Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 51


__ADS_3

Hari sudah berganti Nara masih memikirkan keadaan Mama nya yang katanya sakit-sakitan semenjak ia pergi, Semalaman Nara juga tidak tidur memikirkan keadaan Mama nya, Nara sedari tadi memegang ponselnya ia bingung dan ragu untuk menelfon Mama nya.


Ada perasaan takut yang menyelimuti diri Nara, Takut Mama nya masih membencinya, Nara masih ingat bagaimana tatapan kebencian yang Mama nya berikan padanya dulu, Berkali-kali Nara mencoba untuk menghubungi Mama nya namun berkali-kali juga ia membatalkannya.


"Mom" Suara Julian di balik pintu yang terbuka sedikit.


Mendengar suara Julian Nara buru-buru menghapus air matanya, "Ya sayang, Kemarilah" Nara mengulurkan tangannya meminta Julian untuk mendekat kepadanya.


Nara langsung membawa Julian dalam pelukanmya saat Julian sudah ada di depannya, "Mom apa Mommy baik-baik saja?" Tanya Julian dalam pelukan Nara.


Walau Julian bukan anak kandung Nara tapi ntah mengapa ikatan batin mereka sangat kuat, Julian merasakan jika Mommy nya sedang tidak-baik saja karena itulah ia mendatangi Mommy di kamar untuk memastikan jika Mommy nya baik-baik saja.


Nara melepas pelukannya, "Ya sayang Mommy baik-baik saja," Bohong Nara dengan senyuman.


Mendengar jawaban Nara tiba-tiba Julian langsung memeluk Nara, " It's okay Mom jangan khawatir ada Julian dan Aunty Vallerie di sini" Ucap anak umur tuju tahun itu yang dengar sangat tulus.


Membuat Nara tidak bisa menyembunyikan tangis nya, Nara menangis memeluk Julian erat, Tangan Julian mengusap punggung Nara lembut seperti yang sering Nara lakukan saat ia sedang menangis.


Vallerie masuk kedalam kamar ia duduk di samping Nara dan memeluk nya dari samping, "Aku tidak tau apa yang terjadi kepada kaka, Tapi aku yakin kaka mampu melewati semua itu" Suara Vallerie memberi Nara semangat.


Nara tersenyum ia beruntung memiliki Vallerie dan Julian di hidupnya, Mereka berdua mampu melupakan semua rasa sakut nya untuk sesaat, Nara tidak tau akan jadi seperti apa dirinya jika waktu itu ia tidak bertemu dengan Vallerie dan Julian di Negara ini.


Pesawat yang Langit tumpangi sudah mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional kota Riga, Langit turun dari pesawat dan berjalan cepat keluar Bandara, Ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu Nara dan memeluknya menumpahkan segala sesak di dada karena kerinduan yang sudah menumpuk selama lima tahun ini.


Di luar Bandara Zayan dan Ziyan sudah menunggu Langit untuk menjemput nya, "Tuan" Ziyan dan Ziyan membungkuk kan badannya hormat.

__ADS_1


"Hmm" Jawab Langit singkat


Ziyan membukakan pintu untuk Langit mempersilahkan Langit untuk duduk dengan nyaman, Setelah itu mobil melaju meninggalkan Bandara, Senyum di bibir Langit sedari tadi tak pernah lepas, Hati Langit sedang berbunga-bunga saat ini.


"Dimana Nara tinggal selama ini?" Tanya Langit.


"Nona Nara tinggal di sebuah apaertemen yang letaknya tidak jauh dari toko roti milik Nona" Jawab Zayan tanpa melihat Langit pandangannya lurus ke jalanan.


"Toko Roti?" Bingung Langit.


"Iya Tuan, Maaf saya lupa memberitahu Tuan jika Nona Nara membuka Toko Roti di Negara ini" Sesal Ziyan mengakui kesalahan nya.


"Benarkah" Beo Langit.


Langit bingung harus merasa sedih atau senang mengetahui Nara memiliki toko roti di Negara ini, Haruskah ia sedih karena Nara harus bersusah payah mencari uang untuk hidup nya padahal sebelumnya hidupnya terpenuhi atau merasa senang karena akhirnya cita-cita Nara untuk membuka Toko Roti milik nya tercapai.


Jam sudah menunjukan pukul 15:30 waktu setempat saat Langit sampai di Toko Roti milik Nara yang bernama KaiLove, Deg..seketika jantung Langit berdetak kuat saat membaca nama Kai yang mana itu adalah nama anak mereka.


