
flashback 8 tahun yang lalu
Sevanya sadar dari pingsannya, Ia memegang kepalanya yang terasa berdenyut dan perih bercampur bau anyir, Sevanya meraba kepalanya yang terasa perih, Sevanya melihat darah di tangannya.
"Sshht aw" Decak Sevanya merasakan sakit di kepalanya.
Sevanya mengingat-ingat apa yang terjadi kepadanya, Setelah ingat Sevanya melebarkan matanya dari sorot mata Sevanya amat sangat marah, Sevanya bersumpah akan membalaskan dendamnya nanti.
Sebelum membiarkan para pedagang gelap membawa Sevanya pergi, Zayn dan Ziyan sudah melampiaskan amarah mereka pada wajah Sevanya, Dan Ziyan juga melakukan sesuatu di bagian tubuh Sevanya yang akan membuat tidak ada laki-laki manapun yang mau dengan Sevanya.
"Sialan, Aku diamana ini?" Racau Sevanya masih dengan memegangi kepalanya.
Sevanya berdiri tiba-tiba badan nya limbung, Hal itu membuat Sevanya menduga jika dirinya sedang ada di dalam kapal, Sevanya berjalan mengendap-endap mencari jalan keluar, Beberapa kali Sevanya bersembunyi menghindari seseorang sampai akhirnya ia menemukan pintu keluar.
Sevanya membuka pintu dan terkejut seorang laki-laki bebadan besar berdiri di depan, Sevanya berjalan mundur "Siapa kau?" Ucap Sevanya dengan takut-takut.
Laki-laki itu tidak menjawab dan malah semakin mendekat ke arah Sevanya, "Stop jangan mendekat!" Cegah Sevanya.
"Mau kemana kau, Apa kau mencoba kabur?" Tanya laki-laki itu tersenyum sinis.
Tubuh Sevanya bergetar takut mendengar suara berat laki-laki itu, Ia terus mundur sampai punggung nya menatap badan kapal membuatnya tidak bisa melarikan diri lagi.
Laki-laki itu mendekati Sevanya ingin menyeret Sevanya kembali kedalam, Namun Sevanya berhasil menendang bagian bawah laki-laki itu dan melarikan diri, Aksi kejar-kejaran terjadi di kapal yang cukup besar itu dan saat menemukan jalan buntu Sevanya memutuskan melompat kedalam laut.
"SIALAN" Umpat laki-laki yang Sevanya tendang tadi.
__ADS_1
"CEPAT CARI DIA!" Perintah laki-laki itu, Beberapa anak buahnya lompat kedalam laut untuk mencari Sevanya.
Laki-laki itu mencengkram pagar besi kapal, Ia merasa marah dengan Sevanya yang berani menendangnya, Laki-laki itu bersumpah akan memberikan Sevanya pelajaran nanti.
Satu jam mencari Sevanya tidak di temukan hilang ntah kemana apalagi mereka berada di tengah-tengah laut, Laki-laki itu tampak marah memukul tiang.
"AKHHHHH" Teriak laki-laki itu marah.
Laki-laki itu mengambil ponselnya dan menghubugi Zayan mengatakan jika perembuan yang bersma nya tadi telah hilang dintengah laut, Ziyan dan Dan Zayan yang sedang dalam perjalanan untuk menjenguk Nara memutar balik mobil mereka dan pergi ke pelabuhan.
Sebelum kepelabuhan Mereka berdua menjemput Rendy yang sudah meunggu mereka di perbatasan, Mereka bertiga menaiki kapal cepat menyusul kapal pedagang gelap itu, Sampai di tempat hilang nya Sevanya Zayan, Ziyan dan Rendy berusaha mencari Sevanya namun tetap tidak di temukan.
"Sudah kak, Gue yakin wanita itu tidak akan selamat" Ucap Rendy menghampiri Zayan di pinggir pagar yang sedang mencari keberadan Sevanya menggunakan teropong.
"Sepertinya begitu Ren" Jawab Zayan menurunkan teropongnya.
Mereka kembali tanpa tau apakah Sevanya masih hidup atau tidak, Dua hari telah berlalu Sevanya terdampar di sebuah desa, Salah satu warga menemukan Sevanya membawanya pulang dan merawat nya hingga ia sadar setelah satu minggu.
Setelah sadar Sevanya harus menjalani kehidupan yang sengsara karena harus membantu orang yang telah menyelamatkan nya, Hingga delapan tahun kemudian akhirnya Sevanya bisa keluar dari desa itu dan bertekat akan membalaskan dendam nya.
