Sekte: Komunitas Topeng Tanpa Ekspresi

Sekte: Komunitas Topeng Tanpa Ekspresi
Kiriman Misterius part I


__ADS_3

"Hei Risss.... Riska... Riskaaaaa... Bangun, udah sampai di rumah lo nih," Ucap ku sambil menepuk pipi nya Riska.


Terlihat sekali wajah Riska yang lelah bercampur sedih, dan posisinya yang bersandar dengan wajah menghadap ke arah ku, membuat wajah lelah nya terlihat sangat jelas.


"Kalau di perhatikan, ternyata si Riska cantik juga ya," Ucap ku dalam hati.


Jujur aku jadi tidak tega membangun kan nya, tapi mau bagaimana lagi, kita sudah sampai di depan rumah nya, mungkin lebih baik dia tidur di kamarnya yang layak, di banding harus tidur di dalam mobil.


"Ris bangun Ris, kita udah sampai nih!"


Ujar ku dengan nada yang tidak terlalu tinggi sambil menepuk-nepuk pipi nya.


"Eén entiteit zal ons naar de hemel brengen!" Ucap Riska dengan mata yang masih tertutup.


"Anjirrr... Dia ngigau nya aja pakai bahasa Belanda," Jawab ku sambil tertawa.


Riska pun membuka mata nya perlahan dan terkejut melihat ku.


"Ehh maaf Dav gue ketiduran," Ucap Riska sambil membenar kan posisi duduk nya.


"Udah sampai nih, lo lanjut tidur di dalam aja sana Ris!" Ujar ku.


"Iya Dav, terima kasih yaa," Jawab nya sambil tersenyum.


"Yaudah, gue langsung pulang yaa," Ucap ku sambil membalas senyum manis Riska.


Kemudian Riska turun dan aku bantu buka bagasi untuk mengeluarkan koper kecil nya, lalu Riska menunggu ku pergi dengan berdiri di depan pagar rumah nya sambil melambai kan tangan nya.


***


Aku pun mampir ke restoran milik si Achong, dengan maksud ingin istirahat sebentar di sana, sambil bercerita sedikit tentang Riska.


Sesampai nya di sana aku melihat Achong yang sedang berbicara dengan pasangan muda-mudi, entah siapa, aku pun menghampiri nya dan menyapa Achong.


"Weiii Chong, lo lagi sibuk?" Tanya ku sambil menepuk pundak Achong.


"Kebetulan lo dateng, gue lagi kedatangan tamu food vloger Youtube nih, lo tahu gak?" Jawab Achonk dan bertanya balik kepada ku.


"Enggg... Enggak chong kurang ngikutin chanel kuliner gitu gue," Jawab ku sambil tersernyum.

__ADS_1


"Sini-sini lo lihat nih chanel nya dia, kebetulanngua lagi lihat chanel nya dia nih!" Ujar Achong.


"Iya sini mas gabung!" Sahut food vloger wanita itu, dan mengajak ku untuk bergabung.


"Kenalin mas saya Farid dan ini Fadilah, kita food vloger dari chanel FaridFadhila," Ucap si pria yang memperkenal kan diri dan sedikit mempromosikan chanel youtube nya.


"Ohhh hai, Farid dan mbak nya, siapa nama nya? Tanya ku.


"Fadhila mas," Jawab wanita itu sambil tersenyum.


"Ohh oke Fadhila, saya Davie teman nya Achong, ehh maaf maksud nya Richard," Ucap ku.


"Maaf ya mas Farid, mbak Fadhila, memang saya biasa di panggil sama temen-temen saya itu Achong," Jawab Achong sambil tersenyum.


Kemudian mereka bertiga melanjutkan urusan mereka, sesekali aku ikut campur sedikit dan memberikan saran.


Tidak lama kemudian mereka mau mulai take untuk vidio Youtube FaridFadhila, dan aku pun pergi bergeser mencari bangku kosong di pojok sana.


Kringggg... Kringggg...


Satria tiba-tiba menghubungi ku.


"Halo, kenapa Sat?"


"Yaaa di resto nya lah, kenapa emang?"


"Ohhh yaudah kesini aja, masih lama kok gue."


"Hahhh, lo lagi sama Novi?


"Yaudah, gue tunggu sini!"


"Yooo... Hati-hati yaa!"


"Novi tumben sekali mau ikut nongkrong, pasti ada sesuatu nih!" Ujar ku dalam hati.


Aku lihat Achong baru saja selesai take gambar, dan kemudian dia langsung menghampiri ku, lalu Achong duduk di sampingku, aku pun menyampaikan kepada nya bahwa si Satria dan Novi sedang menuju kesini.


Achong pun ikut heran, kenapa Novi tiba-tiba ingin ikut nongkrong.

__ADS_1


20 menit berlalu, aku melihat ke arah meja si food vloger itu sambil tersenyum, sungguh hebat nya dia bisa berinteraksi dengan kamera seperti itu, memang profesi itu tidak ada yang sulit jika kita terus berlatih.


Kemudian pintu resto terbuka, lalu muncul Satria dan di susul oleh Novi di belakang nya.


Terlihat Novi membawa amplop coklat yang biasa untuk melamar kerja, mungkin Novi ingin melamar menjadi pelayan restoran nya Achong, tapi seperti nya itu tidak mungkin.


Lalu mereka sampai di meja kami, dan Achong mempersilahkan duduk, aku lihat di balik kacamata nya Novi, terlihat sekali seperti nya dia habis menangis.


Bay the way, Novi itu mata nya silinder jadi dia biasa mengenakan softlens, tapi kali ini berbeda, dia malah menggunakan kacamata, mungkin dia ingin menutupi matanya yang terlihat sembab karena habis menangis.


Kemudian Novi meletakan amplop itu ke meja kami, dan mulai membuka nya dengan perlahan, terlihat tangan nya gemetar dan dia mulai meneteskan air mata.


Kami bertiga diam sambil menunggu Novi membuka amplop itu, kemudian amplop nya terbuka, Novi pun mulai merogoh ke dalam amplop dan mengeluarkan beberapa Foto.


Lalu Novi mulai menangis tanpa suara dan meletakan foto-foto itu ke meja, dan kita semua terkejut, khusus nya aku yang sangat-sangat terkejut dan terpukul melihat foto itu.


Ada 5 lembar foto ukuran 10R, dan jika di lihat gambar ini di ambil menggunakan kamera analog.


"Foto itu adalah foto saat Suna sedang di eksekusi, dan saat Suna sedang sekarat, sampai Suna sudah tidak bernyawa dengan darah di sekujur tubuh nya."


Kami pun menunduk berduka dan sangat kesal melihat foto itu, aku tak mampu melihat foto itu lama-lama.


"Manusia keji mana yang tega mengambil gambar ketika selesai membunuh orang," Ucap ku sambil menahan air mata yang ingin keluar.


Kemudian rasa haru terasa di dalam ruangan itu, aku bisa menahan tangis, tapi tubuh ini beregetar dan dada ini sakit rasanya, terlihat Achong, Satria, dan Novi menangis dan perlahan Achong membalikan posisi foto itu.


Foto itu adalah luka bagi kami semua, mungkin Achong juga tidak tahan melihat nya, kemudian Novi membuka kacamatanya dan berkata.


"Gue... Gue... Gue gak bisa maafin ini semua!" Ujar Novi sambil tersedak-sedak.


"Tenang Nov tenang," Jawab ku sambil menenangkan Novi.


"Gak bisa Dav, ini udah kelewat batas, ini semua bukan perbuatan manusia, ini tuh perbuatan setan!" Balas Novi dengan nada tinggi.


"Iya Nov iya, gue tahu kok... Sekarang gini, lo masih waras kan, otak lo masih jalan kan?" Tanya ku kepada Novi.


"Waras lah, dan otak gue masih berfungsi dengan sebagaimana mustinya!" Jawab Novi kesal.


"Nah kalo kita waras dan kita masih punya otak, kita gunain itu, dan kita balas dengan otak kita," Ucap ku, "jadi gimana, lo mau ikut gak?" Tanya ku pada Novi.

__ADS_1


Novi pun terdiam, dan terlihat sedang berfikir.


•••


__ADS_2