
Langit, Zayan dan Ziyan sudah berada di kantor Langit, Zayan dan Zian berdiri di depan Langit mereka enggan duduk merasa segan dengan Langit.
Setelah selesai sarapan di rumah tadi, Langit meminta Zayan dan Ziyan ikut ke Kantor nya untuk membicarakan sesuatu.
"Bisa kalian jelaskan kenapa kalian kembali tanpa sepengetahuanku?" Tanya Langit dengan wajah datar nya.
"Maaf Tuan kami tidak memberitahu anda, Ada urusan yang harus kami selesaikan jadi kami kembali tanpa memberi tahu Tuan" Jawab Zayan pandangannya lurus kedepan ia tidak berani menatap Langit.
Langit dududk di sofa dengan menyilangkan kaki nya, Matanya menelisik Zayan dan Ziyan yang ada di depannya, Langit tau ada sesuatu yang mereka sembunyikan darinya.
"Urusan apa sampai kalian kembali tidak memberitahuku?"
Zayan dan Ziyan sedikit bimbang haruskah ia menceritakan yang sebenarnya jika mereka kembali untuk membalas perbuatan Sevanya yang sudah menyuruh orang menabrak Nara.
"Kenapa diam, Kalian tidak ingin memberitahuku?" Tanya Langit lagi karena Zayan dan Ziyan tidak menjawab pertanyaan nya.
"Tidak Tuan bukan begitu hanya saja.." Belum selesai Ziyan berbicara ponsel Langit berdering.
Langit mengambil ponselnya di saku jas, Nama Bara tertera di ponsel Langit, Menggeser tombol hijau Langit menjawab panggilan Bara.
"Ya ada apa Bar?" Tanya Langit menempelkan ponselnya di telinga tanpa mengalihkan tatapan nya dari Zayan dan Ziyan.
"Sevanya hilang Lang, Apartemen nya kosong" Suara Bara terdengar panik memberitahu Langit.
Langit diam tidak menjawab pertanyaan Bara matanya malah semakin menatap tajam dua orang di depannya.
"Langit Lu denger omongan Gue kan?"
"Hmm Gue denger"
"Gue sama Evan udah nanya ke satpam dia bilang terakhir kali liat Sevanya di hari dimana Lu ketemu sama Sevanya" Jelas Bara.
__ADS_1
Langit diam sebentar mencerna ucapan Bara "Kalian ke kantor Gue sekarang, Gue tunggu" Setelah itu Langit mematikan sambungan telfon.
"Sevanya menghilang, Kalian yang melakukannya." Tuduh Langit tepat sasaran.
Zayan dan Ziyan tidak menjawab tuduhan Langit, Mereka berdua tau memberitahu atau tidak memberitahu Langit sekarang pada akhirnya Langit tetap akan tau juga.
Zayan memutuskan akan memberitahu Langit namun sebelum itu ia akan menanyakan ssatu hal kepada Langit sebelum memberitahunya, Zayan begitu penasaran ada hubungan apa Langit dengan Sevanya.
"Maaf Tuan sebelum saya menjawab pertanyaan anda, Apa boleh saya menanyakan satu hal kepada Tuan?" Tanya Zayan dengan berani.
"Silahkan" Jawab Langit tidak mengalihkan tatapan nya sama sekali.
Zayan menarik nafas nya sebentar "Ada hubungan apa Tuan dan Nona Sevanya?" Tanya Zayan berani menatap Langit.
Langit menarik bibir nya ke atas "Menurutmu hubungan apa yang sedang ku jalanai dengan Sevanya?" Bukan jawaban yang Zayan dengar tapi malah sebuah pertanyaan.
"Kami melihat Tuan pelukan dengannya, Apa Tuan menduakan Nona Nara" Ziyan ikut bertanya dia benar-benar merasa penasaran dengan hubungan Langit dan Sevanya.
Langit berdehem untuk menetralkan dirinya "Apa yang kalian fikirkan, Apa kalian fikir aku sebodoh itu untuk menduakan istriku" Langit menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lalu yang kami lihat waktu itu apakah sebuah kebohongan, Jelas-jelas kami melihat Tuan berpelukan dengan wanita itu?"
Mereka berdua benar-benar masih merasa penasaran, Jika saja Langit bukanlah orang yang mereka segani, Sudah dari tadi mereka berdua akan memkasa Langit mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Mendengar ucapan Zayan dan Ziyan yang mengetahui Sevanya memeluk nya walau itu tidak sengaja membuat Langit tau jika saat itu bukan hanya dirinya Bara dan Evan yang ada di Cafe itu melainkan ada mereka berdua juga, Dan hal itu membuat dugaan Langit semakin kuat.
