Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 67


__ADS_3

Setelah dua sahabatnya kembali ke tanah air setelah membantunya menemukan keluarga Vallerie kini Langit tinggal seorang diri mencari keluarga Julian, Langit mencari keluarga Julian hanya berbekalkan sebuah foto ibu Julian dan julian kecil.


Langit sudah mencari ke alamat yang ia dapat dari salah seorang yang mengenal ibu Julian, Namun saat Langit sampai di alamat tersebut ternyata pemilik rumah sudah pindah ntah kemana.


Langit mencoba bertanya ke warga sekitar dimana pemilik rumah itu pindah tapi hasilnya sama para warga tidak tau kemana tetangganya pindah, Setelah mencari seharian di alamat yang ia dapat Langit kembali ke hotel namun sebelum itu Langit mampir ke sebuah cafe yang berada tepat di sebrang toko roti Nara yang ada di kota Riga.


Saat sedang duduk menikmati secangkir cofe nya sebuah panggilan vidio masuk di ponsel Langit dari nomor tidak di kenal, Namun saat melihat foto yang tertera di nomor tersebut Langit tau jika itu adalah nomor Vallerie, Langit membiarkan panggilan itu tanpa menjawab nya..


Ia sengaja karena jika Langit menjawab panggilan vidio itu maka Vallerie akan tau dimana ia sekarang, Langit berencana akan menghubungi kembali nomor Vallerie setelah ia kembali ke hotel nanti.


Menghabiskan segelas cofe nya setelah itu Langit berencana akan kembali ke hotel, Namun hal itu ia urungkan saat mendengar pembicaraan dua laki-laki di depan nya.


"Apa kau tau kemana wanita pemilik toko itu" Dua laki-laki itu melihat Toko Roti Nara, "Sudah lama aku tidak melihatnya datang ke Toko nya lagi" Lanjut salah satu dari mereka.


"Ntah lah, Tapi aku dengar-dengar wanita itu sudah kembali ke Negara nya" Jawab laki-laki yang tepat berada di depan Langit.


"Memang wanita itu berasal dari Negara mana?"


"Setahuku dia dari Indonesia"


"Aa Indonesia ya aku tau Negara itu tapi aku belum pernah ke Negara itu"


Langit diam menyimak pembicaraan dua laki-laki yang membicarakan Nara, Langit merasa penasaran apa saja yang akan mereka bahas tentang Nara karena itu lah Langit memesan satu gelas cofe lagi.


"Siapa nama wanita itu?, Ah ya aku ingat Nara namanya, Dia sangat cantik, Kulitnya putih dan tubuh nya juga ****"


"Benar kata mu Nara sangat cantik dan ****, Andai saja dia mau dengan kita sudah pasti kita akan merasa puas" Mereka tertawa puas setelah mengatakan itu, Sedangkan Langit mati-matian menahan emosinya, Ia masih ingin mendengar lebih lanjut apa yang akan dua orang itu bicarakan.


"Tapi aku dengar dia sudah memiliki suami"


"Kau tau dari mana?"


"Nara sendiri yang mengatakan nya, Waktu itu saat aku datang ke toko rotinya ada laki-laki yang menyatakan cinta kepadanya dan kau tau apa jawaban Nara?"

__ADS_1


"Apa jawaban nya?"


"Dia menunjukan jarinya yang terpasang cincin dan mengatakan jika ia sudah memiliki suami"


Senyum Langit mengembang emosinya seketika hilang saat mendengar penbicaran mereka, Ah ternyata selama ini Nara masih memakai cincin pernikahan mereka dan masih menganggap nya suami, Namun kata selanjutnya dari salah satu mereka membuat darah Langit kembali mendidih.


"Tudak perduli dia memiliki suami atau tidak, Jika dianya mau dengan kita itu tidak menjadi masalah dan kita bisa dengan puas menikmati tubuh nya secara gratis seperti wanita-wanita murahan di luar sana" Lagi mereka tertawa puas sembari membayangkan hal senonoh ke pada Nara.


Langit tidak bisa menahan emosi nya lagi mendengar kata terakhir dari mereka berdua, Brakkk. Langit menggeprak meja dengan keras membuat pengunjung cafe yang ada di cafe itu langsung melihat ke arah Langit termasuk dua orang yang membicarakan Nara tadi.


Langit berjalan mendekati dua orang itu dan langsung melayangkan pukulan di wajah orang yang terakhir membicarakan Nara, Langit tidak hanya memberikan satu pukulan melainkan berkali-kali sampai membuat hidung seseorang itu berdarah.


"Hei apa yang kau lakukan, Apa kau gila memukul orang dengan tiba-tiba" Ucap salah satu dari mereka sembari menari tangan Langit yang masih memberi pelajaran kepada teman nya.


"Berani sekali kau berkata kotor kepada istriku" Suara Langit penuh emosi dan menatap tajam orang yang yang membicarakan Nara tadi.


"Istri mu?, Siapa yang kau maksud istrimu?, Aku tidak mengenal istirmu?" Beo seseorang itu mencari pembelaan, Dia tidak tau jika laki-laki yang menghajarnya adalah suami Nara.


"Nara pemilik Toko Roti yang kaian bicarakan tadi adalah istiku, Apa sekarang kalian tau apa kesalahan kalian?" Jawab Langit melepaskan cengkraman di kerah baju laki-laki tadi dan menatap mereka berdua tajam.


