
Nara dan Nyonya Anggie jalan-jalan mengelilingi Mall, Nara begitu bersemangat masuk dari toko satu ke toko yang lainnya, Nyonya Anggie hanya pasrah mengikuti kemauan putri kesayangan nya.
Setelah merasa lelah berjam-jam berkeliling mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di salah satu restoran yang ada di Mall, Nara memesan beberapa menu makanan yang berbeda-beda, Nyonya Anggie sampai terheran-heran Nara memesan banyak makanan.
"Sayang kamu yakin bisa menghabiskan semua makanan ini?" Tanya Nyonya Anggie tak yakin Nara dapat menghabiskan semua makanan ini.
"Mama tenang saja, Nara akan menghabiskan semua makanan ini" Jawab Nara gembira.
Nara makan dengan lahapnya seperti dirinya belum makan seharian, Nyonya Anggie sampai tak percaya Nara benar-benar menghabiskan semua makanan nya, Sungguh porsi makan Nara tidak seperti biasanya.
"Sudah sayang jangan di paksakan jika sudah kenyang" Tegur Nyonya Anggie melihat Nara masih memakan makanan yang belum habis, Pasalnya Nyonya Anggie melihat Nara sudah kekenyangan.
"Nara sudah kenyang tapi Nara masih ingin makan Ma" Jawab Nara sembari meletakkan sendok yang ia pegang.
"Sudah ya sayang nanti kamu bisa muntah" Rayu Nyonya Anggie dan di turuti Nara.
Selesai makan Nara dan Nyonya Anggie tidak langsung pergi dari restoran itu, Sebab Nara merasa sakit pada perutnya karena kekenyangan, Dari arah pintu masuk seseorang menatap Nara penuh dengan kebencian, Seseorang itu berjalan mendekat ke arah dan dia sengaja menumpahkan minuman yang ia bawa ke tubuh Nara.
"Astaga" Kaget Nara dan langsung berdiri dari duduk nya, Nyonya Anggie pun tak kalah kaget tiba-tiba putrinya di siram.
"Ups Sorry" Ucap seseorang yang menyiram Nara dengan tampang tak bersalah nya.
"Kamu!!" Nara menatap seseorang itu yang tak lain adalah Sevanya.
Awalnya Sevanya datang hanya untuk makan saja karena restoran itu adalah salah satu restoran favoritnya, Namun saat dia baru masuk tak sengaja ia melihat Nara juga ada di restoran itu, Rasa benci terhadap Nara langsung memuncak pada diri Sevanya karena Nara menjadi istri Langit dan bukan dirinya., Karena itulah Sevanya sengaja menyiram Sevanya.
"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Sevanya dengan wajah angkuhnya.
__ADS_1
"Siapa kamu? Kenapa menyiram putriku?" Tanya Nyonya Anggie tak terima putrinya di siram orang yang tidak di kenal, Nyonya Anggie memang tidak mengenal Sevanya pasalnya tidak ada yang memberi tahu Nyonya Anggie baik dari keluarga Langut maupun dari Nara sendiri.
"Saya tidak ada urusan dengan anda jadi lebih baik anda diam" Tujuk Sevanya pada wajah Nyonya Anggie.
Nara yang melihat wajah Ibu nya di tunjuk Sevanya langsung menepis tangan Sevanya, "Jangan pernah sekalipun tangan kotormu menunjuk wajah Ibu ku" Ucap Nara suaranya terdengar marah.
"Aku tidak perduli" Sevanya menelisik penampilan Nara dari atas sampai bawah, Pandangan nya meremehkan Nara "Aku rasa Langit memang buta, Apa yang dia Lihat dari dirimu yang jelas-jelas tidak ada apa-apa nya di banding diriku" Sevanya sengaja mengatakan hal itu untuk memancing emosi Nara.
Sevanya ingin membuat Nara emosi dan membalas perkataan nya, Sevanya berencana membuat malu Nara apalagi semua tamu restoran sedang memperhatikan mereka.
"Mungkin bagi anda saya memang tidak ada apa-apa nya dengan anda Nona, Tapi setidak nya saya tidak mengejar laki-laki yang sudah jelas-jelas memiliki istri dan satu lagi Nona, Setidaknya saya tidak pernah mencoba membunuh Ibu dari laki-laki yang saya Cintai" Jawab Nara telak dengan sura yang cukup keras sehingga pengunjung restoran dapat mendengar ucapan Nara.
Bisik-bisik mulai terdengar dari pengunjung restoran, Sevanya memutar matanya melihat keadaan sekitarnya, Padangan hina ia dapatkan dari tatapan pengunjung restoran, Sevanya merasa malu dan marah.
