
Kami berlima sudah sampai di apartemen Novi, dan kami cepat-cepat masuk ke dalam.
"Guy's gue mandi dulu yaaa, ga enak nih darah semua badan gue, lo mau ikut sekalian gak Ris?" Ucap Novi sambil mengajak Riska.
"Enghhh, enggak deh makasih Nov kamu aja, aku nanti aja di rumah," Jawab Riska.
"Kalo gue aja ikut gimana, boleh gak?" Sahut ku sambil tertawa.
"Gue hajar lo Dav, mau?" Ucap Novi kesal sambil membanting pintu kamar mandi nya.
Setelah Novi masuk ke kamar mandi, Satria mengeluarkan handphone milik Regina dari saku nya.
Lalu satria mulai membuka dan mengechek isi dari handphone Regina, kami pun semua penasaran apa saja yang ada di dalam nya.
Pertama Satria membuka panggilan masuk nya, lalu banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomer tidak di kenal.
Lalu ada satu nama yang sering sekali di hubungi nya, panggilan keluar atau panggilan masuk nama itu selalu ada.
Regina menamakan kontak itu "Mr. Tiga" entah apa maksud nya.
Satria kemudian memeriksa kontak nya dan mencari dengan kata "Mr" tepat sekali ada beberapa nama yang menggunakan inisial "Mr" terdapat 3 nama dengan menggunakan inisial itu.
"Mr. Dua" "Mr.Tiga" "Mr. Empat"
Kita pun semua bingung dan terdiam.
Terlihat wajah Satria yang sedang berfikir sambil memejam kan mata nya, kemudian Satria mulai memeriksa sosial media Regina, pertma dia buka Facebook, dan tidak ada petunjuk hanya ada beberapa pesan dari pria yang mengajak nya kenalan, tapi pesan itu belum di baca oleh Regina.
Kedua Satria memeriksa Twitter, dan hasil nya nihil tidak ada apapun di sana.
Yang ke tiga Instagram, banyak sekali notif di sana tapi masih tidak ada petunjuk.
Kemudian Satria langsung memeriksa DM nya, dan tidak ada satu pun yang aneh, hanya ada beberapa teman Regina yang menanyakan, apa maksud dari instastory nya itu.
Satria langsung memeriksa email, di email ada satu pesan masuk yang aneh. Subjek nya hanya di isi dengan kata "MATI KAU!" lalu ada pdf di sana, Satria membukanya dan ada satu gambar.
Ternyata itu gambar pentagram yang sama dengan gambar yang ada di dekat tubuh Regina tadi, dan gambar tersebut di buat dengan darah.
Akhir nya satu petunjuk aneh kita dapatkan, kemudian Satria memeriksa Whatsapp milik Regina, ada 3 panggilan tak terjawab dari "Mr. Dua" dan juga ada pesan yang belum di baca dari "Mr. Dua" yang bertuliskan.
"AKU TIDAK SUKA DENGAN CARAMU YANG SEPERTI INI!"
Kami semua bingung dan bertanya-tanya apa maksud dari pesan itu, Satria pun terus mencari petunjuk dengan men-scroll ke bawah pesan nya.
Terlihat pesan paling bawah ada pesan dari Suna dan kemudian satria membuka nya.
__ADS_1
Dan ternyata itu pesan 2 bulan yang lalu, dan tanggal nya sama dengan kejadian waktu, saat aku dan Suna terjebak di kawasan SEKTE itu, pesan nya seperti ini.
"Gina ini aku Suna, maaf sebelum nya sudah lancanh, ada satu permintaan ku yang tidak boleh kamu tolak Gin. Jika setelah aku mengirim pesan ini kemudian aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, aku minta tokong ke kamu jaga Davie baik-baik ya Gin, kondisi ku sangat kacau sekarang dan tidak bisa menceritakan semua nya. Kamu hanya perlu menjalan kan permintaan ku saja Gin, by the way terima kasih ya Gin."
"Suna, dia sudah tahu kalau dia tidak akan selamat!" Ucapku sambil meneteskan air mata
Suasana pun menjadi hening seketika.
"Sabar Dav, sabar... Suna orang yang hebatkan?" Tanya Riska sambil menenangkan ku dan memegang tangan ku.
