Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 64


__ADS_3

Mereka bertiga berada di dalam satu mobil, Julian duduk di kursi depan bersama Langit sedangkan Nara duduk di kursi belakang, Nara sengaja duduk di kursi belakang karena Nara tidak mau lebih dekat dengan Langit padahal mereka berada di mobil yang sama.


Selama perjalanan di isi dengan riuh suara Julian yang menanyakan ini itu kepada Mommy dan Daddy nya bergantian, Seperti kenapa banyak sekali bangunan tinggi?, Kenapa banyak anak-anak kecil di pinggir jalan?, Dimana ibu mereka?, Apa mereka tidak kepanasan? dan masih banyak lagi yang Julian tanyakan.


Sampai membuat Nara sendiri lelah menjawab berbagai macam pertanyaan dari Julian, Julian merasa heran dengan banyak nya anak-anak kecil yang berada di pinggir jalan yang menjajakan barang dagangan mereka dan ada pula yang mengamen di lampu merah, Sebab di kota Riga tidak pernah sekalipun Julian melihat hal yang ia lihat di Negara ini karena memang kota Riga terkenal akan kebersihan nya maka dari itu pemerintah setempat sangat menjaga kota itu dan tidak membiarkan satupun pengemis atau pengamen berada di kota mereka.


Langit hanya tersenyum dan sesekali bergantian menjawab pertanyaan Julian saat Nara sudah lelah menjawab nya, Beberapa saat kemudian mereka sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota Jakarta, Mereka turun dan setelah itu masuk ke dalam.


Nara menggandeng tangan Julian yang masih merasa asing dengan tempat yang baru pertama kali ia datangi, Dari awal mereka datang ke Indonesia Nara memang belum pernah membawa Julian pergi kemana-mana, Berbeda dengan Vallerie yang sudah pergi ke beberapa tempat bersama Nyonya Anggie.


Nara hanya pernah membawa Julian pergi ke rumah Rumi dan kerumah Alana itupun hanya satu kali semenjak mereka kembali, Alasan Nara belum membawa Julian pergi keluar adalah karena Nara tidak ingin bertemu dengan Langit saat di luar, Namun nyatanya kini mereka sekarang pergi bersama.


Sampai di tempat permainan Langit membeli tiket untuk mereka bertiga, Setelah mendapatkan tiket Langit mendekati Nara dan Julian.


"Daddy sudah dapat tiketnya, Julian mau main yang mana dulu?" Tanya Langit saat sudah berada bersama Nara dan Julian.


Mata Julian melihat sekeliling memilih permainan apa yang ingin ia coba pertama, "Daddy, Julian mau bermain itu" Tunjuk Julian pada permainan melempar bola basket.


Langit mengikuti arah tunjuk Julian, "Oke ayo kita bermain itu" Langit menggenggam tangan Julian.


"Mmm Ra kamu mau ikut?" Tanya Langit sebelum dirinya dan Julian pergie ke arena permainan yang Julian inginkan.


"Engga Mas, Aku tunggu di sini saja" Nara membungkuk mengelus kepala Julian, "Julian main sama Daddy saja ya, Mommy tunggu disini" Lanjut Nara.

__ADS_1


"Oke Mom" Jawab Julian menaikan jempol nya.


Setelah itu Julian dan Langit pergi ke arena permainan yang Julian pilih dan Nara menunggu mereka di kursi yang sudah di sediakan, Hubungan Nara dan Langit secanggung itu sampai-sampai membuat mereka berdua harus memikirkan perasaan masing-masing sebelum melakukan sesuatu.


Nara memperhatikan Langit dan Julian yang sedang bermain dari jauh, Mata Nara tak pernah lepas dari mereka berdua yang tertawa bersama layaknya seorang ayah dan anak nya sendiri.


Julian mencoba semua arena permainan tidak ada satupun permainan yang tidak Julian coba, Sampai pada permainan terakhir yaitu permaina komedi putar di waktu yang bersamaan Langit dan Nara merasakan the javu, Mereka sama-sama teringat kenangan dengan Kai saat bermain komedi putar.


Langit yang menunggu Julian di panggar pembatas menengok ke arah Nara yang duduk tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri, Pandangan mereka saling bertemu tanpa terasa satu tetes air mata Nara lolos mengenai pipi putih nya tanpa Langit ketahui karena jarak.


"Bunda rindu Kai"


"Ayah rindu kai"


Ucap batin mereka bersamaan dengan pandangan mereka yang saling menatap, Sejauh itu hubungan mereka sekarang sampai membuat mereka tidak bisa berdiri bersampingan apalagi bergandengan tangan dan saling memeluk.


"Ayo kita ke tampat Mommy, Setelah itu kita beli minum oke" Langit membawa tangan Julian dalam genggaman nya dan berjalan mendekati Nara.


"Mommy julian lelah, Julian juga haus" Adu Julian lagi pada Nara.


"Kasihan anak Mommy" Nara mengelap jidat Julian yang berkeringat dengan tisu yang ia ambil dari dalam tas nya.


"Ayo kita beli minum sekalin makan, Karena ini sudah lewat jam makan siang" Ajak Langit, Nara berdiri dan mengikuti Langit dari belakang.

__ADS_1


Langit mengajak Nara dan Julian makan di restoran cina yang menjual makanan halal favorite Nara yang ada di Mall, Langit jelas sengaja memilih restoran itu karena itu adalah Favorite Nara.


Saat baru mau masuk ke dalam restoran pundak Nara di tepuk pelan oleh seseorang, Nara sedikit kaget dan menengok ke belakang, "Rumi" Kaget Nara ternyata Rumi yang menepuk pundak nya dan ternyata Rumi tidai sendiri ada Bara dan juga kedua anak mereka Angel dan Ilzan.


"Kalian disini juga?" Tanya Nara tak percaya.


"Iya Ra, anak-ank minta makan disini" Jawab Rumi di sertai senyuman bahagia karena bertemu Nara di sini.


"Hallo calon duda" Sapa Bara di sertai tawa pada Langit yang seketika membuat Langit melotot mendengar sapaan Bara.


"Si.."Langit yang sudah ingin mengumpat seketika diam saat mendapat pelototan dari Nara dan Rumi.


"Sorry" Ucap Langit menutup mulut nya.


"Mommy Julian haus" Lirih Julian membuat atensi mereka semua telaralihkan dan menatap Julian.


"Oh maafkan Mommy sayang, Sebentar ya Mommy pesankan minum" Ucap Nara yang akan pergi memesan minuman namun di tahan Langit.


"Biar aku saja yang memesan, Kalian duduk duluan saja" Ucap Langit setelah itu iya pergi ke tempat pemesanan dan yang lain mencari tempat duduk.


Langit datang ke tempat duduk dengan membawa segelas minuman dan memberikannya kepada Julian, Bara menghubungi Evan memintanya untuk datang ke restoran bersama anak dan istrinya


Sembari menunggu Evan datang dan makanan siap mereka mengobrol banyak hal, Walau begitu pandangan mata mereka tak lepas dari Julian, Angel dan Ilzan yang sedang bermain di arena permainan yang tersedia di restoran itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Evan datang bersama Alana dan si kembar, Alana merasa bahagia bisa bertemu Nara lagi, Siang itu mereka makan bersama seperti yang mereka sering lakukan dulu, Masing-nasing dari mereka merasakan kehangatan kebersamaan yang sudah lama tidak mereka rasakan.


Julian juga sudah merasa dekat dengan Anggel, ILzan dan si kembar padahal ini adalah baru kali kedua mereka bertemu, Mereka semua terlihat seperti sebuah keluarga yang sangat bahagia.


__ADS_2