Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 58


__ADS_3

Langit dan Tuan Damara sudah mengurus semua dokumen-dokumen penting serta paspor Vallerie dan Julian, Langit juga sudah memesankan tiket pesawat untuk mereka semua.


Langit sengaja tidak menggunakan pewat pribadi milik keluarganya, Karena jika ia menggunakan pesawat itu Nara akan tau jika ia selama ini diam-diam mengikutinya.


Sebelum kembali ke Negaranya Nara mengajak jalan-jalan keluarganya untuk mengelilingi kota Riga, Karena setelah ia kembali ke Indonesia Nara tidak tau kapan akan datang lagi ke kota Riga kota yang menemaninya di kala kehancuran.


Sebelum kembali Nara juga sudah menyerahkan Toko Roti nya kepada salah satu karyawan nya untuk di kelola, Nara juga mengatakan jika hasil dari penjualannya tidak perlu di kirimkan kepadanya dan meminta hasil dari penjual di bagi rata ke semua karyawannya.


Tak lupa Nara juga mengajarkan semua karyawannya cara membuat Roti yang Toko mereka jual, Nara lebih tenang meninggalkan karyawan yang selama ini berjuang bersamanya setelah memberikan ilmu-ilmu nya kepada mereka, Nara berharap setelah kepergiannya Toko Roti nya tetap berjalan walau tanpa diirnya, Sebab semua karyawan Nara adalah orang-orang yang kurang mampu di kota Riga.


Semua karyawan Nara merasa sedih karena di tinggal Nara, Mereka memeluk Nara bergantian menggucapkan banyak terimakasih kepadanya atas semua kebaikan nya selama ini, Perpisan hari itu terasa sangat haru setelah hari itu Nara tidak kembali ke Toko Roti karena takut hatinya akan bimbang lagi.


Saat ini mereka sedang piknik di pinggir sebuah danau yang sangat cantik yang ada di pinggiran kota Riga, Danau yang memiliki air jernih dan pepohonan hijau membuat udara di sekitar danau terasa segar.


Juliian begitu senang berada di danau itu, Ia berlari kesana kesini dengan Taun Damara yang mengejarnya dari belakang, Sedangkan Nara, Vallerie dan Nyonya Anggie duduk di karpet yang sudah mereka bentangkan di atas rerumputan.


"Julian jangan jauh-jauh kasian kakek mu" Ucap Nara sedikit berteriak melihat Julian yang berlari menjauh.


"Oke Mom" Jawab Julian dari kejauhan dan memutar langkahnya kembali.

__ADS_1


Nara tersenyum melihat Julian mendengarkan ucapan nya dan kembali ke tempat semula, "Kamu sayang banget ya Ra sama Julian" Suara Nyonya Anggue terdengar jelas di kuping Nara.


Nara menengok ke arah Nyonya Anggie yang duduk di sampingnya dan tersenyum, "Iya Ma, Nara sayang banget sama Julian, Kehadiran Julian membuat Nara memiliki peran sebagai seorang ibu lagi Ma"


Tatapan Nara beralih ke Julian yang saat ini sedang duduk di bawah pohon bersama Tuan Damara, Dari kejauhan Nara melihat Julian yang tersenyum saat Tuan Damara menggelitiki Julian dan hal itu membuat nya ikut tersenyum.


Nyonya Anggie pun melakukan hal yang sama seperti Nara, Ia menatap suaminya yang begitu bahagia saat bermain dengan Julian persis saat sedang bermain bersama Kai dulu, Kehadiran Julian bukan hanya mampu membuat Nara memiliki peran sebagai ibu lagi namun juga membuat Tuan Damara memiliki peran sebagai kakek lagi.


"Lihat Papa mu Ra, Papa juga keliatan bahagia banget main sama Julian, Selama ini Mama memang tidak pernah melihat Papa mu mengungkapkan kesedihannya karena kehilangan cucunya, Tapi Mama tau Papa mu selama ini menyimpan kesedihannya agar membuat Mama kuat, Tapi sekarang Mama senang akhirnya Papa bisa tersenyum lagi dan itu karena Julian" Ucap Nyonya Anggie masih menatap suaminya dan Julian yang saling menggelitik.


