Sekte: Komunitas Topeng Tanpa Ekspresi

Sekte: Komunitas Topeng Tanpa Ekspresi
Kiriman Misterius part II


__ADS_3

Kringggg... Kringgggg...


Riska menghubungi ku, ada apalagi ini?


"Halo Ris kenapa?


"Hmmm gue lagi di tempat nya achong"


"Enggg... Di daerah Kemang, kenapa emang?"


"Ini ada gue, Achong, Satria, dan Novi"


"Ohh masih kok, masih lama gue! Satria sama Novi baru aja sampai"


"Hmmm...."


"Iyaaa iyaaa gue share lokasi nanti"


"Oke"


Tuuutttt... Tuuutttt...


"Siapa Dav?" Tanya Novi.


"Itu si Riska, kenal ga? Temen nya Suna yang kuliah di belanda itu loh," Jawab ku.


"Ohhh iyaa iyaa inget... Dia ada di Indonesia sekarang," Ucap Novi sambil mengusap mata nya.


"Iyaaa tadi pagi gue jemput, terus langsung ke makam nya Suna,terus habis itu gue mampir deh ke sini," Sahut ku.


"Wait, baru sampai tadi pagi?" Tanya Satria.


"Iya tadi pagi, dan tadi pagi gue mimpi aneh, parah serem banget mimpinya," Jawab ku sambil mengalih kan perhatian.


"Lohh kok, dia bukan nya minta jemput sama gue aja sih?" Jawab Satria.


"Dihhh, baper sama Riska dia chong" Ucapku sambil tertawa.


"Lu parah Dav, gebetean orang masih aja lu embat," Jawab Achong sambil tertawa.


"Dihhh siapa yang ngembat, orang jelas-jelas dia yang hubungin gue... Makanya Sat, gue bilang juga apa, baru chat dua hari aja udah baper, adi nya gini nih," Ledek ku sambil tertawa.


"Ssssttttt... Udah-udah kasian Satria," Ucap Novi.


"Yahhh chong parah Chong, di kasihanin sama cewe Chong," Ledek ku sambil tertawa.


"Ngomong lagi gue hajar lo Dav, lo juga diem Chong, lo mau gue usir dari Indonesia?" Ucap Satria tegas.


HAHAHAHAHA...


Kemudian kesedihan tadi pun pecah jadi canda tawa, akhirnya kita bisa kumpul lagi. Harus nya kita ber-enam seperti ini, dan harus nya ada Suna dan juga Regina disini, kali ini Suna ada, tapi di dalam foto yang mengerikan itu.


***


Kemudian setelah obrolan panjang dan candaan itu semakin larut, Satria bertanya foto itu dapat dari mana, dan kita pun akhirnya kembali lagi ke topik permasalahan nya.


"Guys tadi pagi sekitar pukul setengah sembilan kalau tidak salah, Regina ke apartemen gue, dia gak lama sih, dan bahkan dia gak mau mapir, dia cuma berikan gue amplop itu kemudian pergi gitu aja, seprti nya dia lagi buru-buru." Ucap Novi.


"Hah... Regina?" Kami bertiga kompak.


"Iya guys, dan dari raut wajah nya itu seperti orang ketakutan, pokonya parno banget deh, nah abis gue terima amplop nya gua tawarin dia masuk tapi dia gak mau, dan dia bilang, dia mau langsung aja, yaudah gue tutup pintu, nah gak lama gue denger tuh suara dia lari, gue fikir emang dia mungkin lagi buru-buru jadi gak ada fikiran yang aneh-aneh, tapi gue denger ada suara langkah kaki lagi kaya ngejar dia gitu dan suara nya bukan cuma satu orang mungkin dua atau lebih," Ucap Novi menjelaskan.


"Terus... Terus..." Kami bertiga pun penasaran.


"Pas suara kaki nya udah agak jauh, gue mulai buka amplop nya, dan ternyata isi nya foto-foto itu, dan ini guys ada flashdisk," Sambung Novi sambil merogoh amplop nya dan mulai mencari sesuatu.


"Lo udah liat isinya?" Tanya ku penasaran.


"Belum Dav, gue takut, tapi bukan takut sama setan atau apa yaa, gue cuma takut ada virus atau scam," Jawab novi.


