
Selang tiga bulan dari pernikahan Evan dan Alana, Bara dan Rumi melakukan pernikahan, Sama hal nya dengam Evan dan Alana yang melewati banyak ujian sebelum pernikahan Bara dan Rumi pun sama dan syukurnya mereka dapat melewati ujian itu.
Bara tampak bahagia sekali ia tidak menyangka bisa membawa Rumi sampai ke pelaminan, Dulu ia fikir membawa Rumi sampai ke pernikahan hanyalah sebuah mimpi namun sekarang mimpi itu menjadi kenyataan.
"Selamat menempuh hidup baru ya Rumi ku" Nara memeluk Rumi.
"Terimakasih banyak ya Ra" Rumi membalas pelukan Nara.
"Kaka selamat ya" Gantian Alana yang mengucapkan selamat.
"Terimaksih ya Alana" Jawab Rumi memeluk Alana.
Di samping para wanita yang asik mengbrol, Tiga sekawan yang kini sudah memiliki pasangan masing-masing saling meledek, Dimana tetap Langit yang akan selalu kalah dan merasa kesal.
"Kai nanti kalau sudah besar tinggal sama Uncle aja ya" Ledek Bara membuat Langit tidak terima.
"Enak aja tu mulut kalau ngomong, Bikin sendiri sana" Kesal Langit, Bara dan Evan tertawa melihat wajah kesal Langit.
Kai tetap menjadi primadona untuk mereka semua, Apalagi Kai yang sekarang sudah berusia satu setengah tahun semakin lucu dan tampan, Membuat mereka ingin dekat dengan Kai dan hal itu membuat Langit selalu merasa kesal namun di balik itu semua Langit besyukur mereka semua menyayangi Kai.
"Lang pokok nya besok Gue sama Alana mau bawa Kai ke Mall" Ucap Evan tiba-tiba.
"Ga bisa besok Gue mau...."
"Kalau Lu ga izinin Gue bawa Kai, Gue aduin Nara Lu kemarin ngerokok di kantor" Potong Evan mengancam Langit.
Langit diam seketika mendengar ancaman Evan dan Bara sudah cekikikan menahan tawanya, Beruntung Kai sudah tidur dalam gendongan Langit karena memang sudah jam nya Kai tidur.
"Sialan Lu" Umpat Langit membuat Evan dan Bara tertawa puas, para wanita menatap ketiga pria itu dengan wajah bingung tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan.
Mau tidak mau besok Langit harus merelakan Kai di bawa Evan dan Alana dari pada Evan mengadukan kepada Nara jika ia merokok, Jika Nara sampai tau Langit merokok maka Nara akan menghukum Langit untuk tidak tidur dengannya dan Juga Kai, Dan itu benar-benar hal yang mengerikan bagi Langit.
Pesta resepsi Bara dan Rumi telah usai, Langit dan Nara sedang dalam perjalanan pulang, Kai masih tidur nyenyak dalam pangkuan Nara.
"Sayang besok Evan sama Alana mau bawa Kai ke Mall boleh kan?" Ucap Langit meminta izin Nara.
__ADS_1
Nara menengokan kepalanya menatap Langit, "Boleh lah Mas, Jam berapa besok mereka jemput Kai, Kita ikut kan Mas?"
"Engga sayang besok kita ga ikut, Kita quality time berdua ya" Langit mengedipkan sebelah matanya.
Nara tersenyum mengerti arti kedipan mata Langit "Ih dasar mesum" Nara memukul pelan tangan langit.
"Mesum-mesum gini kamu cinta kan?" Goda Langit.
Nara tertawa cukup keras membuat Kai kaget dan bangun, "Mas ini ada-ada saja" Ucap Nara sambil menepuk-nepuk paha Kai agar kembali tidur.
"Nanti kalau Kai sudah umur tiga tahun kita bawa kai ke Swiss ya sayang, Ketempat dimana kita pertama kali bertemu" Beo Langit tiba-tiba.
Nara menatap Langit terkejut "Beneran Mas?"
"Iya beneran sayang" Langit tersenyum menatap anak dan istrinya.
Mendengar jawaban Langit Nara tersenyum bahagia, Beberapa bulan lalu Nara sempat berfikir untuk mambawa Kai ke Swiss dimana tempat dirinya dan Langit pertama kali bertemu namun tidak berani mengatakan nya kepada Langit, Dan sekarang tanpa Nara mengatakan keinginan nya Langit sudah lebih dulu mengatakanya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dirumah, Langit turun lebih dulu dari mobil dan membukakan pintu untuk Nara, Langit mengambil Kai dari pangkuan Nara dan menggendongnya membawa nya masuk kedalam rumah.
