
Farel menunjukan salinan video yang dikirimkan oleh Davin.
Mereka dengan fokus memperhatikan sosok wanita yang sedang berdebat dengan bu Ine. Wanita yang sama sekali tidak mereka kenali seandainya saja wanita itu tidak menutupi sebagian wajahnya menggunakan masker mungkin saja mereka bisa mengenalinya.
"Kamu mengenalnya sayang?" tanya Hanzen pada istrinya.
"Gak mas, aku belum pernah melihatnya sebelumnya! Apa orang itu ada hubungannya dengan kecelakaan ibu mas?".
"Tidak menutup kemungkinan ,karna dari video yang aku lihat mereka berdebat cukup hebat!"
"Tapi setauku ibu adalah orang yang gak pernah mau melayani hal hal yang berbau keributan".
"Sebab itulah mungkin wanita itu merasa diabaikan" .
Hanum hanya mengangguk lesu.
"Kamu jangan khawatir sayang semua pasti akan segera terungkap!" Hanzen menenangkan kembali istrinya yang mulai meneteskan air matanya kembali
.
.
.
Hari ini adalah genap 7 hari semenjak kematian ibunya Hanum. Hari ini Hanum dan juga Hanzen akan segera kembali ke mainson nya.
"Ayolah Haz ! Kaka gak bakal bisa tenang disana nanti ! Jika kamu masih tetap tinggal disini sendirian !". Ucap Hanum dengan nada memohon .
Dan entah untuk yang keberapa kalinya Hanum dan suaminya itu membujuk Hazel untuk ikut dengannya . Namun Hazel tetap saja menolak dengan alasan sekolahnya hanya tinggal sebentar lagi jadi sangat tanggung sekali jika harus berpindah ke sekolah lain.
"Kak, percayalah sama aku . Ini tidak akan lama kak hanya tinggal beberapa bulan saja setelah itu aku lulus dan baru akan tinggal bersama kaka. Aku janji akan baik baik saja kak sampai aku lulus nanti !".
"Mas gimana ini ! Hazel sama sekali tidak mau mengerti kekhawatiran aku ini!". Keluh Hanum pada sang suami.
"Kamu gak perlu khawatir sayang ! Biarkan Hazel tetap melanjutkan sekolahnya disini sampai dia lulus. Dan untuk sementara dia bisa tinggal bersama Farell !". Ucap Hanzen memberi ketenangan pada hati istrinya.
"Apa Farel gak akan keberatan mas?".
"Tidak akan sayang ! Farel itu cuma tinggal sendiri dirumahnya. Aku yakin dia akan sangat senang jika Hazel tinggal bersamanya".
"Coba mas hubungi dulu Farel aku gak tenang kalau belum mendengar persetujuan Farel secara langsung mas!".
"Iya sayang aku akan menghubunginya sekarang".
Kemudian Hanzen segera mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celananya dan segera menghubungi sepupunya itu.
"Ya Hanz !" jawabnya dari seberang telpon.
"Rel aku dan istriku hari ini akan kembali ke mainson ! Untuk sementara biarkan Hazel tinggal bersamamu sampai sekolahnya selesai hanya beberapa bulan lagi ! Kamu tidak keberatan kan?".
"Dengan senang hati Hanz . Aku tidak akan keberatan. bahkan walau selamanya tinggal bersamaku aku tidak masalah sama sekali Hanz. Rumah ini terlalu besar untuk aku tinggali sendirian!" ucap Farel dengan antusias.
"Sayangnya aku tidak akan mengijinkan jika Hazel tinggal selamanya denganmu disini Rel !".
"Kenapa begitu ! Ingat Hanz aku ini pria baik baik loh bukan sepertimu !".
__ADS_1
" Ya ya terserah kamu deh mau ngomong apa . Aku nitip adikku ! awas ya jangan diajarin yang macam macam dia masih polos . Kalo sampai terjadi apa apa dengannya habislah kamu!!".
"Hohoho. Siap bos ! Tenang saja aku tidak akan merusaknya. Palingan aku hanya memperkenalkan sedikit saja saja seperti apa dunia yang sesungguhnya " .
"Lakukan saja dan akan ku ambil alih perusahaanmu untuk selama lamanya !".
"Ah gak seru ancamannya perusahaan mulu !".
"Makanya jangan macam macam!".
"Oke oke! Kapan mau diantar kerumah ?"
"Sekarang sekalian kita menuju bandara !".
"Oke ditunggu !"
Tut tut tut
Panggilan terputus .
"Gimana sayang kamu udah denger sendiri kan ?!".
"Iya mas, sekarang aku bisa tenang!".
"Haz bereskan semua barang barangmu abang akan mengantarkanmu kerumah bang Farel. Untuk sementara kamu tinggal bersama bang Ferel dirumahnya!." ucap Hanzen pada adik iparnya itu.
