
Sepeninggalan Hazel Rania meneteskan air matanya karna tak ia dapatkan sedikitpun respon darinya.
ia menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskan kembali secara perlahan demi menetralkan perasaannya kembali. dan ia bertekad untuk terus berusaha mendapatkan cinta dan hati seorang Hazel Pradipta.
Iapun mulai berpikir tentang apa yang kini dirasakannya itu adalah sebuah suatu karma karna dulu ia sangat membenci Hazel. Terlepas dari hazel adalah adik dari Hanum wanita yang sempat ia benci karana telah memenangkan hati semua orang didalam rumahnya pria itu sama sekali bukan tipe dari pria yang disukainya
"Ran apa kau sudah selesai?" tanya Farel pada sepupunya itu.
"Ya kak, aku sudah selesai!" ia berjlan menghampiri Farel
"Ada apa ? kanapa kau menangis?" tanya Farel penasaran.
"tidak apa apa kak!"
"Cerita aja gak apa apa Ran"
"Sangat memalukan kak, karna aku dulu sempat marah sama kakak saat kakak menyatakan perasaan kaka pada tante mutia , aku dulu pernah bilang kalo lingkup hidup kita bukan hanya didalam keluarga ini, diluar sana masih banyak orang yang bisa kaka cintai, Tapi nyatanya kini aku sendiri jatuh cinta pada sosok Hazel" ungkap Rania pada kakak sepupunya itu.
"Ya cinta memang tidak bisa kita tebak pada siapa akan berlabuh, tapi aku sekarang cukup merasa lega karna bisa menahan rasa cinta yang dulu sangat menngebu pada tante Mutia , Ditambah sekarang Mutia sendiri tidak ada disini jadi semakin membuatku terbiasa untuk tidak melihatnya!"
"Jadi menurut kakak aku harus menahan rasa cinta ini buat Hazel begitu?"
"Tidak perlu kalian sama sekali tidak ada hubungan keluarga , tidak seperti hubunganku dengan Mutia dulu karna Mutia sendiri adalah ibu kandung dari Hanum yang ternyata Hanum juga anak dari om Hariawan sendiri, jadi mau tidak mau aku harus mengubur dalam dalam perasaan itu, Walaupun tidak mudah tapi seiring berjalannya waktu aku berhasil melewatinya".
__ADS_1
"Tapi sikapnya sangat dingin kak, aku harus bekerja ekstra untuk mencairkan bongkahan batu karang itu!"
"Tidak akan sesulit itu karna pada dasarnya Hazel itu pria yang begitu hangat hanya saja dia mengubahnya menjadi dingin saat kehilangan orang tuanya dan menganggap orang terdekatnyalah yang telah menyebabkan semua itu ditambah dia menggunakan obat obatan terlarang untuk melawan sisi lembut yang sudah tertanam sejak kecil!"
"Mudah mudahan apa yang kaka bilang itu benar, tidak akan sesulit menaklukan binatang buas!"
"Mulai sekarang berdamailah dengan keadaan , belajarlah menerima kaka iparmu sebagai bagian dari keluarga kita! dia adalah wanita yang sangat baik hati !".
"Sebenarnya aku sudah mulai menerimanya tapi terkadang aku merasa iri dengan perlakuan daddy padanya , aku merasa daddy pilih kasih, ya walaupun aku sadar kalau aku bukanlah anak kandung daddy!"
"Tapi om Hariawan tidak pernah menganggap kau dan Hanzen itu adalah anak tirinya , beliau selalu menyayangi kalian lebih sejak dulu lebih dari apapun, ya anggap saja perlakuan om Hariawan sekarang pada Hanum adalah penebusan dosa yang dulu beliau lakukan dengan tidak mengakui anak kandungnya sendiri dan lebih memilih kalian berdua yang kenyataannya bukanlah darah dagingnya, bukan begitu?!"