"Tapi gue heran, Suna dapet nomer Regina dari mana ya, lo aja gak nyimpen nomer Regina Dav," Ucap Achonk.
"Cewe itu posesif, apalagi kalau sama mantan cowok nya, dia pasti nyari informasi apa aja tentang mantan nya itu!" Sahut Riska.
"Udah lama, Suna minta kontak Regina sama gue, dia bilang Davie jangan sampai tahu kalau misalkan dia minta kontak Regina," Ucap Satria dengan nada pelan.
"Gak masalah bro, gue percaya Suna cuma sekedar bertanya kontak Regina aja ke lo," Jawab ku.
"Iya Dav, gue juga gak berani macam-macam, karena gue tau keseriusan lo sama Suna," Ucap Satria.
"Thank's man, lo emang sahabat gue!" Jawab ku sambil memukul bahu Satria.
"Terus gue bukan sahabat lu Dav, lo gak bakal bisa ngopi kalau gak ada gue!" Sahut Achong sewot.
"Lo itu sahabat ngopi gue Chong," Jawab ku tersenyum.
Suasana pun cair kembali dengan tawa kami semua, dan Satria mulai beraksi mencari petunjuk lain, sekarang Satria coba membuka SMS milik Regina.
Banyak sekali SMS nomer tidak di kenal yang belum di baca, betul sekali isi SMS nya itu semua adalah teror.
"Gue gak tau perasaan Regina kaya apa setelah di teror banyak gini, pasti keadan sikologis Regina juga udah terganggu, gue yakin!" Ujar ku dengan nada pelan.
"Iyaa apa lagi dia perempuan, dapat ancaman seperti ini pasti membuat dia gak nyaman Dav," Sahut Riska.
Satria memabaca pesan itu satu persatu, dan terlihat mata nya sudah berkaca-kaca, mungkin karena sudah tidak tahan akhir nya Satria menekan tombol home untuk keluar dari menu SMS itu.
Satria pun langsung memerikasa galeri nya, banyak sekali album-album foto selfie nya, dan foto terakhir nya itu sebuah amplop yang di berikan ke Novi tadi pagi.
Satria melihat rincian dari foto itu, ternyata foto itu baru kemarin di ambil nya jam 21:45 WIB.
"Apa itu alasan dia kenapa belakangan ini sulit di hubungi?" Tanya Satria.
Kami pun diam dan kebingungan, Satria mulai menscrol ke bawah album fotonya, dan foto-foto kenangan ku dengan Regina juga masih di simpan di galeri nya, aku saja sudah tidak ada satu pun foto nya, tapi dia masih menyimpan semua nya, hampir ada 300 foto kenangan aku dan Regina yang masih di simpan oleh nya.
"Aku tak tahu apa arti nya diriku bagi dirinya, apa sedalam itu perasaan nya kepada ku?" Ucap ku menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Lalu Satria melihat ke folder vidio, satria menemukan vidio dengan Cover amplop tersebut yang di rekam tadi pagi oleh Regina
*DI VIDIO TERLIHAT ADA AMPLOP YANG DI BERIKAN KE NOVI, KEMUDIAN DIA MENGGANTI KE KAMERA DEPAN DAN TEIHAT WAJAH REGINA TERSENYUM DAN BERKATA.
"Hai guy's gue nemuin ini, bisa di bilang ini bukti kejahatan yang ada kaitan nya dengan Suna, kalian gak perlu tahu gue dapat ini dari mana, yang jelas nanti amplop ini gue titip ke Novi dan gue bakal cari bukti-bukti lain tentang aliran sesat itu, semua ini gue lakuin demi sahabat kita semua, Suna!"
REGINA PUN MENGHELA NAFAS NYA.
"Guy's you know what, gue kangen sama kalian semua, gue kangen kita nongkrong bareng lagi seperti dulu saat masa-masa kuliah, gue kangen jokes dan tingkah bodoh kalian semua guy's. Setelah masalah ini selesai, please banget kalian luanging waktu ya, gue punya rencana trip buat kita semua ke Lombok guy's, janji ya!"
REGINA PUN MENANGIS DAN VIDIO NYA BERAKHIR*.
