
Nara masih menangis padahal hari sudah malam, Ia benar-benar tidak menyangka Langit sejahat itu padanya, Hati Nara bimbang akan keputusan nya dalam memberi Langit kesempatan.
Malam semakin larut namun isak tangis Nara tak kunjung mereda, Julian yang sedang tidur terbangun karena mendengar suara isak tangis Mommy nya, Julian bangun tanpa Nara sadari.
Tangan kecil Julian menyentuh punggung Nara yang tidur membelakanginya, "Mommy Are you okay?"
Nara sedikit kaget merasakan sentuhan tangan Julian dan suara Julian, Nara membalikan badannya menatap Julian, "Tidak sayang Mommy tidak baik-baik saja" Jawab Nara dengan air mata yang kian mengalir deras.
Julian menghambur ke pelukan Nara tangan kecilnya menepuk-nepuk pundak Nara, " It's okay Mommy ada Julian bersama Mommy" Suara anak yang akan menginjak usia delapan tahun itu terdengar sangat tulus saat menenangkan Mommy nya.
Nara merengkuh tubuh Julian erat namun tidak membuat Julian kesakitan, Ia menangis mengeluarkan segala kesedihan, Kesakitan dan rasa sesak yang ada di hatinya.
Beberapa saat kemudian suara isak tangis Nara sudah tidak terdengar hatinya sudah sedikit merasa tenang, Nara melepas pelukan Julian kemudian ia duudk bersandar di kepala ranjang.
"Apa ada yang menyakiti Mommy?" Julian kecil bertanya dengan mata yang sayu karena mengantuk.
Nara tersenyum tangannya meraih tangan Julian kemudian ia genggam, "Tidak sayang tidak ada yang menyakiti Mommy" Bohong Nara, Julian terlalu kecil untuk tau masalah Mommy nya.
"Lalu kenapa Mommy menangis?"
"Mommy hanya sedang merindukan anak Mommy sayang"
"Julian ada disini jadi kenapa Mommy merindukan Julian?" Jawab Julian dengan wajah tidak mengertinya.
Nara sedikit kaget Julian akan berkata seperti itu, Nara lupa jika ia belum pernah menceritakan tentang Kai kepada Julian maupun Vallerie.
Nara menarik tangan Julian pelan agar lebih dekat kepadanya, "Maksud Mommy bukan Julian yang Mommy rindukan saat ini tapi dia yang Mommy rindukan, Anak kecil yang ada di foto itu" Tunjuk Nara pada foto yang tergantung di atas tempat tidurnya.
Julian melihat foto yang Nara tunjuk, Julian tidak tau siapa yang ada di dalam foto yang tergantung itu, "Dia siapa Mom?"
"Dia adalah Kai anak Mommy yang kini sudah bahagia di surga" Jawab Nara dengan senyum yang mengembang menatap foto Kai.
"Bukankah Julian anak Mommy lalu dia siapa?"
Nara tersenyum, "Ya Julian adalah anak Mommy dan dia" Tunjuk Nara pada foto Kai lagi "Adalah Kaka mu"
"Benarkah Mom?" Julian tersenyum.
"Ya sayang benar dia adalah kaka mu" Nara membawa Julian dalam pelukan Nara.
Sesaat kemudian Juluan melepaskan diri dari pelukan Nara, "Lalu apakah dia Daddy ku Mom" Julian menunjuk foto Langit yang juga berada di dalam foto yang tergantung itu.
__ADS_1
Nara tidak menyangka Julian akan menanyakan hal itu, Nara tidak menjawab pertanyaan Julian sebab dia sendiri bingung harus menjawab apa.
"Mom apakah itu Daddy ku?" Tanya Julian lagi karena Nara hanya diam.
"Ya sayang dia Daddy mu" Jawab Nara pada akhirnya mengiyakan jika Langit adalah Daddy nya Julian, Nara tidak tega mengatakan bukan pada Julian saat melihat wajah bahagia saat Julian bertanya padanya tentang Langit.
