Senandung Pilu

Senandung Pilu
Epidose 44


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak Nara pergi keadaan Langit benar-benar seperti orang gila, Selama satu minggu Langgit mencari Nara keseluruh kota bahkan luar kota namun tak kunjung ketemu.


Tidak berbeda jauh dengan kondisi Langit kedua orangtua Nara pun sama, Mereka kelimpunga mencari Nara di bantu dengan pihak kepolisian namun hasilnya juga sama mereka tidak menemukan Nara.


Nyonya Anggie bahkan sampai sakit karena tidak tau dimana keberadaan Nara, Rasa penyesalan yang amat dalam kepada Nara membuat kondisi Nyonya Anggie semakin hari semakin memburuk, Sejak Langit memberitahukan yang sebenarnya kepadanya satu minggu yang lalu hari-hari Tuan Damara dan Nyonya Anggie di hantui rasa bersalah.


"Kamu dimana sayang?" Monolog Nyonya Anggie mengelus foto Nara.


"Maafin Mama nak Mama salah" Air mata Nyonya Anggie jatuh mengenai bingkai foto Nara yang tersenyum cantik.


"Bukan kamu yang gagal menjadi Ibu tapi Mama, Mama gagal menjadi Ibu mu bahkah dengan kejam Mama meninggalkan mu sendiri saat kamu butuh pekukan Mama!"


Nyonya Anggie membawa foto Nara dalam pelukannya dan menangis, Hatinya begitu sakit dan penuh penyesalan namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur, Nara sudah pergi jauh dari mereka semua meninggalkan penyesalan amat dalam kepada mereka.


Di tempat Lain Tuan Damara bersama pihak kepolisian sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan Langit, Bara dan Evan untuk membahas perkembangan pencarian mereka.


Beberapa saat kemudian Tuan Damara dan pihak kepolisian sudah sampai di cafe tempat mereka akan bertemu, Di dalam sudah ada Langit, Bara dan Evan yang menunggu.


"Papa"


"Om" Ucap Langi, Bara dan Evan bersamaa.


Mereka menyalami tangan Tuan Damara setelah itu mereka duduk dan mulai membahas inti masalah, "Bagaimana Langit apa kamu sudah dapat kabar dari anak buahmu" Tanya Tuan Damara.


"Belum Pa sepertinya Nara tidak ada di kota Surabaya" Jawab Langit.

__ADS_1


Langit memerintahkan beberapa anak buah nya ke Surabaya untuk mencari Nara namun belum membuahkan hasil, Padahal anak buah Langit sudah mencari bahkan ke desa-desa terpencil tapi hasilnya tetap sama, Karena itulah Langit berfikir mungkin Nara tidak ada di kota Surabaya.


"Apa mungkin Nara keluar Negeri!" Sela Evan membuat mereka semua mengalihkan matanya menatap Evan.


"Darimana Lu tau kalau Nara ke luar Negri?" Tanya Bara penasaran.


"Ya mungkin saja kan, Kita sudah mencari Nara keseluruhan kota yang ada di negara ini tapi Nara tetap tidak ketemu kan" Jawab Evan masuk akal.


Mereka semua hayut dalam fikiran masing-masing mencerna ucapan Evan yang ada benar nya, Jika memang benar Nara ada di Luar Negeri itu berati pencarian mereka akan semakin sulit karena Mereka harus mencari Nara ke berbagai Negara.


"Jika memang benar Nona Nara pergi keluar Negri saya akan meminta bantuan dari kepolisian di setiap Negara untuk membantu kita mencari Nona Nara" Ucap anggota kepolisian yang mana membuat mereka semua sedikit lega karena semakin banyak yang membantu mencari Nara maka akan semakin cepat Nara di temukan.






Nara membuka jendela apartemen nya dan langsung di suguhkan pemandangan yang sangat indah dan sorot sinar matahari dari lanta 15 apaertemen nya, Nara menghirup udara yang sangat segar itu menarik nafas dalam-dalam dan menhembuskan perlahan sambil memejamkan matanya.


