
Di mainson milik keluarga Bramasta kini semua orang berkumpul untuk membicarakan acara pernikahan Hanum dan Petter juga Farel dan Tammi. Mereka yang tadinya memutuskan untuk melansungkan acara pernikahan secara bersamaan itu namun tidak jadi orang tua dari Tammi tidak bisa hadir pada Hari ituย dikarena ada suatu urusan yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali. Akhirnya pernikahan mereka akan berselang selama 2 bulan setelah pernikahan Hanum dan Petter.
"Al, ikut mama yok sayang." ajaknya pada sang anak yang sedang berada dalam gendongan opa Hariawan.
"Ma....ma...ma," celoteh Al yang baru saja sedang belajar berbicara.
"Ya sayang, ini mama," jelas Hanum pada Al.
"Pa...pa....pa." celotehnya lagi seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah Petter.
Dan itu semua menjadi kebanggan tersendiri bagi Petter karna ternyata baby Al mau mengakui jika dirinya adalah papanya. Satu hal lagi yang membuat dirinya bahagia adalah Al yang begitu mirip dengannya yang membuat dirinya semakin percaya diri, untuk mengakui bahwa anak itu adalah anaknya. Ia begitu menyayangi Al yang kini masih berusia 2 tahun lebih.
Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika dirinya kini telah menemukan cinta sejatinya yang ternyata adalah seorang single parent yang masih begitu muda dan cantik. Namun siapapun orang yang melihatnya tidak akan pernah menyangka jika calon istrinya itu adalah seorang single parent. Jika dilihat dari postur tubuh dan wajahnya wanita itu terlihat seperti seorang gadis, karna di samping umurnya yang masih muda wajah sederhana itu terlihat sangat imut menurutnya.
Paras sederhana itu mampu menelusup dalam pada hati Petter. Pria yang selama ini selalu digosipkan sebagai gay, karna daya ketertarikannya pada wanita itu sangat minim. Itu juga yang menjadi sebab kedua orang tuanya langsung merasa senang saat sang anak mengutarakan keinginannya untuk melamar seorang wanita. Terlebih orang tua Petter bukan orang tua yang selalu memandang seseorang dari latar belakang keluarganya.
*
*
*
*
Kehidupan setelah pernikahan.
"Sayang, aku titip Al sebentar ya, mau ke kamar mandi." Hanum menitipkan anaknya pada suaminya.
"Oke sayang." Petter menatap punggung Rea yang telah berjalan menuju kamar mandi.
Kemudian ia mengajak Al bermain main dengan mobil mobilan yang kini berada di tangan anak sambungnya yang telah ia anggap seperti anaknua sendiri
Sesekali terdengar suara Al yang menirukan suara mobil yang sedang melaju. Membuat Petter semakin gemas saja.
__ADS_1
"Halo jagoan kecil ayah!" seru Farel yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Allo ayah Alel," sahut Al dengan suara cadelnya dan membuat Farel tertawa gemas.
"Pinter banget jagoan kecil ayah, jagoan kecil sedang main apa sih?"
Al yang sedang asik dengan mainan mobil mobilannya itu hanya menjawab dengan menunjukan mobil mobilan yang berada di tangannya.
"Bro, terima kasih selama ini telah menjaganya dengan begitu bai." Petter menepuk pundak Farel.
"Santai saja Bro, itu adalah kewajiban aku sebagai pamannya yang menjadi pengganti ayahnya yang telah tiada dan aku sendiri sudah menganggap Al sebagai anakku sendiri."
Farel mulai menceritakan semua yang berhubungan dengan keluarganya pada Petter. Karna biar bagaimanapun juga Petter kini adalah suami dari adik sepupunya itu yang harus mengetahui tentang silsilah dan cerita tentang keluarganya mereka. mulai dari siapa Hanum dan orang tuanya di masa lalu. Farel menceritakan semuanya dengan detail sebelum akhirnya ia pamit untuk pergi untuk mengurus persiapan pernikahannya dengan Tammi
Farel berharap Petter bisa menerimanya dengan hati yang lapang. Farel tahu itu tidak mudah bagi sebagian orang untuk memahami alur kehidupan keluarganya. Ditambah dengan hadirnya mutia saat ini yang merupakan ibu kandung dari Hanum sendiri.
