SEJUTA CINTA UNTUK HANUM

SEJUTA CINTA UNTUK HANUM
Bab 63. Marasa Nyaman.


__ADS_3

Malam ini di mainson milik keluarga Bramasta masih terbilang rame  karna kedua orang tua Farel juga masih ada id indonesia. mereka kini sedang berkumpul dimeja makan sedang menikmati makan malam bersama .


Hanum yang juga ikut bergabung disana untuk makan malam bersama anggota keluarganya yang lain.


"Sayang, makan yang benar ya agar kondisimu cepat pulih dan kebutuhan ASI buat babby Al juga terpenuhi!" titah Zennet pada Hanum.


"Iya mom, aku selalu makan dengan benar loh! Farel mengurusku dengan sangat baik semaenjak aku hamil dan melahirkan babby Al!' ucap Hanum sambil melirik kearah Farel yang duduk disebrang kursinya.


"Pasti lah , aku gak mau keponakanku itu kekurangan nutrisi gara gara pola makan ibunya kurang baik!" sahut Farel  kemudian.


"Apa yakin hanya karna memikirkan babby Al?!"ucap sang papi pada putranya seraya memainkan kedua alisnya.


"Ish papi apan sih , ya iyalah karna babby  Al,emangnya apa lagi?"


"Ya gak apa apa, papi hanya memastikan aja!".


Farel melirik Hanum yang sedang menikmati makanannya dengan begitu lahap. Tanpa mempedulikan omongan antara ayah dan anaknya  itu.


"Pelan pelan makannya loh, entar keselek!" tegur Farel pada Hanum.


"Hehe, Maaf"


"Non Hanum!" seru Bu Tin yang muncul dari lift dengan babby Al digendongannya.


"Babby Al kenapa bu Tin?".


"Gak tau non, sejak tadi menangis terus saya jadi bingung makanya saya bawa kesini aja non!".tutur bu Tin.


Rea langsung berdiri dari duduknya hendak mengambil babby Al , namun Farel dengan cepat telah duluan mengambil babby Al.


"Dah terusin dulu makanmu , babby Al biar sama aku dulu!" ucapnya pada Hanum.


"Aku udah kenyang Rel , sini mungkin dia lapar mau mimi!".


"Gak Num, makanlah dulu aku tau kau belum kenyang, biarlah aku gendong babby Al, lanjutkan dulu dan habiskan makananmu baru kasih ASI buat Al!"


Akhirnya Hanum menurut saja apa kata Farel , karna ia tahu jika sudah mengenai babby Al Farel tidak akan bisa dibantah.


Tak berselang lama tangisan babby Al tak terdengar lagi, ia kembali tidur dalam gendongan Farel.


"Sepertinya anak papa ini maunya sama papa terus ya!". ucapnya sendiri sambil terus menepuk nepuk pantat babby Al yang nafasnya mulai teratur.


Sekilas Farel teringat bayang bayang Hanum saat melahirkan babby Al, begitu kesakitan dan sangat penuh pengorbanan.


"Percayalah Hanum aku akan menjadikan anakmu menjadi anak yang akan selalu menyayangi dan menomor satukan kamu, karna perjuanganmu tidak lah mudah saat melahirkannya" batin Farel dalam hati.


Saat sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri tiba tiba seorang gadis muncul dari arah pintu dengan wajah yang begitu bahagia.

__ADS_1


"Hei babby Al!" serunya tiba tiba dengan suara yang begitu keras.


Babby Al yang terkejut dengan teriakan Rania langsung terbangun dan menangis dengan kencangnya.


"Kau!" ucap Farel pelan tapi matanya menatap tajam pada Rania sehingga membuat Rania menciut .


Farel selama ini tak pernah seperti itu pada siapapun . Tapi entah kenapa melihat Babby Al yang terusik dari tidurnya dan menangis membuat Ferel begitu marah.


"Maaf..!!!" bisik Rania seraya menunduk.


Kemudian Rania berjalan menuju meja makan tempat dimana seluruh anggota keluarganya sedang berkumpul dan menikmati makan malam bersama.


"Ran, kau kenapa mukanya ditekuk gitu ?!" tanya Hanum .


"Kak Farel menyeramkan !" jawab Rania seraya mendudukan dirinya disebelah Hanum.


"Kenapa dia ? " tanya Hanum kembali.