Dari luar mata Langit dapat melihat wanita yang sangat ia rindukan selama ini sedang menyuapi ice cream kepada anak laki-laki, Namun fokus Langit bukan kepada anak laki-laki yang wanita itu suapi ice cream melainkan kepada wanita cantik yang telah ia sakiti sedemikian rupa dahulu yang tidak lain adalah Nara istrinya.


Tanpa di minta air mata Langit lolos saat melihat Nara tersenyum, Tidak ingin membuang waktu lagi untuk memeluk Nara Langit langsung masuk kedalam toko roti yang sudah hampir tutup itu.


Langit berjalan perlahan selangkah demi selangkah mendekati Nara sampai jarak mereka berkisar satu meter saja, "Nara...Naraya Jasmine Damara" Panggil Langit sendu.


Deg.....Detak jantung Nara berdetak kuat mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar melalui indera pendengarannya, Nara tau wangi ini wangi mint yang dulu selalu membuat nya candu menusuk indra penciumannya.

__ADS_1


"Nara sayang" Suara Langit kembali terdengar di indera pendengaran Nara membuat Nara diam kaku di tempatnya.


"Sayang" Panggil Langit untuk yang ketiga kali nya.


Nara mendongakan kepalanya matanya langsung bertatapan dengan mata Langit yang sangat ia rindukan, Nara kaget dan langsung berdiri melihat Langit ada di depan matanya, Benarkah in, Berhalusinasi kah ia atau Mimpi kah ini ia melihat Langit ada di hadapan nya, Namun suara dan wangi tubuh Langit terdengar sangat Nyata.


"Sayang Mas rindu" Parau Langit dengar air mata yang sudah mengalir dari matanya barulah Nara percaya jika yang di depan matanya nya benarlah Langit.


Air mata Nara langsung keluar tanpa di minta saat melihat Langit nyata di depannya, Ia tidak menyangka jika Langit akan datang menemui nya secepat ini, Ia belum sanggup lebih tepat tidak sanggup untuk bertemu Langit apa lagi mengingat setip sakit yang Langit berikan.


"Mommy Uncle ini siapa?" Suara Julian mengalihkan fokus Nara dan Langit.


Mereka serempak melihat Julian, "Vallerie Vallerie" Panggil Nara, Vallerie yang berada di dapur langsung berlari kedepan saat mendengar suara Nara memanggilnya.


Vallerie kaget bukan main melihat sosok Langit ada di delan matanya, Ya Vallerie tau laki-laki yang ia lihat itu adalah Langit suami Nara, Vallerie tau dari foto-foto yang ia lihat di media sosial Langit.


"Sayang pergilah ke atas bersama Aunty Vallerie ya" Nara menjeda ucapan nya sejenak dan mengambil tangan Julian, "Tunggu Mommy di atas ya, Mommy ada urusan sebentar" Lanjut Nara.


Langit terkejut saat mendengar anak kecil itu memanggil Nara dengan sebutan Mommy, Apa lagi saat Nara juga menyebutkan Mommy pada dirinya sendiri, Dalan fikiran Langit bertanya-tanya siapakah anak laki-laki itu apakah Nara sudah menikah lagi disini dan itu anak nya tapi melihat usia anak itu seperti nya itu bukan Nara lalu apakah Nara menikah dengan seorang duda dan masih banyak lagi.


"Baik Mom" Jawab Julian, Vallerie langsung membawa Julian Naik ke lantai dua, Sesekali Vallerie melirik ke arah Langit yang diam tak bersuara.


Selepas kepergian Vallerie dan Julian Nara dan Langit kembali saling menatap, Air mata mereka masih sama-sama mengalir, "Sayanng Mas rin...." Suara dan langkah Langit yang ingin mendekati Nara ingin memeluknya terhenti saat melihat penolakan Nara yang memundurkan tubuhnya.


Penolakan Nara membuat hati Langit sakit bak tertusuk ribuan pisau, Kaki nya lemas pandangan nya buram tertutup air mata yang kian mengalir deras, Hancur lebur tak bersisa perasaan Langit saat melihat penolakan Nara.

__ADS_1


Pada kenyataan nya kerinduan Nara pada Langit yang sudah menumpuk tidak mampu membuat Nara melupakan sakit yang telah Langit torehkan di hatinya yang sampai saat ini masih sangat jelas membekas dihatinya.


Luka itu luka dimana tangan besar Langit menamparnya, Luka dimana Langit menuduhnya sebagai pembunuh dan luka-luka lainnya sangat teringat jelas di kepalanya yang sudah mati-matian ia coba lupakan namun akhirnya terbuka kembali saat melihat Langit ada di hadapannya.


__ADS_2