
Pagi ini dirumah sakit , semua keluarga Bramasta sedang berkumpul , Tak terkecuali orang tua dari Farel yang baru saja tiba dari luar negri bersama Hariawan dan Zennet .
Ya orang tua dari Farel yang yang mendengar cucu Hariawan telah lahir itu sangat antusias untuk datang keindonesia untuk menyambut kedatangan anggota baru dari keluarga Bramasta itu.
Al Zayndra, dengan panggilan Al, itulah nama yang Hanum berikan pada babbynya .
Farel sedang menggendong babby Al yang kini sedang tertidur pulas .Semalaman babby El terus menangis sehingga membuat Farel sedikit kewalahan saat menjaganya.
Pagi tadi Farel berinisiatif memindahkan baby El agar satu ruangan bersama dengan ibunya agar Farel juga bisa menjaganya sekaligus tanpa harus keluar masuk dan mondar mandir karna merasa khawatir dengan keadaan ibu dan anak yang tinggal diruangan terpisah.
"Rel , berikan sama mami baby Al nya" pinta mami Harvie pada anak lelakinya itu.
"Tapi babby Al sedang tidur kasian dia semalaman gak tidur loh mih!" sahut Farel yang merasa tidak tega jika harus memindahkan babby Al karna pasti akan membuatnya terbangun dan kembali menangis.
"Padahal mami sangat ingin menggendongnya barang sebentar saja Rel!" ucapnya dengan penuh permohonan.
"Kasihkan saja Rel kasian tante Harvie loh!" titah Hanum pada Farel.
"Tapi nanti dia terbangun dan menagis lagi Num! kasian babby Al".
"Gak apa apa nanti kalo nangis tinggal dimimiin kan diam lagi"
" Baiklah kalo begitu"
Farel kemudian menyerahkan babby Al ketangan mommynya dengan begitu luwesnya ia menggendong babay AL sejak tadi walaupun ia belum pernah pernah punya babby tapi ia begitu cekatan dan trampil dalam mengurus babby Al dari semalam. Beruntungnya babby Al tidak terusik sedikitpun dengan gerakan gerakan Farel yang memindahkannya secara perlahan ketangan maminya .
"Rel, dari mana kau belajar mengurus bayi hingga setrampil ini?" tanya Hariawan yang sejak tadi memperhatikan cara Farel menggendong dan mengurus babby Al. Karna ia sendiripun tidak berani menggendong bayi yang baru saja lahir itu.
"Aku ikut kelas cara mengurus bayi om!" ucapnya.
Tentu saja jawaban Farel begitu mengejutkan semua orang yang ada di ruangan tersebut tak terkecuali Hanum.
Hanum tidak pernah menyangka jika Farel sampai segitunya ingin menjaga bayi Hanum.
"Kau serius Rel?" tanya semua orang secara bersamaan.
"Ya, kenapa ? emang salah kalo aku ingin mengurus keponakanku sendiri dengan benar , aku kan gak mau nanti babby Al kenapa napa gara gara aku gak bisa mengurusnya dengan benar!"
__ADS_1
"Ya gak apa apa sih Rel , tapi apa itu gak terlalu berlebihan ya?" Tanya Hanum kemudian.
"Sama sekali enggaklah aku kan udah pernah bilang walaupun babby Al ayahnya telah pergi untuk selamanya tapi masih ada unclenya yang selalu siapa siaga untuknya kapanpun dan dimanapun!".
"Makasih sayang kamu udah jadi uncle yang terbaik untuk cucuku!" ucap Zennet.
"Aku bukan cuma jadi uncle tapi aku juga akan jadi ayah yang terbaik untuknya." kata katanya penuh dengan ketegasan dan keyakinan.
Semua orang disana saling menatap saat mendengar penuturan Farel yang begitu tegas. termasuk papi dan maminya Farel yang juga sempat terkejut dengan dengan penuturan putra semata wayangnya itu.
Ia mulai berfikir apakah mungkin Farel telah jatuh cinta pada Hanum atau hanya sekedar ingin menjadi ayah dari anaknya saja tanpa ada perasaan lebih untuk Hanum. Ditambah lagi mereka mendengar penuturan sang perawat yang pernah mengiranya bahwa Farel adalah suami dari Hanum karna Farel memperlakukan Hanum layaknya seorang istri saat proses persalinan itu berlangsung.
