Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 26


__ADS_3

Malam yang di tunggu-tunggu Evan datang, Evan sudah siap dengan srtelah rapi nya, Evan menggunakan setelan jas yang semakin membuatnya terlihat tampan.


Evan sedikit merasa nervus karena ini adalah kali pertamanya iya akan menyatakan perasaan nya setelah delapan tahun silam.


Evan menarik nafasnya dalam-dalam membuang nya kasar menetralkan nervus dalam dirinya, Evan turun di bawah ada Ayah dan Ibu Evan yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


"Mau kemana Bang ganteng banget?" Tanya Nyonya Julia ibu Evan.


"Abang mau ada acara Bu" Jawab Evan yng kini sudah duduk di samping Ibu nya tidak memberitahukan yang sebenarnya.


"Acara apa ko ganteng dan wangi banget?" Nyonya Julia menatap anak sulung nya penasaran.


"Iya Bang setau Ayah ga ada undangan acara kantor" Sela Tuan Dariel Ayah Evan.


"Ada Yah Bu, Ayah saja yang ga tau" Bohong Evan lagi, Ia belum siap untuk memberi tahu Ayah dan Ibu nya jika ia akan pergi menemui Alana karena mereka berdua belum tau kalau anak sulung mereka sudah kembali jatuh cinta.


Ayah dan Ibu Evan menganggukkan kepala percaya dengan ucapan Evan, Hingga suara Ameera adik Evan membuat Ayah dan Ibu Evan terkejut.


"Abang mau ketemu sama pacarnya Yah Bu" Suara Ameera yang menuruni tangga sontak membuat Tuan Dariel dan Nyonya Julia menatap Evan.


"Beneran Bang" Ucap mereka berdua bersamaan.


Evan langsung menatap tajam Ameera yang sudah duduk di samping Tuan Dariel, Amerra menjulurkan lidahnya mengejek Evan.


"Jangan percaya sama anak kecil satu itu Yah Bu" Jelas Evan tapi Tuan Dariel dan Nyonya Julia tetap tidak percaya.


"Benar Yah Bu abang mau nemuin pacar nya tadi Ameera ga sengaja baca chat abang sama pacarnya" Bocor Ameera


Tadi saat Evan sedang mandi Ameera masuk kedalam kamar Evan untuk meminjam laptop Evan karena laptop nya eror, Saat sedang mencari laptop Evan tanpa sengaja Ameera melihat ponsel Evan yang sedang menyala tergeletak di meja, Ameera membaca pesan masuk dari Alana yang menanyakan jam berapa Evan akan menjemputnya.


Membaca pesan itu dari seorang wanita tak di pungkiri Ameera turut senang karena itu berarti Abang nya masih menyukai wanita dan rumor di luaran sana yang mengatakan sang Abang pecinta laki-laki hanyalah sebuah kebohongan.


"Engga Yah Bu, Anak kecil diem ya ga Abang beliin Album EXO lagi ya" Ancam Evan.


"Biarin ada Ayah sama Ibu yang mau beliin ko" Ameera menjulurkan lidahnya mengejek Evan.

__ADS_1


Hal itu membuat Evan ingin menenggelamkan Ameera ketengah laut namun ia tidak bisa karena ia sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya itu.


"Jadi beneran Bang kamu mau ketemu sama pacar Abang" Tanya Nyonya Julia dengan antusias.


"Bukan pacar Abang Bu kan Abang baru mau nembak dia" Tanpa sadar Evan keceplosan.


"APA JADI BENER ABANG MAU KETEMU PEREMPUAN ALHAMDULILLAH" Seru Tuan Dariel dan Nyonya Julia bersamaan.


Evan yang tidak sengaja keceplosan langsung memukul mulutnya pelan, Evan tidak bisa lagi berkata apa-apa.


"Udah ya Yah Bu Abang pergi dulu" Pamit Evan buru-buru ia tidak mau mendapat pertanyaan lagi dari Ayah Ibu nya dan Evan sudah hampir telat untuk menjemput Alana.


Bara mencium tangan Ayah dan Ibu nya dan juga mengacak-acak rambut Ameera si mulut ember, Setelah itu Evan pergi menjemput Alana.


"Beneran dek yang kirim pesan ke Abang mu perempun" Tanya Tuan Dariel yang masih tidak percaya anak nya berhubungan dengan perempuan, Karena sejak kejadian delapan tahun silam Evan tidak pernah terlibat hubungan dengan wanita.


"Iya yah benar namanya Alana" Jawab Ameera.


"Akhirnya anak bujang Ibu bisa keluar dari zona nyamannya" Syukur Nyonya Julia.


"Ayah Ibu Beliin Ameera almbum exo ya kan Ameera udah kasih info tentang Abang" Rayu Ameera menaik turunkan alisnya.


"Terimakasih Ayah Ibu" Ameera memeluk Tuan Dariel dan Nyonya Julia.