Mereka berdua langsung bungkam saat mendengar apa yang Langit ucapkan, Mereka benar-benar tidak tau jika laki-laki yang ada di depan mereka adalah suami dari wanita yang mereka bicarakan tadi, Mereka juga tidak tau jika Langit ada di belakang mereka dan mendengarkan semua apa mereka katakan.


Dari arah pintu Cafe beberapa polisis datang setelah mendapat panggilan dari manajer Cafe, Polisi menghampiri mereka bertiga yang sedang berdebat, "Permisi" Ucap polisi itu membuat mereka bertiga langsung menatap ke arah sumber suara.


"Ada apa ini?, Kenapa kalian membuat keributan di tempat ini?" Tanya polisi itu menatap ketiga orang di depannya.


Laki-laki yang Langit pukuli tadi dan juga teman nya menceritakan apa yang terjadi namun mereka tidak menceritakan alasan kenapa Langit tiba-tiba menghajar mereka, Langit diam tidak mencari pembelaan saat ini, Dia punya cara tersendiri untuk membela dirinya.


Polisi mendengarkan semua kronologi yang di ceritakan mereka berdua dan setelah itu menatap Langit, "Silahkan kalian ikut kami ke kantor" Para polisi yang ada di TKP menggiring mereka bertiga untuk masuk kedalam mobil polisi, Namun Langit menolak menaiki mobil polisi karena ia membawa mobil sendiri dan meminta salah satu dari polisi untuk ikut bersama nya ke kantor polisi menggunakan mobilnya dan di.setujui.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kantor polisi terdekat mereka bertiga duduk bersebelahan, Melihat Langit yang sedari tadi diam tidak mencari pembelaan mereka fikir Langit takut karena itu seseorang yang Langit hajar tadi ingin menuntut Langit karena sudah menghajarnya tanpa alasan.


Polisi sedang mengintrogasi Langit menanyakan kenapa Langit menghajar mereka, Tidak sesuai dengan harapan dua orang yang berada di sebelahnya yang berfikir jika Langit akan diam ternyata Langit menjawab pertanyaan polisi itu dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Tetap saja anda tidak boleh menghajar seseorang apa lagi ini bukan di Negara anda" Ucap polisi itu terkesan membela dua orang di sebelahnya.


"Lalu apakah saya harus diam saja ketika mereka membicarakan hal yang tidak-tidak kepada istri saja" Balas Langit tanpa takut menatap polisi itu dengan tajam.


"Itu lebih baik karena ini bukan Negara anda dan anda tidak boloh berbiat sesuka hati anda kepada warga disini" Jawab polisi itu tak kalah tajam menatap Langit ia fikir Langit akan takut kepadanya.


"Jika istri anda yang akan di nikmati kedua orang ini apa anda akan tetap diam saja begitu?" Tanya Langit tersenyum culas ia tau jika polisi ini bekerja sama dengan diua orang di sebelahnya.


"TUTUP MULUT MU, Kau hanya tamu tidak penting di Negara ini jadi jangan berlaku seolah kau orang penting" Polisi itu mulai tersulut emosinya.


"Apa kau percaya dengan sekali telfon aku bisa membuatmu di pecat dari jabatan mu" Ancam Langit membuat kedua orang di sampingnya dan juga polisi yang mengintrogasinya tertawa mengejek.


"Jangan banyak bicara, Buktikan saja jika kau bisa" Jawab polisi itu menganggap Langit hanya main-main saja.


Langit tersenyum culas setelah itu ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, Langit berbicara menggunakan bahasa itali yang tidak di mengerti mereka setelah itu ia mematikan telfonnya.


Mereka bertiga tertawa mengejek Langit karena ucapan Langit tidak terbukti benar padahal sudah hampir tiga puluh menit setelah Langit selesai menelfon namun tidak terjadi apa-apa.


"Sudahi permainan mu dan tandatangi ini" Polisi menyodorkan surat denda dengan nominal yang tidak masuk akal jika Langit tidak ingin di penjara.


Namun tawa mereka sirna saat melihat kedatangan petinggi kepolisian dan juga beberapa orang penting di Negaranya, Seketika polisi itu dan dua orang di sampingnya menatap Langit dengan wajah bertanya-tanya.


Langit menaikan sudut bibir nya melihat mereka bertiga menatap nya takut, "Hallo Tuan Langit maaf membuat anda berada dalam kondisi seperti ini" Sapa salah satu orang terpenting di Negara Latvia dengan menajabat tangan Langit.


"Tidak apa-apa Tuan, Saya memakluminya" Jawab Langit.


Langit melirik ke arah polisi yang berdiri gemetar sebentar, "Maaf atas ketidak nyamanan ini Tuan" Ucao petinggi kepolisiaan itu.


"Tidak masalah pak, Saya harap anda menyelesaikan maslah ini dengan baik pak" Balas Langit kembali melirik ke tiga krang yang berdiri gemetar.


"Pasti Tuan,"


"Mari Tuan ikut kami" Ajak salah satu orang penting yang berada di situ memberi jalan untuk Langit, Setelah itu mereka pergi dan Langit tidak tau lagi bagaimana nasip ketiga orang itu.

__ADS_1


__ADS_2