
Dua minggu telah berlalu Nara sudah pulang dari Rumah Sakit, Keadaan Nara benar-benar sudah membaik, Nara dan Langit menjalani peran mereka sebagai orangtua dengan sangat baik.
Bay Kai mendapat Limpahan kasih sayang dari semua orang terutama dari Ayah dan Bundanya, Keadaan mereka kini benar-benar kembali seperti semula bahkan semakin bahagia karena kehadiran Kai Atalaric Samudra.
"Mas" Panggil Nara menghampiri Langit yang sedang berjemur di taman belakang bersama Kai.
"Ya Bunda" Jawab Langit menatap Nara sembari tersenyum.
Ntah mengapa Nara begitu menyukai panggilan Bunda untuk dirinya, Dari dahulu jauh sebelum menikah Nara memiliki satu keinginan kelak jika ia di karunia seorang anak ia ingin di panggil bunda dan sekarang keinginan nya tercapai panggilan Bunda kini melekat di pada dirinya.
Nara memeluk Langit dari samping menatap Kai yang ada di Stroller bayi "Mas mandi dulu sana, Mas kan mau ke kantor, Biar Kai sama aku Mas" Ucap Nara mendongakkan wajahnya melihat wajah Langut dari samping.
"Mas ga usah kerja ya sayang, Mas mau di rumah aja main sama Kai" Jawab Langit dengan wajah di buat lesu.
Nara menggeleng-gelengkan kepalanya "Tidak tidak Mas tetap harus kerja, Mas kan udah lama ga masuk kerja"
Nara tau semua apa saja yang terjadi selama dia tidak sadarkan diri kemarin, Krena Langit sudah menceritakan semuanya kecuali siapa dalang dari kecelakaan Nara.
"Boleh ya sayang plies" Mohon Langit.
"Tidak boleh, Mas tetap harus kerja, Lihat Kai Ayah mu malas bekerja sebentar lagi Ayahmu tidak mampu membelikan mu susu" Canda Nara dengan senyum jahil.
Langit mencubit hidung Nara pelan, "Sembarangan kalau ngomong, Mau Mas ga kerja sepuluh tahun juga Mas masih mampu untuk membelikan susu Kai dan kebutuhan hidupmu sayang, Mas kan kaya" Langit menaik turun kan alisnya dengan tersenyum.
"Iya deh si paling kaya" Ledek Nara setelah itu mereka tertawa bersama, Baby Kai yang ada di dalam stroller pun ikut tersenyum bersama Ayah dan Bundanya.
Langit masuk kedalam rumah untuk mandi, Tinggal lah Nara dan Baby Kai di taman belakang, Nara menggendong Baby Kai membawanya duduk di Gazebo karena sudah cukup lama Baby Kai berjemur.
"Kai anak Bunda sehat-sehat ya sayang" Nara mencium pipi pipi chubby Baby Kai.
Sekarang berat badan Kai sudah bertambah banyak pipi nya terlihat chubby hal itu membuat Nara selalu merasa gemas dengan Baby Kai dan selalu ingin menciuminya.
"Ayah dan Bunda sayang banget sama Kai" Sambung Nara lagi.
Zayan dan Ziyan datang menghampiri Nara membuat Nara terkejut karena setahunya Zayan dan Ziyan masih di Maroko.
__ADS_1
"Kak Za ka Zi" Nara berdiri dari duduk nya ia benar-benar terkejut bercampur senang.
"Selamat pagi Nona" Sapa Zayan dan Ziyan bersmaan.
"Pagi kak, Kaka sejak kapan kembali Indonesia?" Tanya Nara, Nara meminta Zayan dan Ziyan untuk duduk.
"Sudah Lama Nona, Maaf kami tidak bisa menjenguk Nona di Rumah Sakit" Sesal Zayan.
Waktu itu Rendy, Zayan dan Ziyan tidak jadi pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Nara, Ziyan mendapat telfon dari orang yang membawa Sevanya seseorang itu mengatakan jika Sevanya hilang di tengah laut, Hari itu Rendy, Zayan dan Ziyan yang sudah dalam perjalanan ke Rumah Sakit memutar balik mobilnya dan pergi menuju pelabuhan dimana terakhir kali mereka melihat Sevanya.
Zayan,Ziyan dan Rendy sudah berusaha mencari Sevanya di tengah Laut namun tak menemukan nya, Mereka memutuskan untuk berhenti mencari toh Sevanya tidak akan mungkin Selamat fikir mereka.
"Kakak Nara kangen." Ucap Nara sungguh-sungguh, Iya benar-benar sudah menganggap Zayan Dan Ziyan sebagai kaka nya.
