
Hanzen dan Hanum sama sama telah sampai di mainsonnya disambut hangat oleh Hariawan dan Zennet juga Nenek.
Mereka kini berkumpul diruang keluarga sambil melihat televisi sesekali diselingi obrolan ringan.
Hanzen sejak tadi sibuk dengan ponselnya membuat Hanum penasaran lalu mendekati suaminya.
"Lihat apaan sih mas, serius banget dari tadi kulihat!". Tanya Hanum penasaran.
Lalu melihat layar ponsel suaminya itu yang ternyata sedang mengamati sebuah foto.
"Loh ini foto kok mirip ibu waktu muda mas ! Dapat dari mana foto ini ? " tanya Hanum terkejut.
"Davin menemukan foto itu di dalam mobil yang melakukan tabrak lari pada ibu sayang !".
"Apa! Coba lihat" Hanum menarik ponsel suaminya demi melihat dengan jelas foto tersebut.
"Tapi siapa perempuan ini kok mirip aku ya hehe" ucap Hanum yang merasa lucu ada orang yang ia rasa mirip dengannya.
"Tunggu foto ini kan ditemukan dimobil yang melakukan tabrak lari pada ibu berarti kematian ibu ada hubungannya dengan wanita ini gitu mas?!" ucapnya kemudian yang baru menyadari ucapan suaminya .
"Ya sayang! Aku lagi cari informasi tentang perempuan yang ada difoto itu! Menurut informasi yang Davin dapat semalam ! Perempuan itu bernama Mutma !"
Percakapan mereka berdua berhasil menarik perhatian Zennet.
Zennet ingat betul dari dulu Mutia selalu menyebut namanya Mutma singkatan dari Mutia Mahendra.
"Mutma !" tanya Zennet tiba tiba.
Seketika Hanzen dan Hanum menoleh secara bersamaan kearah mommy nya itu.
"Hanum apa ibumu bernama marine ?". Tanya Zennet dengan begitu penasaran.
"Ya Mom. Apa Mommy mengenal Ibu?". Tanya Hanum tak kalah penasaran seraya memperlihatkan foto yang ada diponsel suaminya.
"Ya tuhan !" Zennet langsung terbangun dan menghambur memeluk Hanum dengan penuh kerinduan dan kebahagian seraya terus menangis
"Ternyata kamu adalah anak perempuannya Marine sahabat mommy!" ucapnya dengan penuh rasa haru dan bibirnya terus bergetar .
"Sudah sangat lama mommy mencari keberadaannya sampai putus asa dan menyerah mommy benar benar tidak menyangka ternyata anaknya ada didekatku dan bahkan menjadi menantuku saat ini" Zennet terus memeluk Hanum dengan terus terisak dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Punggungnya bergetar hebat.
Hanum mengusap punggung mertuanya dan membalas pelukannya .
Betapa tidak, selama bertahun tahun ia terus mencari keberadaan sahabatnya itu yang menghilang bak ditelan bumi setelah kematian suami dari Mutia Mahendra saudara perempuan Zennet mahendra.
__ADS_1
Melihat istrinya terus menangis Hariawan mengajak Hanzen dan akan menceritakan sepenggal kejadian dimasa lalu yang mungkin bisa menjadi suatu petunjuk untuk mengungkap pelaku tabrak lari ibunya Hanum.
"Hanz ikut daddy !" ucap Hariawan seraya pergi menuju ruang kerja Hanzen.
"Apa benar Hanum anak kandung marine?"
"Bukan dad! Hanum adalah anak angkatnya!".
"Benar dugaanku Hanum adalah anaknya Mutia Mahendra !"
"Siapa Mutia Mahendra dad?".
"Dia adalah saudara perempuan mommy!".
"Apa! jadi aku dan Hanum 1 kakek itu artinya.?"
"Tidak ! Mutia Mahendra adalah anak angkat dari kakekmu mereka membesarkannya dengan penuh kasih sayang tanpa pernah membeda bedakan antara keduanya. Hingga kedua anak perempuan itu tumbuh dewasa bersama dan menjadi saudara perempuan sekaligus sahabat yang sangat ceria dan mereka berdua juga bersahabat dengan marine.
Sampai pada suatu hari kami menikah secara bersamaan. Daddy menikahi mommy kamu dan Mutia juga menikah dengan kekasihnya. Tak berselang lama marine menikah dengan sanjaya.
Saat menikah itulah kakekmu dengan terpaksa memanggil ayah kandung mutia untuk menjadi wali nikah dari Mutia karna tidak mungkin kakekmu menjadi walinya sementara ia tahu betul ayah kandungnya masih hidup dan kondisinya sehat .