"Dia kan ga takut ama gitu-gituan Dav, dia aja temen nya setan semua," Ledek Satria sambil tertawa.


"Apan si lo Sat, lo mau gue kenalin sama kuntilanak?" Balas Novi dengan nada mengancam.


"Oke santai mbak, gak usah pake emosi dan gak usah bawa-bawa kerabat dekat lo," Jawab Satria sambil tertawa.


"Nah terus habis gue lihat isi amplop itu, dengan kondisi nangis gue buka pintu dan lihat kanan kiri udah sepi gak ada Regina, terus gue coba cari ke area lift juga udah gak ada orang Dav," Ucap Novi melanjutkan cerita nya.


"Itu sekitar jam berapa Nov?" Tanya ku penasaran.


"Jam berapa ya, kira-kira jam 9 kurang deh Dav kayanya, apa setengah 9 ya, lupa gue... Pokonya kira-kira jam segituan deh," Jawab Novi sambil berusaha mengingat.


"Wait, tadi pagi kan dia update, hitam semua, gue fikir ada lagu atau dia lagi nyanyi, ternyata gak ada suara sama sekali," Jawab ku bingung.


"Ohhh itu iya gua juga lihat instastory nya dia, gua kira juga paling dia lagi dengerin lagu, tapi gue langsung skip sih," Sahut Achong.


"Yaudah gue langsung hubungin Satria habis itu minta jemput buat ketemu kalian, khususnya lo Dav!" Ucap Novi sambil memberikan flashdisk.


Achonk pun bergegas mengambil laptop nya.


Kemudian obrolan kita membahas tentang Regina yang semakin aneh belakangan ini pun mulai mendalam, kita masih belum mau menuduh dia terlibat dengan semua ini, karena bagaimana pun juga, Regina itu sebenar nya orang yang sangat baik.


Kemudian Achong datang membawa laptop, dan mulai mengoprasikan nya, kita berempat tidak sabar untuk melihat isi dari flashdisk itu, lalu Achong atur posisi laptop agar bisa terlihat jelas, kemudian Satria dan Novi pindah tempat duduk dekat kami agar bisa menyaksikan nya juga.

__ADS_1


Achong mulai membuka isi flash-disk itu dan terdapat ada 5 foto, dan juga ada 2 vidio, vidio pertama berdurasi 02:04 menit dan yang kedua 04:02 menit, entah itu di sengaja atau tidak, tapi angka nya terlihat terbalik, kemudian Achong pun membuka file gambar nya terlebih dahulu.


Benar saja, itu adalah foto-foto yang sama di amolop tadi, kemudian achong mulai membuka vidio pertama.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri kami.


Aku pun mengangkat kepala perlahan dan melihat Riska sudah sampai.


"Anjirrr kaget gue, gue kira siapa Ris," Ucap ku sambil menghela nafas.


"Emang sengaja mau ngagetin kalian," Jawab Riska sambil tersenyum.


"Silahkan duduk Ris, mau makan apa, pesan aja ya kalau mau, tinggal panggil pelayan," Ucap Achong menyapa.


Terlihat Satria menunduk dan tidak berani menatap ke arah Riska, mungkin karena dia sakit hati atau kecewa, entah lah.


"Kalian lagi liat apa sih, kok mepet-mepet gitu duduk nya kaya lagi di dalam kereta," Ucap Riska sambil tersenyum.


"Enggg... Gini Ris, panjang cerita nya nanti gue ceritain, sini gabung aja kalau mau lihat," Jawabku sambil menawarkan nya untuk bergabung.


"Boleh deh boleh, tapi emang masih muat?" Tanya Riska.


"Masih muat, sepuluh orang kaya lo juga masih muat kok," Jawab ku sambil meledek.


Akhir nya riska bergabung dan duduk di samping kiri ku, dan itu posisi nya sudah di pojok dekat tembok, akhir nya Achong mulai memutar kan vidio nya.


Vidio pertama terlihat tampak aneh.


"HANYA HITAM SAJA, TAPI KAMERA NYA BERGERAK-GERAK DAN TERLIHAT SEPERTI ORANG MEMEGANG KAMERA SAMBIL BERJALAN, LALU SAMPAI DI DEPAN PINTU KAYU DAN SESEORANG DI DEPAN NYA ITU MULAI MENGGEDOR-GEDOR PINTU ITU."