Nara tersenyum, "Maafin Nara ya Ma, Karena kesalahan Nara Mama dan Papa jadi kehilangan cucu" Hati Nara terasa nyeri saat mengatakan hal itu lagi.


Nyonya Anggie langsung menatap Nara saat mendengar ucapan Nara, "Tidak sayang jangan berkata seperti itu, Mama sadar itu bukan salah mu tapi takdir"


"Iya Ma, Terimakasih ya Ma sudah mau mengerti Nara" Ucap Nara setelah itu mereka tersenyum bersama.


Vallerie yang ada di dekat mereka hanya menjadi pendengar tanpa ingin ikut campur, Semenjak tau masalalu Nara hari itu Vallerie semakin menyayangi Nara, Vallerie akan pura-pura tidak tau selama Nara tidak memberitahunya.


"Mommy Julian haus" Suara Julian berlari ke arah nya.

__ADS_1


Nara menangkap tubuh Julian yang berlari menabrak nya, "Oh anak Mommy haus ya" Nara memberikan Julian minum.


Dari kejauhan Langit memperhatikan semuanya tanpa sepengetahuan Nara, Langit mengunakan masker dan juga kacamata hitam, Bahkan Langit rela memotong rambutnya demi penyamarannya agar tidak di ketahui Nara.


Langit memperhatikan betapa Nara sangat menyayangi Julian seperti anak nya sendiri, Melihat hal itu membuat hati Langit menghangat, Langit seperti melihat bayangan Nara dan Kai yang saling memeluk.


Sesak....hati Langit kembali sesak saat mengingat tentang Kai, Tidak di pungkiri Langit belum sepenuhnya mengiklaskan Kai, Sampai detik ini dan selamaya Kai akan tersimpan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Langit mengambil foto Kai yang selalu ia bawa kemana-kemana, Sama dengan hal yang di lakukan Nara selama ini, "Ayah janji nak Ayah akan membawa Bunda keadalam hidup kita lagi, Bantu Ayah ya nak" Ucap Langit pada foto Kai setelah itu mencium foto Kai.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh Langit melihat Nara dan keluarganya sudah bersiap-siap untuk pulang, Langit menyembunyikan tubuh nya di balik pepohonan besar saat Nara berjalan melewati dirinya.


Setelah Nara pergi barulah Langit keluar dari persembunyian nya dan mengikuti kemana pun Nara pergi, Walau Langit tidak bisa menunjukan wajahnya di depan Nara tapi setidaknya Langit bisa memastikan jika keadaan Nara baik-baik saja.


Langit mengikuti mobil Nara dari belakang, Mobil Nara menuju ke sebuah Mall terbesar di kota itu untuk mencari kebutuhan Julian dan Vallerie, Di dalam Mall Julian tidak bisa lepas dari Tuan Damara, Julian menggenggam tangan Tuan Damara erat tidak ingin melepaskannya.


Setelah selesai berkeliling Mall dan sudah menemukan semua yang Vallerie dan Julian butuhkan mereka singgah di restoran yang ada di dalam Mall dan setelah itu mereka pulang ke apartemen.


Hari sudah berganti mereka semua sudah siap untuk pulang ke Indonesia, Vallerie dan Julian begitu excited senyum bahagia terlihat jelas di wajah mereka, Karena ini adalah kali pertama Julian dan Vallerie pergi ke luar Negeri.

__ADS_1


Mereka semua sudah berada di dalam pesawat, Lagi-lagi wajah bahagia Julian dan Vallerie sangat terlihat jelas saat mengetahui jika mereka duduk di kelas bisnis, Vallerie merasa beruntung bertemu dengan Nara, Jika bukan karena Nara ia tidak akan mungkin merasakan semua ini.


Di dalam pesawat yang sama Langit duduk di kelas ekonomi, Langit rela dirinya duduk di kelas ekonomi asalkan ia bisa berada satu pesawat dengan Nara, Padahal bisa saja Langit terbang menggunakan pesawat pribadi milik keluarga nya, Namun Langit tidak mau dan memilih merasakan pegal yang luar biasa karena menempuh perjalan berjam-jam di kursi ekonomi demi bisa berada dekat dengan Nara.


__ADS_2