"Selamat pagi anak Bunda" Sapa Nara pada foto Kai yang ia pegang.


"Langit begitu cerah nak, Hari ini Bunda mau bermalas-malasan badan Bunda sedikit capek, Kai temenin Bunda ya?" Nara meletakan foto Kai di atas ranjang dan setelah itu ia pergi kedapur.

__ADS_1


Nara mengelilingi apartemen yang baru ia sewa yang lumayan cukup luas, Apartemen itu memiliki dua kamar dengan ruang tamu yang luas dan juga dapur yang cukup luas, Nara menyewa apaertemen itu selama 5 tahun dan membayarnya lunas dengan uang tabungan nya.


Heart of Old-town Apartments adalah sebuah apaertemen yang terletak di kota Riga negara Latvia, Nara memilih pergi ke Negara itu dan meyewa apartemen di kota Riga karena Negara itu memiliki tidak banyak penduduk dan memiliki tempat wisata dan pemandangan yang sangat indah.


Nara merasa tempat itu sangat cocok untuk nya yang ingin menenangkan diri dan pastinya Langit tidak akan menemukannya, Nara sudah mencari-cari apaertemen yang ada di kota Riga yang memiliki pemandangan indah saat ia masih ada di Negara Swiss.


Nara berada di Swiss sekitar satu minggu dan setelah itu ia pergi ke Negara Latvia untuk memulai hidupnya bersama dengan bayang-banyang Kai yang menurut nya jauh lebih baik, Nara memasuki area dapur ia membuka kulkas dan mengambil air mineral dan meminumnya.


"Aku lapar tapi tidak ada apa-apa" Beo Nara pada dirinya sendiri dengan memegangi perutnya.


"Ah sepertinya aku harus belanja bahan makanan" Menutup pintu kulkas Nara kembali ke kamar.


Nara membersihkan dirinya dengan berendam merilekskan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku dengan menambahkan aroma vanila kedalam bathtub, Setelah selesai Nara bersiap-siap untuk pergi keluar, Nara berjalan kaki untuk menuju supermarket yang tidak jauh dari apaertemen nya.


Sesekali Nara membalas sapaan-spaaan orang-orang yang menyapanya dengan tersenyum ramah, Orang-orang di Negara Latvia terkenal akan keramahannya dan karena itu lah menjadi salah satu alasan Nara mau pergi ke Negara Latvia.


Untuk memulai hidup baru di tempat baru tentu saja Nara harus bisa bersosialisasi di tempat sekitarnya begitupun dengan rasa makanan yang mungkin tidak cocok di lidah nya, Seperti saat ini contohnya saat Nara sedang makan roti yang rasanya tidak cocok menurut lidahnya.


"Kenapa rotinya rasanya seprti ini" Nara melepehkan roti yang sudah ada di mulutnya.


Mencium berkali-kali bau aneh pada roti yang ia pegang Nara membungkus kembali roti yang baru ia beli di supermarket, Nara masuk kedalam supermakrket lagi dan membeli beberapa roti untuk mencari rasa yang cocok di lidahnya sampai akhirnya ia menukannya.


"Ahh ini enak" Nara begitu senang menemukan rasa roti yang cocok di lidahnya dan langsung melahapnya.


Nara juga membeli beberapa belanjaan dan bumbu-bumbu untuk memasak di apartemen nanti, Saat ini Nara sedang duduk di sebuah Cafe di sebrang supermarket dengan menikmati secangkir coffee sembari melihat orang-orang yang berlalu lalang di jalanan.

__ADS_1


Di tempat ini Nara bisa terlihat seperti dirinya yang dulu yang ceria dan selalu tersenyum, Nara juga merasa jiwanya seakan kembali walau bayang-bayang Kai dan Langit yang menyakitinya masih tertaman di kepalanya.


__ADS_2