"Yeyy Julian punya Daddy" Soarak Julian bahagia, Julian berdiri dan loncat-locat kegirangan di atas ranjang mengetahui ia memiliki Daddy.
Hati Nara semakin bimbang tentang Langit apakah pilihan nya memberikan Langit kesempatan adalah hal yang benar, Saat melihat senyum bahagia Julian Nara merasa mungkin pilihan nya tidak salah memberikan Langit kesempatan.
Jam sudah menunjukan 00:30 itu berati tengah malam sudah lewat, Nara meminta Julian untuk berhenti melompat-lompat dan membawa nya tidur dalam pelukan nya, Mereka tidur dengan Nara yang memeluk Julian berharap esok pagi hatinya lebih merasa tenang.
Hari-hari berganti sudah satu minggu sejak Nara memberikan Langit kesempatan namun tidak ada tanda-tanda Langit menunjukan keseriusannya untuk berubah sesuai dengan apa yang Langit ucapkan seminggu yang lalu bahkan Langit tidak menampakan batang hidung nya bahkan sekalipun.
Hal itu membuat Nara ragu kepada Langit dan tidak mempercayai ucapan Langit, Saat ini Nara dan Julian sedang bermain di halaman depan berdua, Sedangkan Nyonya Anggie dan Vallerie sedang pergi berbelanja keperluan Vallerie untuk masuk universitas dan Tuan Damara sudah pergi ke Kantor.
Julian yang merasa bosen bermain di tempat yang sama setiap harinya menghampiri Nara yang sedang duduk di kursi yang ada di halaman, "Mommy Julian bosen bermain disini terus, Ayo kita ke taman Mom" Rengek Julian memasang wajah cemberutnya.
"Kenapa? Bukan kah disini juga sama seperti di taman sayang" Ucap Nara mencoba merayu Julian, Bagi Nara Taman adalah tempat mengerikan yang tidak akan pernah Nara datangi Langi.
Dua kali Nara mengalami tragedi yang mengerikan di hidupnya dan yang terakhir membuat Kai pergi dari hidupnya, Semenjak tragedi itu Nara tidak pernah menginjakan kaki nya di taman lagi.
"Tapi Julian mau ke taman Mom, Julian bosan di sini" Rengek Julian Lagi kekeh dengan keinginan nya.
Tidak mendengarkan ucapan Nara Julian malah menangis meminta pergi ketaman, Nara berusahan menenangkan Julian dan memberikannya pengertian namun tidak berhasil membuat Nara kebingungan sampai akhirnya Julian dan Nara diam saat mendengar suara seseoarang yang Nara kenal.
"Biar aku yang bawa Julian ketaman Ra, Apa boleh?" Suara Langit masuk ke indra pendengaran Nara dan Julian.
Ntah sejak kapan Langit sudah ada di rumah Nara dan tiba-tiba berada di belakang mereka, Nara dan Julian kompak melihat ke arah Langit.
"DADDY" Teriak Julian dan langsung berlari memeluk Langit.
Langit menyambut pelukan Julian dan menggendong nya, Julian memeluk Langit erat seperti ayah nya sediri, Nara berdiri menatap Langit yang sedang menggendong Julian.
"Hai Ra apa kabar?" Tanya Langit menatap Nara.
"Ba-baik" Jawab Nara terbata karena masih merasa terkejut dengan kehadiran Langit.
"Maaf selama satu minggu ini aku menghilang, Karena aku harus ke luar kota ada pekerjaan yang harus aku selesaikan disana" Jelas Langit memberitahu alasannya menghilang selama satu minggu ini padahal Nara tidak menanyakan nya.
Nara diam tidak menanggapi ucapan Langit sebab ia bingung harus menaggapi apa, Langit hanya tersenyum melihat Nara yang hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
"Daddy apakah Daddy adalah Daddy ku?" Beo Julian dalam gendongan Langit.
