Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 50


__ADS_3

Di kantornya Langit sedang melakukan meeting pembahasan proyek terbaru perusahaan nya, Tiba-tiba ponsel Langit yang di pegang Rendy bergetar tanda pesan masuk, Rendy mendekati Langit dan menyerahkan ponselnya karena sebelumnya Langit berpesan jika ada pesan atau panggilan masuk di ponselnya langsung memberitahunya.


Rendy menyodorkan ponsel Langit saat salah satu karyawan Langit sedang presentasi, Menerima ponsel yang di sodorkan Rendy Langit membuka isi pesan yang masuk ke ponselnya.


"Kami sudah menemukan Nona Nara Tuan" Isi pesan yang Ziyan kirimkan.


Seketika Langit kaget dan berdiri sampai membuat kursi yang ia duduki terdorong kebelakang hingga membentur tembok, Semua karyawan yang ada si ruang meeting kaget presentasi pun berhenti.


Langit berulang-ulang kali membaca ulang pesan yang dikirim Ziyan untuk memastikan ia tidak salah baca, Setelah merasa benar Langit langsung menghubungi Ziyan.


"Rendy kau teruskan meeting ini" Ucap Langit sebelum pergi meninggalkan ruang meeting.


"Baik Tuan" Jawab Rendy membungkukan badannya sopan.


Langit pergi keruangannya dengan ponsel yang menempel di telinganya, Berkali-kali Langit menghubungi Ziyan namun tidak ada jawaban dan hal itu membuat Langit panik dan berfikir apa yang terjadi disana kenapa Ziyan tidak menjawab panggilannya, Sampai pada panggilan ke sepuluh Ziyan menjawab panggilan Langit.


"Hallo Ziyan dimana Istriku?" Tanya Langit langsung saat panggilan tersambung.


"Nona Nara ada bersama kami Tuan" Jawab Ziyan di sebrang telfon dengan suara sedikit berbisik.


"Bagaiman kabar istriku?, Apa dia baik-baik saja?, Apa ada yang berubah darinya?, Oh tidak kalian ada di Negara mana saat ini?" Tanya Langit berentetan, Perasaan nya campur aduk saat ini, Ada bahagia, Senang dan Khawatir.


Bahagia karena akhirnya Nara di temukan, Senang karena sebentar lagi ia akan bertemu Nara dan khawatir jika seseuatu telah terjadi kelada Nara saat ia pergi.


"Nona Nara baik-baik saja Tuan, Kami sekarang berada di Negara Latvia tepatnya di kota Riga....."


"Apa itu istriku yang sedang menangis?" Tanya Langit memotong ucapan Ziyan saat suara tangis Nara samar-samar terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Ya Tuan itu suara Nona Nara, Saat ini keadaan Nona Nara sedang tidak baik-baik saja setelah kami menceritakan keadaan Tuan dan Nyonya Anggie, Saat tau keadaan Nyonya Anggie dan Tuan Nona Nara Langsung menangis bahkan sempat membuatnya pingsan" Jelas Ziyan.


Mendengar penjelasan Ziyan yang mengakatakan jika Nara sempat pinsang Langit langsung mematikan telfon nya dan langsung berlari keluar, Langit akan menyusul Nara sekarang juga ia tidak ingin membuang-buang waktu lagi.


Di perjalanan Langit menghubungi Tuan Damara, Dua kali berdering Tuan Damara langsung menjawab panggilan Langit, "Hallo Pa, Papa dimana?" Suara Langit setelah sambungan telfon terhubung.


"Hallo Langit Papa di Rumah ada apa?"


"Pa Nara sudah di temukan, Langit tau dimana Nara, Sekarang Langit akan menyusul Nara Pa" Cerita Langit penuh antusias.


Di sebrang telfon Tuan Damara diam jantungnya berdetak kuat mendengar kabar putrinya di temukan, Tanpa terasa air mata Tuan Damara mengalir tanpa di minta mendengar kabar bahagia itu.


"Pa, Papa dengar Langit kan? Tanya Langjlit karena tidak ada jawaban dari Tuan Damara.


"Ya Langit Papa dengar, Nara dimana Langit? Bagaimana keadaan nya sekarang?, Dia baik-baik saja kan?" Sura Tuan Damara terdengar parau Langit tau Ayah mertuanya itu sedang menahan tangis.


Mendengar jawaban Langit tangis Tuan Damara tidak bisa lagi ia bendung, Langit juga dapat mendengar dengan jelas suara tangis Tuan damara, "Papa Langit tutup telfon nya ya, Langit sudah sampai di bandara, Papa jangan khawatir Langit pasti akan membawa Nara pulang" Janji Langit sebelum mematikan telfon.