Sevanya mengangkat tangannya untuk menampar Nara beruntung Nyonya Anggie dengan sigap menagkap tangan Sevanya dan mendorong nya, Plakkkk Nyonya Anggie menampar pipi Sevanya cukup keras.
"Kau" Tunjuk Sevanya pada wajah Nyonya Anggie dan langsung di tepis Nyonya Anggie.
"Berani kau menyakiti putri ku aku bersumlah akan membuat hidup mu hancur berkeping-keping" Nyonya Anggie menujuk wajah Sevanya, Wajah nya benar-benar marah, Sevanya merasa takut dengan tatapan wajah Nyonya Anggie.
Nyonya Anggie mengambil jus mangga dan menyiramkannya di wajah Sevanya "Pergi...Sebelum ku hancurkan hidup mu!" Ucap Nyonya Anggie sungguh-sungguh dengan wajah kerasnya.
Seorang ibu pasti tidak akan terima jika anak nya akan di sakiti di depan matanya sendiri, Itulah yang di rasakan Nyonya Anggie ia tidak terima putri kesayangannya di siram dan hampir di sakiti di depan matanya sendiri.
Sevanya merasa tak terima dengan perlakuan Nyonya Anggie dan ingin membalasnya namun saat mendengar ucapan Nyonya Anggie Sevanya mengurungkan niatnya, "Jika kau tidak pergi juga aku bersumpah akan ku cari dimanapun kamu berada beserta keluargamu dan akan kuhancurkan kalian hingga menjadi debu" Ancam Nyonya Anggie.
"Awas saja kalian aku akan membalas semua ini" Setelah mengatakan itu Sevanya pergi dengan rasa malu, Niat hati ingin mempermalukan Nara tapi malah dia yang di permalukan.
__ADS_1
"Sudah Ma jangan marah-marah nanti cepet tua loh" Ucap Nara menenangkan Nyonya Anggie.
"Gimana Mama ga marah, Putri Mama di perlakukan seperti itu" Jawab Nyonya Anggie, Nara terus mengelus punggung Nyonya Anggie agar lebih tenang.
"Sayang dia itu siapa? Kenapa tiba-tiba dia datang dan menyirammu?" Tanya Nyonya Anggie penasaran.
"Dia Sevanya Ma mantan nya Mas Langit"
"APA DIA MANTANNYA LANGIT" Teriak Nyonya Anggie tak percaya.
"Sutttss Ma jangan kuat-kuat suaranya, Malu di liatin orang-orang Ma" Tegur Nara matanya melihat sekeliling Nara menundukkan kepalanya meminta maaf kepada pengunjung lain yang merasa terganggu dengan terikan Mama nya.
"Mama kaget Ra, Beneran dia mantannya Langit?, Ko bisa?" Nyonya Anggie masih tak percaya jika perempuan gila tadi adalah mantan dari menantunya.
"Sudah Ma ayo kita pulang, Nara ceritain di mobil" Ajak Nara membawa Nyonya anggue keluar dari restoran itu.
Sebelum pulang Nara mampir ke toilet untuk membersihkan baju nya, Setelah itu mereka pulang ke rumah, Di perjalan Nara menceritakan semuanya kepada Nyonya Aaggie dan kejadian saat Sevanya akan menabrak Maminya Langit.
"Dia benar-benar wanita gila" Beo Nyonya Anggie setelah mendengar cerita Nara.
"Nara dengerin Mama ya, Kalau perempuan gila itu berani menyakiti kamu, Kamu bilang sama Mama ya, Mama akan langsung memberikan dia pelajaran" Pesan Nyonya Anggie pada Nara.
"Iya Ma, Mama tenang saja pasti Nara kasih tau Mama, Lagi pula ada Mas Langit yang akan selalu menjaga Nara Ma" Jawab Nara mencoba membuat Nyonya Anggie tidak khawatir, Namun tetap saja Nyonya Anggie merasa khawatir.
Dua puluh menit kemudian mereka sampai di rumah, Nara langsung masuk kedalam kamar nya tiba-tiba badannya merasa lemas, Nara sengaja tidak memberitahukan keadaan nya pada Nyonya Anggie karena takut membuat Nyonya Anggie khawatir, Masuk kedalam kamar Nara berganti pakaian dan langsung tidur.
NOTE : Tertawalah sepuasmu lupakan sejenak maslahmu, Istirahatkan tubuhmu agar masalahmu tak mengalahkanmu.
__ADS_1