Kita semua tidak bisa menahan air mata, dan terlihat Novi yang berdiri di belakang Satria pun ikut menangis, entah sejak kapan dia berada di sana.
Seketika suasana menjadi haru, dan air mata kami mulia menetes, bahkan Riska yang tak mengenal Regina pun ikut menangis.
"Sat, nanti kirim vidio itu ke gue buat kenang-kenangan terakhir dari Regina ya Sat!" Ujar Novi sambil menangis.
"Iya ini nanti gue share ke grup tenang aja, ini salah satu kenangan sahabat kita guy's, wajib kita simpan!" Balas Satria sambil mengelap air matanya.
"Kita berdoa aja semoga Regina tenang di sana ya guy's, dan sekarang tanggung jawab kita tambah berat, karena sudah ada dua nyawa dari kita yang di ambil, ini udah gak bisa di biarin lagi!" Ucap ku dengan nada kesal.
"Sabar Dav, ingat jangan gegabah, salah langkah, kita juga akan mati, mereka semua terlihat tidak main-main menanggapi ini dan juga tidak segan-segan untuk membunuh kita semua!" Riska menasihati ku sambil memegang tangan ku.
Satria pun membuka vidio yang terakhir Regina rekam, kami pun mulai merapat dan melihat nya lagi.
*DI VIDIO YANG AWAL NYA GELAP, TIBA-TIBA FLASH MENYALA.
DAN WAJAH REGINA KEMBALI TERLIHAT, DAN LAGI-LAGI DIA TERSENYUM TAPI KALI INI SENYUM NYA SEDIKIT BERBEDA, SENYUM NYA LEBIH LEBAR DARI VIDIO SEBELUM NYA, KEMUDIAN REGINA BERKATA SAMBIL BERBISIK.
"Hai Novi, Richard, Satria, dan buat Davie, jika kalian sudah melihat vidio ini, berarti gue udah meninggal, karena gue tahu Satria pasti nyari handphone gue buat nyari bukti-bukti, gue itu paham banget sifat dan juga karakter kalian semua guy's!"
UCAP REGINA SAMBIL TERSENYUM DAN MATANYA SUDAH MULAI BERKACA-KACA.
"So guy's gue mau minta maaf sebelum nya, gue gak bisa dapat bukti lain nya, karena ada beberapa orang dengan jubah hitam dan mengenakan topeng aneh mengejar gue, dan amplop bukti itu udah gue titip ke Novi ya guy's, dan maafin gue juga karena kita gak bisa pergi berlibur ke Lombok, maaf ya guy's. Pesan gue cuma satu, kalian harus hati-hati, SEKTE itu menyembah iblis MICTLAN atau MICTLANTECUHTLI. Memang agak susah menyebut nama nya, tapi mereka biasa menyebut nya DEWA MICTLAN."
"MICTLAN itu adalah salah satu dari 16 iblis terkenal, dan MITCLAN adalah dewa kematian paling dalam di alam kubur, mereka biasa menyembah iblis itu dengan upacara memakan daging manusia, kemudian kepala si korban itu akan di letakan di altar untuk perasembahan kepada iblis MICTLAN."
"Percaya atau tidak, mereka sedang berencana untuk membuat persembahan masal yang akan di lakukan di bulan purnama akhir tahun ini, setelah persembahan masal itu terjadi pasti akan ada bencana besar sebagai tanda bangkit nya iblis MICTLAN, contoh nya seperti sunami di Aceh beberapa tahun lalu, dan yang gue tahu persembahan masal itu membutuh kan 666 kepala manusia, jika kalian ingin menghentikan nya, kalian harus hati-hati ya guy's!"
"TERAKHIR, I MISS YOU GUY'S, GUE KANGEN KUMPUL BARENG LAGI SAMA KALIAN SEMUA*."
Ucap Regina sambil menangis dan vidio itu pun berakhir.
Kami menangis dalam kebingungan, dan terima kasih banyak Regina atas informasi berharga nya, kita akan bertemu lagi nanti di suatu tempat yang indah, kita akan berkumpul lagi di sana di tempat indah milik Nya.
__ADS_1
"SELAMAT JALAN SAHABAT, KAMU ITU HEBAT, DAN KAMI AKAN SELALU RINDU CANDA TAWAMU, SELALU!"
•••