Setelah telfon mati Langit langsung buru-buru masuk kedalam bandara, Langit tidak perlu melakukan check in ataupun menyiapkan keperluan lainnya seperti koper dan lain-lain karena ia akan terbang menggunakan pesawat pribadi milik keluarganya dan semua keperluan Langit sudah ada di dalam pesawat itu, Beberapa saat kemudian pesawat yang Langit tumpangi sudah mengudara, Jantung Langit berdetak kencang ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Nara dan memeluknya.


Di rumah keluarga Nara selepass panggilan telfon Langit terputus Tuan Damara masih duduk menangis di sofa ruang keluarga, Berkali-kali Tuan Damara berucap syukur kepada Tuhan karena sudah mengabulkan doa-doanya, Tidak ingin membuang waktu lagi untuk memberikan kabar bahagia ini kepada istrinya Tuan Damara menghapus air matanya dan langsung pergi ke kamar mereka.


Tuan Damara membuka pintu kamar berjalan mendekati istrinya yang baru keluar dari kamar mandi dan langsung memeluknya, Tuan Damara menangis dalam memeluk istrinya.


"Ada apa Pa?, Kenapa Papa menangis?" Bingung Nyonya Anggie karena tiba-tiba suaminya menangis sambil memeluknya.


"Nara Ma"

__ADS_1


Deg..Jantung Nyonya Anggie langsung berdetak kencang saat Tuan Damara menyebut nama putri mereka, Perasaan takut menyelimuti diri Nyonya Anggie takut sesuatu terjadi dengan putrinya.


"Na-nara kenapa Pa?" Tanya Nyonya Anggie takut.


Tuan Damara melepas pelukannya, Tangannya memengan kedua pundak istrinya, "Nara sudah di temukan Ma" Ucap Tuan Damara dengan senang.


Nyonya Anggie diam menatap suaminya mencerna ucapan yang ia dengar barusan yang rasanya seperti hanya ilusinya saja, "Ma Mama" Tuan Damara menggoyangkan tubuh Nyonya Anggie untuk menyadarkannya.


"Ha Papa bilang apa tadi?" Tanya Nyonya Anggie masih belum yakin apa yang ia dengar tadi.


"Nara sudah di temukan Ma, Dan Langit sekarang sudah berangkat untuk menjemput Nara" Jelas Tuan Damara lebih detail.


Nyonya Anggie menutup mulutnya menggunakan tangannya, Ia kaget dan syok ia tidak percaya mendengar kabar yang membahagiakan ini, Putrinya putri satu-satunya yang telah ia sakiti hatinya sudah di temukan ia benar-benar bahagia sampai membuatnya menangis.


Tuan Damara membawa Nyonya Anggie dalam pelukannya, Mereka menangis bersama merasakan kebahagiaan yang sudah lama mereka nanti-nantikan, Mereka berdua berucap syukur atas kebaikan Tuhan kepada mereka.


"Ayo Pa kita jemput Nara, Mama sudah tidak sabar ingin bertemu anak Mama" Ajak Nyonya Anggie antusias ia tidak sabar ingin memeluk putrinya.


"Tunggu Ma" Tuan Damara menahan tangan Nyonya Anggie yang menariknya, "Keadaan Mama tidak baik-baik saja, Mama tidak bisa ter..."


"Tidak Pa, Mama sudah baik-baik saja, Mama mau ketemu anak Mama" Sela Nyonya Anggie dengan air mata yang sudah mengalir deras, Ia tidak mau membuang waktu lebih lama lagi untuk menemui putrinya.


Tidak tega melihat istrinya yang menangis akhirnya Tuan Damara menyetujui kemauan istrinya untuk menemui anaknya sekarang juga, Tuan Kana dan Nyonya Lingga datang kerumah Tuan Damara dan Nyonya Anggie.


"Jeng Anggie Nara.." Nyonya Lingga tidak dapat menyelesaikan ucapan nya karena Nyonya Anggie langsung memeluknya.


Dari pelukan besan nya Nyonya Lingga tau jika besannya sudah mengetahui kabar bahagia ini, Mereka semua merasa bahagia dengan kabar ini, "Kami akan berangkat untuk menjeput Nara apa kalian akan ikut" Tawar Tuan Damara.

__ADS_1


"Ya kak kami akan ikut" Jawab Tuan Kana, Setelah itu mereka berangkat bersama untuk menemui Nara, Mereka sangat bahagia sampai membuat mereka tidak saba ingin segera bertemu dengan Nara.


__ADS_2