"Apa itu tidak merepotkan bang ferel ya bang ?".
" Tidak sama sekali Haz dia akan sangat senang karna dia hanya tinggal sendiri dan merasa kesepian !".
Dan merekapun pergi meninggalkan rumah tersebut .
Didalam perjalanan menuju rumah Ferel tiba tiba taksi yang ditumpanginya mengalami pecah ban.
Dengan terpaksa mereka harus turun dan mengganti dengan taksi online yang lain.
Mereka memilih menunggu didepan sebuah butik ternama.
Seorang wanita berkulit putih ,tinggi langsing hidungnya kecil mancung dengan rambut berwarna coklot tua yang panjangnya hanya sebatas dagunya.
Keluar dari butik tersebut dengan mengenakan kacamata hitam.
Tanpa mereka ketahui wanita itu memperhatikan Hanum dari balik kacamata hitamnya.
Gadis itu ! Kenapa jantungku berdetak sangat kencang sejak melihat gadis sederhana itu. Andai anakku dulu bersamaku pasti usianya tak jauh beda.
Tuhan ...dimana aku harus mencari anakku. Aku begitu merindukannya!
Tanpa disadari airmata mulai menggenang dipelupuk matanya . wanita itu segera mengusapnya menggunakan jari .
Semua itu gara gara kalian . Gara gara kalian aku harus kehilangan anakku satu satunya. Tunggu saja pembalasanku. Aku akan datang untuk balas dendam.
Ucapnya dalam hati yang sudah dipenuhi rasa dendam itu.
Kemudian segera berlalu meninggalkan pelataran butik .
__ADS_1
Setelah 30 menit Hanzen dan Hanum berserta Hazel sudah sampai dirumah Farel .
Kemudian mereka segera masuk kedalam rumah itu . Nampak disambut oleh Farel dengan antusias.
Saat sedang asik mengobrol dan saling bercanda tiba tiba saja seorang wanita muncul dari balik pintu.
"Sayang kamu dimana !" teriaknya kemudian.
Sontak semua orang menoleh kesumber suara tersebut dan betapa terkejutnya Farel dengan suara yang tak asing didengar telinganya.
"Sebentar kalian tunggu sini ya aku temui orang itu sebentar!."
Farel berlari keluar lalu menarik wanita tersebut ke depan rumahnya.
"Aduh tante ngapain seh kesini !".
Gawat kalau sampai Hanz tau aku berpacaran sama tante tante bisa mati aku , hadeuh gimana ini .
"Tante kangen sama kamu sayang dari semalam loh kamu gak bisa dihubungi tante jadi khawatir!"
"Aduh tante ! Aku kan udah bilang jangan datang kerumahku ! Cukup aku aja yang datang kerumah tante ! Aku minta maaf ponselku baru aku hidupkan jadi aku baru lihat pesan tante".
"Ya itu salah kamu , sekarang kamu harus ikut tante ! Tante sangat membutuhkan kamu! Ayolah Farel kamu gak merindukan mainanmu ini!" ucapnya seraya menempelkan tangan farel pada gunung kembarnya itu.
"Aku sangat merindukannya tante, tapu sekrang aku lagi ada sepupu aku ,tunggu mereka pergi baru aku menemui oke !". Ucap Farel seraya meremas gundukan kenyal milik wanita tersebut.
"Baiklah sayang aku tunggu dirumah"! Ucap wanita tersebut dengan tatapan yang sudah dipenuhi kabut gairah itu.
"Ya sampai jumpa nanti tante!".
Setelah kepergiannya Farel kembali masuk dan bergabung lagi dengan yang lainnya.
"Siapa yang datang Rel ! Kekasihmu?" tanya Hanz penuh selidik.
"Ah bukan hanya rekan kerja saja semalam aku lupa charger handphone jadi mati dan dia tidak bisa menghubungi aku . Itulah sebabnya dia datang kemari!"
"O'Ya perasaan tadi dia panggil kamu sayang !" timpal Hanum kemudian.
" Ah mana mungkin ,kamu salah dengar kali Num !" wajah Farel seketika menjadi gugup.
"Bibi !" kemudian Farel memanggil ART nya itu . Untuk mengalihkan kegugupannya itu.
"Iya Den Farel "
"Apa kamar nya sudah siap?".
"Sudah Den!"
"Kalo begitu tolong bawa barang barang temanku ini ke kamarnya ya bi!".
"Baik Den!".
Setelah beberapa lama mengobrol dan bercanda sesekali membahas perkembangan perusahaan yang dikelola masing masing Hanzen dan Hanum segera pamit karna 2 jam lagi adalah jadwal penerbangannya.
Tanpa disadari seorang wanita yang sama memperhatikan dari kejauhan . Melihat sosok Hanum lagi lagi jantungnya berdetak sangat cepat.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya dan siapa dia.