Sejak saat itulah Mutia mulai berubah setelah mengetahui dia hanyalah anak angkat dari keluarga Mahendra.
Rama dinyatakan meninggal dan Mutia dinyatakan Hamil . Berbagai cara telah dilakukan Mutia untuk menggugurkan kandungannya tapi bayi itu tetap bertahan sampai akhirnya Mutia nekad mengakhiri hidupnya karna kejiwaannya terganggu.
Mutia menjalani perawatan kejiwaannya dalam keadaan hamil. Setelah melahirkan bayinya kami pikir dia sudah sembuh total tapi ternyata belum dan ia hampir saja membunuh bayinya jika saja Marine tidak datang tepat waktu mungkin bayi itu sudah tidak bernyawa lagi ditangan Mutia. Sejak saat itulah Marine membawa pergi bayi itu.
Selang beberapa tahun Mutia kembali mencari bayinya dan niatnya tetap sama yaitu melenyapkan anak tidak berdosa itu. Disaat yang sama Mutia menganggap kami adalah pembunuh suaminya.
Hatinya dipenuhi dendam pada kami semua .
Saat itulah Marine dan sanjaya memutuskan pindah keluar kota dan membawa bayi perempuan Mutia bersamanya.
"Jadi aku adalah anak yang tidak diinginkan oleh ibu kandungku sendiri dan ayahku juga tidak jelas ! " lirihnya dengan gemetar. Hanum yang ternyata sejak tadi diam diam mendengarkan cerita daddy Hariawan dari balik pintu.
Ia begitu syok mendengar kenyataan tentang dirinya. Pandangannya gelap tubuhnya luruh dan terkulai lemas kemudian ia pingsan .
Sontak Hanzen dan Hariawan menoleh pada sumber suara.
"Sayang!" seru Hanzen seraya bangun dan berlari meraih tubuh istrinya yang telah terbaring lemah dilantai itu.
"Mom kenapa mommy biarkan Hanum kemari !" ucap Hariawan pada istrinya.
__ADS_1
"Mommy gak tau dad . Tadi dia naik keatas mau kekamarnya , mommy gak tau kalo ternyata dia keruangan kerja Hanz dan mendengarkan semuanya.!"
"Sayang ! Sadarlah sayang!" Hanz panik "Bu Tin panggil dokter Arya!" serunya kemudian pada kepala pelayan itu.
"Iy iya den Hanz!". Bu Tin segera menghubungi dokter keluarganya.
Nenek yang tidak mengetahui apapun karna baru saja keluar kamar itu ikut panik melihat kepanikan semua orang karna cucu menantunya tidak sadarkan diri.
"Hanum sayang! Hanum kenapa bisa pingsan Hanz?" tanyanya panik .
Kemudian Hariawan juga mulai menceritakan pada sang ibu tentang siapa Hanum.
Ia juga menceritakan kembalinya Mutia yang kemungkinan menjadi pelaku tabrak lari ibu ine.
Nenek memegang dadanya karna jantungnya kembali berdenyut nyeri tapi Hariawan dengan cepat mengambil obat pereda nyeri dan segera meminumkannya pada sang ibu.
"Gimana Bu apa sudah lebih baik!" tanya Hariawan dengan panik.
Ibunya Hanya mengangguk pelan.
Dokter datang dan segera memeriksa kondisi Hanum.
"Tidak ada yang serius Hanz mungkin karna dia syok jadi ia tidak sadarkan diri ! Hanya tensi darahnya agak rendah . Aku akan memberikan vitamin dan obat penambah darah saja !".
"Syukurlah aku lega mendengarnya ! Tapi kenapa istriku belum juga sadar Ar?!". Tanya Hanzen yang juga diangguki semua orang yang sedang berada diruang keluarga itu.
"Sayang ! Bangunlah sayang!" ucap Hanzen seraya menciumi tangan Hanum.
"Tenang saja Hanz sebentar lagi dia akan bangun dan segera minumkan obat ini !" titah dokter itu seraya menyodorkan obat yang kebetulan ia bawa didalam tasnya itu.
.....................
Sementara itu ditempat lain Farel sedang bersama Mutma.
"Tante aku capek banget kita istirahat dulu ya!" keluh Farel yang mulai kewalahan melayaninya.
"Janji ya sudah istirahat mulai lagi".
"Ya aku janji ! Mana ponselku udah 4 hari ini tante menyita ponselku dan mematikannya. Orang kantor pasti mencariku.
Dengan berat hati Mutia menyerahkan ponsel Farel yang dalam keadaan mati seraya tersenyum manja.
BERSAMBUNG
__ADS_1