
"KAIIIII" Jerit Nara seketika tubuhnya luruh ke jalan menyaksikan tragedi mengerikan di hidupnya.
Tubuh Kai terpental beberapa meter dari tempat kejadian, Seseorang yang menabrak Kai melarikan diri dengan senyum puas, Kepala nya menengok kebelakang melihat sekali lagi tubuh Kai yang bersimbah darah dan saat ia membalikan kepalanya sebuah truk pengangkut barang berada tepat di depan nya.
Brakkk....Tabrakan tak terhindarkan mobil seseorang itu berguling beberapa kali dan berhenti dengan keadaan terbalik, Darah mengalir dari kepala seseorang itu yang dalam posisi terbalik, Disisa-sisa kesadaran nya seseorang itu melihat ke arah Kai yang tergeletak dan Nara yang tak mampu berjalan dengan senyum puasnya, Setidaknya walau dia mati dia tidak sendiri dan dendam nya terbalaskan, Seseorang itu adalah Sevanya Maurer.
Tubuh Nara lemas, Dada nya sesak jantung nya seperti ingin meledak, Nyawanya nya seperti melayang seolah ia telah mati saat ini, Melihat tubuh anak semata wayangnya dalam keadaan yang mengerikan bersimbah darah.
Bahkan hanya untuk berjalanan menghampiri tubuh Kai saja Nara tak sanggup ia benar-benar mati, Beberapa orang membantu Nara berdiri dan menuntun nya untuk menemui Kai, Nara terjatuh tidak jauh dari tubuh Kai ia merangkak untuk menggapai tubuh Kai.
"Anak Ku" Bibir Nara kelu tangan nya bergetar.
Nara membawa kepala Kai di pangkuannya, Darah dari kelala Kai membasahi baju dan rok Nara "Kai Anak ku" Panggil Nara sekali lagi.
"Ba-bangun nak" Nara menyentuh wajah Kai dengan tangan bergetar hebat.
"To-tolong anak ku" Mohon Nara pelan masih dengan gemetar memegang wajah Kai yang sudah mulai dingin.
"Bangun nak, Bunda disini" Pinta Nara suaranya terdengar amat pilu membuat semua yang ada disitu meneteskan air matanya, Namun tidak dengan Nara air matanya bahkan tidak keluar satu tetespun hanya saja badan nya bergetar hebat.
Beberapa orang berhasil mengeluarkan Sevanya yang sudah tidak bernyawa dari dalam mobil, Nara menatap sekilas tubuh Sevanya yang sudah tidak benyawa, Dunia Nara benar-benar hancur mulai detik ini.
Ambulans datang para petugas ambulans melakukan pertolongan pertama dan mengangkat tubuh Kai lalu memasukan ke dalam mobil, Nara di bantu beberapa orang yang ada disitu untuk menaiki ambulans.
Tubuh Nara masih bergetar hebat dadanya pun sangat sakit dan sesak namun air matanya enggan keluar, Nara terus menatap Kai tanpa berkedip, Petugas ambulans berusaha mengembalikan detak jantung Kai yang hilang.
Sampai di Rumah Sakit Kai langsung di bawa keruang UGD, Nara berdiri di depan pintu UGD tanpa bergerak sedikitpun, Dari lorong ruang UGD Langit dan kedua sahabatnya dan juga Rendy berlari mendekati Nara.
__ADS_1
Langit yang sedang melakukan meeting di kantor tiba-tiba mendapat telfon dari polisi yang ada di lokasi kecelakaan, Jantung Langit seperti terlepas dari tempatnya saat menedengar apa yang polisi itu katakan bahakan ponsel di tangan Langit sampai terjatuh.
Rendy mengambil ponsel Kai dan menempelkannya di kuping nya, Sama hal nya dengan Langit Rendy pun terkejut, Meninggalkan pekerjaannya Langit berlari keluar kantor seperti orang gila dan saat di Loby ia bertemu dengan Bara dan Evan yang datang ke kantor Langit untuk say goodbye karena besok Langit akan pergi berlibur.
Tidak memperdulikan kedua sahabatnya Langit mengambil kunci mobil Evan dan langsung pergi meninggalkan kantor, Bara, Evan dan Rendy menyusul Kai menggunakan mobil Rendy, Di perjalanan Rendy menjelaskan apa yang terjadi.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Langit dengan nafas yang terengah-engah.
Nara diam tidak menjawab pertanyaan Langit, Bahakn ia masih dalam posisi yang sama dari sebelum Langit datang, "NARA JAWAB" Bentak Langit membawa tubuh Nara menghadapnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA ANAK KU,JAWAB?" Bentak Langit lagi namun tak membuat Nara membuka suara nya sama sekali.
