
Langit baru sampai di hotel saat tengah malam, Sesampainya di kamar hotel Langit langsung membersihkan tubuhnya dan meletakan ponselnya di atas ranjang, Tempat setelah Langit masuk kamar mandi ponsel Langit berdering satu panggilan telfon masuk ke ponsel Langit.
Panggilan itu berdering cukup lama namun sayang Langit tidak mengetahuinya, Sebuah panggilan yang Langit tunggu-tunggu dari orang yang memiliki tempat di hatinya yaitu Nara, Ini kali pertama Nara menghubungi Langit lebih dulu setelah mereka bertemu kembali, Tapi sayang seribu sayang Langit tidak menjawab panggilan itu lebih tepatnya tidak tau.
Di kamar nya Nara menatap gelisah ponselnya karena Langit tidak menjawab panggilan nya, Ntah ada apa dengan diri Nara ia merasa khawatir dengan Langit yang sudah satu bulan lebih tidak ia temui dan dan tidak tau kondisinya.
Langit juga hanya sesekali menghubungi Papa nya hanya sekedar untuk mengobrol dengan Julian tidak lebih, Meletakan ponselnya di atas nakas kemudian Nara menidurkan tubuh di samping Julian yang sudah nyenyak tidur.
"Walau Mommy belum bisa memaafkan Daddy mu, Mommy berharap Daddy mu akan baik-baik saja dimana pun dia berada" Bisik Nara pelan di samping Julian setelah itu ia mencium kenkng Julian dan kemudian ikut terlelap di samping Julian mengarungi mimpi.
Di kamar hotel nya Langit baru keluar dari kamar mandi setelah satu jam lebih karena Langit berendam dulu untuk merilekskan tubuhnya yang lelah setelah berhari-hari mencari alamat rumah Maureen bibi Julian.
Langit mengambil ponselnya dengan handuk kecil yang masih bertengger di kepalanya untuk mengeringkan rambutnya yang basah, Mata Langit terbuka lebar saat membuka ponselnya, Satu panggilan tak terjawab dari Nara.
Langit melemparkan handuk nya asal dan duduk di ranjang kemudian menghubungi Nara, Berdering namun tidak ada jawaban, Langit berulang-ulang menghungi Nara namun hasilnya sama tidak ada jawaban.
"Kau bodoh Langit, Seharusnya kau tidak meninggalkan ponsel mu!!" Maki Langit pada dirinya sendiri.
Langit merasa kesal dengan dirinya sendiri namun semua itu percuma, Andai saja tadi dia menjawab panggilan Nara mungkin hubungan mereka akan jauh lebih baik tapi apa mau di kata kesal pun tiada artinya.
Meletakan ponselnya Langit merebahkan dirinya, Hatinya masih merasa menyesal karena tidak menjawab panggilan Nara sampai membuatnya gelisah dan susah tidur namun secara perlahan akhir nya Langit tertidur.
__ADS_1
Pagi telah datang Langit bangun dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia, Senyum Langit sedari bangun tidur tidak pernah pudar ia sudah tidak sabar untuk bertemu Nara dan Julian.
"Sayang tunggu Mas, Mas akan segera pulang" Ucap Langit pada dirinya sendiri kemudian pergi meninggalkan hotel menuju Bandara.
Sesampainya di Bandara Langit masuk ke jalur khusus dan langsung naik ke pesawat karena pesawat pribadi milik keluarga nya sudah sampai sejak tadi malam, Langit mengeluarkan foto Kai dan Nara yang selalu ia bawa kemana-mama.
"Tunggu sebentar lagi nak, Ayah janji akan membawa Bunda kembali pada ayah" Langit mencium foto Nara dan Kai setelah itu pesawat mengudara meninggalkan Negara Latvia.
Di kediaman keluarga Samudra Nyonya Lingga di kagetkan dengan kedatangan Nara yang tiba-tiba tanpa memberitahukan terlebih dulu kepada pemilik Rumah, "Mami apa kabar? Nara kangen" Ucap Nara memeluk Nyonya Lingga.