Zayan dan Ziyan hanya tersenyum sebagai jawaban, Mereka masih merasa segan dengan Nara, "Maaf Nona Dimana Tuan Langit?" Tanya Ziyan.
"Mas Langit masih mandi kak, Mas Langit ko ga cerita kalau kaka sudah ada di Indonesia?" Beo Nara, Seingatnya Langit tidak pernah mengatakan jika Zayan dan Ziyan ada di Indonesia.
"Tuan juga tidak tau jika kami sudah kembali Nona" Jawab Ziyan, Nara menganggukan kelapa mengerti.
Nara dan Zayan mengikuti arah pandangan Zayan dan tersenyum saat mengetahui jika sedari tadi Zayan sedang memperhatikan Baby Kai.
"Kaka mau gendong?" Tawar Nara.
"Apa boleh Nona." Zayan menjawab dengan ragu-ragu.
Nara tersenyum "Tentu kak." Nara menyerahkan Kai dalan gendongan Zayan.
Zayan benar-benar takjub dengan bayi dalam gendongan nya, Bayi yang sedang membuka matanya itu benar-benar mirip dengan Langit seperti pinang di belah dua.
Ziyan yang duduk di samping Zayan juga ingin menggendong Baby Kai namun Zayan tidak mau bergantian membuat Ziyan kesal dan memukul punggung Zayan.
"Siapa nama Tuan muda kecil ini Nona?" Zayan bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya dar Babyi Kai.
"Kai Atalaric Samudra kak" Nara menyebutkan nama anak nya dengan bahagia.
__ADS_1
"Nama yang bagus." Zayan diam sebentar "Hai Tuan muda Kai kau sangat tampan." Zayan melanjutkan ucapannya.
"Tuan muda Kai kami adalah paman mu." Ziyan ikut berbicara, Kai tersenyum seolah memberikan sapaan untuk kedua paman nya.
Zayan dan Ziyan di buat gemas dengan Baby kai, Mereka ingin sekali mencium nya dan tanpa sadar Zayan sudah memajukan wajah nya ingin mencium Baby Kai namun tidak jadi ia takut Nara akan marah.
"Tidak apa-apa kak, kaka boleh menciumnya dia kan keponakan kaka" Ucap Nara yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
Zayan dan Ziyan tersenyum mendapat izin dari Nara dan langusng mencium Baby Kai bergantian, Kai tersenyum ia merasa senang di cium kedua paman nya.
Langit sudah selesai mandi dan sudah siap dengan setelan kerjanya, Langit kembali ke taman belakang ia sedikit tertegun melihat Zayan dan Ziyan ada di rumah nya dan sedang menggendong anak nya.
Langit mendekati mereka di Gazebo namun tidak ada yang menyadari kehadirannya, Langit berdehem untuk menyadarkan mereka bertiga dengan kehadirannya.
"Mas"
"Tuan" Ucap Mereka bersamaan.
Ziyan menyerahkan Baby Kai kepada Nara, Kemudin m.ereka berdua berdiri membungkukan badan nya untuk memberikan hormat kepada Langit.
"Selamat pagi Tuan." Sapa Zayan dan Ziyan.
"Ya, Sejak kapan kalian ada disini?" Yang di maksut Langit adalah sejak kapan mereka kembali ke Indonesia
"Sudah lebih dari Tiga minggu Tuan." Jujur Zayan.
Langit hanya mengangguk mendengar jawaban Zayan dan Ziyan, Langit mengedipkan matanya sebagai tanda kepada Zayan dan Ziyan bahwa ia tidak ingin membahas hal ini di sini karena ada Nara, Zayan dan Ziyan pun mengerti.
"Mas ka Za dan Zi sudah lama pulang ko Mas ga tau sih?" Tanya Nara yang sebenarnya sedari tadi merasa penasaran tapi tidak berani menanyakan nya langsung kepada Zayan dan Ziyan.
"Mungkin mereka ada urusan lain sayang, Mas laper mau makan" Ucap Langit mengalihkan pembicaraan agar Nara tidak membahas hal itu lagi.
"Ya sudah ayo Mas kita masuk kedalam, Ka Za ka Zi ayo kita sarapan bersama" Ajak Nara kepada Zayan dan Ziyan namun mereka tidak menjawab.
Zayan dan Ziyan menatap Langit meminta jawaban, Langit menganggukan kepalanya memperbolehkan Zayan dan Ziyan makan bersama, Langit tidak merasa keberatan makan satu meja dengan Zayan dan Ziyan karena Langit sudah menganggap mereka berdua adalah keluarganya.
__ADS_1
"Baik Nona" Jawab mereka, Setelah itu mereka masuk kedalam rumah, Langit mengambil Baby Kai dalam gendongan Nara, Pagi itu sarapan pagi mereka terasa hangat.