"KATAKAN, KENAPA KAU DIAM SAJA" Emosi Langit memuncak
Bara dan Evan mendekati Langit dan menarik mundur tubuh Langit, "Lang tenang Lang, Kasihan Nara, Emosi ga akan nyelesaiain masalah" Ucap Bara menenangkan Langit.
Kakek dan nenek Kai datang, Mereka berlari tergopoh-gopoh ingin segera mengetahui keadaan cucu mereka, "Langit apa yang terjadi, Kenapa bisa seperti ini" Tanya Nyonya Lingga dengan air mata yang sudah mengalir sedari di rumah tadi.
Tuan Kana mendekati Langit "Bagaimana keadaan Kai Langit?"
Langit menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ayah dan Ibunya, Tidak berapa lama Opa dan Oma Kai datang sama dengan Tuan Kana dan Nyonya Lingga, Opa dan Oma Kai pun berlari dengan tergopoh-gopoh.
"Apa yang terjadi Langit, Dimana cucu Mama" Tangis Nyonya Anggie menanyakan cucunya.
Tuan Damara berdiri dindepan Langit "Kenapa ini bisa terjadi Langit, Bagaimana keadaan Kai" Pertanyaan yang sama seperti yang Tuan Kana tanyakan tadi.
Sama dengan tadi Langit tidak menjawab karena dia sendiri pun tidak tau ala yang terjadi dan bagaimana keadaan Kai.
__ADS_1
"Kalian tanyakan saja kepadanya, Karna dia yang tau semuanya" Tunjuk Langit pada tubuh Nara yang berdiri di depan pintu UGD.
Mereka mendekati Nara, "Nara kenapa ini bisa terjadi?" Tanaya Nyonya Anggie dengan air mata yang mengalir deras.
Lagi-lagi Nara diam tidak menjawab, "NARA JAWAB, BAGAIMANA INI BISA TERJADI?" Bentak Nyonya Anggie namun sama Nara tetap diam.
Dokter keluar dari ruang UGD, Semua menghampiri dokter, "Bagaimana keadana anak saya dokter" Tanya Langit.
Dokter menarik nafasnya pelan sebelum memberitahukan keadaan pasien "Maaf saya harus menyampaikan kabar ini, Pasien telah meninggal dunia saat dalam perjanan ke Rumah Sakit, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengembalikan detak jantung pasien namun detak jantung pasien tetap tidak kembali" Jelas dokter.
Mendengar ucapan dokter seketika Langit luruh ke lantai, Begitupun dengan Nyonya Anggie dan Nyonya Lingga, Mereka menangis histeris tidak rela kehilangan Kai.
Di saat semua menangis kehilangan Kai, Hanya Nara yang tidak menangis sama sekali, Ia hanya diam berdiri di tempat nya, Melihat Nara yang sama sekali tidak bergerak bahkan mengeluarkan air mata membuat Langit berasumsi jika Nara tidak menyayangi Kai.
Langit berdiri di bantu dengan Bara dna Langit, Ia berjalan mendekati Nara, Plakkkk satu tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Nara sehingga membuat wajah nara menengok kesamping dan sudut bibirnya berdarah, Langit yang melakukan itu, Ini adalah kali pertama Langit menampar Nara.
"PEMBUNUH!" Bentak Langit dengan menunjuk wajah Nara.
"KAU PEMBUNUH, KAU MEMBUNUH ANAK KU!" Emosi Langit sudah di ubun-ubun.
Tidak ada yang bisa mencegah Langit melakukan hal itu kepada Nara, Semua diam mereka tidak memperdulikan apa yang Langit lakukan kepada Nara bahkan orangtua Nara sekalipun, Mereka sibuk dengan perasaan kehilangan.
"KENAPA KAU MEMBUNUH ANAK KU, KENAPA?" Langit terus memebentak Nara me.nanyakan hal yang sama namun tetap tidak mendapat jawaban.
Rendy yang tidak tega melihat Nara di bentak berusaha untuk menenangkan Langit, Namun baru satu langkah ia melangkah Langit sudah menatap nya nyalang seolah mengatakan tetap di tempatmu dan jangan ikut campur.
Langit terus meluapkan emosinya kepada Nara samapi jasad Kai di bawa keluar, Langit membuka penutup yang menutup tubuh kaku Kai, Langit seketika menangis meraung melihat wajah pucat anak nya, Langit memeluk wajah Kai air matanya jatuh mengenai wajah Kai.
__ADS_1
Langit benar-benar merasa dunianya telah hancur, Anak semata wayangnya telah pergi untuk selama-lama nya bahakan sebelum ia melakukan hal yang ingin ia lakukan.