Rania hanya megaggukan kepala tanda setuju dan mengerti dengan petuah yang diberikan oleh kaka sepupunya itu. Setelahnya mereka kembali diam dan tenggelam dalam pikirannya masing masing .
"Apa aku juga mencintai Rania ! tapi tidak mungkin aku mencintai adik dari orang yang telah aku bunuh bahkan aku berada disini saat ini karna itu! tidak aku tidak boleh jatuh cinta , cinta hanya akan membuat orang menjadi bodoh dan lemah! Aku harus bisa melawan dan menghilangkan rasa cinta ini. Tidak ada cinta di dunia yang kejam ini!" gumam Hazel sambil memegang kepalanya lalu membaringkan tubuhnya.
"Jika di dunia ini tidak ada cinta mana bisa kau terlahir kedunia ini bodoh!" sahut salah seorang yang juga berada didalam sel yang sama.
Setelah beberapa bulan bersama didalam sel tahanan baru kali inilah ada yang berinisiatif untuk mengajaknya bicara karna dalam beberapa bulan ini baru sekarang Hazel terlihat layaknya manusia biasanya . Biasanya ia bertingkah arogan seperti seekor harimau buas yang siap menerkam mangasanya kapan saja, sehingaa tidak ada yang berani walau sekedar untuk menyapa.
"Kau dan juga aku tercpita karena adanya cinta kedua orang tua kita, namun terkadang keadaan mengalahkan segalanya , apalagi bila sudah menyangkut materi, terkadang cinta itu hilang karna desakan materi dan kesulitan hidup yang kita alami.karna istilah uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang itu adalah fakta, !". jelasnya panjang lebar
Hazel hanya menatap sekejap lalu kembali pada pandangan kosongnya kedepan dan merenungkan kata kata teman satu selnya itu. Apakah ia harus menerima pernyataan cinta Rania? tapi bagaimana bisa ia akan berhubungan dengan cinta sedangkan ia sendiri kini berada dalam tahanan.
__ADS_1
"Kau benar tapi orang seperti kita ini apa pantas mendapatkan cinta disaat keadaan kita tidak bedaya seperti ini? jangankan membahagiakan orang yang kita cintai, Memenuhi kebutuhan sendiri saja kita sedang sangat tidak berdaya" sahut Hazel kemudian dengan posisi yang kini duduk dan menghadap temannya itu.
"Aku senang karna sekarang kau lebih terlihat layaknya manusia dan bisa kita ajak bicara tidak seperti kemarin kemarin!" ungkap seseorang yang lain lagi dan membuat Hazel merasa heran.
"Maksud kau aku kemarin kemarin seperti binatang buas begitu?!" tanya Hzel dengan seidkit meninggikan suaranya tapi tak lagi setinggi biasanya.
"Aku tidak mengatakan seperti itu! hanya saja kemarin kau terlihat sangat menakutkan sekali kita sampai tidak berani sekedar menyapamu!" tuturnya lagi.
"Jadi kalian maunya aku seperti apa?!"
Kemudian mereka semua tertawa bersama
Hazel sekarang lebih santai dalam menjalani aktifitas sehari seharinya didalam sel , Setelah kesalahan yang begitu besar dan berpikir tidak ada lagi mau peduli padanya . Apalagi orang orang yang ada diluar sana yang ia pikir sama sekali tidak pernah memperdulikan keadaannya , tapi ternyata ia salah besar karna ternyata mereka semua masih pedulipadanya. Tak terkecuali Rania gadis yang ia tau sangat manja dan menyebalkan itu ternyata bisa juga menjadi dewasa saat seorang Rania meyatakan cinta kepadanya .Ia berpikir tidak ada salahnya untuk menerima cinta Rania
Ia kemudian berinisiatif menghubungi ponsel Rania menggunakan ponselnya selam ini sembunyikan tanpa sepengatahuan petugas kepolisian.
Ia segera memberi tau Rania tentang perasaan yang juga ia yakini jika ia juga mencintai Rania yang entah sejak kapan dan baru ia sadari saat Rania memeluk dirinya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...