"Nara anak Mami" Kaget Nyonya Lingga Nara datang kerumah nya dan langsung memeluknya, "Mami baik sayang, Mami juga rindu sama kamu"
Nara melepaskan pelukan dan menatap Nyonya Lingga, "Maaf Nara datang ga bilang-bilang dan buat Mami kaget" Sesal Nara karena melihat Nyonya Lingga begitu terkejut melihat kedatangannya.
"Ayo sayang duduk" Lanjut Nyonya Lingga menuntun Nara untuk duduk di sofa ruang keluarga.
"Julian mana sayang kenapa ga ikut?" Tanya Nyonya Lingga penasaran karena Julian tidak ikut bersama Nara
"Iya Mi, Julian lagi ikut Papa ke kantor" Jawab Nara dengan senyuman.
Nyonya Lingga hanya menggangguk-angguk mengerti dengan jawaban Nara, "Mami seneng banget Nara mau datang ke Rumah Mami" Jujur Nyonya Lingga, Ya benar adanya apa yang di katakan Nyonya Lingga ia sangat merasa senang Nara datang kerumah nya karena semenjak Kai meninggal Nara tidak pernah lagi datang ke rumah nya.
__ADS_1
Saat itu Nara yang di benci semua keluarga dan juga suaminya merasa takut untuk datang kerumahnya maupun ke rumah orangtuanya setelah tragedi itu dan mereka semua menyalahkan nya, Waktu itu Nara tidak punya tempat selain rumah nya dengan Langit, Dan baru kali ini lah Nara kembali menginjakan kaki nya di rumah keluarga Langit.
"Maafin Nara ya Mi karena nara baru datang ke rumah Mami" Jawab Nara penuh sesal merasa tidak enak dengan Nyonya Lingga.
"Tidak sayang jangan minta maaf, Ini bukan salah mu ini salah kami semua, Andai saja dulu kami...." Belum sempat Nyonya lingga menyelesaikan ucapannya Nara sudah memotong ucapan nya.
"Sudah ya Mi jangan di bahas lagi, Nara sudah memafkan Mami dan Papi jadi kita lupain saja apa yang sudah berlalu ya Mi" Potong Nara dengan menggenggam tangan Nyonya Lingga.
"Terimakasih ya sayang karena sudah memaafkan Mami dan Papi"
Setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka, Dalam banyaknya obrolan mereka tidak sekalipun Nyonya Lingga membahas tentang Langit atau memohon kepada Nara supaya memaafkan Langit, Karena Nyonya Lingga ingin Langit mendapatkan maaf Nara dengan usahanya sediri dan semua keputusan ada di tangan Nara, Ia tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka namun besar harapan Nyonya Lingga agar Langgit dan Nara bisa kembali lagi.
Hari sudah sore Nara pamit pulang kepada Nyonya Lingga dan berjanji akan sering datang ke rumah nya, Nara mengendarai mobil menuju Perusahaan ayahnya untuk menjemput Julian karena Papa nya harus menghadiri acara makan malam dengan rekan kerjanya bersama Mama nya.
Waktu terus berputar Pesawat Langit sudah mendarat dengan sempurna di Indonasia, Merenggangkan otot-otot nya yang kaku setelah itu Langit turun dari pesawat dan keluar dari Bandara, Di luar Evan sudah menunggu Langit sendirian tidak bersma Bara karena Bara sedang berada di Rumah orangtuan Rumi dan juga hari masih terlalu pagi karena Langit tiba di Indonesia saat matari belum terbit.
"Giamana Lang udah beres semua" Tanya Evan di tengah perjalanan mereka.
"Udah Van, Julian sudah resmi jadi bagain keluarga Gue sama Nara" Jawab Langit dengan mata terpejam.
"Syukurlah, Semoga ini awal yang baik untuk hubungan Lu dan Nara" Ucap Evan setelah itu ia kembali fokus ke jalanan.
__ADS_1
Namun karena hari yang masih sangat pagi dan rasa kantuk yang belum sepenuhnya hilang membuat Evan sedikit tak fokus, Evan terus menguap dan saat Evan sedang menguap ia tidak sadar jika di depan ada tukang becak dan mobil Evan melaju ke arah tukang becak itu dan Brakkkkkkk.