Sevanya kembali ke kotanya hal yang pertama ia lakukan adalah menjual apartemen nya untuk membiyayai hidup nya karena orangtuanya sudah pergi ntah kemana dan mungkin orangtua Sevanya juga sudah menganggap dirinya mati.
Beberapa hari setelah kembali Sevanya mulai melakukan balas dendamnya, Sevanya mengikuti kemanapun Nara dan anak nya pergi, Setiap kali melihat Langit bahagia dengan anak istrinya Sevanya merasa marah dan tekat nya semakin bulat untuk menghancurkan hidup mereka.
Sampai akhirnya kesempatan untuk menghancurkan hidup Langit dan Nara datang, Sevanya melajukan mobilnya cepat dan menabrak anak Langit dan Nara hingga terpental beberapa meter walau pada akhirnya hidupnya pun ikut berakhir karena mobilnya tertabrak truk, Namun Sevanya tidak pernah menyesalinya karena ia pergi tidak sendiri.
__ADS_1
flashback off
Jasad Kai sudah di pindahkan keruang jenazah, Semua masuk kekamar jenazah kecuali Nara karena Langit melarangnya, Nara hanya berdiri mematung di depan pintu ruang jenazah.
"Kenapa kamu tinggalin Ayah nak, Ayah ga sanggup kehilangan kamu nak!" Rintih Langit mencium wajah Kai yang pucat dan dingin.
"Cucu Nenek kenapa tinggalin Nenek?" Ucap Nyonya Lingga mengelus wajah Kai dengan tangan gemetar.
Nyonya Lingga tidak kuat menahan rasa kehilangan nya dan akhirnya pingsan, Tuan Kana membawa istrinya keluar, Di luar ia bertemu dengan Nara yang berdiri dindepan pintu, Tidak menggubris Nara Tuan Kana melewati Nara begitu saja.
Di dalam Nyonga Anggie menggenggam tangan dingin Kai, Air matanya tak berhenti mengalir Tuan Damara menarik tubuh istrinya dan membawanya keluar, Di luar saat melihat Nara berdiri dindepan nya Nyonya Anggulie mendekat kearahnya.
Plakkkk...untuk pertama kalinya Nyonya Anggie menampar putri nya, Tuan Damara diam tidak mau tau, "IBU MACAM APA KAU INI, ANAKMU SUDAH TIADA BAHKAN TIDAK ADA SATU TETESPUN AIRMATAMU" Bentak Nyonya Anggie menunjuk wajah Nara.
Nara hanya diam dia tidak menjawab atau mengeluh sakit karena di tampar ibunya, "KAU IBU TERBURUK DI DUNIA, KAU MEMANG TIDAK PANTAS MENJADI SEORANG IBU!" Maki Nyonya Anggie, Tuan Damara menarik tubuh istrinya dan membawanya pergi.
Bara, Evan dan Rendy menatap iba kepada Nara, Mereka bertiga tidak tau akan berbuat apa untuk Nara, Petugas kamar jenazah menghampiri Langit meminta Langit untuk menyelesaikan prosedur kepulangan jasad Kai.
Langit keluar untuk mengurus prosedur di ikuti Bara, Evan dan Rendy, Langit melewati Nara begitu saja tanpa memperdulikannya, Setelah kepergian semua orang Nara masuk kedalam kamar jenazah.
Nara membuaka penutup kain yang menutupi wajah Kai, Dan Seketika saja tangisnya tumpah memeluk wajah Kai, Tangisan kesakitan dan penyesalan yang membuatnya sulit untuk bernafas.
Nara menciumi wajah dingin dan pucat Kai, "Maaf, Maafin Bunda nak" Lirih Nara dengan tangisnya.
"Bunda minta maaf nak, Jangan tinggalin Bunda" Tangis Nara terdengar sangat pilu.
__ADS_1
Tidak ada yang menanyakan bagaimana kondisi Nara, Semua hanya menyalahkan Nara atas tragedi ini, Tidak ada yang mengerti jika Nara benar-benar hancur saat ini, Tangis seorang ibu yang kehilangan anak nya tepat di depannya matanya terdengar sangat pilu, Siapapun yang mendengarnya pasti akan tau betapa sakitnya hati ibu itu.
Petugas kamar jenazah yang akan masuk kedalam ruangan mengurungkan niatnya saat mendengar tangis pilu seorang ibu memeluk jasad anak nya, Petugas itu meneteskan air matanya tidak sanggup melihat betapa menyakitkan pemandangan di depannya.