"Pi, bagaimana kalo Farel ternyata mencintai Hanum apa itu mungkin?" bisiknya pada sang suami.
"Itu sah sah saja mi, jika memang itu yang menjadi kebahagiaan untuknya kenapa tidak? kita nikahkan saja mereka". lalu mereka tertawa disela bisikannya.
"Apa yang kalian omongin sih , kenapa berbisik bisik , apa kalian sedang bergosip tentang kami?" tanya Hariawan dan juga Zennet .
"Tidak sama sekali Zenn, sejak kapan aku suka bergosip!" sahutnya seraya melirik pada Farel dan Hanum..
Kedua manusia itu sedang asik berdiskusi entah apa yang mereka diskusikan tentang babby Al.
Tiba tiba saja babby Al menangis dengan begitu kencang . membuat Farel kelabakan dan panik.
"Mami apakan babby Al ku ?"protesnya pada sang mami.
"Mami gak ngapa ngapain sayang dia tiba tiba saja menagis mungkin dia lapar!" ucap mami harvie .
"Sini biar aku kasih ASI tan" pinta Hanum.
Lalu mami Harvie segera memberikannya pada Hanum . namun ia tidak langsung menyusuinya sehingga membuat babby Al menangis semakin kencang.
"Tunggu apalagi Num, ayo kasihkan ASI nya, babby udah kelaparan itu!" cerocos Farel.
"Kau keluarlah Farel , Hanum tidak mungkin menyusuinya dihadapanmu!" titah mami Harvie.
"Oke baiklah maaf aku melupakan sesuatu" sahut Farel dengan santainya.
__ADS_1
Kemudian Farel segera keluar ruangan dan menghampiri kedua pria yang sedang duduk dan mengobrol diruang tunggu sambil menyesap rokok.
Ditempat lain.
Rania sedang mendatangi Hazel ke pusat rehabilitasi, ia pun memberi tahukan kabar tentang kelahiran babby Al yang begitu tampan menurutnya
"Haz, bagaimana kondisimu saat ini?"
"Seperti yang kau lihat Ran, aku sudah jauh lebih baik bukan? lihat saja tubuhku yang dulu kurus sekarang kembali berisi!" tuturnya pada Rania yang sekarang telah menjadi kekasihnya sejak 2 bulan yang lalu.
"Syukurlah sayang, aku senang mendengarnya!"
"O,ya bagaimana keadaan kak Hanum dan babby Al? apa mereka baik baik saja ?"
"Ya tentu, mereka sangat baik karna kak Farel mengurusnya dengan sangat baik!".
"Syukurlah kalo begitu, apa kau membawa foto babby AL?"
"Ya aku kemarin sempat mengambil fotonya pakai HP"
Rania lalu menunjukan foto babby AL pada Hazel.
"Wah ganteng sekali keponakanku ini, bikin gemes aja".
"Masih babby tapi udah keliatan banget mirip sama abangku kan?" tanyanya pada Hazel.
"Ya Ran, mirip banget dengannya" dengan raut muka yang begitu sendu.
" Maafkan aku ya Ran! Semua ini salahku, andai saja aku tidak gelap mata dan melakukan semua kejahatan itu, pasti kak Hanzen sekarang sedang bahagia menyambut kelahiran bayinya, aku memang jahat dan tidak punya hati , aku benar benar menyesal telah menjadi seorang pembunuh!!". Hazel menangis sesenggukan mengingat kesalahan yang begitu besar pada keluarga kakaknya sendiri.
"Sudah Haz, semua sudah takdir walaupun mungkin kamu tidak melakukan kesalahan itu aku yakin pasti ada jalan lain untuk tuhan memanggil kak Hanz, percayalah itu semua takdir tuhan!". Ucap Rania menenangkan Hazel
"Tapi tetap saja Ran , aku adalah orang paling jahat, orang yang telah tega menghancurkan keluargamu!".
Hazel terus saja merasa bersalah. Ia begitu menyesali perbuatannya dimasa lalu. Tapi ia bersyukur keluarga Bramasta itu telah memaafkan semua kesalahannya dan meringankan hukumannya yang kini hanya tinggal dipanti rehabilitasi untuk menjalani penyembuhan dari obat obatan terlarang yang pernah ia gunakan sehingga menutup mata dan hatinya dari kebaikan.
.
__ADS_1
.
.BERSAMBUNG ✍️...