Langit mengerutkan alisnya ia bingung harus menjawab apa, "Mommy bilang Daddy adalah Daddy ku apa itu benar?" Lanjut Julian bertanya.
Langit tersenyum senyumnya begitu lebar dan indah hatinya berbunga-bunga mengetahui Nara benar-benar memberinya kesempatan buktinya Nara mengatakan kepada Julian jika dirinya adalah Daddy nya, "Ya Daddy adalah Daddy mu sayang" Jawab Langit dengan suara terdengar bahagia.
"Yeyyy Aku menyayangimu Daddy" Sorak bahagia Julian kemudian memeluk Langit kembali dan Langit balas memeluknya.
Langit manatap Nara yang masih diam bibirnya berkata Terimakasih tanpa suara kepada Nara, Ntah terimaksih untuk apa Nara tidak tau, Nara terus meyakinkan dirinya jika memberi Langit kesempatan bukanlah hal yang salah walau sebenarnya hatinya belum sepenuhnya yakin akan keputusannya namun demi Julian Nara berusahan sekuat mungkin untuk meyakinkan hatinya.
"Apa boleh aku membawa nya ke taman Ra?" Suara Langit membuyarkan lamunan Nara.
"Jangan,, Jangan ke taman" Tolak Nara ia tidak akan mengizinkan Langit membawa Julian ketaman, ketakutan Nara akan tragedi itu masih mendarah daging di ingatannya.
"Tapi Julian mau ke taman Mommy" Julian terus merengek dalam gendongan Langit.
"Tidak Julian Mommy bilang tidak ya tidak" Tegas Nara membuat Julian menangis.
Langit yang tau akan trauma Nara mencoba menenangkan Julian, "Hei sayang kenapa menangis, Bagaimana jika kita pergi ke Mall saja disana banyak tempat bermain yang seru" Tawar Langit.
"Benarkah Daddy" Jawab Julian dengan tangis nya.
"Ya sayang benar" Langit menghapus air mata Julian dengan tangannya yang bebas dari menggendong Julian.
"Apa boleh Ra aku bawa Julian ke Mall?" Izin Langit kepada Nara.
"Mom Julian mau ke Mall" Ucap Julian lirih takut Mommy nya marah.
"Ya sayang pergilah, Mommy tunggu di rumah ya" Jawab Nara mengizinkan Julian pergi ke Mall dengan Langit, Karena itu lebih baik dari pada Julian pergi ke taman.
Pupus sudah harapan Langit untuk mengajak Nara pergi bersamanya saat mendengar jawaban Nara, Tadinya Langit berencana akan mengajak Nara juga namun apa boleh buat Nara sudah lebih dulu memupuskan harapannya dengan jawaban nya.
"Ayo Mommy ikut saja" Suara Julian meminta Nara ikut membuat hati Langit sedikit berbunga karena masih ada harapan untuk nya pergi bersama Nara, Dalam hati Langit bedoa agar Nara mau ikut pergi bersamya.
"Mommy di rumah saja ya sayang, Kau pergilah bersama Daddy mu" Tolak Nara halus ia masih merasa canggung untuk pergi bersama Langit.
"Oh ayo lah Mom Julian mau bersama Mommy" Rengek Julian terus menerus sampai membuat Nara bingung harus menjawab apa.
"Tidak apa-apa jika kamu tidak mau ikut Ra, nanti biar aku yang memberi pengertian pada Julian" Ucap Langit tidak tega juga melihat Nara yang kebingungan.
"Mom" Rengek Julian lagi.
__ADS_1
"Tunggu sebentar Mommy ambil tas dulu" Ucap Nara akhirnya memutuskan untuk ikut bersama mereka.
Nara pergi kedalam untuk mengambil tas, Sedangkan Langit dan Julian bersorak gembira karena Nara akan ikut bersama mereka, Langit berucap terimakasih kepada Tuhan karena mengabulkan doanya, Langit beranggapan ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka.