
"Apa yang terjadi dengan istri saya?" Langsung tanya Langit setelah mereka duduk.
"Suami macam apa yang tidak tau apa-apa tentang kondisi istrinya!" Sarkas dokter Lyly menatap Langit sinis.
Langit merasa tertohok dengan apa yang di ucapkan dokter Lyly yang benar adanya, Nara sudah mengatakan semua yang terjadi kepada dokter Lyly karena Nara sangat mempercayai dokter Lyly, Tidak ada satupun yang Nara sembunyikan dari dokter Lyly termasuk Langit dan orangtua nya yang membenci dan menuduhnya sebagai pembunuh.
Nara menganggap dokter Lyly sebagai dokter sekaligus temannya, Dan hanya kepada dokter Lyly lah Nara bisa mencurahkan semua isi hatinya yang tidak bisa ia ceritakan kepada siapapun termasuk suami dan orangtuanya.
"Suami macam apa yang tega menuduh istrinya sebagai pembunuh!" Lanjut dokter Lyly membuat Langit semakin diam.
"Jika memang benar anda suaminya bukankah seharusnya anda tau bagaimana kondisi mental istri anda Tuan"
Dokter Lyly menatap Langit marah, Ntah mengapa ia bisa merasa semarah itu saat bertemu Langit untuk pertama kalinya, Mungkin karena melihat betapa menderitanya Nara yang sudah ia anggap sebagai teman selama Nara mengalami pengobatan.
"Apa maksudmu? Ada apa dengan mental istriku?" Sela Langit tidak memperdulikan tatapan sinis dokter Lyly.
"Kenapa anda baru mencari tau nya sekarang Tuan? Selama ini anda kemana saja?" Dokter Lyly melembutkan nada suaranya dan merubah tatapannya.
Dokter Lyly sadar tidak seharusnya ia bersikap seperti ini, Semarah apapun dokter Lyly kepada laki-laki di depannya ia tetap tidak boleh bersikap seperti itu, Karena itu bukan ranahnya untuk menghakimi suami dari pasiennya walaupun ia dekat dengan pasiennya.
__ADS_1
"Katakan kepadaku apa yang terjadi?" Lagi Langit bertanya hal yang sama, Langit bahkan tidak menjawab pertanyaan dokter Lyly tadi.
Rasa penasaran nya kian memuncak ingin segera mengetahui apa yang terjadi dengan Nara sampai ia harus menemui dokter psikolog, Berbagai pertanyaan memenuhi isi kepala Langit, Sudah benarkah yang ia lakukan selama ini, Salahkah ia menuduh Nara sebagai pembunuh dan tidak menyayangi Kai, Atau selama ini ia telah salah menilai Nara dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala Langit.
Dokter Lyly menarik nafasnya "Istri Tuan menderita PTSD"
PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pascatrauma, Adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau tidak menyenangkan. PTSD merupakan gangguang kecemasan yang membuat penderitanya mengingat kejadian traumatis.
Langit diam ia benar-benar syok mendengar apa yang dokter Lyly katakan, Raga Langit seperti terangkat keluar dan melayang meninggalkan tubuhnya.
"Nara banyak bercerita kepada saya, Gangguan ini mulai muncul saat kejadian kecelakaan anak kalian tepat di depan matanya, Nara bilang saat itu ia benar-benar hancur sampai membuat mulut dan matanya terkunci sehingga ia tidak bisa berbicara dan menangis, Setiap hari Nara selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan anak kalian bahkan sampai saat ini pun Nara masih menyalahkan dirinya" Jeda dokter Lyly sembari memperhatikan ekspresi Langit.
Satu tetes air mata Langit mengalir tanpa ia suruh mendengar penjelasan dokter Lyly, Langit mengingat bagaiman kejam nya ia kepada Nara selama ini bahkan sampai menuduh Nara sebagai pembunuh, Padahal jelas-jelas bukan dirinya atau keluarganya yang sangat kehilangan Kai namun Nara lah yang paling kehilangan karena ia adalah ibu nya dan kecelakaan itu juga terjadi tepat di depan matanya.
Langit tidak bisa melihat betapa hancurnya Nara saat itu dan bodohnya lagi ia malah menuduh Nara sebagai pembunuh dan tidak mengizinkan Nara bertemu anaknya untuk yang terakhir kalinya, Memikirkan hal itu membuat tangis Langit tidak bisa terbendung lagi.
Langit menangis di depan dokter Lyly menyesali apa yang pernah ia lakukan selama ini kepada Nara, Tangis Langit terlihat sangat menyakitkan, Dokter Lyly membiarkan Langit menumpahkan segala emosi dalam tangisnya karena itu lah yang Langit butuhkan sekarang.
"Bodoh bodoh bodoh kau bodoh Langit" Langit memukul kepalanya sendiri, Dokter Lyly diam tidak melarang atau menghentikan apa yang di lakukan Langit.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Langit sedikit mulai tenang, Dokter Lyly menepuk pundak Langit pelan "Saya tidak tau apakah Nara masih bisa di sembuhkan atau tidak karena dari Nara sendiri menolak untuk di sembuhkan, Ia masih terkurung dalam jeruji kesalahan dan dia enggan untuk di bawa keluar karena menurutnya ia pantas mendapatkan itu"
"A-apa yang harus saya lakukan dokter?" Tanya Langit dengan tangis yang masih mengalir.
"Dekati dia rangkul dia katakan padanya jika ini bukan salahnya dan dia tidak sendiri ada Tuan bersama nya, Karena yang Nara butuhkan hanya dukungan dan rangkulan dari orang-orang terdekatnya" Saran dokter Lyly, Langit menganggukan-anggukan kepalanya mengerti.
"Jika saya ada untuk nya dan merangkulnya apa istri saya bisa sembuh dok?"
"Bisa Tuan, Tapi jika istri anda mau untuk sembuh dan jika tidak selamanya istri anda akan menderita PTSD"
Air mata Langit kembali mengalir deras mendengar apa yang dokter Lyly ucapkan, Ia benar-benar tidak pantas di sebut sebagai seorang suami, Karena tanpa di sadari apa yang terjadi dengan Nara karena kesalahan nya juga.
"Saya akan mengirimkan vidio istri anda saat menjalani pengobatan, Dari vidio itu anda akan bisa melihat betapa hancurnya istri anda"
Setelh itu dokter Lyly mengambil ponselnya dan mengirimkan vidio pengobatan Nara kepada Langit, Dokter Lyly tau nomor ponsel Langit karena Nara pernah memberitahunya untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi kepadanya.
"Saya sudah mengirimkan vidionya, Saya berharap setelah Tuan melihat itu Tuan akan menyadari kehancuran istri anda dan membantu istri anda untuk sembuh" Dokter Lyly berdiri.
"Tugas saya selesai, Saya permisi Tuan" Pamit dokter Lyly setelah itu pergi meninggalkan Langit sendiri.
__ADS_1
Langit melihat vidio yang di kirimkan dokter Lyly, Ia ragu untuk memutarnya atau tidak, Langit takut ia tidak sanggup melihat isi vidio itu, Setelah memikirkan nya dengan tangan bergetar Langit memutar vidio itu.