Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 48


__ADS_3

Nara sampai di sekolahan Julian, Julian memakai tas nya kemudian berpamitan kepada Nara," Mom Julian sekolah dulu ya Mommy jangan rindu" Suara Julian riang meledek Nara.


"Oh bayi Mommy tentu saja Mommy akan merindukan mu" Nara memeluk Julian.


"Julian sayang Mommy" Ucap Julian setelah Nara melepaskan pelukannya.


"Ya Mommy juga menyayangi mu nak" Nara tersenyum tangannya mengelus rambut Julian.


Hal yang selalu ia lakukan kelada Kai dulu, Tiba-tiba hatinya merasakan rindu yang sangat luarbiasa kepada Kai, Apalagi sudah lima tahun ia tidak datang ke rumah baru Kai dan hal itu membuat kerinduan Nara kian membesar.


"Jangan menangis Mom Julian hanya pergi sekolah" Julian menghapus air mata Nara yang menetes.


Julian kira Mommy nya menangis karena di tinggal dia pergi sekolah oleh dirinya, Sesederhana itu fikiran anak kelas 1 sekolah dasar itu, Tapi nyatanya Mommy nya menangis karena merindukan anak kandung nya yang telah lama pergi yang tidak Julian ketahui untuk waktu yang sekarang.


Nara mengambil tangan Julian dan mencium nya, "Terimakasih sayang"


"Sekarang cepatlah masuk karena gurumu sudah menunggumu" Nara menunjuk guru Julian yang menunggu Julian di depan gerbang, "Dengarkan gurumu dengan baik yang sayang nanti pulang sekolah Mommy jemput lagi" Lanjut Nara.


"Oke Mom" Julian mencium tangan Nara dan memeluknya lagi, Setelah itu Julian turun dari mobil dan menghampiri gurunya yang sudah menunggunya.


Selepas Julian turun dari mobil Nara mengambil foto Kai yang selalu ia simpan dan ia bawa kemana-mana dalam tas nya, Air mata Nara langsung keluar saat melihat foto Kai, Nara benar-benar merindukan Kai rindu yang semakin hari semakin menumpuk.


Walau Julian hadir di kehidupan Nara namun Julian tidak akan bisa dan tidak akan mampu mengganti posisi Kai di hati Nara seutuhnya, Kai tetaplah satu-satunya pemilik hati Nara yang paling dalam, Kai punya tempat tersendiri di hati Nara walau hadirnya tidak lagi ada dan nyata.

__ADS_1


"Bunda rindu nak" Cicit Nara pelan pada foto Kai.


"Anak Bunda apa kabar disana, Maafin Bunda ya nak karena sudah lama Bunda tidak datang ke rumahmu"


"Ba-bagaimana kabar ayahmu nak, Apa Ayahmu baik-baik saja, Bunda juga rindu ayahmu" Suara Nara tenggelam dalam tangis.


Nara menangis tersedu-sedu dalam mobil, Hati nya terasa sesak merindukan dua orang yang pergi jauh dari nya lebih tepatnya Nara yang menjauh dari mereka, Nara memeluk foto Kai dan juga foto Langit dalam dekapannya, Benar adanya Nara merindukan Langit dan Nara juga masih sangat mencintai Langit.


Puas menumpahkan segala sesak di dadanya karena merindukan dua orang yang sangat berarti di hidupnya Nara menyimpan kembali foto Langit dan Kai pada tempat nya semula, Menghapus sisa-sia air matanya setelah itu Nara melajukan mobilnya keluar dari area sekolah Julian.


Nara berencana akan pergi ke supermarket untuk belanja beberapa bahan roti dan apaertemen yang sudah habis, Beberapa saat kemudian Nara sampai di supermarket, Nara turun dari mobil dan masuk kedalam supermarket dan mulai mengambil apa saja yang akan dia beli setelah selesai Nara pergi ke toko rotinya.


Siang hari Zayan dan Ziyan sudah siap untuk memulai mencari Nara di kota Riga, Zayan dan Ziyan bahkan sampai memiliki peta kota Riga, Zayan dan Ziyan mulai mencari Nara dari desa terpencil yang ada di kota Riga.


Mereka berdua menyewa satu buah mobil untuk memudahkan mereka mencari Nara, Mereka sampai di desa terpencil itu saat malam hampir menjelang mereka memutuskan untuk istirahat sebentar dan mengisi perut mereka dengan makanan.


Hal yang sama yang dulu Nara lakukan saat pertama kali mencoba rasa makanan di Negara itu Ziyan pun melakukan hal yang sama, Makanan yang rata-rata tidak memiliki rasa itu tidak cocok di lidah mereka.


