Hazel bergumam dalam hati.


Brian datang mendekat ke arah Hanum bersama Siska.


"Hanum! Apa kau tidak menganggapku teman ,kenapa kau tak pernah cerita dengan pernikahanmu ini. Pantas saja lelaki es itu begitu marah saat Brian menyentuhmu, ternyata kamu adalah istri dari presdirnya!"


"Selamat ya aku ikut bahagia untukmu ". Ucap Siska kemudian


"Terimakasih Sis! Maafkan aku bukan maksud aku untuk menyembunyikan pernikahanku ini tapi aku punya alasan untuk itu!".


"Gak apa apa Num, apa kau tahu hari ini ada yang sedang merasakan patah hati, Hehe !"


"Ah ya ,siapa dia?".


"Ini yang di sebelahku dia tadi curhat katanya sedang patah hati karna wanita yang disukai nya ternyata diam diam sudah menikah !"


"Is apaan sih kau Sis main bongkar rahasia orang gitu aja!" ucap Brian seraya menyenggol lengan Siska menggunakan bahunya.


"Hahaha" kemudian mereka bertiga tertawa bersama.


"Apa kalian sedekat ini saat di kampus ?". Tanya Hanzen dengan raut muka yang sangat tidak sukanya karna merasa diabaikan.


"Eh maaf aku tidak tau jika dia adalah istri orang jadi jangan salahkan aku jika aku sedekat ini dengannya. Selamat atas pernikahannya ya, Hanum itu wanita yang sangat baik jadi jaga dia baik baik karna aku masih sangat mengharapkannya!". Brian berbisik pada telinga Hanzen.


"Apa maksudmu !".


"Mengertilah tanpa harus aku ulangi kata kataku!".


Kemudian Brian menarik lengan Siska untuk menjauh dari pelaminan. Terlalu lama di pelaminan membuat hati Brian semakin memanas saja . Sebenarnya ia sangat terluka saat menerima undangan resepsi pernikahan dari Hanum untuknya.

__ADS_1


Setelah sekian lama tanpa wanita dihati dan hidupnya dan baru kali ini ia merasa nyaman saat berdekatan dengan Hanum tapi nyatanya Hanum telah menjadi istri dari keluarga Bramasta.


Pernah terbesit dalam benaknya untuk merebut Hanum dari Hanzen tapi lagi lagi akal sehatnya menolak.


Brian sangat tau soal Hanzen karna salah satu perusahaan miliknya yang dikelola oleh pamannya itu juga menjalin kerja sama dengan perusahaan HB Group yang ditangani langsung oleh Hanzen.


Saat sedang berjalan ke arah parkir tiba tiba seorang gadis menabrak tubuhnya dengan sangat keras.


"Aoooow!! Kalo jalan pakai mat....!" Rania tidak melanjutkan makiannya kala melihat seseorang yang ia tabrak ternyata begitu tampan dan memukau .


"Maaf aku buru buru !" ucap Brian yang hanya sedikit meliriknya dan terus berjalan menuju mobilnya lalu menggelengkan kepala karna kelakuan Rania yang sudah menabraknya tapi malah memakinya.


"Tunggu!" Cegah Rania.


Brian menghentikan langkahnya lalu membalikan badannya tanpa menatap Rania.


"Maaf aku tidak sengaja menabrakmu. Kenalkan aku Rania!" ucapnya seraya mengulurkan tangannya.


"Is oke !" Ucap Brian tanpa menyambut uluran tangan dan perkenalan dari Rania lalu kembali berjalan menuju mobilnya sehingga membuat Rania kesal bukan main.


"Siapa dia! Berani sekali mengabaikanku seperti ini! Apa dia tidak tau kalo aku adalah putri dari keluarga Bramasta?". Rania bergumam sendiri sambil terus berjalan dengan penuh amarah dan menghentak hentakan kakinya.


"Hei nona kecil ada apa denganmu kenapa kau berjalan sambil menghentak hentakan kakimu seperti itu!" tanya Boy dengan tiba tiba muncul dari balik pintu dan mengagetkan Rania.


"O'ya ! Tapi sayangnya nama itu telah melekat diujung lidahku jadi mohon maaf aku tidak bisa menggantinya begitu saja!". Ucap Boy seraya menjulurkan lidahnya pada Rania.