Malam semakin Larut mereka bertiga sudah berlayar kedalam mimpi mereka dan gelapnya malam, Mengistirahatkan tubuh mereka agar esok kembali segar untuk menjalani hari.
•
•
•
•
Waktu cepat berlalu tak terasa kini usia Kai sudah delapan tahun, Kai Atalaric Samudra sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan dan berhati baik, Kini Kai sudah kelas dua sekolah dasar.
Langit dan Nara menjalani peran sebagai orangtua dengan sangat baik, Setiap hari Langit dan Nara akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Kai dalam hal apapun, Salah satunya adalah tempat Kai bersekolah.
Langit memasukan Kai ke sekolah terbaik di kotanya, Di sekolah Kai menjadi primadona karena ketampanan dan kepintarannya dan juga perbuatan baiknya, Nara dan Langit berhasil mendidik Kai menjadi anak yang baik.
__ADS_1
"Bunda" Panggil Kai yang sudah berada di belakang Nara yang membuat kue.
Nara menatap Kai "Iya sayang, Ada apa?" Tanya Nara.
"Kai mau ke kantor Ayah boleh?" Tanya Kai sopan.
Nara menautkan alisnya bingung karena tidak bisanya Kai mau ke kantor Ayah nya "Boleh sayang, Bunda selesaiin buat kue dulu baru kita ke kantor Ayah ya sayang" Jawab Nara membeeikan pengertian untuk Kai.
"Iya Bunda" Setelah mengatakan itu Kai kembali keruang bermain.
Hari ini Kai linurnsekolah karena di sekolahan nya ada acara yang di khususkan untuk kaka kelasnya, Kai mengisi libur sekolah nya dengan bermain dan belajar, Kai merasa rindu dengan Ayah nya karena itulah ia mengajak Bundanya untuk ke kantor Ayah nya.
Satu jam kemudian Nara selesai membuat kue, Nara menyusun kue buatannya kedalam kotak untuk di bawa ke kantor Langit, Nara menghampiri Kai yang sedang bermain lego, "Sayang ayo ganti baju dulu" Ajak Nara menggandeng tangan Kai.
Nara menggantikan baju Kai setelah itu ia mengganti bajunya sendiri, Nara membawa mobil sendiri di tengah perjalanan Kai tiba-tiba meminta ice cream, Menuruti kemauan anak nya Nara mempir ke kedai ice cream.
"Bunda Kai mau ice cream coklat yang besar" Seru Kai dengan semangat.
"Oke sayang" Nara memesankan ice cream coklat dengan ukuran besar seperti yang di mau Kai.
Kai makan ice cream dengan lahap, Sesekali Kai menyuapkan ice cream kepada Bundanya, Hati Nara terasa hangat melihat senyum bahagia anak nya, Dari kejauhan seseorang sedang memperhatikan Nara dan Anak nya, Sesorang itu meutup wajahnya menggunakan kain dan menggunakan kacamata.
Seseorang itu mentap tidak suka dengan senyum bahagia Nara, Seseorang itu sudah mengikuti Nara beberapa minggu ini, Ntah apa maksut seseorang mengikuti Nara, Beberapa saat kemudian Kai sudah selesai makan ice cream, Mereka berdua melanjtkan perjalanan ke kantor Langit.
Sampai di kantor Langit Kai sudah tidak sabar ingin bertemu Ayahnya, Mereka berdua menaiki lift khusus petinggi perusahaan, Sampai di lantai ruangan Langit Kai berlari menuju ruangan Ayah nya dan langsung membukan pintu mengagetkan Langit yang sedang bekerja.
"AYAH" Panggil Kai dengan suara cukup kuat masuk kedalam ruangan Langit.
Langit menatap ke arah pintu dan terkejut melihat anaknya datang "Hei jagoan Ayah" Langit berdiri senang membawa Kai dalam gendongan nya.
"Ayah Kai kangen Ayah" Beo Kai dalam pelukan Ayahnya.
Langit senang mendengar ucapan anak nya jika anaknya merindukannya "Ah Ayah juga rindu nak"
Nara masuk kedalam ruangan Langit, Ia tersenyum melihat dua kesayangan nya saling memeluk, Nara mendekati dua kesanyangannya dan memeluk mereka, Langit merasa senang anak dan istrinya datang ke kantor memberinya kejutan.
__ADS_1