"Memang bagaiman rasanya?" Tanya Zayan karena memang Zayan belum memakan makanan nya karena ia masih fokus melihat peta yang ada di tangan nya.


Ziyan menyodorkan sendok berisi makanan dan menyuapkan nya kedalam mulut Zayan, "Bagaimana aneh kan rasanya?"


Berbeda dengan Ziyan yang melepehkan makana Zayan bisa menelanya, Zayan sudah biasa mencoba banyak makana yang berbeda rasa dari Negara yang ia datangi aneh nya kenapa Ziyan tidak bisa melakukan hal yang sama padahal mereka berdua selalu pergi bersama.

__ADS_1


"Tidak ada yang aneh rasanya enak" Jawab Zayan singkat menatap Ziyan sebentar setelah itu kembali melihat peta.


Ziyan mengerutkan alisnya merasa aneh dengan Zayan, Ziyan menyendok makanan yang sama yang ia berikan kepada Zayan tadi dan memakan nya sekai lagi, Lagi Ziyan melepehkan makanan nya rasa makanan nya sama tidak enak tapi kenapa Zayan bisa memakannya, Bingung Ziyan akhirnya Ziyan hanya makan satu batang coklat yang ia beli di perjalanan tadi untuk makan malam nya hari ini.


Setelah selesai makan Zayan dan Ziyan mulai mencari Nara di desa terpencil itu, Mereka datang ke acara-acara yang di adakan desa tersebut untuk memudahkan mereka mencari Nara, Mereka berdua berpencar dengan membawa foto Nara mereka menanyakan kepada orang-orang yang ada di acara tersebut namun tidak ada satupun dari mereka yang mengenali atau pernah melihat Nara.


Malam semakin larut mereka berdua memutuskan untuk berhenti dan beristirahat, Mereka beristirahat di dalam mobil dan tidur di dalam mobil hingga pagi menjelang, Mereka berdua melanjutkan pencarian mereka di desa terpencil itu tidak ada satupun tempat yang mereka lewati, Setelah semua tempat sudah mereka datangi dan tidak mendapatkan hasil mereka memutuskan pulang saat hari sudah sore.


Mereka sampai di kota Riga saat dini hari, Mereka berdua langusng merebahkan tubuh mereka sebentar sebelum mencari Nara lagi di desa lain, Sudah hampir tiga minggu Zayan dan Ziyan mencari Nara di desa-desa yang ada di kota Riga namun tak kunjung mendapatkan hasil.


Sampai akhirnya mereka berasumsi bahwa Nara tidak ada di Negara ini dan memutusakan untuk berhenti mencari Nara di Negara ini, Saat ini mereka sedang berjalan-jalan di seputaran hotel tempat mereka menginap, sedari awal mereka datang mereka memang belum pernah sekalipun mengelilingi sekitaran tempat mereka menginap.


Awal nya Zayan menolak ajakan Ziyan untuk jalan-jalan di sekitaran hotel karena Zayan malas dan lelah, Namun Ziyan terus memaksa Zayan dengan alasan menikmati waktu sebelum mereka pergi dari Negara ini jadi mau tidak mau Zayan mengikuti Ziyan.


"Za aku dengar dari petugas hotel katanya disini ada toko roti yang enak" Beo Ziyan saat mereka sedang duduk di cafe menikmati secangkir cofee.


"Lalu" Jawab Zayan singkat.


"Ayo kita coba, Aku penasaran dengan rasa rotinya siapa tau rasanya cocok di lidah ku" Ajak Ziyan antusias namun Zayan tidak tertarik.


"Kau saja yang pergi" Tolak Zayan.


"Oh ayolah Za ini hari terakhir kita di Negara ini, Jadi biarkan lidahku ini merasakan makanan yang enak di sini" Rayu Ziyan.

__ADS_1


Zayan menarik nafasnya, "Lima menit" Zayan berdiri berjalan mendahului Ziyan menuju toko roti yang Ziyan maksud tadi yang memang tidak jauh dari cafe tempat mereka duduk tadi.


Ziyan berjalan merangkul pundak Zayan, Mereka sampai di toko roti yang bernamakan KaiLove, Sejenak mereka terdiam saat melihat nama toko roti di depannya mereka seperti merasa tidak asing dengan nama itu, setelah cukup lama diam mereka masuk kedalam toko roti itu dan betapa terkejutnya mereka melihat siap yang ada di dalam toko roti itu.


__ADS_2