Farel pun berharap Petter bisa menerima kehadiran mutia sebagai ibu mertuanya.
Petter tersenyum tulus setelah mendengar semua penjelasan dari Farel, lalu kemudian ia menggendong Al dan membawanya ke kamar menyusul istrinya yang sejak tadi belum juga kembali bergabung bersamanya lagi di ruang keluarga.
Dengan segera Hanum keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat sedih.
"Sayang , kenapa dengan wajahmu? Sepertinya ada sesuatu yang menganggu pikiranmu," tanya Petter.
"Apa Farel sudah menceritakan semuanya?"
"Jadi itu sebabnya yang membuat istriku ini bersedih."
"Farel sudah menceritakan semuanya sebelum dia pergi."
"Bagaimana ?"
"Aku tahu sayang, setiap keluarga punya jalan cerita masing masing. Aku tidak pernah mempermasalahkan semua itu, aku mencintaimu itu berarti aku menerimamu dengan seluruh cerita yang ada dalam kehidupanmu. Entah itu cerita keluargamu cerita masa lalumu atau segala keadaan yang bersangkutan denganmu aku akan terima. Bukan hanya di masa laku tapi di masa yang akan datang aku juga sudah menerima segala yang ada pada dirimu."
__ADS_1
"Terima kasih sayang." Hanum memeluk suaminya yang masih menggendong anaknya itu.
"Mama angis....?" tanya Al tiba tiba.
"Ya boy, mama menangis, tapi menangis karna bahagia." Petter memberi pengertian pada anak yang kuni masih berada di dalam gendongannya.
Al terus menganggukkan kepalanya tanda paham dengan apa yang dijelaskan oleh papanya itu.
"Bersiaplah sayang barang barang yang kita bawa ke rumah kita. Besok rumah kita sudah bisa ditempati, jadi mulai besok kita akan pindah ke sana. Kau tidak keberatan bukan?"
"Tentu saja tidak sayang, baiklah aku akan memanggil Bu Tin untuk membantu mengemasi semua barang barangku dan juga Al."
Setelahnya mereka mengajak Al bermain bersama di atas kasur miliknya. Dengan penuh canda dan tawa. Bu Tin yang sejak tadi melihat dan memperhatikan keluarga kecil itu pun ikut bahagia kala melihat kebahagian yang kini menyelimuti kehidupan Hanum. Kini lengkap sudah kebahagian dalam hidup Hanum. Ia telah menemukan seseorang yang tepat untuk dijadikan suami sekaligus ayah dari anaknya.
Petter benar benar memperlakukan Hanum dan juga anaknya itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tak pernah sekalipun ia membuat Al atau pun Hanum itu merasa tertekan atau bersedih sekalipun. Lelaki itu benar benar berperan dengan sangat baik untuk keluarga kecilnya itu.
Tidak semua orang bisa melakukan peran itu dengan baik dan benar. Dengan menikahi seorang single Parent yang mempunyai anak itu tidak mudah, karna selain mencintai istrinya ia juga harus bisa menerima kehadiran anaknya yang telah menjadi bagian dari kehidupannya. Terkadang sering kali seorang lelaki hanya mau menyayangi wanitanya saja dan tidak tulus menerima anaknya yang telah menjadi bagian dari wanita tersebut.
Namun Petter adalah sosok lelaki yang sempurna, karna selain tampan dan mapan ia juga adalah sosok lelaki yang sangat setia dan bertanggung jawab terhadap keluarganya itu.
The End....
...****************...
Kisah Hanum telah berakhir ya. Maaf jika ada cerita atau kata kata yang tidak enak dibaca. Sebagai author pemula yang masih banyak belajar saya sangat menyadari kekurangan saya dalam menulis. Entah itu dalam segi bahasa, dalam segi penjelasan dan apapun mohon dimaklumi. Insyaa allah kedapannya akan lebih diperhatikan lagi.
Salam dari author pemula....
~ A.dinart~
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Author punya karya baru
__ADS_1
Aku menemukan buku yang bagus banget di NovelToon, yuk baca bareng! Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku(My Cold Husband), author: A.dinart
https://noveltoon.mobi/id/menikahi-kakak-dari-calon-suamikumy-cold-husband?content\_id\=2687133