"Itu tidak sengaja, Bahkan baju yang ku pakai saat itu sudah aku buang saat itu, Di tempat itu aku tidak sendiri ada Bara dan Evan juga, Apa kalian fikir aku laki-laki bodoh membiarkan diriku di peluk wanita ****** itu?"
Zayan dan Ziyan diam mereka merasa bersalah telah menuduh Langit menduakan Nara, "Maaf Tuan atas kesalah kami" Zayan dan Ziyan membukukan badannya menyesali perbuatannya menuduh Langit menduakan Nara.
Brakk...Pintu ruangan Langit di buka dengan kasar Bara dan Evan pelakunya, Langit, Zayan dan Ziyan menolehkan kepalanya ke arah Bara dan Evan.
__ADS_1
"Ada apa Lu nyuruh Gue sama Bara ke kantor Lu" Tanya Bara yang kini sudah duduk di samping Langit.
"Kalian,,Sejak kapan kalian kembali" Tanya Evan kepada Zayan dam Ziyan, sedikit banyak Bara dan Evan tau tentang Zayan dan Ziyan.
"Sudah lama Tuan" Jawab Ziyan.
"Jadi untuk apa Lu nyuruh Gue sama bara kesini" Tanya Bara lagi karena belum mendapatkan jawaban.
Tidak menjawab pertanyaan Bara, Langit kembali menatap Zayan dan Ziyan, "Dimana Sevanya dan ceritakan semuanya?"
Bara dan Evan ikut menatap Zayan dan Ziyan, Mendapat tatapan dari mereka bertiga membuat Zayan mau tidak mau harus menceritakan semuanya.
"Saat Tuan mengirim kami kembali ke Maroko untuk menyelesaikan masalah disana, Kami meminta salah satu teman kami untuk mengawasi Nona Nara dari jauh dan melaporkannya kepada kami, Kami merasa tidak tenang karena tidak bisa menjaga Nona Nara dari dekat" Zayan menjeda ucapan nya sebentar, Langit, Bara dan Evan diam mendengarkan.
"Dan saat kejadian di taman posisi teman kami berada cukup jauh dari tempat Tuan dan Nona jadi saat terjadi kecelakaan itu teman kami tidak bisa menyelamatkan Nona karena jarak, Teman kami tidak mengira jika mobil yang berenti itu akan melaju kencang saat Nona menyebrang jalan untuk menyelamatkan anak kucing, Beruntung teman kami sebelum nya melihat wanita turun dari mobil si penabrak sebelum kejadian dan mengikutinya, Dari situ teman kami tau jika wanita itu adalah dalangnya" Lanjut Zayan menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi.
Langit benar-benar terkejut mendengar penjelasan Zayan, Ia tidak menyangka jika mereka begitu menyayangi Nara sampai mereka meminta sesorang untuk menjaga Nara dari jauh saat mereka tidak lagi menjadi Bodyguard Nara.
"Jadi Sevanya tidak hilang, Tapi kalian yang menculiknya" Celetuk Evan yang di angguki Zayan dan Ziyan.
"Ya kami yang menculik wanita itu, Awal nya kami tidak akan melakukan nya hari itu tapi saat kami melihat Tuan Langit dan wanita itu pelukan kami merubah rencana kami, Sebelum nya kami berdua dan juga Rendy sudah menyusun rencana untuk membalaskan perbuatan wanita itu" Ziyan menjelaskan.
"Lalu dimana dia sekarang" Langit penasaran.
"Wanita itu hilang di tengah laut, Orang yang membawa wanita itu mengatakan jika Sevanya berusaha kabur dan terjatuh di tengah laut, Kami sudah mencarinya tapi tidak ketemu, Kami yakin dia tidak akan selamat"
Merake betiga tidak menyangka jika Zayan, Ziyan dan Rendy bergerak lebih cepat di bandingkan mereka, Langit merasa besyukur istrinya di kelilingi orang-orang yang menyayanginya.
"Terimakasih kalian sudah menyayangi istriku seperti adik kalian dan menjaga istriku dengan baik" Ucap Langit tulus,
Zayan dan Ziyan menganggukan kepalanya, Sebagai tanda terimakasih nya Langit berniat memberikan Zayan, Ziyan dan Rendy bonus namun mereka bertiga menolak, Mereka memimta Langit untuk menyumbangkan uang bonus itu ke panti asuhan diamana dulu mereka tinggal dan Langit menyetujui itu.
__ADS_1