Evan sudah sampai di rumah Alana, Sebelum nya Evan sudah pernah mengantarkan Alana pulang karena itulah Evan tau dimana rumah Alana.


Evan duduk di ruang tamu bersama Tuan dan Nyonya Pramana orangtua Alana menunggu Alana yang masih di dalam kamar.


Evan dan orangtua Alana mengobrol hal-hal biasa tidak lama setelah itu Alan sudah selesai, Evan terkesima dengan penampilan Alana yang berbeda malam ini.


Alana sangat terlihat cantik dengan drees putih dengan rambut yang di biarkan terurai dan satu jepit rambut warna pink yang semakin mempercantik dirinya.


"Ayo kak Alana udah siap" Ucap Alana menyadarkan Evan yang diam menatap dirinya.


Evan kaget dan berusaha menetralkan dirinya, "Ayah Ibu Evan mau izin bawa Alana keluar ya"

__ADS_1


"Iya Nak hati-hati di jalan ya" Pesan Tuan Pramana kepada Evan.


"Iya Yah" Setelah itu Evan dan Alana menyalami tangan orangtua Alana setelah itu mereka berdua pergi.


Di dalam perjalan Evan terlihat gugup, Ntah mengapa Evan sudah gugup padahal ia belum menyatakan perasaan nya kepada Alana.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di restoran hotel bintang lima yang sangat terkenal akan kemewahannya, Pelayan membawa mereka berdua ke meja yang sudah Evan reservasi, Menarik kursi Evan mempersilahkan Alana untuk duduk setelah itu untuk dirinya sendiri.


Mereka berdua memulai makan malam mereka, Beberapa saat mereka sudah selesai Evan membawa Alana ke Rooftop yang ada di restoran itu.


Dengan sedikit canggung Evan memegang kedua tangan Alana, Evan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia mengatakan apa yang ingin ia katakan.


"Alana Maureen Jovita maukah kau menjadi pendamping hidupku" Ucap Evan sungguh-sungguh, Evan tidak meminta Alana untuk menjadi pacarnya melaikan langsung melamarnya.


Alana benar-benar terkejut Evan melamarnya, Ia kira ini hanya makan malam seperti biasanya karena sebelumnya mereka memang pernah beberapa kali makan malam berdua.


Evan menunggu jawaban Alana dengan perasaan takut, Evan takut Alana akan menolak nya karena mungkin bagi Alana ini terlalu cepat.


Alana menarik tangannya daei genggaman Evan dan hal itu membuat Evan sangat terkejut, "Maaf ka aku rasa aku bukan wanita yang pantas mendampingi kaka" Ucap Alana, Raut kecewa jelas terpampang di wajah Evan.


"Kenapa?" Tanya Evan dengan nada pelan.


"Aku...Aku tidak sesempurna yang kaka lihat, kaka berhak mendapat yang tebaik" Satu tetes air mata Alana menetes.


"Apa maksud mu Alana?" Evan tidak mengerti maksut Alana.


"Jika kaka hidup denganku aku tidak akan bisa memberikan kaka keturunan" Alana menjeda ucapannya, Air matanya sudah mengalir deras tanpa di minta.


"Aku di diaknoksa menidap PCOS yang berati aku akan sulit memiliki keturunan dan jika kaka menikahiku aku tidak akan bisa melahirkan keturunan kaka" Jelas Alana setelah itu ia menundukan kepalanya, Ia marasa sakit harus menceritakan keadaan nya kepada orang yang telah mencuri hatinya.


Semenjak di diaknosa dokter jika Alana mengidap PCOS, Sama dengan Evan Alana tidak pernah membuka hati untuk siapapun karena takut ia akan terlalu mencintai seseorang itu dan ia akan tersakiti karena seseorang itu tidak bisa menerima keadaan nya, Namun sekarang semua itu sisa-sia nyatanya ia jatuh cinta kepada Evan dan sekarang Evan sudah tau apa kekurangannya., Alana yakin Evan pasti akan meninggalkan nya setelah ini.


Di luar dugaan Evan malah membawa Alana dalam pelukannya, Menepuk pelan punggung Alana untuk menenangkan nya, "Aku memcintaimu apa adanya dirimu, Kelak aku menikahimu juga karena dirimu bukan karena aku ingin memiliki anak darimu, Ada atau tidak adanya anak aku akan tetap mencintaimu karena yang aku mau hanya kamu"


Alana tidak bisa lagi membendung perasaan bahagianya saat ini, Alana benar-benar bahagia Evan mau menerima, Sungguh ini adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi Alana.

__ADS_1


Evan melepas pelukan nya membawa Alana menatap dirinya, "Jadi apakah kamu mau menjadi pendamping seumur hidupku Alana Maureen Zovita?" Tanya Evan sekai lagi.


Alana menganggukan kepalanya, "Ya aku mau" Jawab Alana, Senyum bahagia terbit dari wajah mereka berdua, Evan membawa Alana dalam pelukannya malam ini mereka berdua benar-benar merasa bahagia.


__ADS_2