"Wait, pause dulu Chong, pintu nya gak asing nih buat gue," Ucap ku dengan nada tinggi.


"Sssssttttt... Sabar-sabar kita lihat dulu ya vidio nya," Jawab Achong.


Kemudian Achong melanjutkan Vidio nya


"TERLIHAT ORANG ITU SEMAKIN KERAS MENGGEDOR PINTU DAN SEMAKIN KERAS, AKHIRNYA PRIA ITU BERHENTI DAN MUNDUR BEBERAPA LANGKAH LALU KEMUDIAN MENDOBRAK PINTU DENGAN PUNDAK NYA, DIA COBA BERKALI-KALI MASIH BELUM TERBUKA DAN AKHIRNYA DIA MUNDUR LAGI, KALI INI CUKUP JAUH KIRA-KIRA 4 LANGKAH , DAN DIA MUNDUR, LALU BERLARI DAN MENENDANG PINTU ITU, PINTU NYA PUN RUSAK, PRIA ITU AKHIRNYA MENEROBOS MASUK.


"WAHHH... GAK BENER NIH, INI GAK BENER GUYS!" Ucap ku panik.


"Kenapa si Dav, ganggu aja, bukan nya lihat dulu sampai selesai vidio nya!" Tegas Novi.


"WAHHHH ASLI PARAH SIH INI NOV, INI BUKAN PRANK, GUE INGET BANGET, INI TKP NYA, TEMPAT ITU DUA BULAN LALU GUE ADA DISANA," Ucap ku tegas.


Entah kenapa aku mulai menangis dan kesal melihat vidio itu, dan aku mulai menggebuk-gebuk meja sambil meneteskan air mata.


Lalu Riska menarik ku duduk dan memeluk ku erat, sangat kuat pelukan nya, tapi membuat ku jauh nyaman.


"Sabar Davie sabar... Kita lihat dulu ya vidio nya, siapa tau ini cuma reka ulang aja, bukan vidio asli di TKP, sabar ya Dav," Riska mencoba menenangkan ku, dan entah kenapa aku pun mulai tenang.


"KEMUDIAN PRIA DI VIDIO ITU BERJALAN PERLAHAN DAN MENGITARI RUANGAN ITU DENGAN HATI-HATI, LANGKAH KAKI NYA TERLIHAT SANGAT PELAN, LALU DIA MULAI MELIHAT LEMARI TUA DI BELAKANG NYA DAN MULAI BERJALAN MENGHAMPIRINYA, KETIKA SUDAH AGAK SEDIKIT DEKAT DIA MULAI MENGANGKAT TANGAN DENGAN MEMBAWA BENDA TAJAM, DAN PERLAHAN DIA PUNMENGHAMPIRI LEMARI ITU, LANGKAH NYA SEMAKIN PELAN...


*SEMAKIN PELAN... SEMAKIN PELAN...


TIBA-TIBA DIA BERHENTI DAN KEPALA NYA MIRING SEDIKIT KE KIRI SEPERTI SEDANG MENGINTIP, LALU....


BRUAAAKKKK!!!!


AKU DAN SUNA MENDOBRAK LEMARI ITU SEHINGGA DIA TERKEJUT SAMPAI JATUH DUDUK, TERLIHAT DI VIDIO ITU KITA BERDUA LARI, LALU PRIA ITU BANGUN DAN MENGAMBIL KAMERA DAN MEMATIKAN NYA*!"


"Kan, lo bisa lihat sendiri kan... Itu gue sama Suna, siapa pun yang ngirim vidio ini gak akan gue maafin," Ucap ku sambil teriak, dan membuat suasana restoran menjadi aneh, semua mata tertuju ke arah meja kami.


"Ssssttttt... Sabar Dav sabar, malu tuh di lihatin orang!" Riska mulai menenangkan ku lagi, kali ini dia memegang tangan ku.


"Bodo amat, gue gak perduli! Chong stop chong gue ga mau lihat vidio kedua, itu udah pasti vidiii--" Jawabku dan mulai menangis lagi.


Terlihat teman-teman ku sedih dan hanya bisa menunduk setelah melihat vidio itu.


Suasana resto pun mulai tidak enak, Farid dan Fadhila pun menghampiri kami dan menanyakan apa yang terjadi, lalu Achong meminta maaf atas apa yang terjadi, dan berpesan kejadian itu jangan sampai di ekspose, Farid pun menyetujuinya dan dia pamit, lalu Fadhila meninggalkan kartu nama ke meja kami, entah apa maksud nya.


Setelah Farid dan Fadhila pergi, nampak jelas wajah kami semua sedih dan tak ada satu orang pun yang berusaha menutupi nya, lalu Achong berdiri dan menghampiri pelanggan nya untuk minta maaf atas apa yang terjadi, dan memberikan bonus lemon tea untuk para tamu nya.


Achong pun mengajak kami semua ke lantai dua, untuk pindah ke ruangan pribadi nya, kami pun bergegas pergi ke lantai dua.


Sesampainya di ruangan pribadi Achong, Satria mulai menanyakan tentang Regina.


Pendapat kami satu persatu pun keluar tak terkecuali Riska, dan masing-masing memberikan pendapat nya dan aku sembari menceritakan mimpi tentang Regina tadi pagi.


Novi pun berasumsi bahwa Regina pasti ada kaitan nya dengan ini semua, tapi dia masih berat mengatakan itu karena kembali lagi, Regina adalah sosok pribadi yang baik, hanya saja dia introvert dan lebih suka berinteraksi dengan makhluk-makhluk ghaib.


Lalu Achong sependapat dengan Novi, tapi achong menambahkan dugaan bahwa regina itu adalah anggota SEKTE itu, karena regina introvert dan lebih suka berkomunikasi dengan makhluk ghaib, mungkin saja dia sudah bertemu dengan leluhur dari SEKTE itu.


"Kita tidak tahu, itu semua cuma asumsi gua aja," Ucap Achonk meluruskan.


Kemudian Riska yakin sekali bahwa Regina ada kaitan nya dengan kejadian ini, mungkin karena dendam pribadi nya dengan Suna dan Davie, itu pendapat Riska.


Lalu aku berfikir apa yang di katakan dengan Riska benar juga, karena Regina sebelum putus pernah mengatakan ini, "Dav aku bukan nya benci sama kamu, sama sikap mu yang se-enaknya memutuskan hubungan ini. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa nanti suatu saat kamu akan kembali lagi kepada ku."


Dan dugaan ku jadi 100% bahwa Regina terlibat dengan ini semua, dan kita harus cari dia setelah ini, untuk menanyakan apa maksud dari ini semua.


Kemudian terakhir, Satria membatah argumentasi kita semua, entah membela atau apa, tapi dia mengatakan seperti ini, "Ini semua bukan bukti bahwa regina ada kaitan nya, ini adalah bukti kekejaman SEKTE itu, dan ini adalah salah satu cara untuk mengintimidasi kita, supaya kita takut, gentar, dan tidak mau berurusan lagi dengan SEKTE itu."


"JADI SIAPA DI SINI YANG TAKUT DENGAN INI SEMUA?" Sambung Satria dengan nada tinggi.

__ADS_1


Hening...


"JADI SIAPA YANG INGIN BERANGKAT KE KALIMANTAN ANGKAT TANGAN!" Ujar Satria tegas.


"GUE IKUT!" Achong orang pertama yang mengaangkat tangan.


"Gue juga ikut, untuk Suna!" Riska menjadi orang kedua yang mengangkat tangan.


"Ris... Woy Riss, gak salah? Lo ngapain ikut, turunin tangan lo!" Ucap ku dengan wajah terkejut.


"Gue mau ikut buat balas dendam, karena dia sahabat gue dari kecil Dav... Sorry, kali ini gue harus terlibat!" Jawab nya angkuh.


Satria menjadi orang ke tiga yang mengangkat tangan.


"Gue juga ikut!" Novi pun jadi orang ke empat.


"Tapi Chong benerkan udah siap semua, nanti buat kita nginep nya, kendaraan di sana nya, stock cemilan nya," Ucap Novi berbisik ke Achong.


"Lo tenang aja Nov, chingcay laaah kalau urusan sama gue," Jawab Achong sombong.


"HAHAHAHAHA" Kita semua tertawa mendengar perkataan Novi.


"So, gimana Dav, lo ikut atau enggak?" Tanya Satria.


"Ikut Dav, gue aja ikut, masa lo enggak!" Sahut Novi.


"Lo parah Dav kalau sampai ga ikut!" Sahut Achong.


"Iyaaa, lo pasti ikut kan Dav?" Tanya Riska pada ku.


"Chong emang nya vila udah di DP, terus masalah tiket pesawat nya gimana?" Tanya ku pada Achong.


"Tinggal tiket aja yang gue belum pesan, kan gue belum tau berapa orang yang jadi ikut, jadi gue belum berani pesan, tapi kalau masalah vila lo semua tenang aja, itu punya gua jadi mau masuk kapan aja bebas," Jawab Achong sombong.


"Sumpah, tajir melintir lo Chong," Sahut satria.


Achong pun tersenyum.


"Chonk kalau kita berangkat besok bisa?" Tanya ku ke Achong.


"Wihhh mantap... Akhir nya dia ikut juga Nov," Ledek Satria.


"Nahh gitu dong Dav, bukan nya dari tadi," Novi menjawab.


"Besok yaa, tunggu sebentar... Kalau besok sih bisa, tapi kita terbang malam nih gimana?" Tanya Achong sambil mengecheck pemesanan tiket online.


"Siap berangkat kapan aja gue," Sahut Satria.


"Yaudah, gak masalah malem Chong," Jawab ku.


"Jam berapa kira-kira, kita perlu buat grup WA gak? Tanya Riska.


"Hmm kayanya perlu tuh grup WA, buat prepare di Jakarta nya aja, Chong handy talkie ready 5 ya, di sana kita pasti susah sinyal makanya kita pakai itu untuk komunikasi kita nanti," Sahut Satria.


"Ready Sat, nanti gua bawa batrai cadangan nya juga, dan nanti kita mampir ke polsek terdekat untuk minta jalur frekuensinya," Jawab Achong.


"Bay the way guys, kita berapa hari disana, gue kan Senin udah mulai kerja lagi," Tanya Novi.


"Kurang lebih 1 minggu kita disana," Jawab Satria.


"Terus kerjaan gue gimana guys?" Tanya Novi bingung.


"Cuti dadakan bisa gak?" Tanya satria.


"Coba sebentar gue telpon bos gue dulu ya," Jawab Novi sambil mencoba menghubungi bos nya.


"Guys.... Kabar buruk, gue gak bisa cuti dadakan," Ucap Novi berbisik sambil menutup bagian bawah telpon nya.


Kemudian aku merebut telpon nya dan kemudian berbicara pada bos nya Novi.


"Halo pak, maaf dengan bapak siapa?"


"Ohh pak Tanjung"


"Jadi bener pak, calon istri saya gak bisa cuti hari Senin, nanti Senin depan baru masuk lagi."


"Ohhh... Yaaa perusahaan nya memang bukan punya nenek moyang saya sih pak, tapi gimana ya?"


"Ohh gitu... Yaudah kalau gitu Novi Resign aja pak, dia hari senin ga bisa hadir."


Aku pun menutup telpon nya dan semua menatapku dengan wajah tidak enak.


Dan tiba-tiba, "HAHAHAHAHA" Kami semua tertawa.


"Calon istri, lo gila ya Dav, emang nya gue mau punya suami kaya lo?" Ucap Novi yang kemudian ikut tertawa.


"Kan cuma alasan aja Nov, siapa tahu jadi boleh cuti," Sahut ku yang akhirnya ikut tertawa.


Aku senang bisa kompak seperti ini, harus nya ada Suna di sini, tapi kali ini kita tetap berlima di tambah Riska sahabat nya Suna.


Semua lengkap sudah, tinggal kita prepare masing-masing untuk keberangkatan besok malam.


"Langkah ku semakin dekat dengan balas dendam, tunggu aku KOMUNITAS TOPENG TANPAN EKSPRESI, tak akan ku sisahkan seorang  pun anggota mu hidup di Indonesia!"

__ADS_1


•••


__ADS_2