Dan itu membuat Rania merasa semakin kesal saja.


Boy dan Rania memang sangatlah dekat karna mereka sering bermain bersama saat Rania masih kecil dan Boy sudah menganggap Rania seperti adiknya sendiri. Meskipun Boy terkenal dengan sikap dinginnya tapi ia selalu bersikap hangat terhadap nona kecilnya itu.


Rania berjalan kembali menuju tempat dimana kakaknya itu berada . Saat sedang mengambil sebuah minuman ia melihat Hazel sedang duduk seraya menikmati minuman dicangkirnya.


"Hai Haz! Sendirian aja?" tanyanya basa basi.


"Seperti yang kau lihat ! Apa aku sedang bersama seseorang?" Tanya balik Hazel pada Rania.


"Gak usah sombong kau ya! Fasilitas yang kau pakai adalah pemberian kakakku tanpanya kau bukanlah apa apa, gak ada yang bisa kau sombongkan!".


"Lalu apa bedanya dengan dirimu yang hanya seorang anak tiri dari keluarga Bramasta?!" Rania terhenyak kaget kalau ternyata Hazel juga sudah mengetahui semua kebenaran itu.


"Beraninya kau!" Rania berucap seraya mengangkat tangan hendak menampar Hazel


"Apa! Mau tampar, Tampar aja ! Kau pikir aku takut denganmu heu !" Hazel tersenyum mengejek pada Rania .

__ADS_1


"Awas aja !" Rania berlalu pergi.


Kenapa semua makhluk adam hari sangat menjengkelkan. Pertama lelaki itu, kemudian Boy, lalu Hazel si miskin dan belagu itu.


Rania menatap seorang pria yang sedang duduk bersanding dipelaminan.


"Kak banyak wanita di dunia ini kenapa harus dia yang kaka cintai. Dia adalah anak dari hasil perselingkuhan wanita itu dengan Daddy Hariawan.


Aku tidak rela kak , aku pernah merasakan gimana sakitnya diselingkuhi jangankan oleh suami! Diselingkuhin pacar saja sakitnya bukan main. Apalagi jadi mommy yang sudah dikhianati oleh saudaranya sendiri. Saudara yang tak ada ikatan darah sama sekali . Sudah dianggap keluarga tapi malah menyakiti . Dasar perempuan tidak punya hati!


Dalam hati Rania terus memaki Mutia dan Hanum. Ia sangat membenci kedua wanita itu.


Lalu Rania menatap Zennet yang sedang tertawa bahagia becanda ria dengan Mutia


Mom Rania tau mommy sangat sakit hati saat mengetahui semua itu, tapi kenapa mommy harus pura pura baik didepan mereka.


Sementara Farel terus menatap Mutia dengan kekagumannya.


Apa ini yang dinamakan senjata makan tuan. Sebelumnya Farel begitu percaya dirinya bahwa yang akan menang hanyalah dirinya. Ia akan menikmati Mutia kemudian membuatnya hancur . Rupanya dia salah karna ternyata yang menang adalah Mutia . Mutia telah berhasil menjerat hatinya. Dan kini ia merasa kesepian tanpanya. Sedangkan dia, dia begitu enjoy menikmati hidupnya tanpa Farel.


Saat Mutia mengalihkan pandangan lewat sudut matanya ia merasa ada yang sedang memperhatikannya . Mutia lalu menoleh ke arah sudut pandang matanya dan benar saja Farel sedang menatapnya dengan tatapan kosong .


Melihat Farel seperti itu membuat hati Mutia sedikit tersentuh. Beberapa hari ini ia selalu mengabaikan panggilan dan juga pesan dari Farel.


Ia kemudian merogoh ponselnya dari dalam tas lalu mencoba mengirim pesan pada Farel.


"Hai kaum adam! Kenapa kau terlihat seperti orang bodoh ngapain bengong disitu entar kesurupan loh!"


Pesan terkirim


Ting


Bunyi pesan masuk di hand phonenya berhasil mengusik lamunan Farel.


Seketika senyuman indah terukir dengan nyata dibibirnya . Lalu menatap ke arah Mutia . Ia seakan menemukan sesuatu yang hilang dari hidupnya. Semangatnya kembali menyala .


.


.


.


BERSAMBUNG✍️

__ADS_1


__ADS_2