"Anaknya yang sedang terusik oleh suaraku eh dia lansung melotot sangat menyeramkan persis seperti singa yang baru melahirkan terus anaknya terganggu oleh binatang sekitar!".


"Hahaha.!! Kau ini masa Farel disamain sama singa sih!" ucap Hanum.


"Habisnya serem banget kak, posesifnya terlalu berlebihan menurutku!".


"Rania rania!!" ucap Hanum lagi seraya bangkit dari duduknya hendak menghampiri Farel dan mengambil baby Al dari gendongannya.


"Berikan padaku Rel, lanjutkan makanmu gih!" titah pada Farel.


"Gak lah sini , kau lanjutin makan dulu sana!".


Namun baru saja Farel hendak menggerakan tangannya babby Al kembali terbangun dari tidurnya lalu menangis dengan kencangnya.


"Tuh kan dia jadi nangis lagi kan! Udah biarin sama aku aja lah gendongnya !".


"Tapi kau belum makan Rel!" keluh Hanum.


"Nanti saja lah gampang itu yang penting babby Al gak nangis!"


Lalu Hanum kembali masuk keruang makan dan mengambil piring yang berisi makanan Farel lalu membawanya ke ruang keluarga .


Semua orang yang masih menikmati makan malam itu hanya menatap bingung pada Hanum.


"Aaaa..!" titahnya pada Farel.


"Apaan gak usahlah Nanti aja Num biar aku makan sendiri!".


"Mau sampai kapan Rel babby Al kalo udah gitu pasti sampai semalaman maunya denganmu nanti kau dak sempat makan malah sakit pula!".

__ADS_1


Hanum sangat tau jika bayinya sudah seperti itu pasti akan lama .


"Aaa buka mulutmu !" titahnya lagi .


Akhirnya Farel pun membuka mulutnya dan makan dengan disuapi oleh Hanum hingga makanan dalam piringnya itu ludes tak tersisa.


"Mau nambah lagi?" tanyanya pada Farel .


" Enggak Num udah cukup, entar malah kekenyangan gak enak rasanya!".


"Ya udah aku ambil air minum dulu ya!".


Farel menatap punggung Hanum . Lagi lagi jantungnya berdegup sangat kencang.


"Ya tuhan...! Perasaan macam apa ini, masa iya aku jatuh cinta sama sepupuku sendiri. Ini tidaklah benar, aku harus bisa melawan perasaan ini seperti aku melawan perasaanku pada Mutia!". Gumamnya pelan yang hanya bisa didengar olehnya sendiri.


Lalu ia menatap babby Al yang sedang tertidur lelap dalam gendongannya.


"Al, apa kau setuju jika papa Farel mencintai mama Hanumu itu !" ucapnya lirih seraya mengelus pipi mungil babby Al menggunakan jarinya dengan lembut.


Namun siapa sangka jika babby Al menyunggingkan bibirnya tersenyum dalam tidurnya dan membuat Farel menjadi semakin gemas pada babby Al. Dia selalu merespon ucapannya dengan senyuman dari bibirnya yang mungil.


Farelpun tersenyum lalu menempelkan hidung mancungnya kepipi Babby Al.


"Ini air putihnya Rel, minum dulu!".


"Terima kasih Hanum, maaf jadi merepotkanmu!". Ucap Farel.


" Gak lah Rel, merepotkan seperti apa! Justru aku yang merepotkanmu gara gara babby Al maunya sama kamu terus!".


"Dia sudah ku anggap anakku dari sejak dalam kandungan Num jadi wajar saja kalau dia maunya sama papanya terus, mungkin dia merasa nyaman jika dalam gendonganku!". Ucapnya dengan percaya diri.


"Ishh, jadi menurutmu dia tidak nyaman didalam gendonganku gitu?!". Protes Hanum.


"Ya buktinya dia masih tetap nangis saat kau gendong ! Iya kan?".


"Ahh jahat kau rel! udah ah aku kekamar aja mau tidur, nikmati aja gendong babby Al semalaman dan begadang!" ucap Hanum seraya berlari menuju lift dan menuju ke kamarnya.


"Tunggu! Aku juga mau naik !" seru Farel sambil berjalan dengan pelan karna takut gerakannya mengusik babby Al.


Farel dan Hanum menaiki lift dan menuju ke lantai atas .


Hariawan dan yang lainnya hanya menatap heran pada kedua saudara sepupu itu yang terlihat semakin dekat saja.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG ✍️...


__ADS_2